
MAAF SEBELUM JIKA ADA YANG CERITANYA TERULANG DARI JUDUL YANG BERBEDA ,,
-----------------------------------------------------------------------
"Assalamualaikum" Ucap Farhan saat berada di depan rumah mertuanya , menempuh perjalanan 2 jam cukup melelahkan baginya .
"Waalaikum Salam, lho! Nak Farhan?"Jawab ibu mertuanya membuat Farhan terkekeh kecil, ia sampai di waktu senja . "Kenapa sendiri , Nak putri mana?".
"Putri dirumah Bu, Farhan diminta untuk mengambil hpnya" Ucap Farhan canggung.
"Ah! Iya ibu lupa, sekalian ibu kemasin barang buat di bawa"
"Ayah dimana Bu?" Tanya Farhan menanyakan ayah mertuanya .
"Di mushola"
"Kalau gitu Farhan ke mushola dulu sekalian nunggu Maghrib"
"Iya, ibu siapin barang Putri dulu"
Ibu Putri kini begitu sibuk merapikan barang kesukaan putrinya . "HP, charge, flashdisk, pasti pakaiannya juga kurang bawanya" Gumam ibu Putri mengemasi. Hingga jam setengah 7 Farhan kembali bersama Ayah mertuanya .
"Pasti Cape ya? Belum lagi juga balik kesana" Khawatir Ayah mertuanya melihat langit sudah menjadi gelap .
"Gak papa kok Yah, udah biasa juga perjalanan jauh" Sanggah Farhan , ia memang sudah terbiasa pulang larut malam walau bukan untuk perjalanan panjang.
"Makan malam dulu disini ya?" Ucap Ibu dengan sedikit memaksa , Farhan memilih menolak, Ia tak mau semakin lama. Putri pasti sudah menunggunya .
"Kalau begitu ibu bungkuskan yah, buat makan di sana"
"Nggak perlu repot-repot Bu"
"Sama anak mah gak ada kata repot-repot" Jawab Ibunya dan memberikan satu tas berisi perlengkapan putri dan satu tas kecil berisi makanan .
"Makasih ya Bu Ayah" Ucap Farhan pamit, Ia tak bisa berlama-lama , ia tak mau membuat putri menunggu terlalu malam . Ia bahkan bilang biasanya pulang pukul 4 sore . Perjalanan 2 jam dan kini sudah jam 7 malam .
Farhan mengendarai motornya , melewati gelapnya malam hanya dengan lampu jalan yang redup . Mengabadikan dingin tubuhnya yang hanya memakai jaket tipis . Perjalanannya jauh dan cukup pelosok . Hingga jam 9 kurang ia mendapati istrinya duduk di bangku depan rumahnya dengan raut khawatir .
"Aa..." Teriak Putri menghampiri , wajahnya nampak melas karena terlalu lama menunggu .
"Kenapa baru pulang?" Tanya Putri lagi ia sudah memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, melihat suaminya dapat dengan tas miliknya dibelakang joknya .
"Aa kerumah putri ?" Tanyanya dengan ekspresi kaget .
Keduanya duduk di ruang tamu , Putri menyodorkan air putih ke suaminya yang nampak lelah. "Aa kenapa kerumah?"
"Ambilin HP buat Putri" Sahut Farhan melogoh ponselnya dan memberikannya. Putri menggigit bibirnya . "Putri udah mikir yang macam-macam" Tunduknya malu , ia lupa jarak rumahnya cukup jauh dan berakhir dengan Farhan yang begitu dingin tangan dan kakinya .
"Tadi siang , Aa kirimin makan siang sampe?" Tanya Farhan tiba-tiba membuat Putri tertawa lepas mendengarnya. Ia mengingat kejadian siang tadi. "Kenapa ketawa?" Tanya Farhan mengerutkan keningnya kebingungan .
__ADS_1
"Ah, lagian Aa lucu bangat sih, pesenin putri makanan tapi tidak dibayarin, kan putri bingung , takutnya salah kirim" Jawab Putri menjelaskan membuat Farhan melotot kaget , Ia baru sadar, pantas saja ia merasa ada yang kurang. "Aa gak paham sebelumnya , biasanya beli langsung" Cicitnya membuat putri tersenyum lebar. Suaminya mencoba perhatian padanya, tentu saja itu nilai plus .
