
Karena hari sudah mulai gelap dan sebentar lagi malam Jaka segera mencari penginapan untuk beristirahat.
Setelah berkeliling sekian lama akhirnya ia pun menemukan sebuah penginapan yang di carinya, penginapan yang Jaka temui itu cukup ramai dan juga cukup besar karena berlantai dua.
Jaka segera masuk ke penginapan itu kemudian segera memesan sebuah kamar kepada kasir.
"Aku membutuhkan sebuah kamar apakah masih ada tuan"tanya Jaka.
Pelayanan penginapan tidak seraya menjawab pertanyaan Jaka itu,tapi malah memperhatikan penampilan Jaka dari ujung rambut hingga ujung kaki , nampak ada keraguan dalam hati pelayanan penginapan itu setelah memperhatikan penampilan Jaka yang di anggap biasa biasa saja.
"Maaf tuan penginapan di sini lumayan mahal untuk satu malamnya, apakah tuan yakin sanggup untuk membayarnya"ucap pelayan itu dengan tatapan meremehkan.
"Coba tuan sebutkan berapa harganya untuk satu malam penginapan ini"ucap Jaka.
"Harga untuk satu malam di sini adalah Lima keping uang emas apakah tuan sanggup membayarnya"ucap pelayan itu dengan sedikit rasa malas melayani Jaka.
"Kalau begitu aku ingin menginap di sini lima malam dan ini uangnya"ucap Jaka seraya meletakkan beberapa keping uang emas di meja pelayan itu.
Pelayan itu pun seraya terkejut melihat Jaka membayar lebih untuk lima malam.
"Ini kuncinya tuan dan uang yang tuan bayarkan ini terlalu berlebihan"ucap pelayan itu ketika menghitung uang jaka ia pun langsung bersikap sopan kepada nya.
"Kelebihannya untuk membayar makanan tolong bawakan makanan itu ke kamar saya"ucap Jaka,lalu mengambil kunci dari pelayan itu kemudian langsung menuju ke kamarnya.
"Baik tuan"ucap pelayan itu sambil memandang kepergian Jaka.
Karena badannya merasa lelah dan letih Jaka langsung membaringkan tubuhnya, sambil memikirkan langkah selanjutnya.
Di saat Jaka sedang rebahan itu terdengar bunyi orang mengetuk kamarnya.
"Tok....tok...tok..tok...saya mengantar makanan pesanan tuan "ucap orang itu yang tidak lain adalah pelayan penginapan.
"Masuk saja pintu tidak di kunci "sahut Jaka.
Pelayanan penginapan itu segera membuka pintu lalu meletakkan makanan yang di bawanya di atas meja dekat tempat tidur Jaka.
"Ini makanannya tuan "ucap pelayan itu.
"Terima kasih "ucap Jaka.
"Sama sama tuan"ucap pelayan itu.
Setelah meletakkan makanan itu pelayanan tadi segera keluar meninggalkan Jaka.
Karena merasa sudah lapar sejak tiba di Jatiwaringin Jaka pun segera menyantap makanan yang berada di meja tadi.
"Sepertinya akan terjadi sesuatu yang heboh di kerajaan Sangguling sebentar lagi "ucap Jaka di sela sela makannya itu.
Namun ia tidak memperdulikan hal itu, karena tujuannya datang ke Sangguling adalah mencari tahu apa sebabnya maksud dari pangeran Bratadewa yang berniat menuju ke sekte langit kemarin itu.
Sementara itu di lantai bawah terdengar orang-orang ramai sedang memperbincangkan tentang keadaan pangeran Bratadewa yang tengah terluka karena bentrok dengan seseorang.
Ternyata dugaan Jaka benar,baru saja ia berucap seperti itu orang orang di penginapan yang berada di lantai bawah yang sedang makan terlihat sedang memperbincangkan tentang pangeran Bratadewa.
"Menurut orang yang berani membuat pangeran sampai luka parah seperti itu pasti hidupnya tidak akan lama lagi"ucap salah satu pengunjung itu.
"Benar ,karena prabu Dewantara pasti tidak akan mengampuni orang itu"sahutnya temannya.
