
<<< Kali Pertama membuka Kerudung >>>
Tiga tumpukan komik selesai ku pilih , komik genre thriller - romantis menjadi kesukaanku . ku selonjorkan kaki ku pada sofa yang disulap menjadi ranjang, dengan TV yang menyala sebagai background music mengurangi keheningan . A Farhan sendiri sedang mengganti pakaiannya .
"Udah nemu bukunya?" Ucapnya saat keluar dari kamar mandi . Aku mendelik melihatnya yang begitu santai dengan kolor hitam pendek bermerek Adidas , dengan kaos pendek polos dan handuk yang melilit di kepala yang sedang basah .
"Astagfirullah anak ustad pakaiannya" Refleks!! Ucapku tak terkontrol , mindset ku belum bisa berubah . Dalam fikiranku masih sama 'Anak Ustad pasti Sholeh '
Aku langsung menutup mulut ku, dengan mengalihkan pada pandangan buku yang tengah kubaca .
"Maunya gimana, pake sarung, baju Koko terus sorban plus kopiah gitu ?" Ucapnya sembari menghampiri ku dengan nada yang begitu ketus . ' Putri Bodoh ' Rutukku dalam hati
"Jangan, gitu aja cakep " Lagi ! jika ucapan ku tadi membuatnya sangat kesal , kini 8a memamerkan wajah tampannya . "Alhamdulillah masih ada yang bilang cakep " . Dia duduk disampingku , menyandarkan tubuhnya, pada bantalan sofa Sembari menyodorkan kakinya. Tanpa kecanggungan sama sekali , sedangkan aku masih belum menyangka kalau pria disampingnya adalah suaminya .
__ADS_1
"Gak mau ganti baju , Umi udah belliin baju kemarin sih , ada dilemari udah dicuci juga" . Ucapnya dengan santai sambil mengambil komik yang ada disampingku .
" Series ini belum lengkap" , " Ada dilemari mana?" .
Bersamaan pertanyaannya dan perkataan ku, membuatku memberangut kesal , dan sedikit malu .
"Di lemariku cari ajah" Dia merebahkan kepalanya , merosotkan diri dengan hingga telapak kakinya menggantung melebihi panjang sofa ranjangnya . Bentuk nyata pria tinggi.
Aku bergegas membuka lemari yang di maksud dan benar . Sudah ada beberapa pakaian yang disediakan ... Untukku. Ku pilih setelan Blouse dan Kulot.
Aroma wangi saat pertama kali menginjakkan kakiku dikamar mandi, aroma wangi yang sama dengan A Farhan , entah sampo atau mungkin sabunnya. Bukan kamar mandi yang besar , tapi cukup minimalis namun tertata rapi . Aku menggeleng kepalaku pelan . Tentu saja apa yang kuharap kan , kamar mandi luas dengan bath up dengan aroma wangi mawar , dunia khayalan ku sangat tinggi . Aku mengganti pakaian ku dengan cepat . setelan Blouse dan celana kolor yang super lebar .
Ceklek !! Aku berjalan dengan celana yang ku turunkan , aku malu telapak kakiku terlihat, namun mengingatnya lagi itu adalah suamiku . Seharusnya itu biasa saja . Aku melangkah pelan dan ternyata dia ... Eh Tidur ?
__ADS_1
Aku tak habis pikir ! Dia pasti terpaksa menikahi ku kan? Dia tidur, padahal acaranya tidak semelelahkan sampai membuat ia harus ketiduran .
Aku menginjak sofa ranjang itu dengan sedikit keras , membuatnya sedikit memantul dan terbangun.
"Cepat sekali "
"A...a tidur tadi? " tanyaku yang dibalas kekehan kecil , "Merem doang kok gak tidur " Elaknya yang diiringi kekehan kecil . Dia sudah mengubah posisinya menjadi tengkurap dengan komik dibawahnya, aku duduk disampingnya dan mengambil komik yang belum selesai kubaca .
"Kenapa gak dilepas aja kerudungnya? dilepas aja gak papa , dirumah ini" Aku tak menjawab , apa dia tidak tahu yang namanya malu , sekalipun didepan suami sendiri , tapi untuk pertama kalinya apapun terasa berat.
.
.
__ADS_1
.
# Bersambung