Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
harapan yang pupus


__ADS_3

Jaka melesat cepat dengan ilmu terbangnya menuju ke arah sekte Api Angin,hingga dalam beberapa kejap saja ia sudah jauh meninggalkan sekte bintang Utara,.


Jaka melipat gandakan tenaganya hingga kecepatan terbangnya itu menjadi semakin cepat dan sulit di ikuti oleh mata orang yang melihatnya.Hinggga daun daun pun tampak bergoyang goyang saat Jaka terbang melewati pepohonan.


Dalam pikirannya ia bertekad akan menghancurkan Kalapati beserta sektenya jika ia terbukti telah menculik Ratih.


Bagi Jaka Ratih adalah orang yang sangat penting dalam hidupnya,selain teman bermain sejak kecil Ratih adalah satu satunya orang yang selalu perhatian padanya selama di sekte Elang Putih, tidak hanya itu dia juga pernah menyelamatkan nyawanya waktu ia terkena pukulan tapak iblis dari Sanca Buana, jadi wajar kalau Jaka sangat marah pada orang yang telah beraninya menyakitinya.


"Kalapati tunggu aku ,akan aku tunjukkan pada mu apa itu sekte langit "ucap Jaka dalam hatinya .


Kalau waktu itu Jaka datang ke sekte Api angin sebagai murid Terpasura yang berkemampuan rendah,kali ini ia akan menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya, Supaya di masa depan Kalapati tidak berani menyinggungnya lagi.


Bagi Jaka suatu kesalahan besar bagi orang yang berani menyakiti Ratih.


Di Sekte API ANGIN


Wajah Kalapati terlihat begitu sumringah setelah mendengar berita yang di sampaikan oleh Nawang Sari dan Sapta Darma itu.


Karena sebentar lagi ia akan mendapatkan peta harta karun yang selama ini jadi bahan rebutan oleh semua orang itu, dengan harta itu ia berencana untuk membuat sekte bintang Utara lebih besar dan lebih kuat lagi dengan begitu maka orang orang akan semakin hormat dan segan kepadanya.


"Aku cukup senang dengan kabar yang kalian berdua bawa ini"ucap Kalapati dengan penuh kegembiraan.


"Apakah kita akan membawa pasukan atau hanya kita berdua saja yang akan kesana kakang"tanya Kalawuni.


"Untuk melawan Dewi Pandan Arum dan kedua teman cukup kita berdua saja Kalawuni saya rasa itu sudah lebih dari cukup "ucap Kalapati dengan penuh keyakinan.


Kalawuni menganggukkan kepalanya,ia setuju dengan keputusan Kalapati itu kalau sampai membawa banyak pasukan akan terlihat terlalu berlebihan untuk menghadapi Pandan Arum itu.


"Baiklah Kakang"ucap Kalawuni.


"Maaf tetua kalau saya lancang, sebaiknya tetua jangan menganggap enteng Dewi Pandan Arum setahu saya ilmunya sangat tinggi tetua"ucap Sapta Darma.


Kalapati mengerutkan keningnya mendengar perkataan Sapta Darma yang sepertinya meremehkan dirinya itu.


"Apakah kau meremehkan aku Sapta Darma"ucap Kalapati dengan nada tinggi karena merasa tersinggung.


"Tidak tetua...bukan maksud ku untuk meremehkan tetua, tetapi saya cuma mau mengingatkan tetua untuk berhati-hati"ucap Sapta Darma.


"Kurang ajar,..!!! kata kata mu itu sama saja dengan meremehkan aku Sapta Darma "ucap Kalapati langsung naik darah.


Sapta darma hanya tertunduk tidak berani menatap wajah Kalapati yang sedang marah itu.


"Sialan di sini aku dan Nawang Sari cuma di jadikan budak saja, padahal dia tahu peta itu karena aku dan Nawang Sari, seandainya tahu begini dulu aku tidak sudi memberi tahu tentang peta itu padanya "ucap Sapta Darma dalam hati.


"Kakang bersabarlah ,aku rasa ada benarnya juga jika kita tidak meremehkan Dewi Pandan Arum, karena kakang tahu sendiri bukan kah dia adalah salah satu murid utama dari sekte bintang Utara "ucap Kalawuni mencoba meredam kemarahan Kalapati kakaknya itu.


