Jodoh Tak Salah Alamat

Jodoh Tak Salah Alamat
Penyelamatan Ziya (2)


__ADS_3

Arjuna melebarkan kedua bola matanya, mulutnya menganga. Begitupun dengan Lily. Mereka saling bertukar pandang, lalu kembali beralih pada Ziya yang sudah menghempaskan blouse beserta tanktopnya. Hanya bersisa BH warna merah yang melekat di tubuh atasnya. Untung saja pakaian bawahnya masih lengkap.


"Glek"


Arjuna menelan salivanya. Rasanya enggan sekali berpaling dari pemandangan di depannya. Kulit bersih nan putih itu, membuat miliknya bergejolak.


Lily yang tersadar lebih dulu menendang tulang kering Arjuna. Pria itu memekik kesakitan sambil mengangkat satu kaki dan memegang tulang keringnya, yang terkena sambaran kaki Lily. "Gila, kaki apa besi tadi? Aaarggh!" Sambil melompat-lompat dengan satu kaki.


"Matanya jangan jelalatan!" Lily melotot dengan tajam.


"What the hell? Gimana bisa lewatin yang indah-indah gitu? Lagian kenapa salahin mataku, tuh salahin Ziya. Ngapain dia telanjang di tempat ini," geramnya tidak mau disalahkan.


"Dasar! Seneng ya cari-cari kesempatan!" Lily melepas jaket kulitnya lalu menutup bagian depan Ziya. Tubuhnya terus menggeliat, bahkan sampai menggigit bibir bawahnya. Meski dalam keadaan terpejam.


Lily segera masuk ke mobil dan duduk di balik kemudi. Sedangkan Juna duduk di sampingnya, Ziya sendirian di belakang. Arjuna terdiam sejenak, dilihatnya bayangan Ziya dari cermin sambil berpikir.


Mobil mulai melaju membelah jalanan ķota. Arjuna tiba-tiba menepuk bahu Lily membuat gadis itu terlonjak kaget.


"Sialan. Untung gua nggak jantungan!" gerutu Lily menatap tangan Juna sebentar lalu beralih lagi ke depan.

__ADS_1


"Antar Ziya ke tempat tinggalmu. Cepat!" perintah Arjuna panik.


"Kenapa ke tempatku?" tanya Lily menghempaskan tangan Arjuna.


"Yaiyalah Markonah! Kalau sampai ke rumah ibunya, mau bilang apa kamu? Yang ada kamu bakal disidang habis sama kedua kakaknya. Belum lagi nanti ibu pasti sedih liat putrinya dalam keadaan kayak gini," jelasnya melipat kedua lengannya di dada.


Lily mengangguk-angguk mengerti. Ia segera melajukan mobil ke apartemennya. Memakan waktu tiga puluh menit agar sampai di tempat tujuan mereka.


"Eh tu mata jangan intip-intip ke belakang, gue colok baru tau rasa!"


"Iya, iya galak bener. Aku jadi ragu kalau kamu cewek," celetuk Arjuna membuang pandangannya.


Lily tak mempedulikan cibiran Juna, ia semakin mempercepat laju kendaraan. Ziya masih terus menggeliat dalam keadaan setengah sadar.


"Kan udah gue bilang, jangan intip-intip ke belakang!" cetus Lily menatapnya tajam.


"Haaaahhh!"


Arjuna mendesah pelan, membuang mukanya yang memerah ke samping. Bayang-bayang tubuh Ziya yang putih mulus terus terngiang di kepalanya.

__ADS_1


"Cepet dong!" desah Juna frustasi.


Tak lama kemudian Lily menghentikan mobil tepat di pelataran apartemen tempatnya tinggal. Arjuna keluar lebih dulu, menatap bangunan apartemen yang tergolong cukup mewah untuk ukuran mahasiswa. Ada kecurigaan ia tanamkan pada perempuan yang menolong Ziya itu.


Lily mengenakan kembali pakaian Ziya. Setelah selesai, dia keluar mobil dan memintanya mengangkat tubuh Ziya. Direngkuhnya tubuh Ziya dalam dekapan Arjuna. Kedua tangan Ziya melingkar di leher pria itu. Juna menyamakan langkah Lily yang berjalan cepat di depannya.


Arjuna terus meneguk ludahnya tatkala Ziya mengeratkan pelukannya. Bahkan sesekali menggesekkan bagian tubuhnya pada pria itu. Membuat Arjuna mendengus sambil menahan napas. Degub jantungnya semakin tak terkendali. Perjalanannya terasa begitu lama. Lift yang ia naiki tak kunjung terbuka.


Tubuhnya sendiri bergejolak, "Jalan nggak sih lift ini? Lama banget!" gerutu Arjuna yang tidak bisa diam. Ia terus menggerakkan kakinya.


Lily hanya berdehem, melangkah keluar setelah pintu lift terbuka. Untung saja letak apartemennya tak jauh dari sana. Buru-buru Lily menekan beberapa angka untuk membuka pintunya.


"Kamar mandi! Mana kamar mandi?" seru Arjuna menyapu pandangan ke seluruh penjuru ruangan.


"Deket dapur ada, di kamar juga ada."


Lily membuka pintu kamar, hingga Juna yang sudah mulai kuwalahan menerobos masuk dan melangkah ke kamar mandi. Diletakkannya gadis itu di bathup, lalu diisi air dingin sampai penuh.


Ziya terkejut, ia mencoba membuka matanya.

__ADS_1


Bersambung~


Bukan gantungan kan ini 👀


__ADS_2