Berita terlukanya pangeran Bratadewa sekilas cepat menyebar ke seluruh rakyat Sangguling.
Raja Dewantara yang saat itu di Balairung istana begitu murka pada Sujiwo dan keempat Senopati lainnya yang tidak becus menjaga sekaligus melindungi anaknya itu.
"Aku ingin tahu bagaimana kejadian ini bisa menimpa Bratadewa,aku minta kau jelaskan kejadian ini sejelas jelasnya Sujiwo"perintah raja Dewantara.
"Ampun Gusti prabu semua ini adalah kesalahan dari orang yang bernama Jaka yang telah berani merendahkan pangeran Bratadewa gusti"ucap Sujiwo.
"Merendahkan bagaimana maksud mu Sujiwo cepat katakan dan jangan berbelit-belit pada ku"ucap raja Dewantara dengan suara keras.
Kemudian Sujiwo langsung menjelaskan kronologi kejadian kemarin yang menimpa pangeran Bratadewa dan juga dirinya.
Raja Dewantara langsung berang mendengar cerita Sujiwo itu, karena secara tidak langsung orang yang bernama Jaka itu telah menginjak injak harga dirinya.
__ADS_1
"Ini adalah tanggung jawab mu Sujiwo untuk menangkap sekaligus menghukum orang yang bernama Jaka itu "ucap raja Dewantara.
"Ampun Gusti prabu, orang yang bernama Jaka itu kesakitannya sungguh jauh di atas kami sepertinya akan sulit bagi hamba untuk menangkap orang itu"ucap Sujiwo dengan menundukkan kepalanya semakin dalam.
"Apakah kamu merasa tidak sanggup untuk menangkap orang itu haah. ..."ucap raja Dewantara dengan geram pada ketidak kemampuan Sujiwo.
"Benar Gusti , karena orang itu merupakan salah satu murid dari sekte Langit "ucap Sujiwo.
"Sekte Langit kamu bilang, kenapa kamu bisa bisanya terlibat dengan salah satu murid dari sekte itu "ucap raja Dewantara dengan terkejut campur kesal.
Padahal niatnya untuk mengajak sekte itu bergabung sekarang malah sebaliknya,raja Dewantara benar benar kecewa dengan sikap Sujiwo yang tidak bisa membawa diri itu.
"Ayah seperti luka Kakang Bratadewa sulit untuk di sembuhkan "ucap Candra Kirana tiba tiba.
Raja Dewantara langsung menoleh ke Candra Kirana , yang saat itu datang dengan seorang tabib yang baru saja mengobati Bratadewa.
"Apa benar begitu tabib"tanya raja Dewantara kepada tabib di samping Candra Kirana itu.
"Benar Gusti prabu luka yang diderita pangeran Bratadewa sungguh sangat parah selain menghitam bagian dadanya juga melepuh Gusti"ucap tabib itu dengan menundukkan kepalanya.
"Kurang ajar,aku tidak mau tahu bagaimana mana pun caranya Bratadewa harus bisa di sembuhkan "ucap raja Dewantara.
"Maaf Gusti prabu jujur saja hamba tidak sanggup untuk mengobati pangeran Bratadewa karena hamba belum pernah menangani luka yang begitu mengerikan seperti itu"ucap tabib dengan pasrah.
Raja Dewantara menggelengkan kepalanya mendengar perkataan dari tabib di hadapannya itu.
"Senopati Dewangga apakah kau punya solusi untuk mengatasi masalah luka Bratadewa itu"tanya raja Dewantara.
"Bagaimana kalau guru ku mencoba untuk mengobati pangeran Bratadewa gusti, karena guru ku juga ahli dalam bidang pengobatan "ucap Senopati Dewangga.
"Baiklah secepatnya kau panggil dia kemari "ucap raja Dewantara.
"Lalu bagaimana dengan sekte langit, apakah kita akan membiarkan begitu saja setelah salah satu muridnya itu melukai kakang Bratadewa ayah "tanya Candra Kirana.
"Tentu saja tidak ,tapi kita tidak boleh gegabah untuk menyelesaikan masalah ini, karena yang kita hadapi bukanlah sekte sembarangan"ucap raja Dewantara.