"Sudah cukup Kalawuni, kalian berdua pergilah sekarang dari hadapan ku"ucap Kalapati mengusir Sapta Darma dan Nawang Sari dari hadapannya.


Dengan hati yang mendongkol dan penuh kebencian Nawang Sari dan Sapta Darma pun bergegas meninggalkan ruangan itu.


"Dasar orang tidak tahu berterima kasih,awas suatu saat perlakuan ini akan aku kembalikan pada mu Kalapati"ucap Sapta Darma.


"Untuk saat ini kita harus bisa menahan diri Sapta, kalau tidak kita akan gagal mendapatkan peta"ucap Nawang Sari mengingatkan pada Sapta Darma tetang tujuan utama mereka mendekati Kalapati.


"Huuuuh... baiklah "ucap Sapta Darma dengan nada kesal.


Sementara itu Kalapati dan Kalawuni telah selesai bersiap siap untuk segera berangkat ke sekte bintang Utara.


Sebuah pedang terlihat sudah tergantung di punggung Kalapati, gagang pedang itu berwarna hitam mengkilat berukir kepala tengkorak dengan dua buah tanduk runcing yang menghiasinya itulah pedang setan senjata.andalannya.


Dalam misinya kali ini ia tidak mau berbuat ceroboh seperti saat dia pergi ke sekte langit yang tidak membawa pedangnya itu karena terlalu percaya diri.


Pedang setan Kalapati bukanlah pedang sembarangan ,karena di seluruh benua Utara belum ada yang mampu menandingi keampuhan pedang itu , sudah banyak orang orang yang menyinggungnya harus di paksa tewas oleh pedang itu.


Merasa tidak ada orang yang mengalahkan akhirnya Kalapati pun menobatkan dirinya dan sektenya menjadi terkuat di benua itu.


Orang orang pun tidak ada yang berani menyangkal dengan pengakuan diri Kalapati itu setelah melihat kenyataan yang terjadi.


Namun ada satu orang yang enggan mengakui itu yaitu Terpasura dari sekte bintang Utara, untuk menjaga persahabatan tetap baik dengan Kalapati, Terpasura tidak secara terang-terangan bahwa dirinya tidak mengakui tentang penobatan diri Kalapati itu.


"Mari kita berangkat Kalawuni jangan sampai kita keduluan orang lain "ucap Kalapati sambil memperbaiki letak pedangnya.


"Mari Kakang"ucap Kalawuni.


Mereka segera melangkah keluar dari ruangan itu,para murid murid sekte itu langsung membungkukkan badannya memberikan hormat begitu melihat Kalapati keluar menuju ke halaman depan.


Tiba-tiba duuuaaarrr.... terdengar bunyi ledakan dari arah depan pintu gerbang, saking kuatnya ledakan itu hingga membuat pintu gerbang langsung hancur berantakan menjadi berkeping-keping, padahal pintu gerbang itu terbuat dari kayu yang tebal dan kuat.


Kalapati dan Kalawuni yang baru saja sampai di halaman itu langsung terkejut begitu mendengar bunyi ledakan itu.


"Ledakan apa itu Kalawuni"ucap Kalapati.

__ADS_1


"Sebaiknya cepat kita lihat kakang ada apa di sana"ucap Kalawuni.


"Kalau begitu ayo cepat " ucap Kalapati.


Ledakan besar itu sangat mengejutkan semua murid yang sedang berada di situ, mereka segera berlari menuju ke arah depan untuk melihat apa yang terjadi.


Para murid langsung terkejut begitu sampai di depan karena melihat pintu gerbang sudah hancur berkeping-keping menjadi beberapa bagian , pandangan mereka kemudian di alihkan pada sosok yang berdiri diantara serpihan serpihan pintu gerbang itu.


"Siapa kamu beraninya membuat kekacauan di sini"ucap salah satu murid itu.


"Aku tidak punya urusan dengan kalian , sebaiknya kalian semua minggir"ucap orang itu yang tidak lain adalah Jaka.


"Kurang ajar seraaaaang.....!!"teriak murid itu kepada teman temannya.


