
Dewi Pandan Arum kemudian melanjutkan ceritanya.
Mengetahui guru pergi Dewi Ganda Arum adik ku lalu masuk ke dalam ruang penyimpanan pusaka milik guru, kemudian ia mengambil kitab langit seribu Guntur dan pedang petir Api.
Ketika ia hendak keluar dari ruangan penyimpanan pusaka itu, Secara kebetulan aku mempergokinya dia merasa terkejut begitu melihat ku namun aku lebih terkejut lagi setelah melihat kitab dan pedang itu berada di dalam genggamannya, terjadilah perdebatan hebat di antara kami berdua hingga akhirnya perdebatan itu harus berlanjut menjadi sebuah pertarungan.
Setelah lama bertarung akhirnya aku pun dapat mengalahkannya sampai dia terluka parah.
Namun di saat bersamaan dengan kalahnya Dewi Ganda Arum itu tiba-tiba guru ku datang.
Tanpa pikir panjang aku pun menceritakan kejadian yang sebenarnya pada guru ku, namun guru tidak mempercayai sedikit pun dengan kata-kata ku karena guru ku melihat pedang dan kitab itu berada di tangan ku.
Akhirnya guru ku memberikan kitab dan pedang itu kepada ku sekaligus memberikan hukuman pada ku dengan mengurung ku di penjara batu ini selama seratus tahun lamanya, namun di balik hukuman ini sepertinya guru mempunyai maksud tersembunyi yang aku tidak tahu jaka "ucap Dewi Pandan Arum mengakhiri ceritanya.
"Lalu apa hubungannya dengan saya Dewi, kenapa..
"Dengar Jaka hanya kamu yang dapat menghancurkan batu besar ini, karena kamu hanya kamu satu satu orang yang memiliki jurus Pembelah Langit di benua Utara ini"ucap Dewi Pandan Arum.
"Jadi Dewi tahu aku memiliki jurus itu "tanya Jaka dengan heran.
"Benar aku tahu semua tentang mu yang orang lain tidak tahu Jaka "ucap Dewi Pandan Arum.
"Kalau begitu Dewi juga tahu di mana pedang rongsokan ku berada saat ini "tanya Jaka.
"Maksud kamu pedang ini"ucap Dewi Pandan Arum sambil menunjukkan pedang awan milik Jaka.
"Iya benar Dewi itu pedang ku"ucap Jaka.
"Kamu pasti penasaran kenapa pedang awan ini datang kemari dengan sendirinya"ucap Dewi Pandan Arum.
"Benar Dewi aku tidak tahu kenapa pedang sialan ini tiba-tiba meluncur ke arah sini, mohon Dewi Pandan Arum sudi menjelaskan nya "ucap Jaka.
"Baiklah, pedang awan ini ternyata mempunyai hubungan dengan kedua pedang ini Jaka sehingga tadi ia terbang ke sini begitu merasakan adanya getaran getaran tenaga dalam yang di pancarkan oleh dua pedang ini"ucap Dewi Pandan Arum, sambil menunjukkan dua buah pedang lagi pada Jaka.
Jaka terperanjat melihat dua pedang yang di tunjukkan Dewi Pandan Arum itu, karena dua pedang itu memancarkan tenaga yang begitu kuat.
"Apa nama dua pedang itu Dewi "tanya Jaka dengan penasaran.
"Baiklah akan aku jelaskan mengenai dua pedang ini, pedang yang berwarna merah membara ini bernama pedang naga api dan pedang yang berwarna putih kemerahan ini bernama pedang petir Api yang aku ceritakan pada mu tadi Jaka "ucap Dewi Pandan Arum.
Pedang naga api ini dulu pernah di miliki oleh seorang pendekar kenamaan yang bernama Ki manggurat sedangkan pedang petir Api ini milik guru ku sendiri"ucap Dewi Pandan Arum.
"Tadi Dewi bilang Ki manggurat"tanya Jaka dengan terkejut karena ia kenal betul dengan nama itu.
"Ya Ki manggurat adalah kakek mu pemilik pedang ini sebelum memberikan pedang ini pada ayah mu Kelana"ucap Dewi Pandan Arum.
"Jadi Dewi Pandan Arum benar benar tahu semua tentang aku"gumam Jaka dalam hati.
"Apa kau masih meragukan kemampuan ku Jaka kalau aku mengetahui tentang mu"ucap Dewi Pandan Arum.
"jadi Dewi juga tahu apa kata hati ku"ucap Jaka.
"Tadi kan aku sudah bilang aku tahu semua tentang mu yang orang lain tidak tahu jaka"ucap Dewi Pandan Arum.
"Maaf kan aku Dewi telah meragukan mu"ucap Jaka tidak berani lagi.
"Lalu kenapa pedang itu sekarang ada di tangan Dewi "tanya Jaka.
