
"Selamat datang sahabat ku , aku tidak menyangka hari ini akan mendapat kunjungan dari mu"ucap racun barat dengan rasa suka cita.
"kau pasti sudah tahu maksud kedatangan ku ke sini racun barat"ucap Ki Lukito sambil mengambil tempat duduk di samping Dewa Racun Barat.
"Ternyata kau juga tertarik dengan kemunculan peta harta Karun itu setan tua"ucap racun barat.
"Benar sekali, bagaimana kalau kita bekerja sama seperti dulu dengan begitu kesempatan kita untuk mendapatkan peta itu akan semakin besar "ucap Ki Lukito dengan menawarkan kerjasama pada Racun Barat.
"Kenapa tidak setan tua sudah tentu aku menyambut baik tawaran dari mu itu "ucap Racun Barat dengan merasa senang.
"Setan tua, dengan ilmu pelacak mu aku ingin tahu di mana keberadaan peta itu saat ini"ucap Dewa racun Barat kemudian.
"Mengenai peta itu saat ini ada di mana terus terang saya tidak tahu racun barat, tapi setelah saya melihat tujuh mayat dengan keadaan mati terbakar sewaktu saya menuju ke sini,aku merasa yakin bahwa orang orang tersebut mati karena peta harta Karun itu ,ada kemungkinan peta itu saat ini ada di tangan orang yang telah membunuh orang orang itu "ucap Ki Lukito.
"Rupanya sudah sejauh itu berita tentang peta harta Karun itu, lalu apakah kau tahu siapa yang telah membunuh orang orang itu setan tua "tanya Racun Barat.
"Jika di lihat dari bekas pukulan di tubuh orang yang telah tewas itu aku yakin pelakunya adalah orang dari sekte Langit,kamu pasti tahu kan siapa pemilik pukulan badai menerjang karang itu"tanya setan tua.
"Ya, pemilik pukulan itu adalah tetua dari sekte langit "ucap racun barat.
"Ya kau benar pemilik di dunia ini hanyalah tetua sekte langit lah yang mempunyai jurus itu"ucap Ki Lukito membenarkan ucapan temannya itu.
"Jangan jangan peta itu sekarang ini sudah ada di sekte langit ,setan tua "ucap racun barat seakan bangun dari duduknya.
"Bisa jadi begitu, sebab menurut pelacakan ku orang yang telah membunuh orang orang itu saat ini sedang menuju ke arah timur "ucap Ki Lukito.
"Kalau begitu secepatnya aku aku akan ambil tindakan , Sancang, priamitra, Sawung,lanaraka dan Barga cepat kalian sebarkan ke semua orang bahwa peta itu sekarang ini berada di sekte langit"ucap Racun Barat.
"Baik tetua"ucap kelima orang itu dan segera berlalu dari hadapan Racun barat dan Ki Lukito.
Ki Lukito sangat terkejut mendengar perkataan Dewa Racun Barat yang memerintahkan pasukannya untuk menyebarkan berita bahwa peta harta Karun itu berada di sekte Langit.
"Apa maksud mu itu racun barat ,mengapa kau memerintahkan pasukan mu untuk menyebarkan berita itu"tanya Ki Lukito dengan tidak mengerti campur heran.
"Haaa.... haaaa....haaa...kau tenang saja setan tua,aku sengaja melakukan hal itu supaya orang orang berfikir dua kali jika ingin mendapatkan peta itu, karena aku yakin mereka pasti tidak mau bentrok dengan sekte langit yang terkenal kuat itu, selagi ada yang berani menyambangi ke sana itu juga akan menguntungkan bagi kita setan tua, pasti di sana akan terjadi pertarungan besar besaran dengan seperti itu akan membuat Sekte langit kerepotan dan kelelahan setelah itu baru giliran kita ke sana "ucap racun barat.
"Kau memang hebat racun barat , dengan demikian kesempatan bagi kita untuk mendapatkan peta itu jadi semakin besar haaaa..... haaaa....haaaa..."ucap ki Lukito dengan tertawa terbahak bahak.
"Asal kau tahu saja setan tua aku sudah menghubungi dua sahabat kita ki ringin dan Nyai rambut ular untuk membantu usaha kita mendapatkan peta itu "ucap Racun Barat.
