
JKA. Masa Tidak Subur
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Putri kini tengah sibuk mengatur kalendernya , banyak yang harus di tandai. "Ini kenapa kalendernya jadi lucu begini? Yang ini coret-coret" Tanya Farhan saat melihat kalendernya penuh dengan stiker tempel karakter beruang dan panda . Tak hanya itu ada coretan menyilang dengan pulpen merah dan lingkaran dengan pena hitam, terselip stiker love di sisinya .
Farhan tentu saja curiga, tanggal itu bukan ulang tahun istrinya ataupun dirinya, dan bukan pula tanggal pernikahannya. Farhan mengernyit mencoba menebak namun tak menemui jawabannya. 'Apa tanggal tukaran CV ya' Batin Farhan tak mau diam .
"Ini yang love apa?" Tanya Farhan akhirnya. Ia harus menuntaskan rasa penasarannya. Kalendernya benar-benar penuh, "Oh ini tanggal 25 itu pengumuman kelulusan kuliah, ini yang disilang hari yang sudah lalu, ini tanggal haid, masa subur, masa ga subur dan jadwal haflah" Papah Putri sembari menunjukkan angka yang bertanda .
"Jadi sekarang masa ga subur" Tanya Farhan membuat rona merah di wajah istrinya yang menunduk. "Kenapa Aa fokusnya disitu sih". Terbungkam rapat, malu tentu saja itu yang dirasakan Putri sekarang, Farhan memahami itu.
"Satu-satunya tanggal di tanda itu kan emang cuman itu" Kilah Farhan terkekeh melihat pipi gembung istrinya "Tapikan ga usah nanya juga" wajahnya tertunduk. "Lagi belajar apa sekarang?" mengalihkan pertanyaan dipilihnya, jika tengah malu dan terus di goda, istrinya hanya semakin kesal kepadanya .
"Ini matematika, sini disamping Putri, ajarin sekalian koreksi" Putri menarik tangan suaminya, memintanya duduk di sampingnya. Farhan tersenyum mengamati intens istrinya. "Ini gimana?" Tanya Putri menanyakan soal logaritma dengan pecahan.
"Aku ga bisa kalau soal perguruan tinggi, bukannya levelnya lebih sulit dari ujian kelulusan ya? Dulu aku aja asal lulus udah syukur" Farhan mulai membolak-balikkan buku tebal, seketika kepalanya pening hanya karena melihat angka yang berputar .
"Ini materi udah lewat bangat, aku ga ahli, bimbingan belajar online gimana? lancar atau mau ku carikan yang dekat sini?" Tawar Farhan dibalas gelengan pasti istrinya. Ia menolak dengan jelas
"Enak online, anak forum chatnya dan pas tanya jawab pertanyaan Putri di jawab kok, ini grub chatnya aktif bangat " Putri menunjukkan grub chatnya mencapai dua ratus pesan padahal terakhir dibuka satu jam yang lalu.
"Jadi isinya pada adu argumen jawaban, ada yang ngasih jawaban dan penjelasan, kooperatif banget ko mereka" Jelas Putri yang membuat Farhan mengerti ."Kenapa gak di buka?" Tanya Farhan , Putri tertawa kecil. Ia keheranan istrinya sangat pandai menimbun pesan tanpa penasaran apa isinya.
__ADS_1
"Kalau udah buka, bawaannya pengen chat terus, malah ngobrol kadang suka jawab pertanyaan sampai lupa belajarnya, jadi Putri buka nanti sekalian.
"Cerdas ya istri Aa, ya udah kutemani aja ya" Putri mengangguk , ia kembali mengerjakan soal , kacamata bulat bertengger di hidungnya.
Tangannya sibuk mencatat materi di laptop, sembari memberi garis penting pada catatan dengan spidolnya. "Kalau bahasa Inggris aku bisa bantu translate" Ucap Farhan tiba-tiba membuat Putri menoleh , senyumnya lebar begitu sumringah mendengar pernyataan suaminya.
"Kalau gitu" Putri membolak-balikkan bukunya , mencari soal bahasa Inggris yang membuatnya mual. "Translate ini" pinta Putri memberikan setumpuk buku tebal yang berbeda dengan miliknya.
"Aa translate ya"
Farhan mengeluh kecil, niat aslinya ia ingin memamerkan keahliannya agar tak terlihat payah namun di depannya di minta menerjemahkan soal dengan cerita yang cukup panjang .
Dua jam keduanya berkutat dengan kesibukannya masing-masing, hingga pertahanan Farhan runtuh. Kantuknya mendera lebih cepat. Putri tak menyadari awalnya sampai dengkuran kecil terdengar dari suaminya yang menempelkan kepalanya pada meja. Tangannya masih menggenggam pulpen
Putri segera membereskan bukunya , menumpuknya dengan rapi dan meletakkan di bawah meja sementara buku kecil yang berisi note di bawanya untuk di hafal sebelum tidur.
