Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
30


__ADS_3

"Dek Putri juga mau belajar bareng kan sama Aa ? padahal Dek Putri masih sekolah tapi punya keberanian untuk menerima, gimana rasanya Aa nggak jadi orang yang beruntung dapetin putri"


"Tapi... tapi Putri ngelakuin itu karena status putri masih pelajar "


Aku tersadar jawaban yang kuinginkan belum ku dapati " Lalu dari banyaknya waktu yang insyaallah ada kalau masih umur , kenapa kita . kenapa kita menikah hari ini ?" Tanyaku lagi membuatnya tersenyum simpul .


" Itu keputusan orang tua kita " Jawabnya membuatku terdiam , aku memang tidak ikut andil karena semua ku percayakan kepada orang tuaku .


"Aa mau aja? "


"Abi sibuk , Umi ikut aja pendapat Abi dan orang tua Putri yang bilang , kalau terlalu lama takut kepikiran putri , ga fokus , terus mikirin Apa terus ini serius ... Aa gak bercanda , Ibu putri sendiri bilang gitu kepada Aa" Sorot matanya tidak mengatakan kebohongan, bahkan wajahnya sangat takut tertuduh . Aku tersenyum tipis . Suamiku ... benar-benar menggemaskan .


'Jadi karena ibu' Aku tak menyesal , Ucapan ibu ada benarnya juga semenjak bertukar CV pun pikiran ku sudah kacau , hatiku terus berdebar saat memejamkan mata , mengingat CV dan foto yang tercemar .


" Tapi Aa udah cinta kok sama putri " Tambahnya tiba-tiba tanpa peringatan sama sekali membuat wajahku memerah . Aku harus menjawab ucapannya dengan cepat atau aku akan terus dibuat merah olehnya .


" *Apaan tadi aja cuma tidur terus "


"Iya maaf , kalau udah nempel kasur , suka khilaf , pengen tidur , Damai ya* " Nabi aja pemaaf .

__ADS_1


"*Emang kita berantem ?"


" Gak tahu juga , Kan Aa nggak pernah dekat sama perempuan "


"Bohong"


"Kelihatan ya*?" Aku suka sekali dengan senyuman matanya . Menatapnya terlalu lama membuatku menjadi malu sendiri .


"Jadi udah cinta ya?" Tanyaku memastikan , aku sendiri tidak berani menyimpulkannya . Aku tak tahu perasaan ku saat ini . "Udah, sayang banget " Aku tarik ucapan ku dia membuatku bergidik jika bersikap terlalu manis .


"*Jadi Aa kapan berangkatnya ?"


"Anterin Dek Putri dulu ke pesantren terus langsung ke terminal " Aku mengangguk kecil , dia pasti akan sangat kelelahan nantinya . " Tapi ... Emang Dek Putri udah cinta sama Aa*? "


Aku terdiam , melihat sekeliling mencari fokus lain . Aku harus mengalihkan perhatian tapi gagal . Tak ada yang menarik di hadapanku .


"*Nggak papa , pelan aja , udah di pilih menjadi suami putri aja udah, Alhamdulillah " .


^^^^^~~~^^^^^

__ADS_1


Pandangan ku terhenti pada senja yang mulai berubah warna , malam akan tiba . Ku lirik Aa Farhan yang ada di sampingku yang kini menikmati jajanan yang ada di taman kota .


Aku masih sekolah ... dia ... ga akan melakukan itu kan ? tiba-tiba aku merasa begitu khawatir .


"A Farhan" Panggil ku pelan , dia menoleh dengan santai " Kenapa*?" Aku mengusap wajah ku gugup .


"Pinjam Hp" Pinta ku dengan tangan gemetar , " Mau nelfon ?" Tanyanya yang di balas gelengan cepat olehku . dia merogoh saku celananya dan memberikan ponselnya kepada ku .


'Cara menghitung tanggal subur ' Ketik ku , setidaknya aku harus menghindari tanggal subur kalau sesuatu terjadi nanti malam , aku harus mempersiapkan , aku masih ingin sekolah .


" Ya udah ayo pulang , Udah mulai gelap , nanti magrib dijalan" Aku hanya mengangguk kecil , mengembalikan ponselnya . Aku masih mencoba mengingat kapan aku sedang datang bulan .


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan like , komen , dan vote dan kalau perlu rate 5 bintang šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ¤—

__ADS_1


Sambil nunggu upload, Jangan lupa baca karya author yang lain yang berjudul **The Ex's Betrayal ,lšŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜˜


*Makasih 😊😊***


__ADS_2