Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
Kemungkinan Buruk


__ADS_3

JKA . Kemungkinan Buruk


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak jauh berbeda dengan liburan sebelumnya , Putri kini memulai aktivitasnya. Beruntung Farhan meninggalkan laptopnya yang bisa di gunakan olehnya, ia sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya seperti menyapu dan mengepel , kini ia memiliki banyak waktu luang .


Kata orang, nikah muda kita akan kehilangan keindahan masa muda, dan kenikmatan pernikahan hanya ada di awal. Putri ingin mematahkan asumsi itu. Ia masih menikmati masa mudanya. Farhan tak mengekangnya sama sekali .


"Nonton apa yah" Gumam putri sambil menyalakan laptopnya , mencari drama romantis . Ia terkekeh kecil mengingat ucapan temannya saat di pesantren. "Putri! Kamu dah nikah pasti gak boleh nonton Drakor! Apalagi Farhan anaknya ustad, pasti Sholehah bangat ..!" Ia pernah mendapati kekhawatiran itu dari temannya namun faktanya tidak .


Nonton drama Korea , Baca novel romantis , suaminya tak pernah melarangnya. Ia menikmati tontonannya dengan kuaci yang tersaji disampingnya . Ia menikmati tiap episodenya hingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas , sudah tida jam ia menonton film .

__ADS_1


"Lapar" Putri bergegas ke dapur , ia belum memasak apapun. "Pesan online ga ada hp, adu masak? Malas banget kalau cuma buat seporsi", Monolognya namun laparnya tak bisa di abaikan. Ia memulai dengan memasan apronnya . Ia akan masak. Masakan termudah baginya. Nasi goreng dengan telur mata sapi . Tak peduli kita ia kelebihan protein karena terus masak telur .


Putri mulai mengulek cabai . Bawang merah dengan garam. Simpel dan asal terasa , itu yang ia pikirkan oleh Putri saat ini , nasi sisa sarapan tadi masih ada di rice cooker walau tinggal sedikit . Ulekannya tidak sempurna , tenaganya lemah. "Beli blender kali yah nanti" Gumam putri sedikit kesal karena bumbunya tidak halus halus , namun perutnya sudah tidak tahan . Ia langsung menumis pelan hingga aromanya tercium.


"Apinya kegedean , hampir saja gosong" Putri menghela nafas panjang , ia menuangkan sepiring nasi dan mencampurkannya dan diaduk hingga bumbunya merata . Petro menambah kecap dan mendadar telur .


"Payah sekali aku masak" Tunduk putri mematikan kompornya. Apa semua wanita yang menikah merasa hal begini ? Atau aku yang terlalu payah"Gumam putri, melihat nasinya terlalu coklat karena terlalu banyak kecap di dalamnya . Rasanya bahkan terlalu manis , namun ia tetap menghabiskannya . Tak tega membuangnya .


"Gimana masak buat nanti sore" Gumam Putri ragu, Ia akan memasakkan makan sore buat Farhan . Tumis jamur . Kata A Farhan itu yang termudah dan gorengan? Apa yang harus di goreng . Padahal di drama kay gampang bangat masak di yotub juga" Putri tak berhenti bergumam.


"Ah , kepikiran istri di rumah, barangkali belum makan" Ujar Farhan. teman Farhan sudah tahu perihal istri farhan yang begitu muda. "Jaman sekarang udah canggih, kirimin aja makanannya pake delivery, beres" Sahut pak Dahlan kali ini . Ia sering kali mengirimi putrinya makanan . "Bisa yah kalau alamatnya gak disini?" .

__ADS_1


"Bisa atur aja alamatnya" Ucap pak Dahlan sambil menikmati makanannya .Farhan mengusulnya . Ia akan mengirimi istinya makan siang , ia khawatir jika putri gak betah dengannya . Ini liburan pertama Putri tidak dengan orang tuanya, jika ia memperlakukan putri lebih buruk. ia tak ingin membuat istrinya membandingkan. 'Rnakan jaman gak nikah, ada orang tua yang ngerawat' Ia khawatir jika istrinya berfikiran seperti itu .


"Tapi kenapa nikahnya terkesan buru-buru sih? Istrimu masih sekolah kan? Kenapa gak nunggu lulus? Kamu juga masih muda, baru dua-duakan?" Tanya pak Anton membuat Farhan terdiam. Ia belum memiliki alasan kuat kenapa ia harus menikah di usia mudanya.


"Emang udah dijodohin sama kakek dulu" Kilah Farhan , sesepuh selalu di hormati dan dianggap benar , jadi Farhan selalu .menggunakan alasan itu untuk membenarkan walaupun ucapannya halanya kebohongan semata .


"Orang tua mah gak bisa dibantah ya takut kualat" Sahut pak Anton yang di setujui oleh rekan kerjanya .Farhan tersenyum tipis . Farhan kembali menikmati makanannya .Ada sedikit perasaan tertekan setiap kali ada yang menyinggung masalah pernikahannya


Farhan mulai memesan makanan yang di rekomendasikan rekan kerjanya, berselancar mencari makanan dan klik!. Makanan sudah dipesan. Farhan tersenyum senang berasil memesankan makanan buat istrinya . Ia menyimpang ponselnya di sakunya . Farhan kembali mengerjakan pekerjaannya hingga jam pekerjaan selesai.


***

__ADS_1


Ini dulu aja yah .. sebenarnya masih ada tapi entar aja kalau ada waktu ..


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2