"Gusti prabu benar sekte langit adalah sekte terkuat yang selama ini belum ada sekte lain yang mampu menandingi kekuatan sekte itu "ucap Senopati Dewangga.
"Benar ayah bagaimana pun juga sekte langit harus membayar atas perbuatan muridnya yang telah melukai kakang Bratadewa"ucap putri Candra Kirana.
"Dewangga sebenarnya tujuan ku mengundang kamu kemari adalah untuk membahas tentang rencana kita menyerang kerajaan Tataran,tapi setelah adanya kejadian yang menimpa Bratadewa secara tiba-tiba itu aku menjadi malas membahas hal itu sekarang "ucap raja Dewantara.
"Memang benar Gusti prabu , sebaiknya kita selesaikan dulu masalah pangeran Bratadewa yang terluka itu supaya kedepannya kita bisa berpikir lebih fokus untuk merencanakan penyerangan ke kerajaan Tataran "ucap Senopati Dewangga.
"Lalu kapan kamu akan mengundang guru mu ke sini,aku minta hari ini juga kau segera memanggil guru mu itu"ucap raja Dewantara.
"Gusti prabu tidak perlu khawatir sekarang juga aku akan perintahkan beberapa prajurit untuk mengantar surat untuk guru ku"ucap Senopati Dewangga.
"Baiklah ",aku tunggu kedatangan gurumu itu "ucap raja Dewantara, kemudian ia segera mengajak Candra Kirana dan Senopati Dewangga untuk melihat keadaan Bratadewa yang tengah berbaring itu.
Luka pangeran Bratadewa sungguh begitu mengerikan akibat terkena pukulan pencakar langit Jaka, padahal waktu menggunakan jurus ini ia tidak mengerahkan seluruh kekuatannya , tapi dampak sungguh sangat luar biasa bagi pangeran Bratadewa.
Raja Dewantara melihat keadaan putranya sulungnya seperti itu sungguh merasa terpukul serta marah pada orang yang bernama Jaka itu.
"Benar benar mengerikan pukulan yang di gunakan orang itu"ucap Senopati Dewangga, setelah melihat luka yang di alami pangeran Bratadewa.
"Menurut pengalaman ku , Bratadewa terkena pukulan ilmu langka, yaitu ilmu yang hanya di miliki oleh orang orang sakti atau mungkin paling tidak ilmu yang hanya di miliki oleh para tetua sekte "ucap raja Dewantara.
"Apa menurut ayah orang yang bernama jaka itu tetua Sekte langit "tanya Candra Kirana.
"Entah lah, tapi bisa iya juga bisa tidak"ucap raja Dewantara merasa kurang yakin dengan pemikirannya.
"Menurut cerita dari Sujiwo orang yang bernama Jaka itu masih muda , jadi tidak mungkin kalau dia tetua sekte Gusti prabu "ucap Senopati Dewangga.
"Kau benar Dewangga,biar pun begitu tidak menutup kemungkinan kalau dia adalah tetua Sekte langit "ucap raja Dewantara berpendapat.
Ketiga orang kemudian terdiam terhanyut dalam pikirannya masing-masing.
Malam itu Jaka langsung bergerak ke istana Sangguling untuk melakukan penyelidikannya.Ia melesat masuk ke istana dengan mengendap endap sambil menoleh mengawasi prajurit yang sedang berjaga jaga.
Jaka melanjutkan langkahnya dengan berjalan mengendap-endap di balik tembok istana, ia kembali menoleh kanan kiri mengamati sekitar tempat itu.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus masuk lebih dalam ke istana ini"ucap Jaka ketika melihat sebuah jendela terbuka.
Tanpa pikir panjang ia segera melesat mendekati jendela itu, setelah sampai di situ ia mencium bau wangi yang begitu menusuk hidungnya karena tempat yang di singgahi Jaka itu adalah kamar putri Candra Kirana.
"Rasanya aku pernah mencium bau wangi ini tapi di mana"bisik Jaka.
Lalu ia segera memasuki kamar itu yang ternyata kosong tidak ada orangnya.
"Mmmm.... sepertinya ini kamar seorang wanita"ucap Jaka sambil memperhatikan isi ruangan itu yang terlihat rapi bersih dan berbau harum.
