
"Tapi yang jadi pertanyaan ku siapa kah orang yang telah menghancurkan sekte itu dan apa tujuannya"ucap Ratu racun.
"Ini memang menjadi pertanyaan besar bagi kita"ucap Sinjung Wanara.
Ki Balung Waja terdiam, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu mengenai hancurnya sekte bintang Utara itu .
"Jangan jangan ini ada hubungannya dengan peta harta Karun beberapa tahun lalu itu "ucap ki Balung Waja tiba tiba.
"Peta harta Karun ,apa maksud mu Balung Waja, coba jelaskan "ucap Sinjung Wanara .
"Begini, di sekte bintang Utara beberapa puluh tahun yang lalu pernah terdengar desas-desus tentang adanya sebuah peta harta Karun di sekte itu dan menurut rumor yang saya pernah dengar dulu Terpasura sengaja menyimpan peta itu untuk di berikan kepada tetua sekte bintang Utara yang berikutnya"ucap ki Balung Waja.
"Memangnya benar begitu Balung waja "tanya Sinjung Wanara merasa tertarik.
"Itu sudah menjadi rahasia umum Wanara, dulu berita itu sempat heboh namun anehnya kemudian berita itu sepi kembali, menurut pemikiran ku kemungkinan salah satu penyebab hancurnya sekte itu adalah ada orang yang menginginkan peta itu tapi Terpasura menolak nya hingga akhirnya terjadilah pertempuran yang tidak seimbang dan terbunuh lah seluruh murid di sekte itu "ucap ki Balung Waja.
"Masuk akal juga pemikiran mu itu Balung Waja, jika benar demikian kita tidak boleh tinggal diam,kita juga harus ikut memburu peta itu "ucap Sinjung Wanara merasa tertarik.
"Benar Wanara,tapi sepertinya hal itu tidak akan mudah sebab saya yakin pasti nanti akan ada banyak orang yang akan ikut juga memburu peta itu"ucap ki Balung Waja.
"Bagi ku tidak masalah walau demikian,asal kita mau kerjasama rintangan apa pun pasti bisa kita lewati "ucap Ratu racun.
"Kau benar Nyai , bagaimana menurut mu Balung Waja "tanya Sinjung Wanara.
"Baiklah,tapi kita perlu lihat perkembangannya dan bagaimana situasi nanti, jika tidak memungkinkan sebaiknya kita mundur untuk menghindari hal hal yang tidak perlu, bagaimana menurut kalian "tanya ki Balung Waja.
"tentu saja,aku juga tidak mau berbuat ceroboh untuk mengejar barang yang belum pasti itu "ucap Sinjung Wanara.
"Kalau begitu Sebaiknya kita harus cepat mencari tahu siapa yang menyerang sekte bintang Utara itu dan apa tujuannya,jika benar tujuan orang itu adalah peta harta Karun secepatnya kita harus cepat bergerak "ucap Sinjung Wanara.
"Mengenai hal itu kau tidak perlu khawatir Wanara secepatnya aku akan mengerahkan pasukan untuk mencari informasi siapakah orang di balik hancur nya sekte bintang Utara itu dan jika benar sesuai dengan pemikiran ku ,bahwa hancurnya sekte bintang Utara itu karena peta harta Karun secepatnya kita harus segera ambil tindakan"ucap Ki Balung Waja.
"Sebaiknya kau cepat kerahkan pasukan untuk menyelediki hal itu Balung Waja, supaya kita semakin yakin bahwa peta itu benar benar ada"ucap Sinjung Wanara mengingatkan.
"Baiklah "ucap Ki Balung Waja, kemudian ia pun segera memerintahkan pada seluruh pasukan terbaiknya untuk menyelediki orang di balik hancurnya sekte bintang Utara itu.
Sementara itu di sebuah hutan yang lebat Jaka membaringkan Dewi Pandan Arum di sebuah gubuk tua yang tidak berpenghuni karena tiba-tiba Dewi Pandan Arum terkena demam tinggi, Jaka segera memberikan pil padanya untuk meredakan suhu tubuhnya yang terasa sangat panas.
