
JKA. Ketemu A Farhan Dan Ummi .
Putri kini tengah menjemur pakaian di lantai tiga, pandangannya mengarah pada gazebo menanti suaminya yang sudah janji akan datang .
Matanya terus mengedar , tak banyak santri yang di jenguk pada hari-hari biasa. Mata Putri tertuju pada lelaki dengan kemeja hitam bergaris, celana jens yang tidak ketat dan rambutnya bahkan sedikit berantakan , pria yang ditunggunya datang, kali ini tidak sendiri ... Melainkan dengan ... Uminya .
"Aku kudu ngomong apa nanti?"
Suasana gazebo cukup ramai saat ini , lalu lalang santri membeli jajanan sore juga tak kalah ramai. Putri kini dengan langkah pelan dan ragu menuju gazebo . Suara panggilan untuk dirinya sudah di umumkan .
"Kenapa pakaian ku lusuh gini" Gumam Putri yang sedikit basah setalah selesai menjemur pakaian. Langkahnya ragu, namun jika harus mengganti pakaian terlebih dahulu , akan termakan banyak waktu. Ia hanya mempunyai waktu 1 jam sebelum kegiatan sore hari di mulai . Putri memberanikan diri untuk menghampiri , tak peduli seperti apa sekarang "Assalamualaikum" Sapa Putri menyapa Suami dan ibu mertuanya. "Putri Ummi" Peluk hangat begitu terasa , begitu ia sampai di tempat , Putri tentu saja hanya melongo mendapatkan perlakuan manis yang begitu mendadak dari ibu mertuanya .
Farhan hanya terkekeh melihat kegelian dan raut terkejut dari Putri . "Ummi, Putri kangen" Ucap Putri membuat A Farhan tertawa lepas .
__ADS_1
"Ga usah dipaksain bilang kangen kalau tidak kangen dek Putri" Ledek A Farhan membuat Umminya melepaskan pelukan dan menjewer telinganya .
"Aku kangen kok" Tentu saja wajah nan teduh, tutur kata yang mengalung dengan lembut , siapa yang tak merindukan itu . Putri menyalami ibunya .
"Dengar sendiri kan " Ucap ibunya interaksinya terlalu asing di mata A Farhan .
"Tapi Putri kangennya sama A Farhan Ibu , Iya kan?" Farhan menaikkan alisnya , meledek dengan cara halus membuat Putri mengerucutkan bibirnya kesal . "Nggak mau Salim nih" Tanya A Farhan membuat Putri merasa di permainan , walaupun oleh keluarganya sendiri , ia ingin menjaga image di depan ibu mertuanya .
"Dek Putri bajunya agak basah , Hujan ya?" Tak hentinya A Farhan meledek putri, melotot Putri dibuatnya , ia lebih memilih mengajak ibu mertuanya mengobrol , "Ummi ngobrol ajadi asrama yuk" Ajak putri membuat A Farhan mendelik , tawa lepas yang di dapati oleh dua ratu di depannya.
"Iya sana pulang aja" Ucap Putri tanpa melirik wajahnya. "Maaf ya Ummi , Putri lusuh banget, habis jemur pakaian tadi, terus langsung kesini" Ucapku yang dibalas anggukan sembari menjawab "Nggak papa , Ummi juga pernah ngerasain kehidupan di pesantren".
"Harusnya aku gak ajak Ummi kesini*" Cemburu Farhan di abaikan , sedang keduanya hanya terkekeh kecil , sifat kekanakan A Farhan memang selalu menyenangkan untuk di pancing .
__ADS_1
"Ummi tadi sempat masak , mau makan disini atau nanti ?" Bingkisan yang sedari tadi di pegang kini sudah dibuka , beberapa makanan di keluarkan dari tempat makan .
"Ummi udah makan?" Tanya Putri yang di balas gelengan " Belum sih" Jawabnya .
"Ini aku beneran cuman jadi pajangan? Ummi katanya kesini mau ketemu Abi" Keluh A Farhan , mata Putri mengerjap mendengar penuturannya 'Jadi Ummi ada utusan lain , bukan semata untuk bertemu denganku' Ada perasaan lega karena ia masih merasa sangat canggung . Bagaimana pun juga mereka memang belum terlalu dekat .
"*Udah berani ngusir orang tua ya sekarang"
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊😊*