Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Tim pemburu


__ADS_3

"Gawat sepertinya para pasukan itu telah sampai ke mari"ucap Melati dengan cemas.


"Ini ada apa nona , kenapa begitu banyak mayat di sana sini"tanya Rawa Candra.


"Mereka adalah orang orang dari kerajaan Sangguling yang sedang mencari tetua Jaka"ucap melati kemudian mempercepat langkahnya menuju ke tempat Ratih.


Sejurus kemudian melati yang di belakangnya di ikuti Rawa Candra dan Banjar Samudra akhirnya tiba di tempat itu.


"Ratih bagaimana keadaan mu"Tanya Melati begitu sampai di tempat Ratih.


"Aku tidak apa apa melati , sebaiknya kita harus cepat cepat meninggalkan tempat ini"ucap Ratih.


"Jadi mereka sudah tahu tempat persembunyian ini Ratih"tanya melati.


"Benar melati ada beberapa orang dari pasukan itu yang berhasil melarikan diri dari sini ,aku takutnya pasukan itu akan datang kemari dengan membawa pasukan yang lebih kuat lagi"ucap Ratih menerangkan.


"Berapa orang dari pasukan kita yang tersisa "tanya melati.


"Sepertinya tinggal enam puluh orang melati "jawab Ratih.


"Sebaiknya aku harus secepatnya mengirim orang ke sekte langit untuk segera mengirimkan bantuan "gumam melati.


"Bagaimana dengan usaha mu mencari bahan obat melati apakah kau berhasil mendapatkannya "tanya Ratih.


"Iya Ratih aku berhasil mendapatkan semua bahan obat yang di butuhkan untuk mengobati luka tetua dan wanita itu "ucap Melati.


"Baguslah kalau begitu ,lalu siapa mereka berdua itu melati "tanya Ratih ketika melihat Rawa Candra dan Banjar Samudra.


"Mereka sepertinya teman lama tetua Ratih, tadi untung saja tuan itu mau bermurah hati memberikan bahan obat ini pada ku, kalau tidak mungkin aku akan kesulitan untuk mencarinya "ucap melati menerangkan.


Melati memperhatikan kedua orang itu ada dengan dalam dalam, kemudian ia pun mendekati kedua orang itu.


"Bukankah tuan berdua yang waktu itu ikut bertempur melawan sekte kumbang merah "tanya Ratih.


"Ternyata nona mempunyai ingatan yang begitu tajam"ucap Rawa Candra.


"Saya ucapkan terima kasih atas kemurahan hati tuan yang sudah berbaik hati memberikan bahan obat pada kami "ucap Ratih.


"Nona tidak perlu sungkan begitu ,itu cuma hal yang sepele nona ,oh ya perkenalkan nama ku Rawa Candra dan teman ku ini ..


"Banjar Samudra nona "ucap Banjar Samudra memperkenalkan dirinya.


"Saya Ratih dan itu teman ku melati "ucap Ratih yang juga menyebutkan namanya.


"Sebaiknya kita cepat memberikan obat ini pada tetua melati"ucap Ratih.


"Kau benar Ratih,mari tuan Rawa Candra dan tuan Banjar Samudra kita ke dalam"ucap melati.


"Baiklah ayo Banjar Samudra kita ikut masuk"ucap Rawa Candra.


Keempat orang itu kemudian bergegas masuk ke dalam rumah , setelah di dalam melati langsung membuat obat dari bahan bahan yang tadi di bawahnya.


Rawa Candra sangat terkejut setelah ia melihat luka Jaka yang begitu parah, begitu juga dengan Banjar Samudra .


"Maaf nona apakah kemarin tetua Jaka terlibat pertarungan dengan orang yang bernama Sanca Buana"tanya Banjar Samudra setelah mengamati luka pada dada Jaka.


"Benar tuan Banjar kemarin ia sempat bentrok dengan nya, apakah ada sesuatu hingga tuan Banjar Samudra bertanya begitu"tanya melati sambil menaburkan obat ke dada Jaka yang luka.


