
Di saat mereka sedang membicarakan tentang jaka dan Ratih tiba-tiba datanglah Lestari dan Sinta ke Sekte itu.
Mereka berdua langsung menghadap Brawijaya .
"Hormat kami tetua Brawijaya,ibu dan kak Arini"ucap Lestari dan Sinta.
"Oh kalian anak anak tetua Sanjaya, silahkan duduk"ucap Brawijaya
"Terima kasih tetua "ucap mereka berdua.
"Ada keperluan apa kalian datang kemari"ucap Brawijaya.
"Kami berdua ingin bertemu dengan Jaka tetua"ucap Lestari
"Bertemu dengan Jaka "ucap Brawijaya tidak mengerti.
"Benar tetua kedatangan kemari kami ingin bertemu dengan jaka "ucap Sinta.
"Ada apa tiba-tiba anak dua anak gadis Sanjaya mencari Jaka apa dia membuat masalah"batin Brawijaya.
"Kalian berdua mengenal Jaka"tanya Arini dengan heran.
"Benar kak Arini kami kenal dengan dia ,bukankah dia murid sekte ini"ucap Lestari.
"Kurang ajar,dia sudah mempermalukan Sekte ini tetua "ucap Bagus Dento.
"Benar ayah kita harus menghukum dia dengan hukuman berat sudah beraninya mengaku sebagai murid sekte ini"ucap Arini.
"Katakan apa yang telah di perbuat tukang kuda itu pada kalian "ucap Brawijaya.
"Tukang kuda , apa maksud tetua"tanya Lestari dengan terkejut.
"Pasti dia telah berbicara pada kalian yang tidak tidak, bukan begitu Lestari "ucap Arini.
"Perasaan dia tidak bicara apa apa"ucap Lestari.
"Benar tetua dia tidak bicara apa apa, kedatangan kami berdua hanya untuk sekedar bertemu dengannya tidak ada maksud lain "ucap Sinta.
"maaf tetua apa benar Jaka itu tukang kuda dan bukan kekasih nya Ratih"ucap Lestari.
"Haaa....haaa...nona ini ada ada saja mana mungkin nona Ratih suka sama tukang kuda "ucap Bagus Dento , langsung menjawab pertanyaan lestari yang di tunjukkan pada Brawijaya.
"Benar apa kata Bagus Dento,jaka itu hanya tukang kuda jadi tidak bakalan pantas untuk di sandingkan dengan ratih dalam mimpi pun dia juga tidak pantas "ucap Arini dengan sangat merendahkan Jaka.
"Benar apa kata Arini kalian juga tida pantas mengenal dia" ucap ucap Bagus Dento,penuh dengan ke sombongan.
"Ayah...ibu....!!!!"teriak Ratih tiba-tiba muncul di depan pintu dan langsung berlari memeluk ibunya.
" Ratih anak ku"ucap ibunya.
"Aku percaya kau akan baik baik saja dengan jaka "ucap Sumirah sambil membelai rambut Ratih.
"Kau tidak apa-apa Ratih "ucap Ayahnya .
"Aku baik-baik saja ayah"ucap Ratih.
"Bagus Dento dan kak Arini sekarang juga aku menantang kalia berdua untuk bertarung dengan ku ,aku tidak suka kalian menjelek jelekkan Jaka"ucap Ratih dengan marah.
"Ratih apa yang terjadi dengan mu,aneh sekali baru datang tiba-tiba langsung marah dan menantang ku bertarung "tanya Arini merasa heran dengan sikap adiknya.
"Ratih sudah lah jangan di perpanjang tidak ada gunanya sudah lupakan "ucap Jaka bersama lalu muncul bersama seorang wanita yaitu melati.
"Kalau tetua mengizinkan sekarang juga akan ku tebas kepala mereka dengan pedang ku ini"ucap melati dengan berbisik, rupanya melati juga merasa marah mendengar tetua Sekte langit di rendahkan di hadapannya
"Kamu lagi ikut ikutan,kamu jangan bertindak apa pun tanpa perintah ku"ucap Jaka.
"Baik tetua"ucap melati.
"Ratih sudah jangan berdebat lagi ,aku tidak masalah mereka merendahkan atau mengejek ku"ucap Jaka, mencoba mendinginkan amarah Ratih.
"Tidak jaka aku tidak terima mereka mengejek dan merendahkan kamu terus,aku ingin kak Arini dan Bagus Dento minta maaf pada Jaka"ucap Ratih tegas.