"Dengar kan baik baik Jaka, waktu terjadi pertarungan antara ayah mu Kelana dan Nyai Konde Mas pertarungan mereka itu berada tidak jauh dari tempat ku ini, dalam pertarungan itu nyai Konde dapat membunuh ayah mu lalu mengambil pedangnya.
Ayah mu kalah dalam pertarungan itu karena kelicikan paman mu Darsiman yang memberikan racun pada minumannya.
Darsiman yang mengetahui pedang itu sudah ada di tangan Nyai konde mas kemudian ia mengambilnya sewaktu dia sedang istirahat karena kelelahan setelah melakukan pertarungan dengan ayahmu.
Namun sewaktu Darsiman akan membawa lari pedang itu tiba tiba pedang petir api ini menarik pedang naga api itu sehingga sekarang ada di tempat ini "ucap Dewi Pandan Arum.
"Kurang ajar ternyata Darsiman juga terlibat dalam kematian ayah ku "ucap Jaka sambil mengepalkan tangannya.
"Tenangkan dulu amarah mu Jaka, ada sesuatu yang penting yang perlu ku beri tahu pada mu mengenai ketiga pedang ini"ucap Dewi Pandan Arum.
"Apa itu Dewi "tanya Jaka.
"Karena pedang ini mempunyai jiwa pedang yang saling berhubungan aku akan menyatukan ketiga pedang ini menjadi satu "ucap Dewi Pandan Arum.
"Jadi ketiga pedang ini dapat di satukan menjadi satu pedang Dewi "ucap Jaka dengan terkejut.
__ADS_1
"Kamu lihat lah"ucap Dewi Pandan Arum, kemudian ia menjajarkan ketiga pedang itu dengan posisi berdiri setelah itu ia mendorong ketiga pedang ini dengan kekuatannya hingga pedang itu menempel satu sama lain dan tiba-tiba keluar lah cahaya yang sangat terang hingga hingga menyilaukan mata,makin lama cahaya itu makin terang dan membesar sampai membuat tempat itu sangat terang sekali, karena tidak tahan dengan pancaran cahaya itu Jaka segera menutup matanya.
Kemudian cahaya itu berputar putar hingga membentuk gelombang seperti angin topan yang berputar sangat kencang, lama kelamaan perputaran itu mereda dan muncullah sebuah pedang dengan gagang berwarna merah keputih putihan yang memancarkan cahaya begitu terang.
"Jaka buka lah mata mu"perintah Dewi Pandan Arum pada Jaka yang dari tadi memejamkan matanya.
Jaka langsung tersentak melihat sebuah pedang yang begitu gagah melayang di depannya.
"Jadi ini pedang ku Dewi"ucap Jaka merasa pangling.
"Benar Jaka,itu pedang mu"ucap Dewi Pandan Arum.
Jaka memperhatikan baik baik pedang itu,ia sungguh kagum dengan ke indahan serta kekuatan yang di pancarkan oleh pedang di depannya itu.
"Berhubung pedang ini gabungan dari pedang awan , pedang naga api dan pedang petir Api, bagaimana kalau aku namakan pedang ini menjadi PEDANG AWAN NAGA PETIR"ucap Jaka.
"Cukup bagus nama yang kau pilih itu jaka"ucap Dewi Pandan Arum setuju dengan nama yang Jaka di pilih itu.
"Ingat Jaka sebelum kau menggunakan pedang itu kau harus lebih dahulu mempelajari kitab Kitab langit seribu Guntur ini untuk menopang kekuatan tubuh mu dalam menggunakan pedang itu"ucap Dewi Pandan Arum sambil menyerahkan kitab itu.
" berapa lama aku dapat menguasai seluruh isi kitab ini Dewi"tanya Jaka.
"Itu tergantung pada keberuntungan mu dan bakat mu jaka, karena kau memiliki jurus Pembelah Langit saya kira kau tidak membutuhkan waktu lama untuk menguasai kitab itu "ucap Dewi Pandan Arum.
"Baiklah aku akan memulai latihan ini"ucap Jaka kemudian membuka kitab itu lembar demi lembar dan segera mulai mempelajari kitab itu.
waktu pun terus berlalu tanpa Jaka sadari, bahwa dirinya hampir satu bulan di dalam batu itu.
SEMENTARA ITU DI SEKTE BINTANG TIMUR
Rawa Candra segera membentuk pasukan khusus untuk mengimbangi pasukan khusus yang di miliki oleh sekte serigala api.
Pembentukan itu di awasi langsung oleh para sesepuh karena untuk menjadi pasukan khusus haruslah orang orang yang mempunyai kekuatan dan mental yang kuat.
Sekitar seribu lima ratus orang sudah berdiri di halaman depan untuk mengikuti pengarahan yang akan di berikan oleh sesepuh Pranaraja.
