
Melihat Jaka terjatuh putri Candra Kirana dan yang lainnya segera maju berlari menghampirinya.
"Tetua..... tetua..."teriak Rawa Candra.
"Aku tidak apa-apa Rawa Candra , tolong bantu aku berdiri"ucap Jaka.
"Baiklah "ucap Rawa Candra dengan segera membantu Jaka untuk duduk.
"Bagaimana keadaan mu Jaka "ucap Dewi Pandan Arum.
"Aku baik baik saja Dewi,tapi maaf mengenai Dewi Ganda Arum aku terpaksa membunuhnya "ucap Jaka seperti menyesali perbuatannya itu.
"Sudahlah Jaka, mungkin ini balasan yang pantas untuk semua perbuatannya "ucap Dewi Pandan Arum seraya melihat tubuh adiknya yang menghitam dengan tiga buah pedang menancap pada tubuhnya.
"Tetua kau baik baik saja"ucap putri Candra Kirana setelah tiba di tempat itu.
"Benar putri aku baik baik saja,lalu bagaimana dengan sisa sisa pasukan serigala Api Gusti prabu "tanya Jaka.
"Setelah tewasnya Dewi Ganda Arum alias tetua agung itu semua sisa sisa pasukan serigala api yang masih hidup menyerah dan beberapa orang lainnya melarikan diri tetua"ucap raja Dewantara.
"saya mau melapor tetua "ucap seorang pasukan pengintai yang tiba-tiba datang.
"Oh, pasukan pengintai ada apa"tanya Jaka.
"Pasukan yang di pimpin oleh tetua Brawijaya dan Sanjaya berhasil menaklukkan kerajaan Tataran tetua"ucap pasukan pengintai itu.
"Baiklah ,kau cepat suruh melati dan semua pasukan untuk kembali ke sekte langit, biarlah paman Sanjaya dan paman Brawijaya yang mengurus kerajaan Tataran itu "perintah Jaka.
"Baiklah tetua saya mohon diri "ucap pasukan pengintai itu kemudian pergi.
"Gusti prabu berhubung perang telah usai, secepatnya saya harus kembali ke sekte langit"ucap Jaka.
"Kenapa tetua begitu terburu buru bukankah tetua perlu istirahat untuk memulihkan tubuh tetua yang terluka "tanya raja Dewantara.
"Gusti prabu tidak perlu khawatir saya tidak apa apa"ucap Jaka.
"Kalau tetua Jaka bersikeras begitu baiklah,saya dan seluruh pasukan mengucapkan banyak terima kasih pada tetua Jaka "ucap raja Dewantara.
"Baiklah Gusti prabu, Dewi Pandan Arum mari kita kembali ke sekte langit "ucap Jaka.
"Baiklah Jaka "ucap Dewi Pandan Arum.
"Tunggu tetua "ucap putri Candra Kirana tiba-tiba.
"Ya ada apa putri "tanya Jaka.
"Izinkanlah aku untuk menjadi bagian dari sekte langit tetua "ucap putri Candra Kirana dengan berlutut.
"Maaf tuan putri, mengenai keinginan putri itu sebaiknya putri tanyakan pada Gusti prabu Brawijaya sendiri "ucap Jaka.
"Haaa.....haaa....haaa...saya rasa itu pilihan terbaik untuknya tetua,aku tentu setuju dengan niat Candra Kirana untuk bergabung menjadi murid sekte Langit "ucap raja Dewantara.
"Berhubung Gusti prabu sudah berkata begitu mulai sekarang putri Candra Kirana sudah bisa untuk ikut saya ke sekte langit "ucap Jaka.
"Terima kasih tetua "ucap putri Candra Kirana dengan senang.
"Kalau begitu saya pamit Gusti prabu "ucap Jaka.
"Silahkan tetua "ucap raja Dewantara.
Jaka pun kemudian pergi bersama Dewi Pandan Arum dan putri Candra Kirana meninggalkan tempat itu.
"Saya juga harus segera kembali ke Sekte bintang timur Gusti prabu "ucap Rawa Candra, setelah Jaka pergi.
"Baiklah tetua Rawa Candra,aku tahu semua tetua Sekte mempunyai kesibukan tersendiri ,kalau aku mencoba menahan tetua untuk tinggal sejenak di istana pasti tetua Rawa Candra juga menolaknya "ucap raja Dewantara.