Brawijaya sungguh tidak menduga anak gadis yang biasanya lemah lembut kini menjadi garang bagaikan seekor singa.
"Ratih tenangkan dulu dirimu ,kita bicarakan baik-baik"ucap ayahnya.
"Aku sudah bosan mendengar kak Arini dan Bagus Dento menjelekkan jaka terus "ucap Ratih.
Melihat kedatangan jaka lestari ingin cepat menghampirinya tapi kakaknya Sinta buru buru mencegahnya karena situasi lagi panas mereka ingin melihat dulu bagaimana keadaan selanjutnya .
"Kalau kak Arini dan Bagus Dento tetap tidak mau minta maaf aku akan paksa kalian untuk minta maaf pada Jaka apa pun yang terjadi"ucap Ratih.
"Kamu sungguh keterlaluan Ratih , cuma tukang kuda kau bela dia mati matian dan menyuruh aku minta maaf padanya jangan harap aku melakukan itu "ucap Arini.
"Aku melakukan ini supaya suatu saat kak Arini sadar , bahwa menilai orang tidak harus dari pekerjaan nya, menurut kak Arini jaka memang tukang kuda tapi tidak menurut ku"ucap Ratih dengan menatap tajam pada Arini.
Sumirah ibunya tidak menyangka kalau sekarang anak gadis kecilnya itu sekarang sudah mulai dewasa,dia tidak mendukung Arini mau pun ratih, tapi Sumirah memuji sikap Ratih itu.
__ADS_1
"Heeh....biar bagaimana pun aku tidak mau merendahkan diri ku untuk meminta maat pada jaka"ucap Arini teguh pada pendiriannya.
"Jika begitu yang kak Ratih mau,sekarang kita keluar dan selesai kan masalah ini dengan pertarungan"ucap Ratih sambil melangkah ke luar ruangan.
"Baik akan aku tunjukkan pada mu apa itu arti pertarungan "ucap Arini.kemudian melangkah ke luar mengikuti Ratih.
"Tetua jika dia sampai melukai Ratih aku tidak segan segan untuk menebas lehernya "ucap melati dengan dingin.
"Kau tenang saja melati,Ratih tidak akan kalah melawan Arini "ucap Jaka dengan penuh keyakinan atas kemampuan Ratih.
Ratih dan Arini pun sudah berhadapan untuk melakukan pertarungan.
"Kau bersungguh-sungguh ingin melakukan ini Ratih "tanya Arini.
"Kak Arini yang memaksa ku untuk melakukan ini saya harap kau tidak meremehkan serangan ku karena pedang ku tidak mempunyai mata "ucap Ratih dengan serius.
"Baiklah jika itu yang kamu mau aku tidak akan segan segan untuk melayani mu"ucap Arini.
Mereka berdua segera menggelar jurusnya yaitu jurus pedang seribu bayangan.
Hiiiiaaaat..... pertarungan pun di mulai, traaaaang..... traaaaang.... bunyi pedang menghiasi pertarungan kakak beradik itu, Arini tersentak begitu tangan nya bergetar hebat setelah beradu pedang dengan Ratih tadi.
Arini segera meningkatkan tenaga dalamnya hiaaat ... langsung melesat kearah Ratih, melihat Arini datang Ratih tidak mau menunggu ia langsung menyambutnya,suara pedang beradu kembali berbunyi traaaaang.... traaaaang.... Arini meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan menghindari sabetan pedang serta tendangan kaki Arini.
Diam diam Arini terkejut dengan kemampuan adiknya itu, karena dapat dengan mudah menghindari serangan nya.
karena tak satu pun dari serangannya mengenai Ratih, Arini menyerangnya lebih gencar lagi dan mengeluarkan semua jurus jurusnya, wes...wes.... traaang....namun tetap saja Ratih dapat mengimbangi nya dengan mudah.
Arini benar benar tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya, bagaimana mungkin anak rumahan seperti Ratih sekarang menjadi sangat kuat.
Melihat Ratih mampu menandingi Arini Brawijaya sangat terkejut ia tidak menyangka bahwa Ratih dapat berkembang secepat itu.
Padahal sebenarnya Ratih dapat mengalahkan Arini lebih cepat tapi ia tidak melakukan itu karena masih ingin memberi muka pada kakaknya di depan orang banyak.
"Tetua sepertinya Ratih tidak bersungguh-sungguh dalam pertarungan itu"ucap melati.
