
JKA. Etika Jima
Pagi ini pelajaran fikih kembali dimulai, mata pelajaran yang di sukai oleh teman-temanku namun terus menerus membuatku was-was Beberapa pasang mata bahkan melirikku , materi yang cukup berat untuk hari ini.
Etika Jima judul yang tertulis jelas di buku panduannya, aku bahkan tidak sanggup membacanya . Bisakah hari ini di lewatkan saja ? Beberapa orang bahkan menggodaku , aku belum pernah melakukannya namun aku juga gak bisa berkata seperti itu , atau mereka akan menganggap hubungan pernikahan kami tidak benar .
Ummi Shofia datang mengheningkan keadaan, aku kembali berdebar . Materi kali ini sangat berat. ... bagiku . Tanganku saja terasa berat untuk menggenggam pulpen untuk menulis .
Materi sudah di mulai , namun aku terus Menunduk . Mata-mata itu tak pernah berhenti melirik untuk menggoda ku .
"Mungkin sebagian orang menganggap materi ini yang terkesan jorok , namun akan semakin bersalah jika ternyata yang nantinya akan annunta keliru , Oleh karena itu materi ini sudah sepatutnya di bahas" Ucap Ummi Shofia yang dibalas anggukan oleh seluruh santrinya.
__ADS_1
Pertama :
"*Ikhlaskan niat untuk mencari pahala , bukan semata-mata karna nafsu hubungan suami istri", tanpa hubungan itu kita tidak akan bisa hadir di dunia ini, niatkan untuk menjaga diri dari zina , menghasilkan keturunan dan mengharapkan ridho Allah SWT"
Benar! memang benar , bagaimana pun konteksnya pembicaraan mengenai Jima' tidak akan terdengar benar dalam menyampaikan sebagaimana halusnya, aku bahkan terus bergidik .
"Kemarin doa kan*" Bisik Vania dari belakang membuat Iffah yang sedang disamping ku Terkekeh , sedang aku hendak memberikan tatapan jengkel pada Vania namun belum berputar sempurna kepalaku beberapa mata memperhatikan ku membuat wajahku merah seketika.
Kedua :
Aku mengangguk kecil namun sesaat aku sudah tersadar , aku masih pusat perhatian . Aku membuat rangkuman kecil dari materi tentang , Jima' hari ini , tanganku melemas mendengar materi hari ini .
__ADS_1
Dari Abu Sa'id Al Khudri , Ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu alayhi wasallam bersabda Jika salah seorang di antara kalian menyetubuhi istrinya lalu ia ingin mengulanginya maka hendaklah ia ber whudu". Abu bakr dalam haditsnya menambahkan "Hendaklah ia menambahkan wudhu di antara kedua hubungan intim tersebut" Lalu ditambahkan "Jika ia ingin mengulangi hubungan intim" (HR. Muslim, no 308).
Deg! Aku tercekat membaca salah satu hadits , Aku memang tidak fokus mendengarkan karena aku bukan pendengar yang baik , dan aku memilih untuk membaca dan menulis nya ulang. Akubtak pernah tahu ada aturan itu .
"Aku tak tahu tentang ini " Ujarku dengan refleks memberi tanda dengan spidol kuningnya, Namun setelahnya segera ku tutup buku fikihku karena terbesit rasa malu saat kembali membaca dan menyadari posisi ku saat ini.
Materi tampak selesai , semua nampak bernafas lega setelah merasakan ketegangan dengan materi yang begitu sensitif , beberapa masih banyak yang aneh namun aku yang baru menikah , ah ternyata banyak yang belum aku ketahui . Aku sedikit terbantu dengan adanya materi ini. "Put, ayo ke kantin?" Ajak Iffah sedang aku masih melamun kan materi yang tidak benar-benar ku pahami .
"Beli apa yah?" Ucapku sambil merogoh tasku untuk mencari dompetku "Kalau bingung borong aja semua" Ucap Vania terkekeh "Kan udah punya suami , pasti uang jajannya tertambah , kemarin aja traktir satu kelas" Tambah Vania lagi membuatku terkekeh kecil "Ya sudah ayo" .
****
__ADS_1
Gimana yah? gak terlalu vurgarkan? tapi materi seperti ini memang ada dan aku tidak terlalu bisa buat kata-kata halus ...
Terimakasih sudah membaca ceritaku di tunggu like , vote rate 5 dan sarannya yahh 🤗🤗🤗 Big lovyou kalian 😘😘😘