"Benar Gusti prabu kami memang mempunyai kesibukan yang harus segera di kerjakan "ucap Rawa Candra.
"Kalau begitu silahkan tetua "ucap raja Dewantara.
Rawa Candra pun segera melesat pergi meninggalkan raja Dewantara.
Setelah berhasil mengalahkan tetua agung dan merebut kembali kerajaan Serigala api,raja Dewantara pun mengembalikan nama kerajaan itu seperti semula dengan nama kerajaan Sangguling.
Sejak hari itu hubungan kerajaan Sangguling dan sekte langit pun menjadi semakin erat, apa lagi dengan bergabungnya putri Candra Kirana ke sekte itu menjadi semakin bertambah kuat saja hubungan raja Dewantara dan Jaka.
Sebulan kemudian
Di halaman depan sekte langit semua murid tampak berkumpul dari murid baru sampai ke murid yang lama.
Sepertinya hari itu ada sesuatu yang berbeda dari biasanya karena Jaka terlihat serius menatap seluruh murid murid yang sedang berbaris itu.
__ADS_1
"Dengar semua hari ini aku akan menyampaikan sesuatu yang penting pada kalian semua"ucap Jaka .
Mungkin kali ini aku akan meninggalkan sekte langit dalam waktu yang lama karena ada sesuatu yang harus saya lakukan di luar sana, untuk itu saya berpesan pada kalian untuk lebih giat dalam menjalani latihan"ucap Jaka
"Kalau boleh tahu tetua mau pergi ke mana"tanya Arini.
"Aku akan pergi ke sekte bintang Utara bersama dengan Dewi Pandan Arum untuk menjelaskan duduk permasalahan Dewi Pandan Arum dengan gurunya"ucap Jaka.
"Tetua izinkanlah saya untuk ikut ke sana"ucap Lestari.
"Untuk kali ini aku tidak bisa membawa siapa pun untuk pergi ke sana karena untuk memasuki Sekte bintang Utara selain murid dari sekte itu tidak di izinkan,jadi harap kalian semua bisa mengerti "ucap Jaka.
"Baiklah tetua "ucap Lestari dengan sedikit merasa kecewa.
"Hanya itu yang dapat saya sampaikan pada kalian semua "ucap Jaka.
"Jaka memangnya ada peraturan begitu di sekte bintang Utara, kalau bukan murid dari sekte itu tidak bisa masuk ke sana "tanya Ratih.
"Begitulah yang saya dengar dari Dewi pandan Arum Ratih"jawab Jaka.
"Sayang sekali padahal aku juga ingin pergi ke sana"ucap Ratih.
"Oh ya Ratih bagaimana dengan keadaan paman Brawijaya setelah peperangan kemarin itu"tanya Jaka.
"Ayah sehat sehat saja,tapi sepertinya tidak lama lagi ayah berencana untuk melepaskan jabatannya sebagai tetua sekte"ucap Ratih.
"memangnya kenapa, tiba-tiba paman berfikir seperti itu"tanya Jaka.
"Ya karena menurut ayah kak Arini sudah pantas untuk menggantikan kedudukan ayah menjadi tetua sekte Elang Putih"ucap Ratih.
"Oh ternyata begitu, baguslah "ucap Jaka.
"Semua perbekalan sudah saya siapkan tetua "ucap sesepuh Paksi Darma tiba tiba.
"Baiklah kalau begitu secepatnya aku akan segera berangkat menuju ke sekte bintang timur "ucap Jaka kemudian berjalan masuk ke dalam sekte.
"Sesepuh aku ingin menyampaikan suatu pesan kepada mu , setelah kepergian ku nanti aku ingin sesepuh menguji Arini dan lestari untuk memukul lonceng itu ,untuk melihat bagaimana perkembangan mereka berdua selama ini berlatih di sini"ucap Jaka sambil mengambil tempat duduk di ruangan itu.
"Baiklah tetua, apakah tetua masih meragukan kemampuan mereka berdua"tanya Paksi Darma.
"Tidak juga sesepuh , aku ingin kemampuan mereka sudah benar benar matang jika mereka nanti keluar dari sini dan memimpin sektenya masing-masing, karena sesepuh tahu sendiri bahwa mereka berdua adalah penerus utama sekte Elang Putih dan sekte angin berhembus "ucap Jaka menerangkan.
