Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Terluka parah


__ADS_3

Setelah menjalani pertempuran selama satu malam akhirnya istana Sangguling pun dapat di kuasai oleh pasukan yang di pimpin Sanca Buana sepenuhnya.


Untuk semakin memperkuat istana Sangguling Sanca Buana langsung mendatangkan orang orang dari sekte serigala api untuk menjadi pilar pilar di istana itu dan menghadapi segala serangan yang kemudian hari akan datang.


Penyerangan terhadap istana Sangguling adalah salah satu langkah awal sebelum mencaplok kerajaan kerajaan lain berikutnya.


Di istana Sangguling Sanca Buana segera melakukan pertemuan dengan para Senopati nya seperti nyai Konde Mas, Wardana, Petung Gede dan Paronwaja, cuma Wulung Kuning yang tidak bisa hadir karena saat itu ia sedang dalam perawatan.


Semua orang tampak terdiam dengan pandangan lurus ke depan menatap tempat Sanca Buana berdiri.


"Kalian semua dengarkan, sesuai dengan perintah tetua Agung aku akan mengganti nama kerajaan ini menjadi kerajaan Serigala api"ucap Sanca Buana.


mendengar perkataan Sanca Buana itu Nyai Konde Mas dan yang lainnya pun akhirnya mengerti tentang ucapan Sanca Buana waktu pertemuan kemarin yang mengatakan tentang kerajaan Serigala api.


"Hidup kerajaan Serigala api... hidup.. kerajaan Api"ucap seluruh orang yang hadir di ruangan itu.


Haaa.....haaa...haaa... Sanca Buana tertawa keras mendengar teriakkan dari orang orang yang ada di ruangan itu.


"Saya mau bertanya tuan Sanca"ucap Wardana.


"Katakan apa yang mau kau tanyakan Wardana"ucap Sanca Buana.


"Kapan tetua Agung menduduki singgasana istana ini tuan Sanca"tanya Wardana.


"Perlu kalian semua ketahui tetua agung tidak akan menduduki istana ini, yang akan menjadi raja di kerajaan ini adalah Barata jaya adik dari tetua Agung sendiri "ucap Sanca Buana.


Mendengar perkataan dari Sanca Buana itu Nyai Konde Mas dan yang lainnya pun saling berpandangan, karena mereka selama ini tidak tahu bahkan baru mendengar nama orang yang Sanca Buana sebutkan tadi.


"Aku tahu kalian merasa asing dengan nama yang baru saja saya sebutkan tadi, karena nama Barata jaya tidak pernah saya singgung dalam setiap aku mengadakan pertemuan dengan kalian, sekarang ini dia sedang berada di gunung Wilis untuk menyempurnakan ilmu yang sebentar lagi akan selesai "ucap Sanca Buana.


"Lalu kapan tuan Barata jaya akan tiba di kerajaan ini tuan Sanca "tanya Wardana.


"Tidak lama lagi,kira kira satu purnama lagi dia akan selesai menyempurnakan ilmunya itu"ucap Sanca Buana.


"Perlu kalian ketahui setelah istana ini kita kuasai sebentar lagi giliran kerajaan Tataran yang akan kita rebut "ucap Sanca Buana.


"Maaf tuan Sanca apa tidak terlalu terburu buru, bukan pasukan kita kemarin banyak yang tewas akibat penyerangan ke kerajaan ini"ucap Nyai Konde Mas.


"Benar memang banyak pasukan kita yang tewas,tapi kau jangan salah Nyai di sekte serigala api masih ada pasukan yang jumlahnya ribuan ,jadi kau tidak perlu khawatirkan soal itu"ucap Sanca Buana.


"Baik tuan Sanca "ucap Nyai Konde Mas.


"Untuk menjadikan kerajaan ini lebih kuat lagi aku ingin kalian merekrut seluruh pemuda yang berada di Jatiwaringin ini,bagi siapa pun yang menolak untuk di jadikan prajurit, kalian tidak perlu ragu ragu bunuh dia "ucap Sanca Buana.


"Kami mengerti tuan Sanca "ucap keempat Senopati itu.


"Bagus, lalu bagaimana dengan hasil pencarian kalian mengenai Jaka dan putri Candra Kirana "tanya Sanca Buana.


