Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
mutiara batu prasasti


__ADS_3

Lalu mereka semua langsung melakukan pembicaraan mengenai rencana mereka itu, setelah lama berbicara mereka pun menemukan kesepakatan bahwa,tiga hari kemudian mereka akan berkumpul di sekte langit untuk sebelum melakukan penyerangan.


"Bagaimana pun caranya kita harus bisa menumpas mereka,kalau tidak ancaman akan terus melanda seluruh benua ini"ucap Jaka.


"Ya, dalam peperangan kali ini selain membantu Gusti prabu Dewantara untuk merebut kembali kerajaan Sangguling,juga untuk kedamaian di seluruh sekte ini, jangan sampai mereka melakukan hal yang sama seperti yang pernah mereka lakukan pada sekte Elang Putih dan sekte angin berhembus"ucap Melati.


Mendengar nama sektenya di sebut melati, Brawijaya dan Sanjaya pun heran, sebab mereka berdua tidak pernah merasa ada penyerangan pada sekte mereka masing masing.


"Maaf nona melati perasaan Sekte Elang Putih dan sekte angin berhembus aman aman saja, tidak ada kejadian apa pun pada sekte Elang Putih mau pun pada Sekte angin berhembus"ucap Brawijaya.


"Benar apa kata apa kata Brawijaya nona melati "ucap Sanjaya.


"Tentu saja ayah, karena mereka sudah di tumpas habis oleh para pasukan sekte langit, sebelum mereka berhasil sampai di sana"ucap Ratih.


"Apa....!!!!"Brawijaya dan Sanjaya pun terkejut mendengar ucapan Ratih itu.


"Untung lah kemarin tetua Jaka mengerahkan pasukan untuk menghadang para pasukan kerajaan Serigala api, kalau tidak mungkin sekte Elang Putih dan sekte angin berhembus sudah rata dengan tanah"ucap Melati.


"Sudah berkali kali sekte Elang Putih berhutang budi pada tetua jaka ,saya benar benar tidak tahu bagaimana cara membalas budi ini pada tetua "ucap Brawijaya.


"Saya dan seluruh orang orang di sekte angin berhembus mengucapkan banyak terima kasih pada tetua Jaka yang telah menyelamatkan sekte kami dari kehancuran "ucap Sanjaya.


"Tetua berdua tidak perlu merasa terbebani seperti itu, karena berkat Ratih, Arini, Sinta dan Lestari lah mereka dapat di tumpas habis paman, secara tidak langsung mereka mereka lah yang telah mengalahkan para pasukan kerajaan Serigala api itu "ucap Jaka.


"Tapi biar bagaimana pun kami berdua tidak bisa tenang sebelum bisa membalas jasa pada tetua "ucap Brawijaya.


"Mungkin jika suatu saat nanti kami membutuhkan bantuan kami pasti akan datang ke tempat paman berdua "ucap Jaka.


"Baik tetua kami akan selalu siap kapan saja jika tetua butuh bantuan kami "ucap Sanjaya.


Jaka tersenyum sambil mengangguk kan kepala mendengar perkataan dari Sanjaya itu.


"Oh ya ,tadi aku sempat bentrok dengan wanita yang bernama Ratu racun apakah tetua dan sesepuh sesepuh mengetahui orang yang bernama Ratu racun itu"tanya jaka.


Rawa Candra kemudian menoleh kepada Pranaraja.


"Apakah sesepuh mengetahui nama yang orang yang tetua Jaka sebut kan tadi"tanya Rawa Candra.


"Wanita yang tetua Jaka sebut kan tadi adalah salah satu orang yang berasal dari sekte kobra Hitam "ucap Pranaraja.


"Sekte kobra Hitam , siapa mereka sesepuh "tanya Jaka.


"Sekte kobra Hitam adalah sekte yang di pimpin oleh Sinjung Wanara yang terletak di kaki gunung welirang , kebanyakan orang orang di sekte itu semuanya adalah ahli racun tetua "ucap Pranaraja.


"Oh...jadi begitu "gumam Jaka.


"Tetua Jaka kemarin berhasil memukul telak wanita itu tetua hingga membuatnya terluka parah "ucap Ratih.


"Tetua Jaka harus hati-hati cepat atau lambat pasti sinjung Wanara akan melakukan pembalasan "ucap Pranaraja mengingatkan.


"sesepuh Pranaraja tidak perlu khawatir soal itu, jika mereka datang aku akan senang hati melayani "ucap Jaka dengan mantap.


"Tetua Jaka ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan pada tetua "ucap Rawa Candra.


"Apa itu tetua Rawa Candra "tanya Jaka penasaran.


"Sesepuh Pranaraja bagaimana kalau kita tunjukkan prasasti batu itu pada tetua Jaka "ucap Rawa Candra minta persetujuan dari sesepuh Pranaraja.


"Silahkan saja tetua siapa tahu tetua mengetahui prasasti batu itu "ucap Pranaraja.


"Kalau begitu mari tetua Jaka dan semua orang yang ada di sini ikut saya untuk melihat prasasti batu itu "ucap Rawa Candra.


Lalu Rawa Candra berjalan menuju ke tempat batu prasasti itu berada.


"Inilah prasasti batu yang saya maksudkan tadi tetua Jaka "ucap Rawa Candra.


Jaka memperhatikan batu besar yang berbentuk bulat sempurna itu,batu tersebut berwarna hitam legam di setiap dinding batu itu terdapat tulisan yang sudah memudar lamat lamat dan tidak jelas.


Jaka kemudian meraba permukaan batu itu ternyata sangat halus walau pun banyak di penuhi dengan debu di seluruh bagian batu itu.


"Sejak kapan batu prasasti ini di sini tetua"tanya Jaka.


"Sesepuh coba kau jelaskan mengenai batu ini pada tetua Jaka"pinta Rawa Candra.


"Batu ini sudah di sini sejak lama sekali tetua jaka, menurut tetua Kumbakarna batu ini sudah ada sebelum sekte ini berdiri, mengenai asal usul batu ini tetua Kumbakarna juga tidak mengetahuinya, pernah suatu hari tetua mencoba menghancurkan batu ini tetapi tidak berhasil, sepertinya batu ini dapat membuat perlawanan terhadap kekuatan yang mencoba menyerangnya"ucap sesepuh Pranaraja menjelaskan.


"Cukup menarik "ucap Jaka.


Jaka segera menempel tangannya ke permukaan batu itu dengan mengerahkan tenaganya dalam, tiba-tiba saja ia merasakan adanya perlawanan dari batu itu,jaka meningkatkan tenaga dalamnya untuk menekan kekuatan batu itu,tapi batu prasasti itu semakin kuat pula melawannya.

__ADS_1


Jaka kemudian melepaskan tangannya dari batu itu dan berjalan menghampiri sesepuh Pranaraja dan yang lainnya.


"Ternyata batu mempunyai kekuatan yang cukup besar sesepuh untuk mengetahui ada apa di dalam batu itu satu satunya cara adalah dengan menghancurkannya"ucap Jaka.


"Kalau tetua Jaka ingin menghancurkan batu Itu silahkan saja karena aku dan tetua Rawa Candra telah mencobanya beberapa kali tetap saja batu itu tidak mau hancur"ucap sesepuh Pranaraja.


"Apakah paman berdua mau coba menghancurkan batu itu "ucap Jaka menawarkan pada Brawijaya dan Sanjaya.


"Baik tetua aku juga penasaran dengan batu itu "ucap Brawijaya.


"Silahkan paman "ucap Jaka.


Brawijaya kemudian berjalan mendekati batu itu, lalu ia segera mengerahkan seluruh kekuatannya hiiiiaaaat........ hiiiiaaaat..... wuuuuus... pukulan dahsyat Brawijaya meluncur deras ke arah batu itu duuuaaarrr....asap mengepul setelah pukulannya mengenai batu prasasti itu.


Setelah beberapa lamanya asap yang menyelubungi batu pun menghilang, Brawijaya langsung terkejut mendapati batu itu masih kokoh seperti semula.


"Padahal aku sudah mengeluarkan pukulan terkuat yang ku miliki "ucap Brawijaya.


"Brawijaya minggirlah sekarang giliran ku"ucap Sanjaya,


"Silahkan Sanjaya aku sarankan kamu untuk menggunakan pukulan terkuat yang kau miliki"ucap Brawijaya.


"Sudah pasti Brawijaya"ucap Sanjaya langsung mengambil ancang-ancang dan wuuuuus.... pukulan pun ia lepaskan dan duuuaaarrr..........asap tebal kembali menyelimuti batu itu tapi hasilnya tetap sama seperti yang di lakukan oleh Brawijaya.


"Batu macam apa itu sebenarnya, kenapa kuat sekali"gumam Sanjaya sambil menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana paman"tanya Jaka.


