
JKA. Kuliah Di Luar Negri?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku ga bawa mobil" Ucap Farhan tiba-tiba membuat Putri terdiam. Pandangannya beralih pada koper besar dan tiga tas lainnya. "Terus gimana? Panggil Ojek?" Tanya Putri menyeret kopernya yang cukup berat. Farhan hanya merapatkan bibir, menahan tersenyum melihat wajah panik Putri.
"Ku titipin di mobil teman atau gimana?" Ekor matanya melirik Vania yang masih menata barang ke bagasi mobilnya. "Kutitip Ya" Tanya Putri lagi hampir saja berlari jika Farhan tak meraih tangannya. "Tapi Abi bawa mobil" Ucap Farhan kali ini seulas senyum nampak di bibirnya. membentuk lengkungan cerah nan meneduhkan.
"Nanti kubawa mobil Abi, biar Abi yang pake motor ku"Tambah Farhan lagi .
"Nyebelin" Gerutu Putri sambil menghentakkan koper yang ditariknya. "Udah yuk, keburu jam istirahat ku habis" Ucap Farhan yang menuju mobil Abunya yang terparkir tak jauh darinya.
"Aa Kerja? Belum makan dong? Demi jemput Putri? Padahal sore juga gak papa"
"Akunya yang gak papa Put" Jawab Farhan sembari memindahkan barang istrinya ke dalam bagasi mobil. "Liburan mau ke salon bibi lagi?" Tanya Farhan yang dibalas gelengan cepat oleh Putri.
"Kenapa?"
"Aku harus belajar biar ujian perguruan tinggi, jaga-jaga kalau gak dapat beasiswa dari awal" Putri sadar jika beasiswa tidak mudah di raih, jadi ia harus belajar lebih banyak.
"Kalau begitu nanti ku ajarin bagaimana?" Ucap Farhan yang dibalas senyum miring oleh istinya. Merasa tak yakin. Soal Skolastik benar-benar menguras nalarnya .
"Beli makanan bungkus aja ya? Soalnya aku gak bisa lama-lama" Tanya Farhan yang disetujui istrinya. Kedua kini telah siap di dalam mobil dengan sabuk pengaman yang terpasang di badannya.
__ADS_1
"Beli makanan online aja ya? Barangnya juga ku turunin di teras, ga papa kan?" Tanya Farhan Putri tak menjawab. Ia masih asyik memandang pemandangan di luar jendela .
Hingga tanpa sadar mobil Farhan sudah memasuki area perumahannya. Mobilnya terparkir sembarang di dekat rumahnya, setelah mengeluarkan barang istrinya hingga ruang tamu Farhan langsung menuju ke kantornya tak sekalipun duduk. karena ia memiliki pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan.
"Beresin sekarang apa nanti ya?" Putri menatap bawaannya, tubuhnya cukup lelah setelah mengemas pagi tadi dan ia memutuskan merapikannya saat suaminya sudah pulang. kini Putri merebahkan tubuhnya di sofa dan tidur pulas. Melupakan perutnya yang belum terisi .
Pukul 3 sore Putri terbangun, kerongkongannya haus, ia tidur di sofa dengan tirai yang tersibak, cahaya sore masuk menyilaukan mata yang terpejam.
"Ya Allah, padahal tadi pagi masih di pondok, sekarang sudah sama suami" Putri bergegas menuju dapur, untuk mengambil air minum, dan kembali untuk mengambil barang-barangnya ke kamar .
"Mau di taroh kemana barang-barang ku?" Putri melirik lemari suaminya yang tertata rapi, sebaris lemari takkan cukup karena koper dan tas travelnya penuh dengan baju. Putri akhirnya memilih membereskan novel yang ia bawa. Ia merapikannya dengan milik novel suaminya.
"Novel beres" Bangganya setelah berkutat selama lima belas menit , kini pandangannya beralih pada ponsel yang ada di laci. Ia memang sedang membuka laci untuk menyimpan peniti yang tersemat di kerudungnya.
Putri sontak mundur saat tangan Farhan menyentuh belakang kepalanya, menghindari sentuhan bibir suaminya pada puncak kepalanya "Putri belum keramas" Ucap Putri langsung mundur, ia langsung mendengus bau rambutnya, bukan wangi yang bisa di banggakan .
"Nanti aja kalau Putri udah mandi" Kekehnya membalikkan tubuhnya malu, bahkan ia belum cuci muka , setelah cukup lama tidur di sofa.
"Belum mandi, rambut berantakan, jangan bilang belum makan juga?"
"Apa hubungannya"
"Ga ada"
__ADS_1
"Jadi, udah makan belum?" Tanya Farhan memastikan, ia melepas seragam kerjanya, meninggalkan kaos putih pendek di badannya, sementara celananya di biarkan terpasang, hanya sabuknya yang sudah tergantung rapi di belakang lemari.
"Ga lapar ke buru ngantuk A" Jawab Putri kini menyeret kopernya dan membaringkannya, ia mencari pakaian yang dipakai malam ini ." Mau kamu dulu apa aku dulu yang mandi"
"Aa dulu , ini bajuku taruh di mana?" Tanya Putri memperlihatkan pakaiannya yang penuh di koper "Ada sih, di kamar bekas Abi, nanti ku ambilin" Ucap Farhan yang dibalas oleh anggukan oleh Putri. "Kalau gitu Putri dulu yang mandi" Ucap Putri deng an seribu langkah mengambil handuk dan pakaian.
****
Jangan bilang Aa keluar negri juga karena nyalin jawaban teman. "Aa udah pernah jawab dulu , Putri sayang".
"Aa kuliah luar negeri lewat jalur orang dalam"
Putri terdiam ia ingat suaminya pernah bilang begitu . Ia juga tertarik mengikuti jalur suaminya. "Putri juga mau kuliah keluar negeri katak Aa" Jawab Putri membuat Farhan terdiam lama.
"Bila yakin..?" Tanya Farhan merasa keberatan jika istrinya kuliah sejauh itu . "Gak boleh ya?"
"Bukan gitu, tapikan jauh Put,dan lagi.." Farhan tak bisa meneruskan ucapannya. Putri juga mengerti posisinya, ia seorang istri .
"Kalau gitu kumpulin uang buat jalan-jalan di luar negeri" Pinta Putri akhirnya membuat Farhan tersenyum. "Kalau gitu aku gak keberatan, aku bisa usahain kok" Putri membalas senyumnya, ia tak benar-benar ingin kuliah di luar negeri.
Ia sudah terikat dengan suaminya dan lagi, keinginannya ke luar negeri hanya sebatas rasa penasaran.
Sampai disini dulu ya,, Cerita ini belum tamat kok , tapi akhir-akhir ini banyak tugas yang saya kerjakan ,, semoga di mudahkan ya supaya bisa up lagi kok ..
__ADS_1