"Pencarian masih terus di lakukan tuan Sanca oleh beberapa prajurit "jawab Nyai Konde Mas.


"Baiklah jika begitu"ucap Sanca Buana kemudian slaaaap ia pergi dari hadapan Nyai Konde Mas dan yang lainnya.


Setelah Sanca Buana pergi Nyai Konde Mas segera melihat keadaan mawar kencana yang saat itu tengah berbaring di kamarnya.


"Bagaimana keadaan mu mawar "tanya nyai Konde Mas yang saat itu melihat mawar kencana sudah membuka matanya.


"Uhuk.... uhuk.....dada ku terasa sesak ibu"ucap mawar kencana dengan berbisik lirih.


Kemudian nyai Konde Mas segera mengambil ramuan di atas meja dan meminumkan ramuan itu kepada mawar kencana.


"Istirahatlah dengan tenang mawar dalam dua ,tiga hari kamu pasti baikkan setelah meminum ramuan ini"ucap mawar kencana.


"Lalu bagaimana dengan paman sambar nyawa dan pembunuh emas ibu"tanya mawar kencana.


"Kamu tidak usah mengkhawatirkan mereka berdua, luka mereka memang parah tapi tidak separah luka mu ,jadi istirahatlah"ucap mawar kencana.


"Baiklah ibu "ucap mawar kencana, menuruti ucapan ibunya.


"Jaka tunggu pembalasan dari ku"ucap nyai Konde Mas setelah melihat keadaan mawar kencana yang mengkhawatirkan itu.


Sejak kerajaan Sangguling jatuh ke tangan Sanca Buana dan berganti nama menjadi kerajaan Serigala api banyak para penduduk yang di rekrut manjadi prajurit atau dengan kata lain adalah wajib militer bagi para laki-laki.

__ADS_1


Sementara itu di desa Sekaten tepatnya di sebuah rumah terlihat beberapa penjaga tampak berlalu lalang di depan rumah itu.


Rupanya di dalam rumah itu terdapat beberapa orang yang sedang terluka diantara orang orang itu adalah raja Dewantara, pangeran Bratadewa, Senopati Dewangga, Ki Lawu dan Patih Lembu Kanigara.


Waktu itu melati , Ratih dan Jaka datang dengan pasukan sekte langit yang Melati tinggal di desa Sekaten.


Sewaktu melihat ki Lawu , Senopati Dewangga dan Patih Lembu Kanigara dalam keadaan kritis Jaka segera memerintahkan melati dan Ratih untuk menyelamatkan mereka bertiga , kemudian melati pun melempar senjata rahasianya itu kemudian dengan cepat membawa ketiga orang itu dan memberikannya kepada pasukan sekte langit, kemudian pasukan itu membawanya ke desa Sekaten.


"Melati bagaimana keadaan jaka kenapa dia belum juga sampai di tempat ini"tanya melati dengan rasa cemas.


"Kamu tenang saja Ratih tetua akan baik baik saja,aku sudah menyuruh beberapa orang melacak keberadaannya sekaligus mencari tahu keadaan di kerajaan Sangguling saat ini"ucap melati.


"Kenapa kamu bisa yakin kalau Jaka baik baik saja Melati,saya perhatikan kemarin orang yang bernama Sanca Buana itu tampak kuat sekali, apa lagi di tambah dengan wanita yang berpakaian serba merah dan yang lainnya aku yakin pasti Jaka sedang mengalami kesulitan saat ini "ucap Ratih dengan panik.


"Kamu benar Ratih, kalau semua orang itu berkemampuan tinggi,tapi percayalah tetua pasti dapat keluar dari istana itu dengan keadaan hidup "ucap melati merasa yakin dengan kemampuan tetuanya itu, walau pun dalam hatinya juga merasakan kegelisahan seperti yang di rasakan oleh Ratih.


"Ku harap apa yang kau katakan itu benar melati,jika sampai terjadi sesuatu pada Jaka aku tidak akan memaafkan mereka semua "ucap Ratih.


"Sebaiknya kita tingkatkan kewaspadaan kita,aku yakin mereka pasti sedang melakukan pencarian pada raja Dewantara dan yang lainnya "ucap melati mengingatkan.