"Batu itu sangat kuat tetua, aku benar benar tidak mampu"ucap Sanjaya.


"Melati dan Ratih apakah kalian juga tertarik untuk mencoba menghancurkan batu itu"tanya Jaka.


"Benar tetua"ucap mereka berdua.


"Bagaimana kalau kita serang secara bersamaan melati"tanya Ratih.


"Baiklah mari kita coba menyerangnya secara bersamaan"ucap melati kemudian melesat cepat mendekati batu itu, melihat melati sudah bergerak Ratih pun segera menyusulnya.


Ratih dan Melati segera mengerahkan kekuatannya hiiiiaaaat...... wuuuuus.... duuuaaarrr....... goncangan dahsyat pun mengguncang tempat itu.


Brawijaya dan Sanjaya terperanjat merasakan kekuatan yang di keluarkan oleh melati dan Ratih tadi, mereka berdua dapat merasakan kalau kekuatan Ratih sekarang bertambah kuat.


Ternyata pukulan mereka berdua tetap saja belum bisa menggoyahkan pertahanan batu prasasti itu.


"Sialan batu itu ternyata kuat sekali "ucap melati kemudian kembali ke tempatnya begitu pula Ratih.


"Sekarang cobalah tetua Jaka yang mencobanya siapa tahu tetua berhasil menghancurkan batu itu"ucap sesepuh Pranaraja.


"Baiklah aku akan mencobanya"ucap Jaka segera melesat menghampiri batu.


Jaka langsung mengerahkan tenaga dalamnya hiiiiaaaat..... tempat itu seketika bergetar oleh kekuatan yang Jaka kerahkan.


Orang orang yang ada di situ langsung membentengi dirinya dengan tenaga dalamnya supaya tidak terhempas.


"Ini kah kekuatan dari tetua sekte langit yang sebenarnya, ternyata waktu itu dia belum mengeluarkan semua"ucap Rawa Candra dengan terperanjat.


"Kekuatannya sungguh menakutkan, seperti kekuatan dewa saja"ucap Brawijaya.


Jaka langsung melepaskan pukulannya wuuuuus... duuuaaarrr... goncangan hebat pun langsung terjadi di tempat itu.


Asap tebal pun menyelimuti batu itu, semua mata langsung tertuju pada kepulan asap tebal itu,lama kelamaan asap tebal pun menghilang, namun batu itu tetap tidak bergeming meski pun goncangan dahsyat telah mengguncang nya.


Orang orang di situ saling berpandangan mereka seakan tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya itu.


"Kalian mundur lah lebih jauh lagi"ucap Jaka memperingatkan.


Mereka semua yang ada di situ pun segera melesat menjauhi tempat itu.


"Sepertinya tetua akan mengeluarkan tenaga dalam yang lebih kuat lagi"ucap melati.


"Benar melati kita harus peringatkan semua orang supaya segera mengerahkan tenaga dalamnya sebelum tetua mengeluarkan kekuatannya "ucap Ratih.


"Kalian semua cepat kerahkan kekuatan kalian sekarang juga "ucap Melati.


Jaka kembali mengerahkan kekuatannya hiiiiaaaat..... pedang awan naga petir keluar lah ... kemudian slaaaap..... angin berhembus kencang dan langit pun seketika berubah menjadi hitam dengan petir meledak ledak setelah pedang awan naga petir itu Jaka keluar kan.


"Kekuatan macam apa ini kenapa tiba-tiba langit berubah menjadi gelap"ucap Rawa Candra.


"Sungguh mengerikan kekuatan tetua Jaka sampai sampai aku tidak sanggup menahan hempasan tenaganya "ucap Pranaraja dengan keterkejutan.

__ADS_1


"Pantas sekte langit menjadi sekte terkuat ternyata kekuatan tetua seperti ini"ucap Brawijaya sambil mengerahkan tenaga dalamnya untuk menekan hempasan kekuatan Jaka.


Sanjaya juga tidak kalah terkejut mendapatkan tekanan kekuatan Jaka itu,ia meningkatkan tenaga dalamnya hampir sampai ke puncak untuk melindungi dirinya.


Pedang awan naga petir di tangan Jaka menyala nyala dan petir pun menyambar nyambar ke setiap penjuru tempat itu.


"Ini adalah usaha terakhir jika tetap tidak mau hancur ku akui kekuatan mu batu prasasti"ucap Jaka.