Jaka menggelengkan kepalanya melihat tingkah bodoh para murid itu.


Jaka bergerak cepat dengan jurus sepuluh langkah malaikatnya menghadapi para murid sekte Api angin yang menyerangnya ,slaaap..... slaaaap... dalam sekejap saja para murid-murid itu langsung berjatuhan setelah masing masing dari mereka menerima satu pukulan dari Jaka.


Setelah sampai di depan Kalapati dan Kalawuni langsung terkejut begitu melihat pintu gerbang hancur berantakan menjadi beberapa bagian dan melihat para murid jatuh tergeletak, dada Kalapati berdegup kencang dengan mata melotot tajam ke arah Jaka yang berdiri di antara para muridnya yang pingsan itu.


"Lancang sekali kau berani berbuat onar di tempat ku"teriak Kalapati dengan nafas naik turun karena saking marahnya.


"Akhirnya kau muncul juga Kalapati, yang aku lakukan ini belum seberapa dan akan lebih parah lagi jika kau tidak mengatakan di mana Ratih kau sembunyikan "ucap Jaka dengan tatapan tajam.


"Apa yang kau bicarakan Jaka, aku tidak tahu siapa Ratih itu"ucap ucap Kalapati dengan mengacungkan jarinya.


"Aku tahu kau pernah datang ke sekte Langit Kalapati untuk memburu peta harta karun itu,jadi kau jangan coba coba untuk berbohong pada ku, kalau kau tidak tahu dengan gadis yang bernama Ratih "ucap Jaka.


Mendengar Jaka menyebut sekte langit Kalawuni kemudian teringat pada seorang gadis kecil yang menghadangnya waktu di pintu gerbang saat itu.


"Mungkin yang dia maksud adalah gadis kecil yang telah membunuh si tongkat gila waktu itu Kakang "bisik Kalawuni.


Kalapati mengangguk pelan mendengar bisikan dari Kalawuni itu.


"Oh jadi kau adalah temannya gadis itu, sayang sekali selain di sekte langit aku tidak pernah melihat dia lagi "ucap Kalapati.


Jaka menatap tajam kearah Kalapati dan Kalawuni dia tidak mau percaya begitu saja pada omongan mereka sebelum mendapatkan kepastian yang jelas.


"Dengar Kalapati kemarin Ratih menghilang dari sekte bintang Utara dan aku mencurigai kalianlah yang telah menculiknya sebaiknya katakan dengan jelas apa kau yang telah melakukan itu, jangan sampai kau membuat ku marah karena aku bisa meratakan sekte ini dalam sekejap saja"ucap Jaka dengan ancaman yang serius.


Kalapati merasa tidak terima dirinya diancam dan direndahkan seperti itu apalagi dalam posisi di rumahnya sendiri.


"Benar sekali,kami yang seharusnya marah bukan kamu,tapi kami tidak akan mempermasalahkan hal itu jika kamu mau memberikan peta itu kepada kami dengan suka rela"ucap Kalawuni.


"Benar yang Kalawuni katakan aku tidak akan membuat masalah ini menjadi panjang jika kau mau menyerahkan peta itu "ucap Kalapati.


"Kalau kalian mau menunjuk kan di mana Ratih aku serahkan peta ini pada kalian "ucap Jaka sambil memperlihatkan peta itu kepada mereka berdua.


Kalapati dan Kalawuni terbelalak matanya melihat peta itu ada di tangan Jaka, ternyata kesempatan mereka sudah dekat untuk mendapatkan peta itu.


"Aku tanya pada kalian sekali lagi , apakah kalian benar tidak menculik Ratih dari sekte bintang Utara "ucap Jaka.


"Haaa....haaa ....haaa...bersetan dengan gadis yang bernama Ratih itu,lebih baik cepat kau serahkan peta itu dan aku akan membiarkan kau pergi dari sini dengan bebas"ucap Kalapati begitu senang melihat peta itu ada di tangan Jaka.


Jaka langsung mengepalkan tangannya mendengar kata-kata Kalapati itu.


"Ternyata kalian tidak bisa di ajak bicara baik baik, jangan salahkan aku kalau aku menghancurkan sekte ini"ucap Jaka.