"Luar biasa ternyata kau sudah menyiapkan itu semua racun barat,aku benar benar terkesan dengan persiapan mu itu "ucap ki Lukito dengan kagum.
"Setelah ada kabar dari Sancang dan keempat temannya baru kita mulai bergerak"ucap racun barat.
"Baiklah aku setuju"ucap ki Lukito.
Beberapa hari kemudian setelah racun barat memerintahkan kepada lima murid untuk menyebarkan berita bahwa peta itu berada di sekte langit orang orang yang semula bersemangat untuk mendapatkan peta menjadi ragu dan tidak berani sebab mereka tahu bagaimana kuatnya sekte itu,namun tampaknya nama besar sekte langit tidak tidak berpengaruh pada sekte petir api dan sekte angin api kedua sekte itu tidak merasa gentar sedikit untuk menghadapi kekuatan sekte langit.
Kalapati bersama dengan Kalawuni dan teman lamanya yang bernama si tombak gila serta sejumlah pasukannya langsung berangkat menuju ke sekte langit karena diam diam Kalapati juga merasa ingin sekali mendapatkan peta itu.
Dalam saat yang bersamaan Ki Balung Waja pun memberangkatkan pasukannya menuju ke sekte langit, tidak tanggung tanggung dia berangkat bersama dengan Guruh Sujiwo, Arya Lembayung, Sinjung Wanara, Ratu racun dan juga Dewi racun, serta dengan para pasukannya.
Ternyata rencana Dewa Racun Barat itu benar benar berjalan sesuai dengan rencana, karena tidak lama lagi akan ada pertarungan besar di Sekte langit.
Ki Balung Waja sudah tahu bagaimana kuatnya sekte langit makanya ia membawa kekuatan besar untuk menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi.
Di lain tempat lain Jaka yang semula buru buru ingin cepat sampai ke sekte langit terpaksa harus menunda perjalanannya karena sakit yang di derita oleh Dewi pandan Arum itu.
__ADS_1
Sudah hampir tiga hari Jaka tinggal di penginapan semenjak ia membasmi orang orang yang di hutan kemarin itu, kini keadaan Dewi Pandan Arum pun sudah sembuh seperti semula berkat pil dan perawatan yang Jaka berikan padanya.
Pagi itu Jaka dan Dewi pandan Arum sedang membicarakan tentang hancurnya sekte bintang Utara dan kematian Terpasura guru mereka.
"Hancurnya sekte bintang Utara pasti karena adanya penghianatan"ucap Dewi Pandan Arum dengan muka murung.
"Penghianatan maksud mu"tanya Jaka.
"Begini Jaka , yang mengetahui peta itu cuma beberapa orang saja,guru,aku , Sapta Darma dan Nawang Sari, kalau orang lain tahu pasti salah satu dari orang itu ada yang sengaja membocorkannya pada orang lain "ucap Dewi Pandan Arum.
"Tunggu Dewi bukan kah mereka berdua juga tewas dalam peristiwa penyerangan sekte bintang Utara beberapa waktu lalu itu "tanya Jaka.
"Aku yakin belum Jaka , mereka berdua pasti masih hidup sampai saat ini "ucap Dewi Pandan Arum dengan sangat yakin.
"Jika mereka terbukti berkhianat ,aku sendiri yang akan menghabisi mereka berdua tanpa ampun sedikit pun"ucap Jaka.
"Benar Jaka secepatnya juga kita harus membuat perhitungan orang orang yang telah membunuh guru"ucap Dewi Pandan Arum.
"Masalah itu kita tinggal menunggu waktu saja Dewi, secepatnya kita akan membuat perhitungan pada mereka"ucap Jaka.
"Dalam tiga hari ini badan ku sudah kuat kembali Jaka,lalu bagaimana langkah selanjutnya"tanya Dewi Pandan Arum.
"Secepatnya kita harus kembali ke sekte langit Dewi, aku berencana akan membawa beberapa murid ke sekte bintang Utara untuk membangun kembali bangunan bangunan yang telah rusak itu, janji ku kakek kepada guru akan secepatnya saya laksanakan "ucap Jaka.
"Baiklah,tapi sebelum kita berangkat ke sekte langit aku ingin kau tunjukkan gulungan itu kepada ku sekali lagi "pinta Dewi Pandan Arum.
Jaka lalu mengeluarkan gulungan peta itu dari balik bajunya dan kemudian memberikannya pada Dewi pandan Arum.
