
"Kenapa gak dilepas aja kerudungnya? dilepas aja gak papa , dirumah ini" Aku tak menjawab , apa dia tidak tahu yang namanya malu , sekalipun didepan suami sendiri , tapi untuk pertama kalinya apapun terasa berat.
"Kutuan ya" Ledeknya lagi membuatku mendelik kesal , Ucapannya benar-benar minta di gampar , andai saja yang bilang teman sekamarku, sudah ku pukulin nanti.
"Enggak , Putri gak kutuan " Elakku cepat , aku sangat menjaga kesehatan rambutku .
"Kalau begitu buka aja , gak perlu canggung" Ucapnya lagi namun pandangannya tak perna beralih dari komik yang tengah dibacanya . Seperti biasa, menggampangkan sesuatu . Aku menghela nafas kesal . "A Farhan sama bila terpaksa ya ? karena umur? " Entah apa yang ada dipikiran ku ,, hingga kalimat itu bisa lolos dari mulutku , aku hanya merasa ... seperti itu .
Dia nampak terkejut dengan ucapanku . Apa tebakanku benar " Apa yang kamu pikirkan sih Put? " Ucapnya bangun dan duduk berhadapan didepan ku . Dengan kaki. bersila lutut kami saling bersentuhan.
"Kenapa bilang gitu tadi , eum ? " Aku menunduk, jaraknya terlalu dekat , aku .. grogi . Jantungku berpacu cepat tanpa bisa ku kendalikan . "Ga dijawab nihh ? " Aku hanya menatap jemariku yang saling bertaut . Dia memiringkan kepalanya , mencari wajah ku yang tertunduk .
" Ha .. habisnya A Farhan kayak cuek banget , jadi putri nebaknya gitu"
"Liat Aa" Kedua tangannya diletakkan di pundak ku aku sedikit tersentak. Aku mendongak kan kepala ku . Mataku mengerjab melihat keindahan di depanku . Wajah A Farhan tepat didepan ku .
" Sini Aa lepasin " Ucapnya menaikkan dagu untuk melepas jarum pentul yang tersemat di kerudung ku . Aku menggeleng pelan ragu , setelah jarum pentul terlepas , aku kembali menunduk. Aku malu, tanganku masih mempertahankan kerudungku , tanpa sadar .
__ADS_1
" Aa tuh udah minta sama Allah buat dipertemuan jodoh , dan hampir setahun baru dipertemukan dengan dek Putri " Nadanya halus , dan ucapannya begitu manis di telingaku .
"Aa gak bermaksud cuek atau gimana ... Aa ga' mau melihat dek Putri tiba-tiba jadi risih sama Aa "
Kerudung ku masih menyampir , belum terbuka ..
"Aa juga grogi tahu " Pandangannya menatapku mendalam . Sorot matanya menyatakan penuh kejujuran , namun bibirku juga dengan mudah mengatakan "Bohong" Aku merasa mendengar sebuah bualan palsu .
"Kenapa gak percaya sih , sini " Diraihnya tangan kiriku , dan dibawahnta menuju dada kirinya . Jantungnya berdetak kencang, aku tercekat .
" Aa juga grogi walau hanya sekejap menatap dek Putri " . Aku segera mendorong tangannya dan tubuhku refleks mundur selangkah .
"Coba tebak , rambut putri panjang atau pendek " Ucapanku merapatkan kembali kerudungku . wajah A Farhan nampak berfikir , aku hanya terkekeh kecil .
"Sebahu? panjang dikit kayaknya " Tebak A Farhan namun tanganku justru bergetar saat hendak membuka kerudungku sendiri .
"Benar" Kerudung merosot saat kulepaskan tanganku sendiri . A Farhan hanya tersenyum tipis " *Cantik kan pake kerudung " .
__ADS_1
"Sia-sia aku grogi membuka kerudung "
"Manis banget ya kalau ngambek* "
Wajahku memanas kedua tangannya menangkup pipi dan telingaku .
"bismillahirrahmanirrahim" Cup ! Kecupan hangat di keningku . Darahku mendesis cepat. Aku benar-benar tersadar dengan fakta jika aku sudah menikah .
Kecupannya tak berlangsung lama , saat coba ia mencoba menyudahi , aku langsung menghambur dalam pelukannya , menabrak kan kepalaku ke dadanya , bukan karna aku agresif ... wajahku panas memerah. . aku menyembunyikan wajahku di dadanya . Detak jantungnya.. cepat sekali .
"A..?" Aku terkekeh kecil mendapati wajahnya yang juga memerah .
Bersambung
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak . Makasihh