Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
34


__ADS_3

>>>> Sekarang tidur <<<<


"Beneran?" Pertanyaan ku lolos begitu saja dari mulut ku . Seneng . Ada perasaan saat mendengar penuturannya . Dia mengangguk kecil . "Jangan ngambek ya , Aa ga tahu kudu ngapain kalau Putri ngambek " Jelasnya . Mungkinkah ini yang dirasakan orang berpacaran?


Hatiku berdebar senang tanpa karuan . Aku menahan diri untuk tidak mengelus Surai rambutnya . Romance novel yang ku baca , agenda yang ku baca seperti itu selalu berhasil membuatku berdebar .


"A ... Waktu ngomong sama orang tua putri , perasaannya gimana? " Tanyaku perasaan , aku belum banyak bicara dengan orang tuanya , karena rasa Maluku .


"*Perkenalkan , Ibu , Bapak , Nama saya Farhan Dhiaurrahman , Anak dari ustad Firman . Izinkan saya untuk bisa mengenal Ananda Putri Salsabila Firdaus , Kaku banget pokoknya . Terus diketawain "


" Ngapain bawah Abi* ?" Tanyaku lagi .


"Orang dalam , biar diizinin " Aku tak bisa membayangkan seperti apa moment itu terjadi .


"Kenapa Aa mau sih , Padahal CV Putri nggak ada bagus-bagusnya " Tanyaku lagi yang dibalas anggukan olehnya , tapi entah mengapa aku justru semakin kesal melihatnya mengangguk .


"*Soalnya Putri pemalu , Pas pertama ketemu pas dari kantin , Aa udah ngenalin ah ... Dia pemalu "


"Tapi pas ketemuan selanjutnya , lihat Putri senang bangat , ketemu orang tua putri , respon putri , Aku juga ingin disambut kaya gitu kalau ketemu "


"Udah , gitu doang? "


"Pilihan Umi Aisyah yang ke tiga , terus kayaknya sekarang emang udah pilihan yang tepat* " Aku tak bisa menahan diri untuk memainkan rambutnya , kulitnya bersih sekali , warna kulitnya tidak beda jauh denganku .

__ADS_1


"*Kalau bukan cerita Abi , mungkin putri nggak akan tertarik "


"Emang Abi cerita apa aja?"


"Ehem*!" Aku berdehem sejenak sebelum memuai untuk bercerita . "Berbicara soal di mesir , Ustad jadi keinget soal anak ustad yang lagi kuliah di Kairo , dia rajin banget siang dan malam belajar untuk kuliah disana , Ada yang tertarik mengikuti jejaknya?" Ucapku mencoba menirukan ucapan Abi , namun Farhan justru terkekeh .


"Orang tua memang suka melebih-lebihkan. ceritakan ? Padahal Aa cuma main game seharian " Orang tua selalu melebihkan anaknya , bangga terhadap prestasi sekecil apapun yang dimiliki anaknya . Ku habiskan malam ku bercerita dengannya , kesukaanku , hobinya .


"Udah ah, mau tidur besok mau sekolah " Aku berebah kan tubuhku disampingnya . Berhadapan saling memandang dengan tangan yang saling menggenggam . "Udah nih ,mau tidur aja ?" Tanyanya ambigu membuatku kesulitan meneguk ludah .


"Putri takut A " Jujur ku yang memang tidak berani , aku tak bisa membayangkan jika aku mengandung sedang aku dalam pesantren .


"*Ga usah kalau gitu "


"Jangan!"


Deg! Siapapun prianya pasti akan kecewa jika mendapati penolakan , aku benar-benar tidak menolaknya , sungguh .


"Tidur aja yuk, sini peluk " Aku menggeleng , bayanganku terlintas teman-teman ku , aku memejamkan mata pelan .


"*Putri udah hitung tadi , putri ga lagi masa subur sih... Tapi Putri"


"Kenapa dipikirin banget sih, serius Aa nggak minta apapun dari Putri , Putri juga masih kecil di mata Aa* " Dia maju merengkuhku dalam dekapannya .

__ADS_1


"Putri masih pelajar " Elusan lembut tangannya menyentuh pipiku , "Kayak gini aja mas udah bahagia banget " Lagi-lagi dia mengarahkan tanganku pada detak jantungnya yang berdebar kencang , apa dia memang menyukaiku sebanyak itu .


"Putri beruntung punya suami yang se pengertihan A Farhan " Aku mendongak , mencium kedua pipi dan bibirnya .


"*Sayang Aa"


"Iya , sayang putri juga , sekarang tidur ya" .


-


-


-


Bonus visual hehe


Farhan Dhiaurrahman*



Putri Salsabila Firdaus


__ADS_1


*Maaf ya kalau visualnya gak seperti bayangan kita tapi bisa kok kita bayangkan seperti apa menurut yang bagus . 🤗🤗🤗


Jangan lupa tinggalkan jejak like , vote , dan rate 5 bintang .. Hehehe*


__ADS_2