
JKA. Pernikahan Iffah
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Putri melebarkan matanya menatap undangan pernikahan yang di dapatnya dari kontak pesan, pesan dari Iffah.
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum Earahmatullahi Wabarakatuh.
Dengan memohon Rahmat dan Ridho-mu Ya Allah.
Kami bermaksud mengadakan acara resepsi pernikahan.
Ikhsan Putra Adi.
Putra dari BPK. Ardi & Ibu Sri Wulandari.
Dengan
Afifah Istiqomah
Putri dari BPK Yani & Ibu Siti Rohimah
Akad Nikah:13 Desember 2020
Pukul; 10:00 WIB
Bertempat: . Mesjid Al-Ikhlas
Jl Anggrek no, 52 Majalengka.
Iffah temannya benar-benar akan menikah , grub chat angkatannya langsung heboh berbondong-bondong memberikan ucapan selamat, jemari Putri dengan lihai mengetikkan ucapan selamat untuk temannya. "Selamat ya, semoga diberi kelancaran hingga hari H, pengen banget bisa datang ke sana, semoga bisa".
__ADS_1
Putri benar-benar. berharap kesempatan untuk menghadiri pernikahan temannya, namun ia juga tak akan memaksa jika suaminya memiliki kesibukan. Putri menatap arloji berkali-kali, ia sudah tak sabar ingin jumpa dengan suaminya. Ingin menceritakan perihal pernikahan temannya. Ia bolak-balik menunggu di teras. Kali ini, ia sangat tak sabaran untuk menemui suaminya.
*****
Pernikahan mewah itu di gelar, layaknya raja dan ratu dalam singgasana, Iffah dengan balutan gaun pernikahan putih duduk berdampingan di pelaminan dengan suaminya dalam tuxedo warna yang sepadan. Putri memandangnya dengan takjub. Pernikahan dalam gedung mewah pernah ada dalam wishlistnya, namun makna pernikahannya cukup berarti ia tak akan menyesali. "Kenapa senyum-senyum sendiri?" Putri menoleh ke arah suara, suaminya yang kini sedang baru saja masuk ke kamar dengan secangkir kopi di tangannya. "Sini A" Ucap Putri dengan semangat, tak sabar mendengar reaksi suaminya. Farhan meletakkan kopinya pada nakas yang ada di samping ranjangnya.
"Lihat ini A, teman yang sering sama Putri, Iffah hari ini nikah, cantik kan" Putri menunjukkan ponselnya sedang Farhan tak begitu memperhatikan. Siaran langsung pernikahan tengah di tanyakan. "Kalau begitu geseran" Ucap Farhan membuat Putri beedecih kesal, pasalnya ia sudah dalam posisi tidur ternyamannya. Farhan ikut berbaring di samping istrinya menonton tayangan pernikahan. Menopang kepalanya dengan guling memanjang sebagai penopang hidup kepala keduanya .
Batin Farhan menciut melihat gelaran yang begitu mewah, di dalam gedung dengan bunga hias yang mengelilingi ruangan, belum lagi pelaminan yang begitu gemerlap dengan warna gold menambah kesan mewah. Air mancur kecil menghiasi punggung bagian depan
"Bagus yah" Ucap Farhan yang merasa kecil, pernikahannya terlalu sederhana, walaupun sirat yang terkandung amatlah mendalam. Namun sisi duniawinya juga ingin memiliki penikahan mewah yang bisa di banggakan dan pamerkan. Farhan melirik istrinya yang begitu kagum dengan layar ponsel yang berjalan .
" Padahal Iffah tak pernah kelihatan kaya suka sama cowok, tapi ternyata nyusul.
"Gak suka gimana?"
"Maksudnya kayak Caper gitu ke cowok, pokoknya paling Sholehah gitu"
"Iya, jangan itu yang di bahas, manusiawi kalau wanita menyukai cowok. Mutlak. Putri tanya ke iffah kan beberapa waktu yang lalu, gak di jodohin, gak di ta'arufan langsung lamaran" Cerita Putri panjang lebar. Ia tak bisa membayangkan jika dirinya ada di posisi Iffah, dilamar oleh pria dan langsung mengiyakan.