"Kalawuni apa yang kau tunggu mari kita rebut peta itu "ucap Kalapati .


"Baiklah akan aku buat di menyerahkan peta"Kalawuni langsung melesat cepat ke arah Jaka.


"Heeh... majulah Kalawuni "ucap Jaka sambil menyiapkan pukulannya.


Hiiiiaaaat.... Kalawuni melepaskan tinjaunya ke muka Jaka weesss....jaka menundukkan kepalanya sehingga pukulan Kalawuni itu hanya mengenai beberapa helai rambutnya saja .


Kalawuni kemudian mengirimkan tendangannya dengan cepat kearahnya,jaka menangkap kaki Kalawuni dengan tangan kirinya, kemudian ia memukul Kalawuni dengan tangan kanannya desss....jaka lalu melompat setinggi satu tombak sembari memberikan tendangannya dess...Kalawuni pun terpental dan jatuh cukup keras gedebuuuk....!!


"Akh.. terdengar erangan kecil dari mulutnya.


Melihat Kalawuni terjatuh dalam satu gebrakan saja Kalapati langsung melesat dengan pedang setannya, hiaaaaat.... pedang itu langsung menyambar tubuh Jaka weesss....tapi cuma lewat tipis di sampingnya setelah Jaka berkelit menghindarinya.


"Kurang ajar"umpat Kalapati dengan marah begitu Jaka dapat menghindari serangannya.


"Keluar kan seluruh ilmu yang kau punya kalapati"ucap Jaka.


Kemarahan Kalapati semakin berkobar kobar mendengar ucapan Jaka itu,Ia langsung meningkatkan tempo serangannya dengan mengirimkan tusuk dan sabetan yang mematikan kepadanya.


Jaka memainkan jurus sepuluh langkah malaikatnya untuk menghadapi tebasan pedang Kalapati itu, mengetahui jurus yang Jaka gunakan itu Kalapati meningkatkan tenaga dalamnya dan semakin mempercepat gerakannya.


Pertarungan sengit pun langsung terjadi diantara keduanya, dengan segenap ilmu yang dimilikinya Kalapati mencoba mendesak Jaka dengan sambaran sambaran pedangnya, namun pertahanan Jaka masih terlalu kokoh untuk di jebol, hingga pada akhirnya sebuah tendangan liar Jaka malah berhasil mengenainya punggungnya dengan keras dess..... hingga membuat Kalapati terpental dan jatuh.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku tidak percakapan padahal waktu datang kemarin bersama Terpasura ilmu tidak seberapa , kenapa sekarang dia dapat dengan mudah menghindari semua serangan ku bahkan dapat menjatuhkan ki "gumam Kalapati dengan heran campur emosi.


"Di mana Ratih kau sembunyikan Kalapati, cepat katakan..!!!!"tanya Jaka setengah berteriak.


"Di mana dia itu bukan urusan ku jaka hiiiiaaaat .... Kalapati kembali menerjang Jaka, Pedang setan di tangannya menyala kemerahan menandakan mengandung tenaga dalam yang begitu besar.


"Kurang ajar, pedang awan naga petir muncullah"teriak Jaka.


Seketika itu muncullah sebuah pedang di tangannya, Jaka langsung menyambut sabetan pedang Kalapati itu.


Hiiiiaaaat.... traaaaang..... traaaaang.... benturan dua pedang itu menggetarkan sekitar tempat itu hingga membuat daun-daun berguguran.


duuuaaarrr..... duuuaaarrr.... luapan tenaga dalam yang terkandung pada dua pedang yang berbenturan itu menghantam bangunan di sekitar tempat itu hingga hancur porak-poranda.


Hiiiiaaaat... duuuaaarrr.... ledakan besar pun kembali terjadi setelah kedua orang itu meningkat tenaga dalamnya, Kalapati pun terlempar beberapa tombak jauhnya kebelakang tapi tidak sampai jatuh karena dia masih bisa menguasai dirinya.


"Huuuuh....huuuuh... terdengar tarikan nafas yang memburu padanya.


Kalapati tersentak merasakan sakit pada pergelangan tangannya.