"Makasih ya A" Tanya Putri menghargai suaminya .
"Aa pasti capek ya , seharusnya putri tidak menyuruh Aa mengambil HP , Udah makan?"
"Ibu tadi bawain makanan , Putri masak gak hari ini?"
"Masak, tapi gak enak jadi Putri buang" Putri mengepalkan jarinya takut "Ga papa , masih coba-coba , lama-lama pasti bisa", Balas Farhan lagi membuat Putri tersenyum simpul, ia merasa bersalah ."Untung Putri tadi masaknya sedikit, berasa buang-buang uang A".
"Tapi sarapan pagi tadi enak kok" Puji Farhan tak tega melihat raut sedih istrinya . istrinya pasti sudah melakukan yang terbaik untuknya , walau hasilnya belum terbuai dengan baik.
"Ngehibur Putri ya?" Tanya putri merasa tersinggung, Walaupun pribadinya memang merasa masakan sarapan pagi tadi cukup layak untuk di hidangkan.
"Engga, emang enak kok" Farhan tersenyum
"Ya sudah sekarang makan dulu, biar Putri siapin ya" Farhan hanya mengangguk . Ia juga ingin membantu istrinya namun entah mengapa ia menikmati segalanya di siapkan oleh istrinya .
Keduanya makan dengan hening. Tak ada pembicaraan yang tercipta . Farhan sibuk dengan pikirannya sedang Putri menunggu suaminya berbicara , ia terus mencuri pandang , namun hingga selesai makan, keduanya masih diam 'Cari topik apa yah?'Gumam putri mencoba memecahkan keheningan .
"Udah malam, aku... tidur dulu boleh? Capek banget hari ini" Putri mengangguk . "Aa duluan aja , aku beresin ini dulu" Putri membawa gelas kotornya. Terbersit kecewa , hari ini tak banyak yang bisa dibahas Dengannya.
"Apa aku pijetin ya, tapi aku gak bisa mijit" Gumam Putri menatap punggung suaminya yang terlihat begitu lelah . "Bagaimana caranya bisa menenangkan hati suami", Putri meneruskan langkahnya , mencuci alat makan sebelum pergi ke kamarnya , tas yang di bawanya tak lupa untuk di bereskan .
Putri ke kamarnya namun tak mendapati Farhan , pintu kamar mandi tertutup mendapati suara air mengalir , "Aku harus kudu apa sekarang?" Putri celingukan bingung . Jika menelisik kehidupan orang tuanya , ia jarang sekali melihat interaksi keduanya selain mengobrol bersama. Itupun gosip yang didengar .
"Berita terkini ... tagar-tagarnya gak jelas",
Farhan keluar dari kamar mandi, wajah kusutnya masih nampak jelas , namun senyumnya tak hilang dari wajahnya saat melihat putri yang duduk terpaku di sisi ranjang .
"Kenapa?" Tanya Farhan sembari melangkah menjemur handuknya di balkon dirumahnya, "Pegel bangat ya? Putri gak bisa mijit sih , gimana ya", Gugup hingga tak bisa berkata apa-apa , itu yang putri rasakan saat ini . Tingkat keparahannya kian terasa .
"Cuma butuh tidur kok, hari ini gimana? Bosan banget terus pasti dirumah" Farhan duduk disisi ranjang menyelonjorkan kakinya . Tak ada selimut malam ini, beruntung cuaca tidak begitu dingin .
"Engga bosan kok, Putri cuma nonton drama", Senyum tak pernah luntur dari pipinya , ia harus terlihat biasa saja meskipun sedari tadi ia dibuat khawatir dengan topik yang dicarinya .
"Opa-opa itu yah"
"Iya, habisnya suka"
"Jadi berapa episode hari ini?"
"Putri nonton tiga episode , tiba-tiba udah siang , terus putri masak karena lapar"
"Masak?"
