Jodoh Tak Salah Alamat

Jodoh Tak Salah Alamat
Canggung


__ADS_3

Semua pandangan tertuju pada sumber suara. Senyum tipis tertoreh di bibir Arjuna kala melihat sang ayah bersama atasan barunya.


"Pa, Pak Gandhi," sapa Juna menarik kedua sudut bibirnya. Hingga nampak kedua lesung pipi samar.


"Gimana keadaannya sekarang, Dokter?" tanya Gandhi semakin mendekat.


"Ah, Bapak mah. Jangan panggil dokter terus. Jadi enggak enak. Hehee." Juna menyengir, "Sudah jauh lebih baik, Pak. Semua berkat Bapak , terima kasih banyak," ucapnya tulus.


Ziya memundurkan langkahnya. Memberikan ruang untuk mereka bertiga bercakap-cakap. Banyak hal yang mereka bahas, terutama mengenai pekerjaan yang akan dilimpahkan pada Arjuna. Andreas pun sangat terharu dan bersyukur, tidak menyangka akan dipertemukan dengan putra bos besarnya yang ia kenal sangat baik dan memanusiakan semua karyawannya.


Hanya butuh waktu satu jam untuk menyampaikannya, Juna bisa memulai pekerjaannya dari sekarang. Menyeleksi para tenaga medis yang akan berada di bawah naungannya melalui email.


"Baiklah, saya harus kembali ke kantor. Selamat bergabung dan semoga bisa bekerja sama dengan baik. Oh iya, setelah perkrutan tenaga medis nanti, kamu dan tim bisa segera mengajukan anggaran dana untuk obat-obatan serta semua peralatan terbaik yang dibutuhkan," ujar Gandhi menepuk bahunya.


"Siap, Pak. Akan segera saya laksanakan," balas Arjuna dengan tegas.


"Saya permisi dulu!" Gandhi memundurkan langkahnya. "Mari semua," sambungnya melihat satu per satu yang ada di ruangan.


Saat melalui Lily, Gandhi berhenti sejenak. Keningnya berkerut, tampak sedang berpikir. Wajah gadis itu familiar. "Kamu?" tunjuk Gandhi.

__ADS_1


"Hehehe, iya, Pak. Senang bertemu Bapak di sini," ucap Lily menyengir.


"Hemm... ya, ya. Next time kita bisa ngobrol lagi. Sekarang saya sedang buru-buru, mari," pamit Gandhi setelah melihat jam di tangannya.


"Iya, Pak, hati-hati," jawab Lily mengangguk.


Juna mengerutkan keningnya, penasaran bagaimana Lily bisa mengenal atasannya itu. Tapi baru membuka mulutnya suara sang ayah menginterupsi duluan.


"Siapa dia?" tanya Andreas menautkan kedua tangan di punggungnya.


"Pah, dia Ziya. Yang aku ceritain tempo hari," jelas Juna dengan wajah sumringah.


Mata Andreas menilik Ziya dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Keningnya berkerut, bahkan sampai tak berkedip. Ziya yang tidak siap bertemu dengan calon mertua gugup seketika. Ia bingung harus bersikap bagaimana.


"Sa ... saya Ziya, Om," ucapnya terbata sembari mengulurkan lengannya.


Gemetar, tampak sangat jelas. Apalagi saat Andreas menatapnya tajam, bergantian dari mata, lalu tangannya. Berlalu beberapa detik barulah ia sambut uluran tangan kecil itu.


"Hemm!" Pria paruh baya itu hanya berdehem.

__ADS_1


"Pah, jangan gitu mukanya, nakutin Ziya," sergah Juna melihat interaksi dua orang terkasihnya.


Namun lagi-lagi, sang ayah masih menampilkan wajah suramnya. Juna mengernyitkan keningnya, pasalnya sewaktu ia bercerita, orang tua tunggalnya itu nampak antusias mendengarnya dan ingin sekali bertemu dengan calon menantunya.


Tapi kenapa berubah? Kenapa setelah pertemuan itu justru seolah nampak ketidaksenangan di wajah sang ayah.


"Eemm... kalau gitu, aku pamit dulu ya, Kak. Mau ada jam kuliah. Iya 'kan, Ly?" ucap Ziya melirik Lily memohon kerja samanya.


"Ly," panggil Ziya lagi setelah tak mendengar jawaban selama beberapa saat.


"Eh i... iya, kita ada jam bentar lagi." Lily melihat jam di pergelangan tangannya lalu bersiap untu berpamitan.


Tentu saja Ziya ingin segera melarikan diri. Ia belum menyiapkan mental dengan baik. Apalagi ditambah dengan sambutan yang kurang mengenakkan. Menambah hawa dingin di ruangan itu.


"Iissh, kok balik sih, Sayang. Baru juga aampai?" cegah Arjuna menahan lengannya.


Ziya menatap Ziya memohon agar Juna mengerti apa yang dirasakannya saat ini. Keduanya berbicara melalui sorot mata masing-masing. Hingga akhirnya pria itu mengangguk pasrah dalam helaan napas berat.


"Pamit ya, Om," ucap Ziya mengulurkan tangan.

__ADS_1


Bersambung~


Thankyou supportnya kesayangan🥰😘


__ADS_2