Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
Persiapan Ujian


__ADS_3

JKA . Persiapan Ujian .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jalan yang biasa ku lalui , sekarang tak semenyengakan dulu, entah mungkin dengan perasaan ku atau memang kini dia memandangiku dengan tatapan remeh ? Aku bukan santri yang mudah akrab , mendapati tatapan seperti itu, aku merasa takut terintimidasi .


Banyak yang mengungkapkan selamat , namun banyak pula yang tampak menyayangkan keputusan ku, bahkan asumsinya terhadapku benar-benar membuatku merasa habis pikir .


"Sayang banget nikah , gak bisa nikmatin masa muda"


"Iya sayang banget , apalagi kalau habis lulus langsung punya anak, aku sih gak mau ,mau kerja dulu , nyenengin orang tua dulu , pokoknya happy happy dulu .


Ucapan itu sering sekali ku dengar memang kalau aku lulus dan punya anak , aku akan kehilangan masa mudaku ? Aku akan tetap muda ! Orang tuaku saja sangat bahagia dengan pernikahanku , tapi kenapa selalu saja ada mulut jahat yang membuatku tak menjadi untuk sekedar angkat kepala .


"Assalamualaikum" Ucapku sembari membuka pintu kamarku . "Buat kalian" Ku sodorkan kresek yang di bawa A Farhan Untuk teman-teman ku . Wajah mereka begitu merbinar .


"Minumannya mana?" Ledek Vania membuat iffah memelototinya . "*Kamu tuh Yah, kalau suaminya datang bahagianya kayak gak ingat uang lain , giliran pulang pasti lesu begini"


"Ingat kalian kok tuh ku bawain makanan* " Aku merebahkan tubuhku ke ranjang Vania . Melelahkan sekali rasanya, Libur panjang kapan datang , Aku merindukan itu .

__ADS_1


****


Ujian akhir semester tak di sangka tinggal menghitung hari sekeliling ku semua santri membawa buku kemana-mana mereka pergi .


Bahkan tempat makan seperti sekarang ini ,mereka terus belajar , lebih tepatnya menghafal . Bibirnya berkomat Kamit membaca isi buku tak lupa juga aku yang di buat pening oleh matematika . Aku sangat lemah di bidang ini , namun aku juga tak memiliki alasan untuk menghindar .


"Ini caranya gimana?" Tanyaku kepada Zulfa yang kebetulan sedang membuka buka yang sama denganku .


"Ini konstannya hilang karena turunan , kalau integral nanti yang ga ada konstannya jadi ada " Aku melongo mendapat jawaban seperti itu . Mungkin dia memang tak ingin mengajariku dengan benar, atau mungkin aku yang memang bodoh


"Makasih yah" Cari mangsa lainnitulah yang harus ku lakukan saat ini . Aku tak ingin terlihat bodoh . Aku tak ingin mendapatkan nilai buruk . Bahkan saat ini yang ku ingat hanya Farhan . Suami tercinta ku yang sudah hampir sepuluh hari tidak datang lagi mengunjungi ku .


"Putri ada telfon!" Ah Benar , hari ini adalah Jabwal telepon seangkatanku . "Pinjam kerudung" Ucapku menyambar jilbab yang ada di anak tangga yang menghubungkan dengan kasur atas .


Aku segera memenuhi sumber suara . Putri Salsabila ada telpon kan ?. Tanyaku antusias, di berikan ya ponsel gaya gadul , masih dengan ponsel satu tombol untuk tida sampai empat huruf.


"Assalamualaikum" Sapaku Pelan, apa A Farhan yang menelponku? "Wa'alaikum salam" Jawab suara dari seberang , suara pria yang sudah lama kurindukan. "A Farhan Putri kangen" Aku langsung membekap mulutku menyadari Ucapanku .


"*Aa juga kangen kok , sabar ya besok Aa datang , dek Putri mau dibawakan apa?"

__ADS_1


"Uangnya gak habis-habis ya? Ga usah bawah apa-apa A*" Pintaku , entah selalu saja ada buah tangan yang diberikan kepadaku . Padahal uang sakuku cukup banyak .


"*Kalau gak bawa apa-apa , Aa gak mau datang deh"


"Yah, apa aja deh ? Aa lagi ngapain sekarang*?


Lagi dimana? Terus habis ngapain aja? " Menggelikan memang namun apa yang salah , aku sudah lama tak bertemu dengannya .


.


-


-


-


Maaf ya kalau ada sebagian episode yang sangat membosankan ,, insyaallah aku akan membuat kalian betah kepadaku dan membaca novelku ...


Sebenarnya mau di panjangin di episode ini ... Tapi sayangnya aku gak bisa menulis ,karena aku merasa mengantuk jadi sampai sini dulu ya ..

__ADS_1


__ADS_2