"Ini benar benar gila bagaimana mungkin bisa seperti ini"ucap Kalapati tidak percaya dirinya dapat di buat tidak berkutik oleh seorang lawannya yang masih muda itu.


Melihat Kalapati kewalahan Kalawuni yang sudah berdiri itu segera menyerang Jaka dengan melepaskan pukulan andalannya.


"Pukulan api hiaaat.."teriak Kalawuni serangan itu meluncur deras kearah jaka wuuuuus...... !!!


Merasakan adanya getaran serangan yang datang ke arahnya Jaka segera mengalirkan tenaga dalamnya ke telapak tangannya.


Pukulan pencakar langit hiiiiaaaat..... duuuaaarrr..... duuuaaarrr..... ledakan hebat terjadi setelah dua pukulan mereka bertemu ,Kalawuni pun langsung terhempas oleh sambaran angin ledakan itu gedebuuuk.....!!! Kalawuni terjatuh dengan sangat keras hingga tak mampu bangun lagi.


"Pukulan... pencakar langit"ucap Kalapati dengan mulut ternganga.


"Sekarang giliran mu Kalapati..!!!"teriak Jaka.


"Tunggu....aku ingin bertanya pada mu Jaka"ucap Kalapati.


"Baiklah supaya kau dapat mati dengan tenang katakan apa pertanyaan mu"ucap Jaka.


"Apa hubungannya mu dengan sekte langit "ucap Kalapati dengan jantung berdegup kencang.


"Aku adalah tetua di Sekte itu "ucap Jaka dengan tatapan tajam.


"Apa....!!!"Jadi kau yang telah mengalahkan racun barat dan Setan tua dari gunung Lawu itu"ucap Kalapati dengan terkejut .


"Benar aku terpaksa membunuh mereka karena mereka berdua keras kepala seperti dirimu dan sebentar lagi kau akan ku kirim untuk menemui mereka"ucap Jaka ingin tahu bagaimana reaksi Kalapati begitu mendengar itu.


Muka Kalapati langsung pucat pasih mendengar pengakuan jaka itu,rasa gentar dan takut pun langsung merayap di hatinya.


Harapan untuk mendapatkan peta itu pun sirna seketika,ia merasa tidak akan menang dalam pertarungan ini .


"Sebaiknya cepat katakan pada ku di mana kau sembunyikan Ratih"ucap Jaka.


"Dengar Jaka aku sungguh tidak tahu di mana Ratih aku tidak berbohong pada mu Jaka"ucap Kalapati sifat garangnya pun hilang seketika setelah mendengar racun barat dan Ki Lukito tewas di tangannya.


"Bagaimana kalau aku periksa seluruh tempat ini apa kau keberatan"tanya Jaka.


"Tidak Jaka... tidak silahkan saja kalau kau mau periksa"ucap Kalapati.


Melihat kejujuran di mata Kalapati itu Jaka pun percaya kalau dia tidak berbohong dan membatalkan niatnya untuk memeriksa seluruh ruangan di sekte itu.


"Baiklah aku percaya pada mu, tapi kalau kau berani berbohong pada mu tidak ada ampun lagi bagi mu , akan aku kejar dirimu walaupun sampai ke ujung dunia"ucap Jaka.


"kalau aku berbohong kau boleh menghancurkan sekte ini kapan pun kau mau Jaka aku tidak akan melarang mu"ucap Kalapati dengan pasrah.


"Aku pegang omongan mu itu Kalapati,ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada mu"ucap Jaka.


"Silahkan katakan apa pertanyaan mu itu "ucap Kalapati.


"Kau tahu pertama kali dari mana tentang peta ini Kalapati "tanya jaka.


"Tentang peta itu aku tahu dari Sapta Darma dan Nawang Sari jaka mereka berdua lah yang telah memberi tahu aku"ucap Kalapati.


"Jadi mereka mereka berdua selamat dari penyerangan itu "ucap Jaka dengan geram


"Lalu dimana mereka sekarang "tanya Jaka.


"Mereka berdua ada sekarang ada di sini Jaka "ucap Kalapati.


"Cepat kau suruh mereka ke sini "perintah Jaka.


"Baiklah kau tunggu di sini "ucap Kalapati.

__ADS_1


__ADS_2