Para calon pasukan khusus itu terdiri dari lima ratus orang wanita dan Seribu orang laki laki.
"Dengar kan semua para calon pasukan khusus, hari ini aku akan mengadakan ujian pada kalian semua untuk mengetahui apakah kalian pantas atau tidak menjadi pasukan khusus itu.
"Mau tanya sesepuh apakah kami boleh membawa bekal untuk di bawa ke sana"tanya seorang murid calon pasukan khusus.
"Tidak boleh , kalian harus bisa hidup di alam bebas dalam kemandirian karena pasukan khusus bukanlah pasukan manja, ingat kalau ada yang ketahuan membawa bekal akan saya berikan hukuman yang sangat berat, dalam ujian ini kalian akan di awasi dan di pantau oleh, tuan Banjar Samudra, pramudita, suparna dan Rahakuti "ucap sesepuh Pranaraja.
"Baiklah kami akan mematuhi semua apa yang sesepuh katakan..!!!"ucap para calon pasukan khusus itu dengan suara lantang.
"Satu lagi, kalian juga tidak di perbolehkan membawa pedang, cuma pisau kecil ini bekal kalian,jadi simpan dan pergunakan pisau kalian nanti dengan baik"ucap sesepuh Pranaraja, lalu memerintahkan Suparna untuk membagikan pisau itu kepada mereka semua.
"Karena semuanya sudah kebagian pisau itu sekarang juga berangkat lah Kalian menuju ke gunung Garuda"perintah sesepuh Pranaraja.
Para murid pun segera melesat dengan ilmu ringan tubuhnya menuju ke arah gunung Garuda.
Jarak antara gunung Garuda dan sekte bintang timur lumayan cukup jauh, jika berjalan kaki butuh waktu satu hari perjalanan kalau naik kuda butuh setengah hari sedangkan menggunakan ilmu ringan tubuh bisa lebih cepat lagi.
"Aku percayakan murid murid pada kalian berempat jadi awasi dan jaga mereka"ucap sesepuh Pranaraja pada Banjar Samudra dan yang lainnya.
"Baik sesepuh"ucap mereka berempat kemudian melesat menyusul murid calon pasukan khusus itu.
Setelah kepergian empat orang itu sesepuh Pranaraja kemudian masuk dalam sekte lalu menuju keruangan pribadinya.
Di dalam ruangan pribadinya itu kemudian Pranaraja mengambil sebuah kota kayu yang berukurang panjang yang berada di atas mejanya, lalu setelah itu ia membawa kotak kayu keluar itu dari ruangannya dan menuju ke ruangan Rawa Candra.
Sesaat kemudian ia pun sampai sampai di depan pintu ruangan Rawa Candra dan segera mengetuk pintu itu.
Mendengar seseorang mengetuk pintu kemudian Rawa Candra pun segera bergegas membukanya.
"Oh sesepuh masuklah"ucap Rawa Candra.
Pranaraja pun segera masuk ke dalam ruangan Rawa Candra itu setelah Rawa Candra mempersilahkannya.
"Maaf kalau kedatangan saya menganggu semedi tetua"ucap Pranaraja.
ada apa sesepuh datang kemari"tanya Rawa Candra .
"Aku ingin memberikan pedang ini pada tetua, harap tetua mau menerimanya "ucap Pranaraja sambil menyerahkan kotak kayu itu.
__ADS_1
Rawa Candra segera menerima kotak kayu yang diberikan oleh Pranaraja itu lalu membukanya.
"Sebuah pedang yang bagus, dari mana sesepuh mendapatkan pedang sebagus ini"tanya Rawa Candra.
"Saya mendapatkannya dari tempat pelelangan tetua,aku merasa tertarik dengan pedang ini makanya saya membelinya"ucap Pranaraja.
"Oh jadi begitu"ucap Rawa Candra kemudian mengambil pedang itu dan mengamatinya.
"Sungguh pedang yang luar biasa,apa nama pedang ini sesepuh "tanya Rawa Candra.
"Nama pedang ini adalah pedang halilintar tetua "ucap Pranaraja.
"Pantas pedang ini terlihat sangat kokoh dan mempunyai hawa panas yang begitu menyengat "ucap Rawa Candra.
"Benar tetua,saya rasa pedang itu sangat cocok untuk tetua gunakan karena mempunyai kesamaan dengan tenaga dalam yang tetua miliki , semula saya membeli pedang itu untuk tetua Kumbakarna, tapi setelah mengetahui tetua sudah tiada kini aku berikan pada mu tetua"ucap Pranaraja.
"Aku sangat berterima kasih pada mu sesepuh kau sungguh perhatian pada saya, dengan pedang ini aku berjanji akan melindungi sekte ini dari ancaman apa pun "ucap Rawa Candra.