"Tetua benar , selama tetua pergi aku akan menggembleng mereka lebih keras lagi tetua supaya tidak mengecewakan tetua nanti "ucap sesepuh Paksi Darma.
"Dia masih berlatih di tempat khusus tetua, mengenai kemampuan dia kita akan tahu lima purnama lagi setelah dia menyelesaikan latihannya "ucap Jaka.
"Begitu ya, baiklah aku harus segera berangkat sesepuh "ucap Jaka.
"Jaka bagaimana , apakah kau sudah siap untuk berangkat ke sekte bintang Utara "tanya Dewi Pandan Arum yang tiba-tiba keluar dari dalam.
"Sudah Dewi, sesepuh kami berangkat dulu "ucap Jaka.
"Silahkan tetua "ucap sesepuh Paksi.
Setelah berpamitan dengan sesepuh Paksi Darma, Jaka dan Dewi pandan Arum pun langsung melesat terbang meninggalkan sekte langit.
Berkat kemampuan terbang yang mereka berdua miliki dalam sekejap saja mereka berdua sudah jauh meninggalkan sekte langit .
"Aku tidak menyangka kau mempunyai kemampuan untuk terbang Jaka ,kau memang manusia penuh kejutan"ucap Dewi Pandan Arum.
"Kenapa Dewi berkata seperti itu bukan kah Dewi sendiri juga dapat terbang"ucap Jaka.
"Tentu saja karena aku sudah berlatih sangat keras untuk mempelajari ilmu terbang ini"ucap Dewi Pandan Arum.
"Jadi ilmu terbang juga bisa dilatih begitu Dewi"tanya Jaka dengan terkejut.
"Benar,apa kamu baru tahu"tanya Dewi Pandan Arum heran dengan pertanyaan Jaka itu.
"Setahu ku hanya ilmu ringan tubuh saja yang bisa di pelajari dan mengenai ilmu terbang baru kali ini aku mendengarnya"ucap Jaka.
"Lalu kemampuan terbang yang kau miliki bukan itu hasil dari latihan mu"tanya Dewi Pandan Arum.
"Tidak Dewi, aku dapat terbang karena keberuntungan ku saja"ucap Jaka.
"Maksud mu"tanya Dewi Pandan Arum tidak mengerti.
"Nanti aku ceritakan pada Dewi mengenai kemampuan terbang ku ini, apakah Dewi bisa mengajari aku cara melatih ilmu terbang"tanya Jaka.
"Tentu saja kalau kamu mau,aku bisa mengajarinya"ucap Dewi Pandan Arum.
"Terima kasih Dewi"ucap Jaka.
__ADS_1
"Sebaiknya kita mempercepat perjalanan kita ini Jaka ,supaya sebelum tengah hari kita sudah sampai di sekte bintang Utara"ucap Dewi Pandan Arum.
"Baiklah "ucap Jaka kemudian mengerahkan tenaga dalamnya untuk mempercepat laju terbangnya.
Di sekte bintang Utara
Sementara itu di sekte bintang Utara siang itu tampak ramai,di halaman depan banyak terlihat sekumpulan pasukan terlihat berjaga-jaga di sepanjang halaman itu.
Di dalam sekte berkali kali terdengar suara tawa seseorang sampai terdengar keluar, rupanya Terpasura yang merupakan tetua dari sekte bintang Utara sedang mendapatkan kunjungan dari tetua sekte Api angin yang bernama Kalapati yang merupakan sahabat dekatnya.
"Tetua jangan khawatir aku pasti datang pada acara ulang tahun tetua nanti"ucap Terpasura.
"Baiklah aku tunggu kehadiran mu Terpasura di sekte Api angin,saya juga sekalian mohon diri"ucap Kalapati.
"Baiklah mari saya antar"ucap Terpasura, kemudian kedua orang itu pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
"Sampai ketemu lagi Terpasura "ucap Kalapati kemudian melesat terbang bersama para pengawalnya meninggalkan sekte bintang Utara.
Tak berselang lama setelah kepergian Kalapati, Dewi Pandan Arum dan Jaka pun tiba di sekte bintang Utara, mereka berdua langsung mendarat di halaman sekte itu.
"Siapa kalian "teriak salah seorang penjaga.