"Iya, nasi goreng manis kebanyakan kecap , Putri payah banget, malu sendiri pas makan, terus gak lama datang kiriman dari Aa jadi Putri makan dua kali"
"Terus ngapain lagi?" Farhan memiringkan tubuhnya , menyangga kepalanya dengan tangannya , keduanya saling berhadapan .
__ADS_1
"Tidur siang, terus bangun sore , coba masak ternyata gak enak" Sambung Putri lagi, dapurnya bak kapal pecah .
"Ga mandi yah"
"Mandi atuh" Putri mencerut mendengar tuduhan yang tak mendasar. "HP Aa mana? sini kusimpan nomerku"
"Dimana ya?" Farhan memejamkan mata berfikir, "Kayaknya di tas? Atau di saku baju" Putri bergegas mengambil ponsel suaminya . "Emang gak ada niatan mau di charger ya?" Ucap Putri saat berhasil menemukan suaminya di tas .
"Ga ada ngehubungi juga"
"Emang biasa ada ya?"
"Banyak, eh?" Putri mendelik mendengarnya ia menerjang ranjangnya cepat . Membuat Farhan terkekeh melihat reaksinya .
"Siapa yang ngehubungi? Cewe atau Cowo?" Putri mulai menginterogasi. Farhan meraih tubuh istrinya , membawanya dalam dekapannya .
"Cewe yang ngehubungi" Jawab Farhan sambil mengeratkan pelukannya , menjadikan guling yang di timpa kakinya . Putri tak berontak , saat ini ia fokus saat membuka kontak ponselnya .
"Kenapa banyak sekali teteh teteh, Ini siapa saja?" Tanya putri lagi mendekatkan layarnya , Farhan mengunci tangan istrinya agar tidak bergerak .
"Mau di jabarkan satu-satunya" Tanya Farhan yang dibalas anggukan lemah istrinya. Telat menyadari tindakannya yang begitu kekanakan . "Ga usah, gak jadi, jangan di sebutkan" Ucap putri lagi, ia mencoba memberontak dari pelukan suaminya. Mencoba menggapai ponselnya .
"Aa berat" Putri tak mau diam , dan usahanya berhasil , ia langsung bangun dan mengambil ponselnya . "Hei bawa sini" Ucap Farhan pada Putri yang menyembunyikan ponselnya . Ia mencurigai Farhan yang begitu banyak nomor cewek di hpnya namun ia juga lupa jika banyak foto pria yang tersimpan di ponselnya .
"Ga ada apa-apa kok"
"Emang yang ada apa-apa siapa?"
"Tidur sini" Farhan menepuk pelan ranjang disampingnya. Putri menggeleng "Mau tidur di luar?"
"Ah , Aa jangan gitu" Putri langsung naik di kasur , tidur diluar apa jadinya, entah luar mana yang dimaksud, namun ia ingin tidur dengan suaminya .
"Dah tidur" Farhan menepuk pelan pundak istrinya. Hpnya disimpan aja dulu, di mode pesawat dulu"
"Biar ga terbang?"
Farhan mengerjap bingung. "Biar berasa tidur di pesawat, sekarang merem" Balas dan titah Farhan sekenanya . "Putri gak ngantuk A" Tolak putri .
"Harus ngantuk udah malam sayang"
"Aa kok maksa" Cemberut Putri , Farhan hanya terkekeh melonggarkan pelukannya . Tangan Putri bergerak ke atas , mengelus pelan Surai rambut suaminya .
"Selamat tidur Sayang , baca doa dulu" Lirih putri Sontak membuat Farhan berkomat Kamit membaca doa, suaranya tak jelas hanya gerakan mulutnya yang terlihat . Deru nafasnya mulai teratur menandakan suaminya sudah terlelap dalam tidurnya .
Putri memandangi wajah polos suaminya ,matanya terpejam sempurna , dengan dengkuran kecil bukti jika ia benar-benar kelelahan hari ini. "Aa Farhan ngorok aja lucu" Ucap Putri sambil mengecup kening Farhan dan mengusul suaminya, memejamkan matanya dan tidur lelap dalam malamnya .
****
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉😉😉
__ADS_1