"Aku sangat mengenali luka yang diderita oleh tetua Jaka ini nona melati,dia terkena pukulan tapak iblis"ucap Banjar Samudra.


"Tapak iblis , apakah itu berbahaya tuan Banjar"tanya melati .

__ADS_1


"Setahu saya orang yang terkena pukulan itu tidak akan bertahan lama nona karena pukulan itu langsung membuat jantung dan hati cepat membusuk,tapi anehnya kenapa tetua Jaka masih dapat bertahan sejauh ini "ucap Banjar Samudra.


"Sepertinya tetua Jaka mempunyai daya tahan tubuh yang begitu kuat Banjar Samudra saya yakin jika itu orang lain yang terkena pukulan tapak iblis itu tidak akan mampu bertahan selama ini "ucap Rawa Candra yang dari tadi menjadi pendengar.


"Sepertinya memang begitu Rawa Candra"ucap Banjar Samudra merasa sangat kagum dengan kemampuan Jaka itu.


"Nona melati bukan kah ini adalah putri Candra Kirana"tanya Banjar Samudra ketika melihat dan mengenali seorang perempuan berbaring di samping Jaka.


"Kau benar tuan dia adalah putri Candra Kirana ia berhasil di bawa oleh tetua sampai ke sini"jawab Melati.


Banjar Samudra dan Rawa Candra tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini pada kerajaan Sangguling.


Setelah mengobati Jaka dan putri Candra Kirana kemudian melati dan Ratih mengajak Rawa Candra dan Banjar Samudra untuk melihat keadaan raja Dewantara dan pangeran Bratadewa serta yang lainnya.


Rawa Candra dan Banjar Samudra langsung tercekat setelah mengetahui bahwa raja Dewantara beserta pangeran Bratadewa juga terbaring lemah di tempat itu.


Nona melati apa sebenarnya yang telah terjadi dengan kerajaan Sangguling kenapa raja Dewantara dan pangeran Bratadewa serta Putri Candra Kirana semuanya berada di sini "tanya Banjar Samudra dengan penuh perasaan heran.


"Ini lah akibat pemberontakan yang di pimpin oleh Sanca Buana tuan Banjar "ucap melati sambil memeriksa luka yang di alami oleh raja Dewantara dan yang lainnya.


Rawa Candra dan Banjar Samudra langsung terbelalak matanya mendengar hal itu dari penjelasan melati.


"Orang itu benar benar sudah keterlaluan padahal kerajaan Sangguling adalah sekutu dekat mereka, kenapa sampai Sanca Buana tega mengkhianatinya "ucap Banjar Samudra dengan geram.


"Ini sungguh sulit di percaya, karena jika dilihat dari hubungan raja Dewantara dan Sanca Buana itu sangat begitu mesra,saya tidak mengira akan berakhir seperti ini"sahut Rawa Candra.


"Ya, Rawa Candra aku juga tidak habis pikir bisa bisanya Sanca Buana mengkhianati raja Dewantara "ucap Banjar Samudra.


"Itulah manusia tuan Banjar,di mulutnya dia berkata manis tapi di hatinya siapa yang bisa menebaknya "ucap Melati sambil membersihkan tangannya yang terkena obat.


"Nona benar memang sifat manusia ada yang seperti itu, tapi apa tujuan sebenarnya dari tindakan Sanca Buana itu,aku benar benar tidak mengerti"ucap Rawa Candra.


"Menurut pengamatan ku selama ini mengawasi pergerakan mereka,Sanca Buana akan melakukan penyerangan pada kerajaan kerajaan lainnya yang tidak mau tunduk pada tetua Agung "ucap melati.


"Tetua agung ,lagi lagi dia kenapa setiap ada sesuatu yang terjadi selalu dia terlibat di dalamnya, aku benar benar muak dengan orang yang bernama tetua Agung itu"ucap Rawa Candra dengan rasa geram, karena teringat dengan nasib ayah dan seluruh kekuatannya.


'Banjar Samudra , apakah kau tahu siapa orang yang bernama tetua Agung itu, kenapa sewaktu saya di sekte kumbang merah aku tidak pernah berjumpa dengan nya "tanya Rawa Candra.