Di saat jaka sedang memperhatikan isi dalam kamar itu tiba-tiba pintu kamar pun terbuka dan mumcullah seorang wanita cantik dari balik pintu itu yang rupanya adalah putri Candra Kirana.
"Siapa kamu berani masuk ke dalam kamar ku"ucap putri Candra Kirana.
"Aku....aku.... tidak tahu kalau kamar ini adalah....
Jaka segera kabur dari dalam kamar itu tanpa menyelesaikan perkataannya.
"Kurang ajar , akan ku tangkap kau "ucap putri Candra Kirana dan segera mengejar Jaka.
wuuuuus..... putri Candra Kirana melesat cepat mengejar Jaka.
"berhenti kau...."teriak putri Candra Kirana.
Wuuuuus..... wuuuuus.... duuuaaarrr.... duuuaaarrr... putri Candra Kirana melepaskan pukulannya.
Namun serangannya itu tak satu pun ada yang mengenai Jaka, karena kecepatan Jaka masih unggul di banding serangan putri Candra Kirana itu.
Prajurit yang mendengar bunyi ledakan itu segera berbondong bondong menuju ke sumber suara ledakan itu.
"Sialan larinya sangat cepat penyusup itu"umpat putri Candra Kirana dengan kecewa.
Tidak lama kemudian para prajurit pun tiba di tempat putri Candra Kirana berada.
"Gusti putri...."ucap salah satu prajurit dengan terkejut .
"Ada apa malam malam begini Gusti putri di tempat ini "sambung prajurit itu.
"Aku tadi mengejar penyusup "ucap putri Candra Kirana.
"Mana penyusup itu tuan putri"tanya prajurit yang lainnya.
"Dia pergi ke arah sana cepat kalian cari"perintah putri Candra Kirana.
"Baik Gusti putri"ucap prajurit itu, kemudian bergerak ke arah yang di tunjuk oleh Putri Candra Kirana tadi.
"Apa tujuan orang itu kira-kira masuk ke dalam kamar,awas saja kalau sampai ketangkap akan ku potong kaki dan tangannya"ucap putri Candra Kirana dengan sangat geram.
Tidak lama kemudian para prajurit yang mencari Jaka itu sudah kembali ke hadapan putri Candra Kirana.
"lapor Gusti putri kami tidak menemukan penyusup itu"ucap salah satu prajurit .
"Sudahlah cepat kalian kembali "ucap putri Candra Kirana kemudian melesat kembali ke istana.
Sementara itu di tempat persembunyiannya Jaka memaki maki dirinya tidak karuan.
"Goblok... goblok kenapa aku malah masuk ke dalam kamar seorang wanita , benar benar goblok dan memalukan aku ini"umpat jaka kepada dirinya sendiri.
"Mmm.. kalau tidak salah sepertinya wanita itu adalah wanita yang ada dalam tandu tempo hari yang di kawal para oleh prajurit, karena bau harumnya sama persis seperti waktu itu"gumam Jaka.
"Rupanya dia seorang putri"gumam Jaka lagi,lalu ia segera pergi menuju ke penginapan.
Pagi harinya putri Candra Kirana langsung menceritakan kejadian malam itu kepada ayahnya raja Dewantara, mendengar cerita putrinya itu raja Dewantara langsung marah besar kepada para prajurit yang di nilai tidak becus dalam mengamankan istana Sangguling.
Senopati Dewangga yang malam itu juga berada di dalam istana merasa malu karena tidak mengetahui kehadiran penyusup itu,ia merasa turun harga dirinya.
"Maaf kan hamba Gusti prabu atas kelalaian hamba"ucap Senopati Dewangga.
"Aku tidak menyalakan kan mu Dewangga, sepertinya penyusup itu punya tujuan terhadap istana ini"ucap raja Dewantara.
"Gusti prabu tenang saja mulai saat ini keamanan istana akan menjadi tanggung jawab ku"ucap Senopati Dewangga.
__ADS_1
"Baiklah Dewangga,aku benar benar tidak habis pikir setelah Bratadewa terluka kini masalah datang lagi dengan datangnya penyusup yang entah apa tujuannya itu "ucap raja Dewantara.