"Aku Dewi Pandan Arum aku ingin bertemu dengan guru"ucap Dewi Pandan Arum.
"Dewi pandan Arum ,maaf aku tidak mengenal orang yang bernama Dewi Pandan Arum , sebaliknya kalian cepat pergi dari sini , sekte bintang Utara tidak mengizinkan orang lain untuk masuk ke sekte ini kecuali ada izin dari tetua "ucap penjaga itu.
"Kau lihat ini"ucap Dewi Pandan Arum sambil mengeluarkan sebuah tanda khusus sebagai bukti bahwa dirinya adalah murid dari sekte bintang Utara.
Penjaga itu langsung terkejut begitu mengenali stempel emas yang di tunjukkan oleh Dewi pandan Arum itu, karena hanya murid utama saja yang mempunyai stempel istimewa itu.
"Cepat panggil kan guru bahwa aku ingin bertemu dengannya"ucap Dewi Pandan Arum.
"Baik nona tunggu di sini"ucap penjaga itu seraya pergi.
"Ternyata Sekte bintang Utara mempunyai aturan yang begitu ribet"ucap Jaka sambil melihat-lihat keadaan di sekitar sekte itu.
"Ya begitulah Jaka , tidak seperti keadaan di sekte langit"ucap Dewi Pandan Arum.
Tidak lama kemudian munculah Terpasura dari dalam,ia langsung terkejut setelah melihat dan mengenali orang yang datang itu.
"Guru..... terimalah hormat saya"ucap Dewi Pandan Arum dengan berlutut.
"Bangunlah Dewi ,aku benar benar tidak menyangka kau masih kembali ke tempat ini setelah aku menghukum mu"ucap Terpasura.
"Kedatangan ku ke sini untuk memberitahukan kepada guru bahwa adik Dewi Ganda Arum sudah tewas guru,dialah orang yang selama ini membuat kekacauan di benua selatan "ucap Dewi Pandan Arum.
"Apa....jadi selama ini dia sudah bertindak sampai sejauh itu, benar benar memalukan Sekte bintang Utara "ucap Terpasura dengan mengepalkan tangannya.
"Apakah kau yang telah berhasil mengalahkannya Dewi "tanya Terpasura.
"Benar tetua ,guru Dewi lah yang telah berhasil mengalahkan Dewi Ganda Arum itu"ucap Jaka.
Dewi Pandan Arum terkejut mendengar perkataan dari Jaka itu.
"Kamu siapa anak muda"tanya Terpasura.
"Hormat saya kakek guru,saya adalah murid dari guru Dewi Pandan Arum dan nama saya adalah Jaka Kelana "ucap Jaka.
"Benar begitu Dewi "tanya Terpasura.
"I..ya guru dia adalah murid ku"ucap Dewi Pandan Arum terpaksa mengikuti permainan Jaka.
Terpasura menatap Jaka secara dalam dalam seakan sedang memeriksa tubuh Jaka melalui penglihatan mata batinnya.
Namun dia tidak menemukan hal istimewa pada tubuh Jaka,ia hanya merasakan pancaran tenaga dalam yang sangat lemah setara dengan murid pemula.
"Masuklah kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan yang begitu jauh"ucap Terpasura kemudian meninggalkan mereka berdua.
"Baik guru"ucap Dewi Pandan Arum.
"Untung tidak ketahuan aku menyembunyikan kekuatan ku"gumam Jaka merasa lega.
"Apa maksud dari sandiwara mu tadi Jaka"tanya Dewi Pandan Arum setengah berbisik.
"Aku hanya tidak ingin orang cepat mengenal identitas asli saya Dewi"ucap Jaka.
"Jadi begitu,mari masuk "ucap Dewi Pandan Arum akhirnya mengerti dengan maksud Jaka itu.
Dewi pandan Arum dan jaka pun memasuk ke dalam sekte dan menuju ke sebuah ruangan.
"Jaka itu kamar mu ,kau bisa beristirahat di kamar itu"ucap Dewi Pandan Arum sambil menunjukkan sebuah kamar untuk Jaka.
__ADS_1
"Baik Dewi"ucap Jaka kemudian ia masuk kedalam kamar yang di tunjukkan Dewi Pandan Arum padanya itu.
Setelah menunjukkan sebuah kamar pada Jaka Dewi Pandan Arum pun segera pergi menuju ke kamarnya.