"Ummm...setahu saya tetua agung itu adalah tetua dari sekte serigala Api"ucap Banjar Samudra.


"Tetua sekte serigala Api "tanya Ratih merasa asing dengan nama sekte itu.


"Benar tetua sekte serigala Api, sekte serigala Api adalah sekte yang mempunyai begitu banyak pasukan bisa di katakan sekte serigala Api adalah gudangnya orang orang sakti dan jujur saja selama menjabat sebagai tetua sekte kumbang merah aku juga belum pernah melihat apa lagi bertemu dengan tetua sekte serigala api itu nona Ratih"ucap Banjar Samudra.


Rawa Candra sangat terkejut mendengar penjelasan dari Banjar Samudra barusan itu.


"Jadi walau pun kau sudah lama menjabat sebagai tetua sekte kumbang merah, kamu masih juga belum pernah melihat wajah dari tetua Agung itu "tanya Rawa Candra dengan rasa tidak percaya.


"Ya padahal sekte kumbang merah dan sekte serigala api sudah lama bergabung dengan sekte serigala api"ucap Banjar Samudra.


Mendengar percakapan mereka berdua Ratih dan melati pun baru tahu kalau Rawa Candra dan Banjar Samudra adalah sisa sisa orang dari sekte kumbang merah.


"Aku benar benar tidak menduga kalau kalian berdua ternyata adalah orang orang dari sekte kumbang merah, tapi kenapa waktu itu kalian ikut bersama kami menyerang sekte itu apa tujuan kalian yang sebenarnya "tanya Ratih timbul rasa curiga pada Rawa Candra dan Banjar Samudra.


"Nona jangan salah paham dulu pada kami, memang benar kami dulu adalah orang orang dari sekte kumbang merah tapi itu sudah menjadi masa lalu kami sekarang ini"ucap Banjar Samudra mencoba menghilangkan rasa curiga pada Ratih.


"Perlu nona ketahui Banjar Samudra ini adalah salah satu orang yang menjadi korban dari pengkhianat dan kekejaman dari Sanca Buana,jadi nona berdua tidak perlu menaruh rasa curiga pada kami berdua"ucap Rawa Candra.


Mendengar penjelasan dari Rawa Candra dan Banjar Samudra itu Ratih dan melati akhirnya pun dapat mengerti kenapa mereka berdua waktu itu ikut menyerang sekte kumbang merah.


Di saat mereka sedang berbincang-bincang itu datang salah satu pasukan pengintai sekte langit yang menghadap pada melati dan Ratih.

__ADS_1


"Lapor nona , pasukan berkuda dalam jumlah yang cukup besar sedang dalam perjalanan menuju kemari,kira kira dalam waktu setengah hari kemungkinan mereka sampai di tempat ini, karena mereka adalah pasukan khusus pemburu"ucap pasukan pengintai itu.


Banjar Samudra langsung tercekat mendengar laporan pasukan pengintai itu.


"Ini gawat nona melati secepatnya kita harus pindahkan orang orang ini ke tempat lain"ucap Banjar Samudra.


"Ya kau benar tuan Banjar Samudra,kita tidak bisa meremehkan pasukan pemburu itu"ucap melati segera berfikir untuk bertindak.


"Memangnya kenapa dengan pasukan pemburu itu tuan Banjar Samudra, kenapa kau begitu sangat terkejut mendengar nama pasukan pemburu itu "tanya Ratih dengan tidak mengerti.


"Dengar nona pasukan pemburu adalah pasukan khusus yang di miliki oleh Sekte serigala api untuk melacak dan mencari orang yang sulit di tangkap , para pasukan itu selain berilmu tinggi juga pandai mencari jejak yang tidak bisa di lakukan oleh pasukan lain "ucap Banjar Samudra.


"Benar benar celaka kalau begitu "ucap Ratih yang seketika khawatir dengan keselamatan Jaka.


"Lebih baik kita cepat berkemas , untuk saat ini kita tidak akan mampu melawan mereka selain jumlah kita sedikit kita juga harus menjaga orang orang yang terluka itu "ucap Rawa Candra.