"Ini pasti gara gara semalam karena dia tidak tidur di tambah lagi udara yang begitu dingin makanya ia sampai jadi begini"ucap Jaka.
Jaka kemudian mengambil tempat duduk di dekat Dewi Pandan Arum yang terbaring itu,ia menatap wajah gadis di depannya yang tampak pucat itu ,ia kemudian teringat kata kata terakhir dari Terpasura bahwa dirinya titipkan untuk menjaganya.
"Kasihan sekali Dewi sudah di khianati adiknya di tinggal pula oleh gurunya sebuah cobaan hidup yang begitu berat baginya "ucap Jaka sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh ya kira kira apa isi gulungan yang di berikan oleh kakek guru malam itu"ucap Jaka ketika teringat gulungan yang di berikan Terpasura malam itu.
Jaka kemudian mengambil gulungan itu dari balik bajunya lalu membuka lebar lebar gulungan itu dan ternyata itu adalah sebuah peta.
Jaka memperhatikan peta itu dengan seksama , tapi semakin ia memperhatikan peta itu ia semakin pusing karena tidak mengerti.
"Apa kira-kira maksud dari peta ini dan ada apa sebenarnya di tempat ini"ucap Jaka sambil menunjuk gambar dalam peta itu.
Di saat Jaka sedang memperhatikan peta itu tiba-tiba muncul beberapa orang dengan berpakaian serba hitam yang tidak jauh dari gubuk yang ia tempati.
Melihat kedatangan orang orang itu Jaka segera memasukkan kembali gulungannya ke dalam bajunya.
__ADS_1
"Siapa orang orang itu apa sebenarnya yang mereka cari"ucap Jaka sambil memperhatikan gerak gerik orang orang itu.
"Cepat kalian menyebar cari gadis dan pemuda itu menurut informasi mereka lari ke sini"ucap salah satu orang yang berpakaian serba hitam itu yang tampaknya ketua mereka.
"Jangan jangan gadis dan pemuda apa yang mereka maksud itu aku dan Dewi, sebaiknya aku cari tahu apa tujuan mereka itu ucap Jaka, kemudian ia melesat menuju ke sebuah pohon.
Orang yang berpakaian serba hitam itu lalu mendekati gubuk yang di dalamnya terdapat Dewi Pandan Arum yang sedang berbaring itu.
"Ternyata gadis ini benar berada di sini ternyata tidak susah mencari keberadaan mu"ucap orang itu.
"Aku sudah menemukan perempuan itu ketua ..!!!"teriak orang itu memanggil teman temannya
"Rupanya benar mereka mencari Dewi, pasti orang orang ini ada hubungannya dengan pembantaian di sekte bintang Utara tadi malam itu"ucap Jaka sambil terus mengawasi orang orang itu.
Sesaat kemudian orang orang yang berpakaian serba hitam itu berdatangan ke gubuk tempat Dewi Pandan Arum berada tadi.
"Kenapa dia sendirian lalu di mana pemuda itu"ucap sang ketua.
"Tidak tahu ketua saya menemukan gadis ini terbaring sendiri di sini"ucap orang itu.
"Apakah kalian mencari ku"ucap Jaka langsung turun dari atas pohon .
"Pucuk di cinta ulam pun tiba, cepat kau serahkan peta itu pada ku , setelah itu kau boleh pergi dengan bebas dari sini "ucap ketua orang yang berpakaian serba hitam itu.
"Oh jadi, kalian mencari peta ini"ucap Jaka sambil menunjuk kan sebuah gulungan pada mereka.
"Benar cepat kau serahkan peta itu kepada ku, sebelum kesabaran ku habis"ucap sang ketua.
"Kau mau peta ini boleh boleh saja tapi jawab dulu pertanyaan ku"ucap Jaka.
"Apakah kalian yang telah membantai seluruh murid murid di sekte bintang Utara "ucap Jaka.