Tempat persembunyian mereka saat ini lumayan aman selain jaraknya lumayan jauh dari kerajaan Sangguling (kerajaan Serigala api) juga letak rumah yang berada di pinggiran hutan .


untuk menambah keamanan tempat persembunyiannya itu melati menempatkan beberapa orang di titik titik paling rawan di desa itu supaya kalau ada apa apa bisa cepat tahu.


Di saat Ratih dan melati sedang dalam keadaan panik itu tiba-tiba dua orang pasukan sekte langit datang dihadapan nya dengan membawa dua orang di punggung mereka ,dua orang yang mereka bawa adalah Jaka dan putri Candra Kirana.


"Jaka....!!!"teriak Ratih begitu mengenali orang yang di bawa orang tadi dan menghampirinya.


"Tetua...!! , cepat bawa tetua masuk ke dalam"ucap Melati.


Kemudian orang itu pun segera membawa Jaka dan putri Candra Kirana masuk ke dalam rumah itu.


"Kalian baringkan tetua dan wanita itu di sini "ucap melati.


"Kemudian melati memeriksa keadaan Jaka dan putri Candra Kirana secara bergantian.


"Bagaimana keadaan Jaka melati"tanya Ratih dengan panik.


"Huuuuff.... lukanya cukup parah Ratih , sepertinya tetua mendapatkan pukulan yang cukup keras pada tubuhnya"jawab Melati.


"Dia juga parah tapi lebih para luka yang di derita tetua "jawab Melati.


"Tapi kamu bisa kan menyembuhkannya "desak Ratih.


Melati mengangguk mendengar pertanyaan Ratih itu sambil menatap kepada Jaka.


"Namun sayangnya kita kehabisan bahan obat Ratih, bahan obat yang kemarin sudah habis untuk mengobati raja Dewantara dan para pengawalnya"ucap melati.


"Lalu di mana kita bisa mendapatkan bahan obat itu melati atau Jaka kita bawa saja ke sekte langit"ucap Ratih.


"Itu tidak mungkin Ratih jarak desa ini ke sekte langit cukup jauh butuh waktu tiga hari untuk sampai ke sana, jika kita memaksa membawa tetua kembali ke sekte aku khawatir lukanya bertambah parah"ucap Melati.


"Lalu kita harus bagaimana Melati , cepat katakan"ucap Ratih dengan kepanikan yang luar biasa,ia benar benar takut kalau Jaka sampai tidak tertolong.


"Jalan satu-satunya adalah mencari bahan obat di sekitar desa ini"ucap melati.


"Lapor nona, sepertinya para pasukan itu masih terus mencari keberadaan tetua Jaka dan Gusti prabu mereka sebentar lagi mungkin sampai di ujung desa"ucap orang itu.


Melati dan Ratih langsung terkejut mendengar laporan dari orang itu.


"Berapa jumlah mereka kira kira "tanya melati.


"Kira kira tidak kurang dari lima ratus orang nona "jawab orang itu.


"Baiklah kau terus awasi pergerakan mereka "ucap melati.


Orang itu pun langsung pergi kembali ke tempatnya.


"Melati apa yang harus kita lakukan sekarang"tanya Ratih.


"Dengan jumlah kita yang hanya seratus orang saya kira bisa mengatasi mereka jadi tenang lah, Ratih kau berjaga jaga di sini aku akan mencoba mencari bahan obat di sekitar desa ini siapa tahu dapat menemukannya"ucap melati.

__ADS_1


"Baiklah hati hati melati "ucap Ratih


melati langsung berkelebat cepat meninggalkan Ratih.


Melati bergerak cepat ke sana kemari memeriksa seluruh tempat di desa itu hingga


tidak berapa lama kemudian melati pun tiba di tempat yang lumayan ramai yaitu sebuah pasar yang cukup ramai.


Melati segera berkeliling mencari tempat yang menjual bahan obat obatan di pasar itu.


"Jamur naga merah cocok untuk semua jenis penyakit harganya cuma Lima keping uang emas "ucap seorang penjual bahan obat.


"Mahal sekali , bagaimana mana kalau tiga keping uang emas"tanya seorang pelanggan.


"Maaf tuan ini barang langka adanya cuma di kaki gunung ceremai"ucap penjual itu.