"Pasukan pengintai cepat kau siapkan kereta untuk membawa tetua dan raja Dewantara serta para pengawalnya "perintah melati.


"Baik nona"ucap orang itu segera pergi dari hadapan melati.


Kemudian melati memerintahkan para pasukan sekte langit lainnya untuk segera berkemas kemas.


Tidak lama kemudian kereta pun telah siap tanpa menunggu lama para pasukan sekte langit segera memasukkan raja Dewantara dan yang lainnya ke dalam kereta.


"Lalu tujuan kita kemana melati"tanya Ratih.


Melati tidak tahu akan membawa orang-orang itu kemana karena dalam pikirannya saat ini yang penting kabur dulu sejauh mungkin masalah tujuan bisa dipikirkan sambil jalan.


"Bagaimana kalau kita ke timur,kurasa kearah sana mungkin lebih aman"ucap Rawa Candra.


"Baiklah kita ke arah timur, cepat jalankan kereta, aku akan berjalan di belakang untuk berjaga jaga, Ratih dan tuan Rawa Candra pimpin lah jalan , cepat kita tidak punya waktu"ucap melati merasa sedikit panik.


"Baiklah ,ayo tuan Rawa Candra kita pimpin perjalanan ini"ucap Ratih.


Rawa Candra pun segera mendampingi Ratih untuk memimpin perjalanan itu.


"Dengar para pasukan pengintai aku ingin membagi tugas pada kalian berempat,dua orang bertugas menghapus jejak dua orang lagi untuk kembali ke sekte, jika kalian berjumpa dengan pasukan Sekte Langit yang ke sini katakan untuk langsung menuju ke arah timur "ucap melati.


"Baik nona "ucap orang itu segera berkelebat pergi meninggalkan desa Sekaten.


Setelah memberikan perintah itu Melati segera menyusul Ratih dan yang lainnya yang telah berjalan lebih dulu.


Bunyi suara kaki kuda tampak bergemuruh memenuhi jalanan,di atas punggung kuda itu tampak orang orang yang berpakaian serba hitam dengan penutup wajahnya yang juga berwarna hitam, mereka tidak lain adalah para pasukan pemburu yang di tugaskan untuk mencari Jaka dan keluarga kerajaan.


Dalam mengemban misinya pasukan pemburu itu tidak pernah mengalami yang namanya kegagalan , karena gagal berarti mati bagi mereka.


selain memiliki tim pemburu sekte serigala Api juga memiliki tim pengintai dan tim pembunuh, ketiga tim pasukan khusus itu memiliki tugasnya masing-masing.


Tim pemburu adalah tim yang tugas memburu orang orang yang sulit di temukan.


Tim pembunuh adalah tim yang tugas nya khusus membunuh orang yang sulit ditundukkan seperti tetua sekte yang membangkang dan tim pengintai adalah tim yang tugasnya khusus mencari informasi atau berita yang dibutuhkan sebelum sekte serigala api melakukan penyerangan atau yang lainnya.


Setiap tim di pimpin oleh seorang jenderal yang kemampuannya lebih tinggi dari pasukan yang dipimpinnya.


Nama nama pemimpin itu adalah Nilam cahaya tim pembunuh,Kamandaka tim pemburu dan Sayuto tim pengintai.


Ketiga tim khusus itu ada di bawah perintah Sanca Buana, karena dia adalah orang kepercayaan sekaligus wakil dari tetua Agung.


Setelah lamanya menempuh perjalanan akhirnya para tim pemburu pun sudah sampai di desa Sekaten.


Kamandaka sebagai tetua tim segera membagi pasukan itu menjadi dua bagian dengan begitu pencarian akan menjadi lebih mudah.

__ADS_1


Para pasukan pemburu itu langsung bergerak dengan menyisir seluruh tempat di desa sekaten mereka memeriksa setiap rumah para penduduk.


Kamandaka sebagai pemimpin tim itu menunggu hasil laporan anak buahnya dengan duduk di atas kudanya sambil mengawasi keadaan di tempat itu.


__ADS_2