"Haaa.. haaaa....haaa.... kalau ya kau mau apa hah..!!"ucap sang ketua dengan mata melotot.
Mendengar perkataan orang itu mendidih lah darah di tubuh Jaka seketika,ia mengepalkan tangannya dengan sangat kencang.
"Kurang ajar ,hari ini juga kau harus terima pembalasan dari ku"ucap Jaka langsung berkelebat cepat kearah orang itu dan wess...dess braaak.. orang itu pun langsung terpental dan tidak berkutik lagi.
para bawahannya pun langsung terkejut melihat sang ketua tewas dalam satu serangan itu , rasa gentar pun langsung merayap di hati mereka.
"Aku tanya pada kalian siapa orang yang bertanggung jawab dan sekte mana yang telah berani menyerang sekte bintang Utara"tanya Jaka sambil menatap tajam pada tujuh orang yang berpakaian serba hitam itu.
Orang orang itu pun saling pandang memberikan kode pada sesama teman untuk segera kabur dari tempat itu.
Dan benar saja ketujuh orang itu langsung melesat cepat meninggalkan tempat itu dengan ilmu ringan tubuhnya.
"Kurang ajar , tidak akan ku biarkan kalian pergi dari sini walau seorang pun"teriak Jaka dengan penuh kemarahan,lalu melesat cepat mengejar orang itu dan langsung melepaskan pukulan badai menerjang karang pada mereka satu persatu wuuuuus.... wuuuuus..... wuuuuus... duuuaaarrr.. dalam sekejap saja satu persatu dari orang orang itu langsung terjatuh dan tidak berkutik lagi.
Dalam serangan itu tampak enam orang jatuh sekaligus dengan terbakarnya tubuh mereka.
Tinggal satu orang yang tampaknya bisa lolos dari serangan Jaka itu, namun tidak demikian rupanya Jaka sengaja tidak menggunakan pukulan badai menerjang karang karena ia ingin mendapatkan orang itu hidup hidup.
Hiiiiaaaat..... Jaka melesat cepat dengan ilmu terbang kemudian deeess.... brakkk orang itu terjatuh cukup keras sampai membentur pohon.
"Akh.... ampun..tuan.... ampun"ucap orang itu dengan meringis kesakitan.
__ADS_1
"Cepat katakan sekte mana yang telah menyerang sekte bintang Utara"ucap Jaka.
"Baiklah akan aku katakan"ucap orang itu.
"Cepat katakan"bentak Jaka.
Melihat kemarahan di wajah Jaka itu orang itu segera mengatakannya dan betapa terkejutnya Jaka setelah mengetahui sekte yang telah menghancurkan sekte bintang Utara itu.
Jaka segera meninggalkan orang itu, tapi tidak lupa dia memberikan hadiah padanya yaitu satu pukulan badai menerjang karangnya pada orang itu dan blaaaar..... duuuaaarrr.....meledaklah orang itu hingga orang tersebut pun tewas seketika dengan tubuh hangus.
Jaka segera kembali ke gubuk tempat dimana Dewi Pandan Arum berada , kemudian ia pergi membawanya pergi dari hutan itu karena ia merasa akan bahaya jika tidak cepat cepat meninggalkan hutan itu.
Tanpa Jaka dan Dewi pandan Arum ketahui ternyata di luar sana orang orang sudah gempar memperbincangkan tentang peta harta Karun itu entah siapa yang telah menyebarkan itu semua.
...----------------...
Selepas kepergian Jaka dari tempat itu lalu munculah seorang laki-laki tua dengan rambutnya yang sudah memutih .
penampilan orang itu cukup seram karena pakaiannya terbuat dari kulit harimau dan ikat kepala pun juga terbuat dari bahan yang sama dengan baju yaitu kulit harimau .
Tampak sebatang tongkat berukir kepala naga pada kepala tongkatnya yang ia pegang pada tangan kanannya, nama orang itu adalah Ki Lukito yang mempunyai julukan Setan tua dari gunung Lawu, seorang tokoh aliran hitam dari sekte tengkorak iblis yang tinggal di kaki gunung Lawu.