Dewi pandan Arum memperhatikan dengan cermat berulang kali peta itu , karena gambar dalam peta tersebut sangat rumit terdapat banyaknya garis garis yang tidak jelas, sepertinya sang pembuat peta sengaja melakukan hal itu supaya tidak semua orang dapat mengetahuinya.
setelah memperhatikan peta itu beberapa saat lamanya akhirnya Dewi Pandan Arum pun dapat memahami petunjuk dalam peta itu dan menggulungnya kembali lalu memberikannya kepada Jaka.
Dari tempat Jaka dan Dewi pandan Arum menginap rupanya untuk menuju ke sekte langit masih membutuhkan waktu setengah hari perjalanan itu pun dengan cara terbang, kalau dengan naik kuda butuh waktu sampai seharian penuh tanpa istirahat.
Sehingga dalam perjalanan ke sekte langit Jaka dan Dewi pandan Arum harus mengambil dua kali waktu beristirahat untuk melepaskan lelah, Jaka melakukan hal itu karena Dewi Pandan Arum baru saja sembuh jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan Jaka mengambil keputusan seperti itu.
SEMENTARA ITU DI SEKTE LANGIT
Di hari yang panas terik itu, tampak di kaki lereng Gunung Petir berkelebat beberapa bayangan yang bergerak cepat menuju ke puncak. Menilik dari gerakan yang rata rata ringan dan gesit, dapat diketahui kalau bayangan bayangan itu adalah orang-orang persilatan yang berkepandaian cukup tinggi .
Tentu saja berkelebatnya bayangan-bayangan itu segera diketahui para murid Perguruan Sekte langit yang sedang berjaga-jaga di sana.
Melihat pergerakan orang orang yang tidak mereka kenal itu dengan segera murid-murid itu pun segera memberitahukan hal tersebut kepada Narantaka , Melati dan Ratih yang merupakan kepala keamanan di sekte itu.
Ketika berita itu sampai di telinga mereka ,ternyata tokoh-tokoh yang berdatangan itu sudah tiba di depan pintu gerbang Sekte langit yang cukup luas dan besar itu.
Sedangkan para murid Sekte langit yang bertugas jaga di sana hanya mengawasi dengan sikap penuh kewaspadaan.
“Paksi Darma! Cepat kau serahkan peta itu pada ku!” teriak Kalawuni dengan lantang.
“Benar, serahkanlah peta harta Karun pada kami"sambung Kalapati.
“Cepat, Paksi Darma! Kalau tidak, jangan salahkan kalau aku terpaksa menerobos masuk menggunakan kekerasan!” ancam salah satu seorang yang bertubuh tinggi besar dengan berteriak tak sabar.
Tangannya yang besar dan kekar berotot nampak menggenggam sebatang tongkat yang terbuat dari besi yang hitam legam.
Orang itu berjuluk si tongkat Gila. Seorang tokoh sesat yang terkenal memiliki ilmu kepandaian tinggi dan bertenaga kuat. Apalagi ilmu tongkatnya juga dahsyat. Entah berapa banyak tokoh golongan putih yang mencegah sepak terjang si tongkat Gila, tewas di tangannya.
__ADS_1
Kemenangan demi kemenangan yang diraihnya membuat si tongkat gila ini manjadi sombong dan jumawa, karena dalam Pikirnya selain para tetua sekte dunia persilatan, tidak ada lagi tokoh yang bisa menandinginya!
Karena keyakinannya yang besar itu, si tongkat Gila segera maju berniat mendekati pintu gerbang .
Dengan langkah lebar sambil menggenggam tongkatnya si tongkatnya gila terus melangkah dengan penuh rasa percaya diri.
"Tetua Kalapati kalau mereka tetap saja tidak mau dengar permintaan kita rasanya tidak ada pilihan lain selain menghancurkan pintu ini menjadi berkeping-keping"ucap si tongkat gila dengan terus berjalan.
"Boleh boleh saja tongkat gila ,kau pun boleh membantai seluruh murid di sekte ini"ucap Kalapati.
begitu melihat si tongkat Gila ini menghampiri pintu gerbang, Kalawuni dan yang lainnya segera berbondong-bondong ikut melangkah maju mendekati pintu itu.
Tapi baru mereka melangkah beberapa tindak saja, terdengar suara berderak keras dengan disusul bergeraknya pintu gerbang itu.
