
'Dia tidak mengenaliku kan?' Batinku tak karuan, pertemuan ini sangat tidak elit bagiku .
Setelah terasa udah jauh, Saya melepas genggamanku kepada iffah "Kenapa buru-buru gitu sih" Tanya iffah pelan , saya mengatur nafasku .
"Ada ustad , nanti kita ditegur bagaimana?" . Kilahku tak bisa mengatasi kegugupan ku . Saya harus memiliki alasan kuat kan, Semoga saja mereka tidak curiga" .
"Tapikan Kak Farhan bukan santri disini ? " tambah Vania membuatkan semakin diam, ini tidak baik .
"Saya lapar, ayo jam istirahat sebentar lagi akan berakhir " . Alasan yang tidak masuk akal , dua puluh menit waktu yang sangat cukup untuk menghabiskan cemilan .
" Kak Farhan persis kaya cerita ustad Firman Ceritakan ya " . Tanya Vania yang kubalas dengan angukkan olehku dan iffah . Saya mengangguk karena tidak ingin berdebat .
" Iya, Ganteng banget " kini iffah bersuara membuatku kaget , tak biasanya iffah mau membicarakan seorang laki laki .
"Tingginya juga cocok " Tambah Vania lagi membuatku terdiam. Dia memang Tinggi .
"Kamu kenapa Put, Kok dari tadi pagi melamun terus sih " . Vania menyadariku sadari dari tadi diam .
__ADS_1
"Gak tahu nih , Kayaknya banyak fikiran " Jawabku menghela nafas panjang . Rasanya melelahkan sekali fikiranku yang tak mau terus berhenti berputar .
Pelajaran selanjutnya dimulai , dan saya kembali pada pikiran ku. A Farhan , pria yang kutemui tadi pagi.
' Apa dia dapat untuk menemui Ummi Aisyah ya?' .
' Saya tolak atau terima ya ? '
'Teman temanku akan bagaimana ya kalo saya nikah sama A Farhan '
Ok !! Stop !! .. Saya menghentikan lamunanku dengan membaca buku yang ada di depan meja .
Buku Matematika, saya akan mengerjakan soal supaya fikiranku kembali jernih . Ku Abaikan guru yang mengajar . memilih mengerjakan soal yang ada . saya harus menyibukkan diri .
***
Farhan kini sedang berada diruang tamu sekolah bersama ayahnya , Farhan datang karena permintaan ayahnya .
__ADS_1
"Perempuan yan tadi itu ... di Curiculum Vitae bi " Tanya Farhan dengan nada ragu , ustad Firman hanya menggeleng ia tak sempat melihatnya . " Abi gak lihat jelas , tapi kalau dikelas pas ngajar, Abi tahu yang mana " Jawabnya membuat Farhan mengangguk .
***
"Putri dipanggil Ummi Aisyah " Saya mendelik mendengar itu , tadi pagi saya bertemu A Farhan dan sekarang saya dipanggil sama Ummi Aisyah .
"Apa itu kabar baik ... ?" Saya segera mengenakan jilbab ku .
"Ada Orang tuamu katanya " Ah Orang tuaku datang . Kukira saya akan mendapatkan jawaban hari ini .
Orang tuaku Memang belum mengunjungi ku beberapa hari ini , saya merapikan jilbabku . Ada alasan kenapa Ummi Aisyah jadi perantara ku . Karena orang tuaku sering kali menginap dekat pesantren , dan butuh wali untuk mengantarnya .
"Assalamualaikum Ummi" , Saya mengetuk pintu pelan .
"Wa'alaikum salam , Ayo orang tuamu udah menunggu " Saya mengangguk senang . Orang tuaku datang tiga bulan sekali untuk menjenguk ku , Saya mengikuti langkah Ummi Aisyah dan menyapa satpam dengan ramah , pesantren sangat ketat . Tanpa surat dan tanpa wali satpam akan mencegah dengan tegas .
Seperti biasa Ummi Aisyah mengantarkan saya sampai di depan pintu , Saya membuka pintu dengan riang .
" Assalamualaikum Mamah , Bap ... Suaraku tercekat tidak hanya orang tuaku yang di sana, Ada orang tua lain dan A Farhan ? ..
Ada Apa Yah?, Kepada Keluarga A Farhan Juga disana ? , Apakah keluarga A Farhan Datang Untuk Membatalkan Pernikahan Atau Sebaliknya, Ikuti kisahnya.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote karyaku. Makasihh