"Aa" Panggil Putri pelan, tidur Farhan belum lelap dan ia terbangun dengan mudahnya . "Pindah di kasur" Ucap Putri dengan ukiran senyumnya. Farhan dengan gontai pindah ke kasur dan bruk! ia kembali tidur.
Beberapa perempuan sebelum tidur memilih untuk perawatan malam terlebih dulu sebelum tidur, seperti Putri yang kini ke kamar mandi, mencuci muka, wudhu, dan mengoleskan sleeping mask sebelum tidur.
Ia naik ke ranjangnya, membuang guling dan memeluk suaminya dari belakang, tidur dengan memeluk pasangannya yang awalnya di pikir akan membuat panas dan tidur tidak nyaman namun kenyataannya Putri sangat menyukainya.
"Selamat tidur Sayang" Ucap Farhan membalikkan badan, mengecup mesra bibir istrinya dan membawanya dalam dekapannya. Malam ini tak berbeda dengan malam lainnya. Malam yang diisi dengan kehangatan pelukan dan terlelap dalam mimpi masing-masing.
__ADS_1
****
Malam belum hilang di sepertiga malam. Farhan dan Putri saling melantunkan surah dengan Tartil , tanpa kantuk karena sudah terbiasa bangun pagi buta , hingga azan berkumandang barulah Farhan ijin ke mushola meninggalkan Putri yang kini bersiap untuk shalat subuh.
Selepas subuh, Putri biasanya akan menyibukkan diri dengan dapur namun pagi ini, ia memilih untuk tidur lagi. Akhir pekan suaminya libur, ia tak perlu masak sarapan pagi , biasanya suaminya akan mengajaknya Car free day yang selalu di adakan di taman kota dan Putri kini kembali dalam pulau kapuk yang akan membawanya dalam mimpi.
"Habis Subuh gak boleh tidur lho" Suara Farhan menginterupsi, tanpa Putri sadari, padahal tidurnya belum lama namun suara Farhan membuka pintu tak terdengar olehnya. "Kenapa tidur?" Tanya Farhan menindih tubuh istrinya , mengecup bibirnya. Ia tak akan membiarkan istrinya tidur sebelum subuh .
"Nanti rejekinya di patok ayam" kepercayaan orang tua terdahulu, Farhan tak mempercayai mitosnya namun ia memahami tidur setelah subuh bukan hal Putri membalikkan tubuh ke kanan namun suaminya dengan semangatnya menghalangi tidur istrinya . "Mas, Putri ngantuk" Ucapnya lagi. Farhan menggeleng gak setuju.
"Biasanya kan masak habis subuh"
"Gak bakal bisa di makan kalau masak sambil ngantuk A" Kilah putri yang disetujui oleh suaminya "Bangun" Farhan gak putu semangat membangunkan istri mungilnya . Pandangan Farhan kini kembali pada kalender yang di dekat mejanya. Jantungnya berdebar , ia ingin bertanya namun ia juga ragu, ia mendekatkan wajahnya berbisik tepat di telinga kanannya
Hembusan nafasnya hangat menyapa daun telinga istrinya. "Putri .. hari ini gak subur kan?" Tanya Farhan pelan, enam kata itu, berhasil membuat Putri terbangun dengan tubuh terasa kaku, suaminya. "Tapi ini masih pagi A" Jawab Putri menyerjapkan mata, kantuknya lenyap dengan bisikan suaminya bak mantra pengusir kantuk , Farhan mengulum senyum tanpa menjawab.
Ia tak tahu apa alasan putri mencantumkan tanggalnya dalam kalender , namun uang tertangkap oleh dirinya , semacam lampu hijau untuk ia diperbolehkan menyentuh istrinya . Farhan masih menunggu jawaban istrinya. Ia tak akan memaksa jika menolak. Tangan Putri bergegas meraih minuman yang ada di dekatnya, meneguknya cukup banyak , jika dilihat memang suaminya sedang tidak main-main.
"Bukannya di kalender itu kode ya?" Tanya Farhan yang dibalas dengan gelengan oleh Putri. "Bukan kode, tapi antisipasi A" Cicitnya pelan, ia memberanikan mendongak menatap mata suaminya .
"Jadi sekarang boleh?"
Sampai disini dulu yah.. Sebenarnya banyak kerjaan sekaligus tugas-tugas belum selesai .. Apalagi sudah 2 hari suhu tubuhku menurun dan paling kubencinya malah flu lagi 🤒🤒.. jadi kalau sumpahnya up-nya tak beraturan , mohon di maklumi ya ..
__ADS_1