Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
BACK TO PESANTREN.


__ADS_3

JKA. Back To Pesantren .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Liburan usai. Kini Putri sudah kembali di pesantren bersama suami yang mengantarnya. Amat disayangkan karena Putri harus datang lebih pagi karena jam kerja suaminya yang tak bisa ditawar. Padahal batas telat berangkat ke pesantren pukul tiga sore.


"Masih sepi yah?" Tanya Farhan yang membuat Putri mengangguk kecil, air matanya mengenang, ia masih ingin bersama suaminya. "Ya, gimana, kalau sore Putri telat nanti kena hukuman, kan ga enak juga", Ujar Farhan, mengelus ujung puncak kepala istrinya. Putri makin merunduk menyembunyikan wajahnya .


"Ku antar nyampe depan pintu ya?"Tawar Farhan yang dibalas gelengan oleh istrinya. Ia merasa tak benar jika suaminya masuk ke area santri .


"Masa, masuk ke area akhwat, Aa kan?"


"Suami Putri, Wali Putri"Potong Farhan meraih tangan istrinya , membawanya hingga di depan pintu asrama, Beberapa pasang mata. Farhan menunduk sambil sedikit membungkuk, lisannya tak berhenti berkata. "Permisi" disetiap orang yang di lewatinya.


"Udah ya, Aa kudu kerja" Ujar Farhan melepas istrinya , namun genggaman kian erat. "Di liatin lho" Ingat Farhan , genggaman putri melonggar dan lepas. "Nanti sering kesini kok" Ucap Farhan namun tak membuat kerucutan di bibir Putri hilang . Sedari tadi ia merajuk tak rela .


"Aku berangkat dulu ya" Ucap Farhan mengulurkan tangannya, Putri menyalimi suaminya, bibirnya menempel dipunggung tangan suaminya pelan .


"Assalamualaikum"Jawab Farhan dan Putri menjawab lirih "Waalaikumsalam" Farhan dengan sedikit terburu ke parkiran , ia mengejar jam kerjanya .


Putri masuk ke kamarnya. Sepi, ia menjadi penghuni pertama di kamarnya. Debu tebal karena telah ditinggalkan selama 3 Minggu lamanya . Ia mengambil sapu dan kain pel dan membersihkannya. Belum 5 menit ia sudah bosan. Hanya foto pernikahannya yang bisa melepas kerinduannya. Belum lagi ucapannya yang meminta untuk jangan terlalu sering di jenguk.

__ADS_1


Putri menyelusuri kamar-kamar yang sudah terbuka tanda ada penghuni yang sudah pulang. kamarnya terlalu pojok dan menakutkan jika harus seorangdiri .


"Kak Putri..!" Panggil Nara dengan antusias. Nara mantan anak kamarnya . Putri masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya nyaman di ranjang .


"Pulang kapan?" Tanya putri memulai pembicaraan


"Dari kemarin kak, habis beresin barangnya banyak banget, Kak Putri mau gak? Nara bawa oleh-oleh dari Lampung" Lana mengeluarkan pisang kepok rasa coklat, mata putri berbinar cerah , pisang kepok khas Lampung memang kesukaannya. "Nara ingat kak putri kalau makan pisang kepok"


"Karena nitip sekardus ya?" Tebak Putri yang dibalas anggukan, putri memang pernah memesan pisang kepok pada adik kelasnya , satu kardus untuk dibagi dirumah sebagai oleh-oleh keluarganya suka dengan pisang kepok.


"Lagian rasanya enak" Ucap Putri mengambil pisang kepok, perpanduan dengan coklat dan pisang memang Tiara tara. Sangat enak. "Kak Putri, liburannya gimana? Pulang ke rumah nggak?" Tanya Nara membuat Putri merapatkan bibirnya. Farhan. Kesibukannya membuat ia tidak datang kerumahnya namun orang tuanya sering meneleponnya setiap hari untuk sekedar menanyakan kabar. "Terus jalan-jalan terus dong?" Semua pertanyaan kini mengarah setelah menikah. Wajar. Putri juga sering bertanya tentang pernikahan .


*****


Farhan menunduk lesu, mengendarai motornya dengan malas , hari ini ia kena Omelan atasannya karena pekerjaannya yang kurang fokus. Pikirannya tertuju pada putri. Istrinya memang sudah candu untuk dirinya .


Dengan sadar ia membelokkan motornya menuju ke pesantren, tempat putri menimba ilmu, ia butuh charge energi .


Senyum Putri menyapanya setelah menunggu selama sepuluh menit Putri datang menemuinya. "Kirain cuman Putri yang kangen" Ucap putri menyalami suaminya . "Engga sih, takut nangis aja, soalnya tadi pagi ada yang mau nangis" Ujar Farhan dengan senyum jail di bibirnya, Putri mendelik kesal, bibirnya mengerucut namun tidak berkomentar apapun, ia membenarkan ucapan suaminya .


"Kali ini aku gak bawa apa-apa" Ujar Farhan dan duduk di Gasebo. Putri duduk disampingnya . Farhan mengamati raut wajah istrinya, wajah yang tak bisa diliat nanti malam, wajah yang tak lagi menyapa bangun tidurnya .

__ADS_1


"Aa kenapa kesini" Tanya putri pada akhirnya , tentu bukan tanpa alasan jika suaminya datang kemari. "Aku dimarahi atasan , kebanyakan melamun mikirin putri yang barangkali nangis, udah pada datangkan teman-teman Putri" Tanya Farhan yang dibalas anggukan .


"Udah pada pulang kok, putri tadi diledekin sama teman-teman, padahal belum sehari tapi udah di kunjungi, kayak orang kasmaran katanya" Ucap Putri panjang lebar membuat Farhan terkekeh, kenyataannya memang begitu, tidak ada celah sedikit pun untuk mengelak.


"Aku pengen sering kesini, tapi gak boleh ya?" Tanya Farhan meminta izin, kali ini putri ragu untuk menolak, ia juga ingin selalu bersama suaminya , namun ia tak bisa bicara begitu .


"Ehem... Putri kudu nyiapin ujian kan, dan setelah itu liburan panjang" Putri beralasan, ia juga harus memiliki waktu untuk belajar . Kelulusannya tinggal 100 hari lagi sekarang .


"Aku ajarin" Tawar Farhan cepat , kilas romanca yang di inginkan kini Farhan menawarkan dengan cuma-cuma " A Farhan nanti capek" Tolak putri,. Melihat Farhan sekarang aja ia ingin mengelap peluh yang ada di keningnya , namun ia tak ingin di cap sebagai menebar kemesraan.


"Tiga bulan ceper kok , Aa kesini aja tapi jangan terlalu sering , malau Aa ada masalah boleh cerita ke Putri, pasti Putri dengarin" Seperti ucapan Farhan sebelumnya . Ia ingin mencharge energi yang terkuras saat bekerja.


"Aa enak kalau kangen bisa langsung lari kesini , tapi Putri harus kudu nahan sampai Aa datang kesini"


Farhan menyetujuinya, Tak patut jika ia terus mengeluhkannya, "Belajar yang rajin ya?"


"Makasih Aa"


*****


Sampai disini dulu , Insyaallah kalau ada waktu lagi akan secepatnya up lagi ..🤗🤗🤗 Jangan tinggalkan jejak ..

__ADS_1


__ADS_2