Hiiiiaaaat....... Jaka pun segera mengayunkan pedangnya wuuuuus...... duuuaaarrr..... duuuaaarrr... ledakan hebat pun langsung mengguncang tempat itu lebih dahsyat lagi.


Semua orang yang ada di situ dipaksa harus terpental karena tidak sanggup menahan ledakkan batu yang beradu dengan kekuatan Jaka itu.


Jaka segera menyimpan pedangnya kembali dan seketika langit pun terang kembali seperti semula.


"Sungguh menakutkan kekuatan tadi"ucap Rawa Candra .


"sungguh mengerikan akibatnya jika ada yang berani menyinggung Sekte Langit "ucap Pranaraja dengan bergidik ngeri.


Melati dan Ratih pun segera berdiri dan menatap kearah kepulan asap yang masih belum reda itu.


"Apakah tetua berhasil melati "tanya Ratih.


"Entahlah Ratih kita belum tahu sebelum asap itu menghilang "ucap Melati.


Pandangan semua kembali tertuju pada kepulan asap itu dengan hati yang berdebar debar.


Waktu yang dinanti itu pun tiba asap tebal itu akhirnya hilang pelan pelan.


Sebuah mutiara sebesar telur tergeletak di antara puing puing batu itu dengan memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata.


Tiba-tiba mutiara itu melayang ke arah Jaka kemudian masuk ke dalam tubuhnya,jaka seketika menjerit kesakitan setelah mutiara itu masuk ke dalam tubuhnya.


"Akh...... aaaaaaaakhh.... teriak Jaka dengan keras.


Semua orang yang ada di situ seketika berubah menjadi panik melihat peristiwa itu.


"Jaka......"teriak Ratih kemudian berlari ke arah Jaka, namun melati bergegas mencegahnya.


"Jangan mendekat melati,aku yakin tetua tidak akan apa apa "ucap Melati walau pun dalam hatinya sendiri penuh dengan kekhawatiran.


kejadian aneh terjadi pada nya tiba-tiba tubuh Jaka di selimuti cahaya yang berwarna merah keputih putihan,itu adalah proses penyatuan antara tubuh Jaka dengan mutiara tadinya .


Tidak berapa lama kemudian proses penyatuan mutiara di tubuh Jaka pun selesai.


Jaka lalu membuka matanya dia merasakan tubuhnya begitu ringan dan kekuatan besar di sekujur tubuhnya.


hiiiiaaaat....... Jaka kemudian menghempaskan tenaga dalamnya , namun tidak berpengaruh apa karena itu hanya tenaga dalam sisa sisa dari penyatuan mutiara tadi.


"Kau baik baik saja Jaka"tanya Ratih.


Jaka hanya mengangguk mendengar pertanyaan dari Ratih itu kemudian menghampiri semua orang dari tadi menatapnya.


"Mutiara apa itu tadi tetua"tanya Pranaraja.


"Aku juga tidak tahu sesepuh Pranaraja"ucap jaka.


"Sepertinya mutiara itu sudah menyatu dengan tubuh tetua"ucap Pranaraja.


"ini adalah sebuah berkah bagi mu tetua"ucap Rawa Candra.


"Aku merasakan seperti ada yang lain di tubuh ku Rawa Candra, bagaimana kalau kita berdua bertarung aku ingin tahu seberapa besar kekuatan ku ini "ucap Jaka.


Semua orang terkejut mendengar permintaan Jaka itu , kemudian Pranaraja segera menawarkan dirinya.


"Bagaimana kalau aku yang melayani tetua"ucap Pranaraja.


"Aku ingin kalian berdua sekaligus dan aku minta kalian serang aku dengan kekuatan terkuat yang kalian miliki"ucap Jaka.


"Sesepuh mari kita penuhi permintaan tetua jaka untuk menyerangnya dengan kekuatan terkuat kita"ucap Rawa Candra.


"Baiklah "ucap sesepuh Pranaraja.


"Sepertinya ini akan menjadi pertunjukan kekuatan yang dahsyat Brawijaya "ucap Sanjaya kemudian melesat menjauhi tempat pertarungan itu.


"Ratih dan nona melati cepatlah kalian berdua menyingkir lah "teriak Brawijaya.


Tanpa pikir panjang lagi mereka berdua segera melesat menjauhi tempat itu.


Rawa Candra dan Pranaraja segera menyiapkan jurus nya begitu melihat Jaka memasang kuda kudanya.

__ADS_1


__ADS_2