"Kau benar dia hanya ingin memberikan pelajaran sedikit pada Arini"ucap Jaka.
Diam diam Arini merasa kesal karena dari tadi tidak bisa menjatuhkan Ratih,ia kembali meningkatkan serangan , Arini memutar pedangnya dengan cepat wuuuuus.. sebuah sinar merah keluar dari pedangnya menyerang Ratih.
Melihat serangan pedang seribu bayangan kakak nya itu Ratih tersenyum kemudian slaaaap... slaaaap.. slaaaap....tiba tiba Ratih sudah berdiri di belakang Arini .
"kau sudah kalah kak Arini "ucap Ratih sambil menempelkan pedangnya di leher Arini.
Brawijaya dan bagus Dento terkejut melihat Ratih sudah di belakang Arini itu.
"Baiklah aku mengaku kalah"ucap Arini dengan perasaan kesal.
Arini kemudian maju ke arah jaka yang lagi berdiri bersama melati.
"Aku minta maaf Jaka"ucap Arini langsung pergi kedalam.
"Ya aku maafkan kan"ucap Jaka.
"Bagus Dento apa kau juga mau bertarung dengan ku"ucap Ratih ketika melihat bagus Dento belum minta maaf pada Jaka.
"Tidak... tidak..nona "ucap Bagus Dento segera berlari ke arah Jaka untuk minta maaf padanya.
Jaka dan melati pun segera berkelebat pergi tanpa sepengetahuan semua orang di situ.
"Kau baik baik saja Ratih ,lama tidak
bertemu"ucap Lestari.
"Ya,,maaf tadi aku mengabaikan kalian berdua"ucap Ratih.
"Tidak apa-apa kok aku bisa maklum"ucap Lestari.
"Kak katannya mau bertemu dengan Jaka itu orang "ucap Lestari.
"Ratih jaka ke mana"tanya Lestari setelah tidak melihat keberadaan jaka di situ.
"Kamu sudah tahu kan kalau Jaka adalah tukang kuda, jadi sekarang dia berada di kandang kuda "ucap Ratih.
Rupanya setelah Arini dan Bagus Dento minta maaf jaka segera pergi ke kandang kuda untuk melihat si putih.
Kemudian lestari dan Sinta segera pergi menuju ke kandang kuda di belakang sekte.
"Ratih ayah tidak menduga setelah berbulan-bulan tidak bertemu kau sekarang ini sudah bertambah kuat"ucap ayahnya.
"Ratih merasa biasa saja,cuma perasaan ayah saja barang kali"ucap Ratih menutup nutupi.
Arini yang duduk di samping ibunya tampak cemberut setelah dapat di kalah kan oleh Ratih, bahkan yang lebih menjengkelkan lagi ia harus di suruh minta maaf pada Jaka.
Dalam hatinya Arini menjadi semakin benci pada jaka, hingga suatu saat nanti ia berniat akan menghajar jaka.
"Kak Arini aku minta maaf untuk yang tadi"ucap Ratih sambil memegang tangannya.
__ADS_1
"Sudah sudah , aku sudah melupakan kejadian tadi "ucap Arini sambil melepaskan pegangan tangan Ratih.
"Ratih kamu tahu kenapa lestari dan Sinta mencari Jaka"tanya ayahnya.
"Ayah tanya saja sendiri sama mereka,aku juga tidak tahu apa tujuan mereka"ucap Ratih sambil berjalan menuju ke kandang kuda.
Brawijaya menggelengkan kepala melihat sikap Ratih itu, walaupun sikapnya begitu tapi Brawijaya sangat kagum pada putri kecilnya itu setelah melihat kemampuannya yang sekarang.
Saat itu di belakang Jaka sedang berbincang-bincang dengan lestari dan Sinta yang saat sudah di sana.
"Jaka kak Sinta ingin berteri makasih pada mu"ucap Lestari.
"Sudahlah nona Lestari tidak usah terima kasih segala cuma pertolongan kecil saja kok"ucap Jaka sambil mengelus-elus kepala si putih.
"Tidak tuan jaka ,bagi bukan pertolongan kecil tuan adalah penyelamat hidup saya, sudah sepantasnya saya mengucapkan terima kasih kepada tuan jaka"ucap Sinta sedikit malu malu.
"Baiklah kalau begitu"ucap Jaka.
Tidak lama kemudian Ratih pun tiba di situ.
"Rupanya sekarang si tukang kuda di kerumuni para gadis ya"ucap Ratih kemudian berdiri di dekat jaka.