Ki Lukito tokoh aliran hitam yang sudah malang melintang di dunia persilatan dan namanya pun sudah di kenal di empat penjuru benua yaitu benua barat,benua timur,benua selatan dan benua Utara.
Selain Ki Lukito juga ada beberapa tokoh hitam yang seangkatan dengan dia yang bernama Dewa Racun Barat yang merupakan sahabat karibnya,jika kedua orang itu sudah muncul dapat di pastikan akan sulit sekali bagi siapa pun untuk menghentikan sepak terjang kedua orang itu.
Rupanya kemunculannya kali ini berkaitan dengan beredarnya berita tentang peta harta karun yang di miliki oleh Sekte bintang Utara, padahal Terpasura yakin benar bahwa peta itu tidak ada seorang pun yang tahu selain dirinya dan beberapa muridnya saja yang tahu akan hal itu.
Rupanya Ki Lukito baru saja pergi ke sekte bintang Utara, setelah mendapati sekte itu hancur kemudian ia pergi ke tempat hutan di mana Jaka berada dengan ilmu pelacaknya.
Ilmu pelacak adalah ilmu yang dapat mengetahui keberadaan seseorang lewat bekas yang di tinggalkan oleh orang yang bersangkutan, baik itu bekas kaki,bekas darah atau pun bekas lainnya pokoknya yang berhubungan dengan si pemilik bekas itu.
Melihat mayat yang bergelimpangan di tempat itu Ki Lukito segera memeriksa orang orang yang telah tewas itu, melihat berkas luka yang di alami oleh orang orang itu ia langsung mengerti bahwa orang orang tersebut terkena pukulan badai menerjang karang dan ia pun tahu betul siapa pemilik pukulan itu.
"Uhmm... sekte langit rupanya sekte itu sepertinya juga tertarik dengan peta harta Karun itu"ucap Ki Lukito lalu ia segera melesat meninggalkan tempat itu dan segera menuju ke arah barat.
Sementara itu di benua barat tepatnya di sekte Racun Barat tampak tetua sekte yaitu DEWA RACUN BARAT sedang bersama dengan beberapa orang muridnya yang berjumlah lima orang terlihat sedang berbicara serius .
Sepertinya mereka sedang membahas berita yang sedang ramai di perbincangkan oleh dunia persilatan kali ini yaitu tentang kemunculan peta harta Karun.
"Apakah kita akan bergerak sekarang tetua"tanya salah satu muridnya yang bernama Sancang.
"Tentu saja kita tidak boleh melewatkan kesempatan yang baik ini,kita harus bisa mendapatkan peta itu"ucap Racun Barat.
"Sepertinya tidak akan mudah untuk mendapatkan peta itu tetua ,karena banyak sekte yang juga menginginkan peta itu menurut pengamatan kami"ucap Priamitra.
"Benar apa kata priamitra tetua, dari hasil pengamatan kami berlima ada banyak para tetua sekte yang sudah mengirimkan mata matanya untuk mencari informasi tentang keberadaan peta itu "ucap Lanaroka.
"Itu wajar saja jika para tetua sekte menginginkan hal itu, biar bagaimana pun caranya kita harus bisa mendapatkan peta itu "ucap Racun Barat dengan tegas.
Haaa.....haaaa......haaa..., tiba-tiba terdengar suara tawa menggelegar di saat Dewa racun barat sedang berbincang-bincang itu sampai membuat kelima muridnya harus menutup telinga mereka Karena saking kuat suara tawa itu.
Mendengar suara tawa itu Racun Barat tampak tersenyum karena ia sudah tahu siapa yang telah datang itu.
"Selamat datang teman ku Setan tua dari gunung Lawu "ucap Racun Barat.
__ADS_1
Tiba-tiba muncullah ki Lukito di hadapan mereka , kemunculan Lukito yang tiba-tiba itu benar benar membuat terkejut kelima murid racun barat karena kemunculannya yang seperti setan itu,maka pantaslah kalau tetua mereka memanggilnya setan tua.