
Wajahku memanas, saya tidak tahu yang diinginkan pria disampingku saat ini . tanyaku masih menjabatnya . Saya terhenyak geli saat tang kirinya menyentuh pundak ku tanpa ijin . mungkin ini manis saat saya nonton di drama . Namun ini hidupku . seperti ini saja membuatku berdebar .
Saya tahu caraku menyalaminya salah , tapi apa tidak memberiku maklum karna ini pertama kalinya untuk saya . Tanganku bahkan berkeringat sekarang . Saya mengulanginya kali ini saya menempelkannya di bibirku . "Nah kalo kayak gini benar " . Ucapnya yang membuatku langsung menarik cepat tangannya . mengelap keringat yang terasa basah dengan tangan kiriku .
" Kok A Farhan ga malu sih , Kan biasanya anak pondok biasa malu malu gitu kalau jabat tangan atau apa " Keluhku akhirnya sedari tadi saya menahannya . jarak dekatnya saja sudah membuat nafasku tercekat . Ada satu hal yang ingin ku permasalahkan . Wajahku saat ini masih kusam mengingat saat ini hanya mencuci muka saat ini , tanpa riasan dan bahkan sebelum ke aula baru saja mencuci pakaian .
"Kan udah lama lulusnya dipondok " Ucapnya tak salah , saya setuju dengan jawabannya namun wanita yang ada dihadapannya adalah saya seorang santri yang sudah 5 tahun disini .
"Tapikan "
"Dek Putri Malu ya ? " Saha mengangguk kecil mengakui itu , malu karena merasa insecure yang mendera dan tidak terbiasa dengan situasi yang dadakan saat ini .
"Lagian kenapa harus malu kan sama suami sendiri " Kenapa dia bisa mengatakan itu dengan tenang dan ucapannya tidak pernah salah , saya saat ini ingin membungkam nya namun saya lagi lagi hanya kesal .
" Padahal baru kemarin sore ketemunya " .
"Ga nyangka ya , padahal A juga , padahal tidur sendiri nanti malam namun ternyata ada yang Nemanin " . Ucapnya membuatku mendelik . Dalam syakat saya akan diperbolehkan tinggal di asrama . Apa selama lulus di pesantren apa dia salah bergaul ya ?
__ADS_1
" Kan baru ketemu kemarin , kok kenapa bisa semudah itu ngucapinnya " .
"Kan A yang ngucapin ijab kabulnya , udah sering juga latihan .
" Mau keluar ? Kan perijinan kan ? "
"Ga mau " Ucapku kelewat tegas sepertinya , karna ia menoleh dengan cepat kearahku.
"Malu ya ?" Jawabnya membuatkua mengangguk keci , tak bohong jika saya berkata malu , karena ini sangat mendadak , apa yang harus saya katakan pada temanku nanti .
" Nanti diledekin , Putri nanti jawab apa ? " Namun saya juga tak ingin disini .
"Anak ustad bukan sih , kalo main sama siapa ? " Coletehku kesal menjawab pertanyaan yang sangat begitu menjengkelkan .
"Trus kalo anak ustad , saya harus bagaimana ? mau kuceramahin ?" Jawabnya dengan tawa disela ucapannya. Dia bahkan bisa tertawa dengan lepas . Kenapa saya hanya diam menunduk .
" Ya jangan Ceramah juga , Putri udah sering dengarin kajian setelah ba'da ashar ".
__ADS_1
" Kalau begitu , nanti kuminta untuk berceramah nanti sore " .
"Jangan " Desisku tajam tanpa sadar mau buat kehebohan macam apa lagi sekarang . kulihat dia hanya tersenyum tipis . Apa saya durhakan sekarang karena membentaknya , walaupun itu tanpa sadar ? saya jadi takut tiba tiba .
" Maaf Putri gak sengaja "
" Gimana ?"
"Suara Putri tadi keras bangat kan ? " cicitku akhirnya membuat senyum lebarnya tertanam disana . ....
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like komen dan vote jangan lupa kasih 5 bintang , Makasih ...