"Kamu ini Rati bisa saja "ucap Jaka sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Apakah kamu sudah sembuh total kak Sinta"tanya Ratih.
"Benar Ratih,berkat pertolongan tuan Jaka aku sekarang sudah terbebas dari penyakit ku"ucap. Sinta.
"Kalau tuan jaka berkenan datang ke Sekte Angin berhembus ,aku dan ayah akan menerima kunjungan tuan dengan tangan terbuka "ucap Sinta.
"Baiklah Jika ada waktu aku pasti ke sana "ucap Jaka.
"Kamu tenang saja kak Sinta aku pastikan dia bakalan ke sana kok, bukan begitu Jaka"ucap Ratih sambil mencubit perut Jaka
"Benar apa yang Ratih bilang nona"ucap Jaka nyengir kesakitan.
Arini dan Brawijaya heran Ketika melihat jaka dikerumuni oleh para gadis dan kelihatan akrab sekali.
"Apa yang terjadi pada tukang kuda itu ayah, kenapa mereka begitu akrab "ucap Arini.
"Ayah juga tidak tahu ,oh ya Arini hati hati kalau ngomong tentang jaka di dekatnya Ratih jangan buat dia marah lagi"ucap ayahnya.
"Heeh.... cuma tukang kuda apa istimewanya sih "ucap Arini kemudian pergi karena merasa kesal.
Setelah berbincang bincang dengan Jaka begitu lama Sinta dan lestari pun kemudian pamit untuk kembali ke sekte, sedangkan Ratih masuk ke dalam Sekte ,di tempat itu tinggallah Jaka dan Melati.
"Melati apakah kau merasakan ada seseorang yang mengawasi "bisik Jaka dengan tiba-tiba .
"Benar tetua sepertinya ada dua orang di sekitar sini"ucap Melati.
"Kira kira siapa mereka melati "ucap Jaka.
"Yang jelas mereka bukan orang baik baik, bagaimana kalau aku urus mereka tetua "tanya melati.
"jangan dulu melati aku ingin tahu apa tujuan mereka di sini "ucap Jaka. kemudian Jaka mengajak Melati ke dalam.
"Melati, bisakah kau cari tahu tujuan mereka mengawasi sekte ini "ucap Jaka.
"Tentu tetua ""jawab Melati penuh dengan kesanggupan.
"Jangan sampai mereka tahu , pergerakan mu" ucap Jaka.
Melati lalu segera keluar ruangan lalu pergi.
Dengan pergerakan yang hati hati dan senyap melati dapat menemukan dua orang yang di maksud Jaka tadi. Selain berilmu tinggi melati juga ahli dalam hal mengintai dan mencari informasi penting untuk keperluan sekte.
Melati adalah pasukan khusus yang sudah di latih oleh sekte langit untuk keperluan membunuh , mengintai dan tugas utamanya adalah menjaga keamanan tetua sekte.
Melati yang saat itu sudah berada di atas pohon dapat melihat dengan jelas dua orang mata mata itu yang ternyata mereka dua orang berkepala gundul atau yang di kenal dengan Dua Algojo, melati langsung memasang telinganya baik baik untuk mendengarkan percakapan mereka.
"Sepertinya keadaan masih sama seperti yang kemarin kakang"ucap Algojo dua.
"kau benar sudah hampir lima hari kita di sini tapi tidak ada perubahan, sebaiknya kita kembali ke sekte kumbang merah dan melaporkan ini pada tetua "ucap Algojo satu.
"Baiklah ,aku setuju "ucap Algojo dua, kemudian mereka berkelebat pergi.
Setelah kepergian mereka Melati pun segera kembali untuk menemui Jaka dan melaporkan hasil pengintaiannya itu.
"Kamu sudah kembali melatih bagaimana hasilnya"tanya Jaka.
"lapor tetua, aku mendapati dua orang gundul, yang ternyata mereka di perintahkan oleh sekte kumbang merah untuk mengawasi sekte ini "ucap Melati.
"Dua Algojo gundul pasti mereka tidak salah lagi "gumam Jaka.
"Mengenai sekte kumbang merah , apakah kau tahu melati "tanya Jaka.
"Tahu tetua ,sekte itu berdekatan dengan sekte tombak terbang yang terletak di sebelah utara "jawab Melati.
__ADS_1
"Melati cepat cari tahu apa rencana mereka pada sekte ini "ucap Jaka.
"siap tetua "ucap melati kemudian langsung pergi.