Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
Malam Yang Panjang


__ADS_3

JKA. Malam Yang Panjang


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Putri mematut dirinya di wastafel, Perasaan gugup , jantungnya berdebar. Jika bukan karena ia sudah tahu ilmunya , iya mungkin akan menolaknya . "Ga papa Putri, ga papa" , Putri menyakinkan diri . Ia mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah , entah sudah berapa lama ia bersembunyi di kamar mandi .Rambutnya sudah setengah kering dan tubuhnya sudah mulai dingin.


Ceklek!! Putri keluar dengan sedikit kikuk, begitu pula dengan Farhan yang menggaruk tengkuknya merasa canggung. "Aa mandi dulu Aja" Ucap putri belum berani mengangkat wajahnya . Farhan hanya mengangguk kecil . Ia juga merasakan kegugupan yang sama. Bagaimanapun ini juga kali pertamanya untuk keduanya. Putri membuka pouch make-upnya dari buku yang ia pelajari di sekolah, setidaknya ia harus berias .


Ia memakai sedikit pewarna bibir,Putri tak berani jika harus berdandan lebih menor lagi, Ia hanya menyapu tipis make-upnya . menenangkan hatinya , "Di kampung seumuran Putri juga udah punya anak" Gumam Putri menyakinkan diri .


Tak lama Farhan keluar dari kamar mandinya, hanya mendengar pintu saja , Putri merasakan panas di pipinya. Merona malu. Farhan tak mengatakan apapun, Putri meliriknya pelan berharap riasannya tidak terlalu aneh di matanya .


"Shalat dulu?" Tanya putri, Farhan di buat terkesiap dengan Putri yang benar-benar lebih berani berbicara dari padanya , padahal dia yang pertamakali mengajaknya . "Iya" Jawab Farhan singkat. "Aku gak tahu Dek Putri belajar banyak" ,


"Kan materinya baru kemarin" Cicit Putri dalam mukenanya. Ia merasa penting untuk mempelajari , atau salah kaprah nantinya . Keduanya melakukan shalat Sunnah bersama . Dan menikmati malam panjang dalam kegelapan yang malam, hanya lampu tidur yang menyala sebagai pencahayaan yang meremang


(Jangan mikir macam² gak baik dosa😁😁)


****


Alarm pukul setengah 4 pagi berdering, Putri biasanya akan terbangun dengan mudah namun tidak dengan malam ini , mata Putri mengerjap pelan mendapati pagi ini, ia terbangun seorang diri. "Pengen shalat, tapi kalau mandi dingin banget pasti" Gumam putri sembari merapatkan selimutnya . Ia masih menimang mau mandi atau tidak.

__ADS_1


"Putri dah bangun?"


Deg! Suara Farhan , Putri menyembunyikan dirinya kedalam selimut lebih dalam. "Jelas-jelas udah bangun ngapain ngumpet" Tanya Farhan lagi, Putri sedang menyembunyikan rona merah yang muncul di kedua pipinya . Putri menurunkan selimutnya sebatas wajah , menatap suaminya. "Pengen mandi, pasti dingin ya A?" Tanya Putri yang dibalas anggukan oleh Farhan "Maaf ya , As gak mikirin itu semalam".


"Bukan itu, tadi Aa mandi dingin ga?"


"Iya, atau mau ku rebuskan air panas" Tanya Farhan membuat putri terkekeh merasa lucu dengan apa yang di dengarnya. Ia seperti bayi mungil yang harus dimandikan air hangat. "Aa kok masih dirumahnya? Bukankah ke mushola?"


"Ngapain jam segini ke mushola?" Tanya Farhan kebingungan , masih terlalu dini untuk ke mushola.


"Waktu itu Aa gak ada di rumah bukan jam segini?"


"Ada, dilantai bawah, nonton bola" Putri melongo mendengar jawaban suaminya. Ia sudah sangat positif thinking dengan suaminya yang Sunnah dua rakaat di malam hari namun Jawabannya nonton bola?. "Padahal Putri udah positif thinking Aja banyak nonton doa di mushola"


"Iya, ini mau berangkat ke sana" Putri tersenyum simpul, ia benar-benar merasa sebagai seorang istri sekarang . Kecupan hangat di keningnya di terima olehnya .


Putri hanya tersenyum tipis kala Farhan menghilang di balik pintu. Ia akan merebus air seperti yang disarankan oleh suaminya . Mandi semalam ini , ia takut akan membeku nantinya.


Matahari kian meninggi kini putri sudah dalam balutan Hoodie hangatnya. Ia cukup kedinginan pagi tadi dan kini tengah mencoba untuk membuatkan suaminya sarapan. Bihun kuah telur mata sapi menjadi menu sarapannya .


Farhan sendiri tengah bersiap dalam seragam kerjanya . "Putri masak apa?" Tanya Farhan menuruni anak tangga dengan tas ransel di punggungnya. "Bihun kuah, Aa suka ga?, Aku searching di internet kemarin nih daftar makanannya" Ucap Putri penuh semangat buku resep yang di buatnya.

__ADS_1


"Semangat bangat yah


"Namanya juga belajar, mumpung masih semangat bereksperimen hehe" Farhan meletakkan tasnya di salah satu kursi kosong, 2 Bangkok bihun kuah tersaji . Asapnya masih mengepul memberi hangat pada dinginnya pagi .


"Enakan gak? Keasinan gak?" Tanya Putri meminta pendapat . Farhan mencicipinya dengan pelan. "Enak, pas untuk sarapan"


"Nasinya" Ucap Putri menyodorkan nasi Farhan menerimanya dengan baik . "Putri lain kali kalau mau masak , kabarin Aa gak papa, Aa gak enak bikin Putri repot"


"Aa kan udah nyari nafkah , masa mau masak juga"


"Katanya mau belajar bareng"


"Eh iya, Aa makan dulu keburu dingin" Putri tersenyum manis, mungkin ini yang dinamakan kemanisan dari sebuah pernikahan, dari lubuk hati keduanya merasa senang dan damai bisa saling mengisi kebahagiaan . "Putri kenapa ga makan?" Tanya Farhan mengernyit.


"Suka liat Aa makan"


"Jangan bikin liat Aa malu , Putri makan ya" Farhan mengulum senyumnya , istrinya terlewat manis, ini akan jatuh cinta jika seperti ini , Farhan mengambil sendok untuk istrinya dan menyelipkan di tangannya. "Makan ya" Pinta Farhan, Putri menurut. Ia menikmati sarapannya. Rasanya nikmat untuk dirinya yang seorang pemula, "Aa pulang jam empat kan? Putri memastikan, Farhan mengangguk kecil, ia tak menjawab karena masih mengunyah makanannya .


*****


Terimakasih sudah mampir ke JODOH KARNA ALLAH , terimakasih sudah menjadi saksi kisah Farhan dan Putri .. Big Lovee untuk Sahabat reader 😘😘😘💖💖

__ADS_1


Maaf untuk saat ini mungkin saya gak bisa terlalu upload dikarenakan author sibuk banyak baju pengantin yang mau di jahit dan waktunya terbatas .. Semoga diperlancarkan buatannya ..


__ADS_2