"tetua jangan bilang begitu, sudah kewajiban saya untuk memberikan yang terbaik untuk tetua,aku juga percaya kalau tetua pasti akan melindungi sekte ini"ucap Pranaraja.
Rawa Candra benar benar mendapatkan perhatian yang lebih dari sesepuh Pranaraja,ia sangat kagum dengan kesetiaan dan pengabdian Pranaraja.
"Lalu bagaimana dengan para murid calon pasukan khusus sesepuh apakah mereka sudah sesepuh persiapkan "tanya Rawa Candra.
"sudah tetua sekarang para murid murid itu sedang menjalani ujian di gunung Garuda untuk mencari taring naga api"ucap Pranaraja menjelaskan.
Rawa Candra Kirana terbelalak matanya mendengar para murid mencari taring naga api.
"Apa itu tidak terlalu keras sesepuh, bukan kah kesakitan naga api setara dengan pendekar tanpa tanding bahkan malah bisa di atasnya "ucap Rawa Candra sedikit khawatir dengan keselamatan para murid itu.
"Memang benar mahluk itu memang kuat dan sakti,tapi aku percaya kalau mereka semua bisa mengatasi mahluk itu"ucap Pranaraja.
"Kalau sesepuh merasa begitu tenang seperti di sana akan baik baik saja dan semoga saja apa yang sesepuh katakan itu benar, lalu kapan mereka semua akan kembali "tanya Rawa Candra.
"Tiga hari lagi tetua mereka akan kembali ke sekte "ucap Pranaraja.
"Baiklah jika begitu,aku juga harus segera mungkin meningkatkan kekuatan ku sesepuh "ucap Rawa Candra.
"Kalau begitu saya keluar dulu tetua "ucap Pranaraja.
"Silahkan sesepuh "ucap Rawa Candra.
Setelah Pranaraja keluar dari ruangannya itu Rawa Candra kemudian melanjutkan semedinya.
Di lain tempat
Jika sekte bintang timur baru saja membentuk pasukan khususnya,beda dengan sekte langit yang sudah mempunyai pasukan khusus lebih dulu.
Kalau pasukan khusus sekte bintang timur berjumlah seribu lima ratus orang maka jumlah pasukan khusus yang di miliki oleh sekte langit adalah sekitar dua ribu orang yang setiap orangnya mampu menandingi seratus orang prajurit biasa, pasukan khusus itu terdiri dari pasukan pengintai, pasukan pemburu dan pasukan pembunuh dan pasukan senyap.
Pasukan itu akan gunakan kalau ada acara resmi atau pun dalam keadaan darurat yang mengancam keamanan sekte atau pengawalan tetua sekte jika pergi keluar.
Setelah beredarnya berita tentang jatuhnya seluruh kerajaan di benua selatan, sekte langit pun segera melakukan tindakan persiapan dengan menyiagakan seluruh pasukan mulai dari pasukan biasa sampai dengan pasukan khusus.
Melati yang saat itu menjadi pemimpin pasukan senyap terlihat sedang mengumpulkan semua anggota yang berjumlah tujuh orang itu.
Pasukan khusus yang di pimpin oleh melati itu mempunyai kemampuan yang tidak di miliki oleh kemampuan khusus pada umumnya, karena pasukan senyap memiliki kemampuan mengintai, memburu , membunuh dan juga penyelamatan, maka tidak heran jika jumlah anggotanya hanya segelintir orang saja.
Ketika Melati sedang memberikan pengarahan kepada para anggotanya itu tiba tiba datang lah seorang pasukan pengintai menghadapnya.
"Lapor nona, di kerajaan Serigala api saat ini mengangkat seorang raja baru yang bernama Barata Jaya "ucap pasukan pengintai itu.
"Lalu apa lagi "tanya melati.
"di sepanjang jalan dari kerajaan Serigala api sampai ke kerajaan Tataran dan juga kerajaan lainnya sudah di buat pos pos penjagaan yang di isi oleh orang orang pilihan dari sekte serigala api nona dan mengenai tetua saat ini anggota pasukan pengintai belum menemukannya"ucap pasukan pengintai itu.
"Ada lagi yang lainnya "tanya melati.
"untuk sementara cuma itu yang dapat saya laporkan nona "ucap pasukan pengintai.
"Baiklah , sekarang kau kembali ke tugas mu"ucap melati.
Kemudian pasukan pengintai itu pun segera pergi dengan melesat cepat.
"Ternyata sudah sejauh itu persiapan yang di lakukan oleh Sanca Buana,lalu siapa orang yang bernama Barata jaya itu, kenapa dia yang menjadi raja di kerajaan Serigala api, apakah dia tetua agung itu sebaiknya aku bicarakan hal ini pada sesepuh"gumam melati.
__ADS_1
Melati kemudian membubarkan pasukan senyap yang di kumpulkannya itu, kemudian ia bergegas menemui sesepuh Paksi Darma.