"Sebelas dua belas sama kita bukan" Tanya Farhan yang dibalas gelengan oleh Putri. "Kitakan ta'aruf dulu, walaupun nikahnya dadakan, tapikan aku tahu sedikit tentang Aa di SV"
"Aku ngisi SV asalan lho"
"Ko?"
"Kan udah dibilang, di paksa Abi"
"Putri lagi gak pengen berantem" Ucapnya kemudian mengalihkan pandangan pada layar ponselnya .
"Cowoknya kayak udah Om-om" Komentar Farhan yang mulai julid, ia merasa iri dengan pernikahan yang mewah. Putri langsung bangun menatap suaminya geram. Diakui pria yang ada di samping Iffah layaknya pria dewasa namun mendengar ucapan suaminya, ia tak terima.
Farhan mengambil ponsel istrinya dan membaringkan tubuhnya dengan dua tumpuk bantal dijadikan sandarannya." Bercanda kok" Farhan menarik tubuh istrinya, Putri menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang suaminya.
__ADS_1
"Udah beli hadiah?" Putri mendongak kecil, menggeleng memberikan jawaban. Ia tak keluar rumah sama sekali, selalu mengrung diri didalam singgasananya. "Nanti bikin Vidio ucapan selamat saja"
"Sama Aa juga ya? Satu frame!" Semangat Putri yang disetujui oleh suaminya. "Ia nanti kita satu frame" Jawab Farhan yang dibalas senyum cerah oleh istrinya.
Tangan Farhan bergerak bebas merapikan rambut panjang istrinya yang terurai. "Pernikahan impian Putri pasti kayak gitu yah?" Tanya Putri yang dibalas gelengan kecil. "Putri memang pengen pernikahan yang mewah, tapi coba Aa lihat ini, gak banyak teman yang bisa datang dan memberikan selamat, tamunya juga lebih banyak dari pihak orang tuanya" Tamu yang datang dominan pria dan wanita yang seusia ibunya.
"Aa sih yang kasihan, temennya gak ada yang datang" Ledek Putri mendongak kecil, Farhan tak sepenuhnya setuju. Berteman? Ia merasa tak memiliki pertemanan yang begitu erat satu sama lain. Semua itu cuma formalitas karena saling kenal di tempat yang ia pijaki.
"Waktu kita nikah, teman Aa pada ngucapin?" Tanya Putri yang dibalas anggukan kecil. "Mereka Ngirah nikah karena kecelakaan, Ada yang ngasih hadiah juga, kado pernikahan"
"Ada? Kok gak pernah ngasih tahu? Mana lihat"
"Bentar aku lupa mana taroh"
"Segitu terpaksanya Ya"
"Nanti aja yah, udah nyaman bangat" Jawab Farhan mengalungkan lengannya pada leher istrinya, kedua jemarinya menaut. "Aa sayang bangat sama Putri"
Putri tak menyahut, netralnya tak henti memandang layar ponsel yang kini telah menayangkan seorang pria dengan microphone di genggamannya . Deru musik dan nyanyian yang dibawakan "Ada bintang tamunya ya?" Tanya Farhan yang dibalas anggukan.
"Pernikahan kita terlalu sederhana, Putri gak papa"
"Ga papa, resepsi yang pernah Aa ucapin juga batalin aja, Putri rasa tak perluh menghamburkan uang untuk resepsi. Hadirnya Aa di hidup Putri juga udah sangat berarti"
"Makasih ya, Sayang Putri"
"Putri juga sayang sama Aa" Putri bangun dari tidurnya mendekatkan wajahnya, Menyapu pelan bibir suaminya, menyalurkan perasaannya yang tak bisa diutarakan".
*****.
TAMAT ,
Tapi Bohong 😛😛😛 Jangan lupa tinggalkan jejaknya 🤗🤗 Makasih
__ADS_1