
Perjalan sore menjelang petang dengan semilir angin memang menyenangkan bukan lagi sendiri melainkan bersama suami yang sah secara hukum dan agama . Umurnya yang lebih tua dari ku membuatku tak segan dan malu untuk bersikap kekanak-kanakan .
Motornya berhenti di depan mereka tuju , Tepat saat adzan berkumandang . "Alhamdulillah" Ucap kami bersamaan . Dan kami berpisah untuk menuju tempat udhu .
......******.....
Rencana untuk makan bakso di tempat gagal karena penuh , Aku menyiapkan dua mangkok dengan lontong yang sudah ku potong untuk makan malam hari ini , ketimbang pake nasi , aku lebih suka makan bakso , soto , kupat . Lebih sedap .
Aku menatap iri suamiku yang entah sedah berapa kali mengganti baju hari ini . Pakaian yang berbeda saat aku jalan bersamanya dan juga saat di rumah . Aku menahan diri untuk tidak bertanya . "Ayo A makan , dah lapar nih " Ucapku menyengir memberikan senyum lebar , aroma bakso memang sukses mengguncang cacing di perut ku yang sudah siap untuk saling ber keroyok .
"*Kenapa harus nunggu , padahal ga papa kalau makan duluan "
"Ga sopan , harus nunggu suami uh .. malu " Ku tutup wajahku , aku berniat menggoda suamiku justru saya uang tersipu sendiri . "Ya udah ayo makan* "
"Emang Aa mau nunggu apa lagi ? " Bakso sudah ku tuang dalam mangkok , lontong sudah ku potong di atas piring , tapi jawabannya ' Ya udah ' Apa dia belum mau makan ?
__ADS_1
"Nunggu isya tapi masih lama , tapi nggak tega liat istri kelaparan " Blush! Dia membalas ku , renyah sekali ketawanya menyapa di telingah ku , wajahnya terus menerus membuatku terpesona . Kami duduk saling berhadapan di meja makan yang muat untuk 6 orang .
Sejenak aku melupakan rasa laparku , rasanya aku terus menerus ingin memandanginya . "Nanti kalau Putri kangen bagaimana?" Tanyaku membuat sejenak makannya terhenti , ia tidak menjawabku karna masih mengunyah makanannya .
"Jabwal telponmu hari apa? " Jabwal telpon , pesantren ku memang memiliki dua Jabwal 2 kali seminggu . "Rabu sama Sabtu" Jawabku yang di balas Anggukan kecil . "*Nanti ku usahain buat bisa nelpon "
"Emang ada alasan ya A gak bisa nelpon?"
"Jeli banget istri ku ini , takutnya barangkali ada kesibukan mendadak "
Aku melampiaskan amarahku saat ini dengan memakan bakso secepat mungkin , aku ingin tidur cepat . Tak peduli sedikitpun jika dia akan pergi lama di Jakarta .
.....*****.....
Kebodohan apa lagi sekarang , aku bahkan masuk ke dalam kamar lebih dulu . Apa aku harus pura-pura tidur sekarang ? Tapi aku masih ingin melihat wajahnya , tapi aku ... Ceklek !! Pintu kamar terbuka . Mataku Refleks terpejam . Langkahnya panjang dan suara pintu kembali terdengar , sepertinya dia sedang ke kamar mandi .
__ADS_1
Aku melirik jam dinding yang baru menunjukkan pukul setengah delapan . Farhan habis pulang lepas dari mesjid . Aku juga sudah menunaikan ibadah kewajiban ku . Tapi kenapa aku harus tidur lebih dulu . Mataku kembali terpejam saat mendengar pintu kembali terbuka .
Tap ... Tap... tap ...
Langkahnya mendekat , Cup!! kecupan di bibir Membuatku memejamkan mata semakin rapat , namun setelahnya tawa Aa Farhan pecah .
"*Kenapa pura-pura Tidur eum .. "
-
-
-
Terimakasih sudah mampir 🤗🤗🤗*
__ADS_1