Si tongkat Gila beserta para tokoh persilatan yang mengikuti di belakangnya, serentak menghentikan langkah. Mereka semua sama-sama memandang ke arah pintu gerbang itu sambil memasang sikap waspada.
Perlahan-lahan pintu gerbang itu terbuka dan dari balik pintu itu muncullah belasan sosok yang melangkah keluar mendatangi mereka.
Laki-laki tinggi besar yang berjuluk si tongkat gila itu menatap satu persatu belasan wajah yang berdiri beberapa tombak di hadapannya.
"Hanya para lalat saja tetua ,aku sendirian sudah cukup untuk meratakan mereka"ucap si tongkat gila.
“Di mana Paksi Darma tetua kalian cepat suruh dia keluar untuk menyerahkan peta harta Karun itu pada kami"ucap si tongkat gila.
Belum sempat salah satu dari belasan orang itu menjawab, terdengar suara gelak tawa dari arah belakang mereka.
Tak lama kemudian, munculah seorang laki-laki dengan rambut urakan yang tidak lain itu adalah Sinjung Wanara .
“Haaa..haaa....haaa ! kau jangan mau menang sendiri Kalapati dikira hanya kau saja yang berniat memiliki peta harta Karun itu aku dan semua orang yang berada di belakang mu pun juga mempunyai niat yang sama"ucap Sinjung Wanara.
Kala pati segera menoleh ke arah orang yang baru saja bicara lantang padanya itu, rupanya orang tersebut kini telah berada setengah tombak di samping kanannya dengan menyilangkan kedua tangannya
Untuk sesaat Kalapati agak terkejut melihat seseorang dengan rambut urakan itu, karena ia mengenal betul orang yang berdiri di sampingnya itu.
"Aku tidak menyangka ternyata tokoh ternama dari sekte kobra Hitam juga berminat dengan peta harta Karun itu"ucap Kalapati dengan tampak tenang.
"Kalapati ,aku tidak menduga kita akan bertemu di sini"ucap guruh Sujiwo ,kali ini ia tidak perlu menaruh sikap hormat padanya, karena ada ayahnya si tombak iblis jadi tidak ada lagi yang perlu di takutinya.
"Guruh Sujiwo rupanya kau datang bersama ayah mu , ternyata kau masih seperti anak kemarin sore saja"ucap Kalapati dengan nada mengejek.
"Cukup Kalapati tujuan kita bukan untuk berdebat tapi untuk mendapatkan peta itu"ucap Ki Lukito memperingatkan.
"Kau benar Ki Lukito hampir saja aku melupakan tujuan kedatangan ku ke sini "ucap Kalapati.
Tidak lama kemudian munculah Melati bersama Narantaka dan Ratih dari dalam, mereka bertiga merasa heran dengan kedatangan orang orang itu.
"Ada apa kalian beramai ramai mendatangi sekte langit dan membuat kegaduhan di tempat ini "ucap Melati sambil memandangi wajah mereka satu persatu.
"Waaah... rupanya di sini juga terdapat gadis gadis yang sangat cantik "ucap Arya Lembayung begitu melihat melati dan Ratih di hadapannya.
"Dengar nona, cepat kau panggil tetua kalian Paksi Darma ke sini untuk menyerahkan peta itu kepada kami"ucap Sinjung Wanara.
"Haaa..... haaaa...haaa.... dengar tuan tuan sekalian tetua sekte ini sudah berganti dua tahun silam, Paksi Darma bukan tetua sekte ini lagi dan asal tuan tahu saja ,kami tidak tahu tentang peta yang tuan maksud itu"ucap Ratih.
"Kalian pikir kami anak kecil yang mau di bohongi begitu saja, cepat panggil Paksi Darma kemari"ucap Sinjung Wanara, tidak percaya dengan perkataan Ratih itu.
"Kalau kalian tetap tidak percaya itu terserah kalian"ucap melati dengan muka kesal.
__ADS_1
"Sepertinya tidak ada cara lain tetua Kalapati selain kita menerobos masuk "ucap si tongkat gila.
"Dengar nona jika ,mona masih bersikeras tidak mau menghadapkan kami pada Paksi Darma jangan salahkan kami ,kalau kami bertindak sesuka hati kami "ucap si tongkat gila dengan nada penuh ancaman.