"akar ginseng yang sudah berumur puluhan tahun dapat menyembuhkan luka dalam dan meningkatkan stamina harganya cuma tujuh keping emas barangnya cuma tinggal satu siapa cepat dia dapat "ucap pembeli itu kembali mempromosikan barang dagangannya.


"Apa benar ini ginseng asli tuan "tanya seorang pemuda tiba tiba datang dengan seorang paruh baya.


"Jika tuan meragukan ginseng ini , tuan tidak usah membelinya "ucap penjual itu seolah olah tidak berniat menjualnya.


"Baiklah aku akan membayar barang itu "ucap pemuda itu sambil merogoh kantong bajunya.


"Tunggu..aku membutuhkan ginseng itu"ucap melati dengan tiba-tiba.


"Akan ku bayar dua kali lipat jika tuan menjual ginseng itu pada ku"ucap melati.


"Tidak nona , tuan ini sudah lebih dulu yang mau membelinya jadi nona harus bertanya pada dia jika nona menginginkan barang ini"ucap penjual itu.


"tuan saya minta jual lah Gingseng ini pada saya berapa pun harganya karena saya sangat membutuhkan barang ini "ucap melati.


pemuda tadi langsung terkejut begitu melihat dan mengenali melati wanita yang berada di sampingnya itu, karena ia pernah melihatnya waktu berperang menghadapi sekte kumbang merah beberapa waktu silam, dan ternyata pemuda itu adalah Rawa Candra yang kebetulan sedang lewat situ bersama dengan Banjar Samudra.


"Jika nona mau silahkan ambil saja, karena nona lebih membutuhkan gingseng ini dari pada saya "ucap Rawa Candra dengan suka rela


"Jika begitu baiklah ,saya ucapkan terima kasih pada tuan ,kebaikan tuan ini pasti akan saya balas suatu hari nanti "ucap Melati.


"Nona tidak perlu seperti itu ini adalah hal kecil yang siapa dapat orang lakukan "Rawa Candra.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih tuan"ucap melati.


"Maaf nona kalau boleh tahu siapa yang sedang sakit "tanya Rawa Candra.


"Dia adalah tetua kami tuan"ucap melati.


Rawa Candra sangat terkejut mendengar perkataan dari melati itu.


"Apakah yang nona maksud itu Tetua jaka"tanya Rawa Candra.


"Benar tuan "ucap melati.


"jadi sekarang ini tetua jaka sedang terluka,jika begitu aku harus melihat keadaan nya karena di masa depan aku pasti butuh bantuannya"guman Rawa Candra.


"Maaf nona bolehkah saya ikut dengan nona untuk melihat keadaan tetua Jaka "pinta Rawa Candra.


melihat tidak ada niat buruk pada pemuda itu Melati pun tidak merasa keberatan.


"Jika tuan berniat baik untuk melihat keadaan tetua Jaka baiklah aku tidak keberatan, tapi aku mau membeli bahan obat lain yang saya butuhkan "ucap melati.


"Baiklah ,aku akan dengan sabar menunggu nona di sini"ucap Rawa Candra.


Melati pun segera mencari bahan bahan obat yang di butuhkan untuk mengobati luka jaka.


Tidak lama kemudian melati pun sudah mengumpulkan semua bahan obat yang di butuhkan itu.


Selain mempunyai ilmu Kanuragan yang tinggi ,kemampuan melati dalam bidang pengobatan juga tidak kalah dengan para tabib pada umumnya, karena selain di latih untuk bertempur Melati juga di tuntut untuk bisa menyembuhkan dirinya jika terluka dalam pertarungan,maka tidak heran jika Melati mempunyai kemampuan dalam bidang pengobatan.


"Mari kita berangkat tuan"ucap melati.


"Baiklah ,nona silahkan duluan aku dan teman ku akan mengikuti nona dari belakang"ucap Rawa Candra.

__ADS_1


Melati langsung berkelebat cepat meninggalkan tempat itu kemudian di susul oleh Rawa Candra dan Banjar Samudra di belakangnya.


Ketika sampai di tempat itu Melati langsung terkejut begitu melihat banyak mayat berserakan hampir di sepanjang jalan menuju ke tempat Ratih dan Jaka berada.


__ADS_2