Jodoh Tak Salah Alamat

Jodoh Tak Salah Alamat
Orang Asing


__ADS_3

"Atas nama adikku, saya benar-benar minta maaf. Langsung saja ini darurat. Apa kamu seorang dokter kardiologi?" tanya Reza tanpa basa basi setelah masuk ke ruang IGD.


Arjuna mengangguk tanpa suara. Keduanya saling bersitatap, tampak sorot mata kesedihan dipancarkan oleh Reza. Dokter spesialis kanker itu mengembuskan napas lega. Ia seolah mendapat oksigen berlebih di sekitarnya setelah sedari tadi dadanya serasa sesak terhimpit beban yang sangat berat.


"Saya Reza, atas nama klinik ini saya mohon bantuanmu untuk menyelamatkan nyawa ibu saya sekali lagi. Ini sangat darurat. Kondisinya semakin melemah. Kepala divisi kardiologi sedang seminar di luar kota, dokter bedahnya mengalami kecelakaan." Reza menatap penuh permohonan.


Arjuna berkerut kening, "Apa yang bisa saya bantu, Dok?" tanyanya.


Hembusan napas kasar Reza terdengar menggelitik indera pendengaran. "Tolong operasi ibuku," ucap Reza lirih menepuk bahu Arjuna.


"Tapi ...."


"Tolong, tidak ada waktu lagi," tukas Reza memotong tolakan Arjuna.


"Baiklah, saya akan berusaha!" tandas Arjuna dengan mantap.


"Alhamdulillah, terima kasih banyak," ucap Reza menitikkan air mata.

__ADS_1


Perawat segera menyodorkan surat persetujuan, "Siapkan tim, sekarang!" seru Reza mengomando.


Mereka segera mendorong brankar menuju ruang operasi. Terhenti kala di depan pintu dihadang oleh Ziya.


"Ibu mau dibawa ke mana, Kak?" tanya Ziya menyeka air mata yang membasahi kedua pipinya.


"Operasi, doakan untuk kelancarannya, Arjuna yang akan membantu menangani," tutur Reza melajukan langkahnya kembali, diikuti beberapa perawat tak lupa Arjuna yang juga menyamakan langkahnya dengan cepat.


Tim bedah yang berjumlah lima orang itu segera menjalankan tugasnya masing-masing untuk menyiapkan peralatan pra-operasi.


Arjuna melepas pegangan tangan Ziya. Menatap gadis itu dengan tatapan tak bisa ditebak. "Berdoalah. Semua sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Saya hanya perantara, semua hasil urusan yang di atas." Ucapannya dengan nada datar, tanpa ekspresi.


Lalu Arjuna masuk, meninggalkan Ziya yang masih mematung di tempatnya berdiri tadi. Rekan-rekannya menuntun Ziya duduk di kursi tunggu. Mereka selalu menyemburkan kalimat-kalimat positif untuk menghibur Ziya.


Arjuna mengenakan penutup kepala, masker dan kacamata khusus untuk operasi. Kemudian mencuci kedua tangannya dengan sabun di wastafel.


Ia lalu melangkah masuk, melalui pintu otomatis. Pandangannya mengedar ke seluruh ruangan. Segera beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru.

__ADS_1


Seorang perawat membantunya mengenakan baju operasi, mengeringkan kedua tangan Arjuna lalu memakaikan sarung tangan. Reza sudah bersiap di brankar sebelah ibunya untuk transfusi darah, jika sewaktu-waktu dibutuhkan selama operasi berjalan.


"Semuanya, tolong merapat!" ucap Arjuna. Kelima tim bedah segera berdiri melingkar. Mereka saling pandang seolah bertanya, 'Suara siapa itu? Kok terdengar asing.'


"Sebelum kita melakukan operasi, mari berdoa terlebih dahulu. Semoga operasi berjalan lancar sampai akhir. Tujuan kita adalah keselamatan pasien. Harap semuanya fokus dan berkonsentrasi. Mohon kerja samanya. Berdoa menurut keyakinan masing-masing, dimulai," ucap Arjuna menundukkan kepala diikuti oleh semua orang, kedua tangan mereka menengadah ke atas. Berdoa dengan sangat khusyu'.


Setelahnya, mereka berdiri di posisi masing-masing. Semua menatap Arjuna, "Semua siap?" tanyanya memastikan diberi jawaban mengangguk serempak.


"Mari kita mulai," ucap Arjuna.


Seketika ruangan itu pun menjadi menegangkan. Reza terus memperhatikan detil setiap tindakan tim medis di klinik miliknya yang setara dengan rumah sakit swasta lainnya.


"Saya akan memulai memberikan anestesi," ucap seorang perempuan yang merupakan dokter anastesi. Ia mulai menyuntikkan obat anestesi melalui pembuluh darah pasien.


Bersambung~


Hai hai ... ada yang mau masuk Grup Chat WA nggak? Kalau mau linknya ada di facebook ya. Search aja #dudatapiperjaka. klik linknya auto masuk grup ya. makasih😚

__ADS_1


__ADS_2