Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
04


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu " Sapa guru yang mengajar yang sudah datang . Ummi shofia akan mengajarkan fikih Islam dijam pelajaran pertama , semua santri putri menjawab salam dengan semangat.


" Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatu"


" Sebelum memulai pelajaran hari ini, kita akan mulai pagi hari dengan mengucapkan basmalah " . Ucap Ummi Shofia memandu doa , selalu menjadi kegiatan rutin jika memulai dengan doa .


" Buka buku alaman delapan puluh tiga" Ucap Ummi Shofia membuat mata teman sekelasku membinar . " Materi Nikah Mi" . Tanya Risma bersemangat. . rasanya akan membuat orang-orang semua bahagia . Justru saya termenung lama. Ucapan Ummi Aisyah itu terus menerus terbayang di kepala ku.


Materi pelajaran Terpantul di proyektor , sekolah ini jarang sekali menggunakan papan tulis , saya sibuk menggaris hal penting dalam materi . Hatiku berdebar yg tak karuan saat Ummi Shofia menjelaskan soal pernikahan, belum lagi saat santri begitu antusias .


" Disini ada tidak yang berfikir muda?". Tanya Ummi Shofia saat ini masih melajang membuat teman-teman ku bungkam kebingungan, pendidikan dan pernikahan , mereka selalu mengatakan jika kau harus memiki pernikahan kau harus merelakan keduanya , dan saya tidak setuju dengan pertanyaan seperti itu.


" Pelajaran hari ini sampai disini saja, tugasnya akan dikerjakan essay halaman delapan puluh sembilan ya " Kata ummi Shofia mengakhiri pembelajaran hari ini


"Tetanggaku ada yang sudah menikah padahal, dia seumuran sama kita "


" Masa? Kok mau sih , masih sekolah gak ? "

__ADS_1


" Masih sekolah sih "


" Tapi pasti gak enak , habis itu gak bisa jalan jalan lagi seperti biasanya" .


pembicaraan terus berlanjut sampai guru pelajaran kedua sudah masuk. Ustad Firman , hatiku kembali berdebar hanya karna mendengar suaranya , yang kini menyapa kelas. ingatanku tertuju kepada anaknya.


'apa saya terima saja ya?' , batinku saat melihat layar proyektor di foto keluarganya . Bukan merasa pamer, tapi memang background desktop yang digunakan ustad Firman Adalah foto keluarganya. Mataku serius menatap pria yang tersenyum , dengan wajah berserinya , paling tinggi dikeluarganya dan diganti dengan materi bahasa Arab yang akan diajarkan.


kenapa saya merasa kesal saat foto itu berubah menjadi slide Arab gundul yang membuat ku mengejapkan mata berkali-kali . Saya tidak fokus pada pelajaran saat ini .


***


" Ummi, kalo putri mengiayakan tawaran ummi bukan berarti langsung dijadikan? , masih ada proses selanjutnya?" . Tanyaku ragu , bagaimana dalam pernikahan ada proses perkenalan yang harus dilalui .


" Iya , nanti Ummi bantu buat Curri ulung vitaenya" . jantungku berdetak begitu keras , seperti pernikahan yang akan sedah pasti akan digelar di depan mata .


" Jadi nak Putri Setuju ?" saya mengaguk pasti , setidaknya sejauh ini saya tidak akan keberatan.

__ADS_1


"Tapi Kalo ternyata A Farhan ga keberatan , diskusi ini sama orang tua putri" . Jawabku sedikit tergagap , yang kutahu usia kami hanya terpahut lima tahun , itupun alansa ya kenapa saya juga menerima tawaran Ummi Aisyah .


" Kalo begitu nanti Ummi Kabari ya , nanti ada data yang harus putri isi ".


"Iya Ummi" Ucapku dan kembali ke kamarku dengan berbagai perasaan yang rumit dijabarkan antara senang, sedih , takut, dan penuh harap.


' Apa jarinya jika saya benar-benar menikah' Batinku menatap teman sekamarku yang kini telah berbincang riang , ah bergosip lebih tepatnya.


.


.


.


.


Selamat datang di karyaku , semoga betah dan mohon untuk saran dan kritik nya dan jangan lupa like komen dan vote nya

__ADS_1


Makasih


__ADS_2