
>>>> Amarah Ummi Aisyah <<<<
Doa sore berlangsung empat puluh menit tanpa pemeras suara dan tanpa penjaga uang akan di awasi di setia sudut dan memberdirikan yang mengantuk , namun asrama adalah kuasa para umi-uminya . Hingga doa berakhir sebuah pengumuman yang cukup membuat orang lain terkejut . Di panggilnya lima orang yang datang paling akhir dan berdiri di depan seluruh santri akhwat . Teman satu angkatan dengan Putri , teman sepengurusan organisasi pesantrennya .
Kelima orang yang berdiri dengan menunduk lemah "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" Salam Ummi Aisyah dengan raut kesalnya , membuat seluruh santri menjawabnya namun dengan nada yang cukup lemah . "Perkenalkan dulu nama KAKAK-KAKAK yang ada di depan ini "
Ummi Aisyah mengarahkan Michrophone pada seorang santriwati yang paling tinggi dan paling ujung "Perkenalkan nama dan kelas" Tegas Ummi Aisyah membuat tangan santri di depannya bergetar .
" *Nama saya Hilda Hafizah Kelas 11"
"Nama saya Bilqiz Alya Khanza Kelas 11"
"Nama saya Nurfadillah Azizah Putri Kelas 11"
"Saya Hanin Raihana Syahira kelas 9"
__ADS_1
"Saya Nur Inayah Ahmad kelas 9*"
Semua santri bungkam dengan perkenalan yang tampak begitu menegangkan , jelas bukan prestasi yang akan di umumkan , nama yang tak asing dengan kebandelannya .
"*Pasti yang bawa HP"
Untung Vania nggak ketahuan ya*" Bisik Putri membuat Iffah terkekeh . Mereka kembali menunggu Ummi Aisyah melanjutkan pengumuman.
"Lima orang santri di depan kita semua , adalah orang yang bersembunyi di kelas selama doa sore !" Tegas Ummi Aisyah memberikan prolog , dari kasus yang mulai di kupas ringan . Semua santri menatap sanksi pada lima orang yang berbaris berdiri di depan. Kelima santriwati itu hanya menunduk kecil .
Putri Memandang wajah Ummi Aisyah yang biasanya teduh dengan penuh senyuman , kini penuh dengan kekecewaan di sorot matanya. "*Saat Ummi melihat kalian bersembunyi di kelas , Ummi merasa bersalah pada orang tua kalian merasa gagal mengurus kalian , Banyak barang yang di larang namun di bawa oleh kalian"
"MP3!"
"Memory Card!"
__ADS_1
"Flashdisk!"
"Ponsel!"
"Earphone*!"
Ummi Aisyah mengabsen beberapa dari yang di bawanya dan menunjukkan satu persatu . "Apa hukuman yang membawa ponsel?" Tanya Ummi Aisyah membuat beberapa santri menjawab "Dihancurkan ponselnya" Ucapnya serentak , Seperti yang ada di buku tata tertib santri .
"Yang di dekat pintu semuanya minggir" Titah Ummi Aisyah yang membuat semuanya sontak minggir dan Bugh!!
Dilemparnya ponsel itu ke sisi tembok , menimbulkan bunyi yang cukup keras . Dan kelima orang yang berdiri hanya memejamkan mata menatap Sayang pada ponsel yang sudah retak.
Hai hai hai para setia pembaca novel 🤗🤗🤗 Apa ada yang perna bawa ponsel saat di pesantren , pasti banyak kan 😁😁 Hi hi hi 😁😁😁 Kebayang kan gimana malunya 🤔😱 He he he ... Apalagi seluruh santriwati menyaksikannya 😁😁😁
Hem mau numpang promosi juga nihh novelnya temanku yang berjudul The Sweetest Sin Karya dari Devhirman Saya sudah baca ceritanya bagus sekali 😍😍😍 Kalian bakal nyesel kalau kalian gak baca 🤗🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🙏🙏🙏 Makasih 😊😊