Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Si caping Bambu


__ADS_3

"Kau jangan bermimpi bisa menjatuhkan aku semudah itu Suryadipa"ucap Boma.


"Heeh... lihat di atas kepala mu "sahut Suryadipa.


Boma mendongakkan kepalanya ke atas dan betapa terkejutnya ketika melihat sebuah bayangan pedang dalam jumlah banyak yang sudah siap meluncur ke arah nya.


"Sialan,rupanya dia sudah menyiapkan serangan itu sejak tadi"maki Boma.


"Matilah kau Boma"teriak Suryadipa sambil melambai tangannya ke bawah.


Puluhan bayangan pedang yang di atas kepala Boma pun meluncur deras menyerangnya wuuuuus..... wuuuuus.... wuuuuus...!!!


Boma mengerahkan kekuatannya untuk menahan gempuran pedang pedang itu.


duuuaaarrr... duuuaaarrr.... duuuaaarrr....!!!!


Tempat Boma berdiri bergetar getar hingga membuat panggung yang terbuat dari kayu kayu besar itu terguncang.


Para penonton merasa sangat tegang melihat adegan yang begitu mendebarkan.


Nyai Saroja dan Datuk perlis juga merasakan dengan perasaan tegang melihat serangan yang di lancarkan oleh Suryadipa itu.


"Sungguh serangan yang luar biasa"desis Nyai Saroja dengan mata tak berkedip melihat serangan yang begitu deras.


"Apakah dia mampu bertahan dengan serangan seperti itu"gumam Datuk Perlis.


Sementara itu Boma masih berusaha menahan serangan Suryadipa yang begitu deras itu.


"Aku tidak akan kalah dari mu Suryadipa "teriak Boma.


Boma melipat gandakan kekuatannya untuk menekan balik serangan Suryadipa itu.


Hiiiiaaaat....... duuuaaarrr..... duuuaaarrr..... duuuaaarrr, bayangan pedang yang meluncur ke arahnya pun hancur semua tanpa sisa.


"tidak mungkin"Suryadipa tidak percaya Boma mampu menangkis semua serangannya itu.


"Sekarang giliran ku Suryadipa"seru Boma.


Boma melemparkan pedangnya ke arah Suryadipa, pedang itu meluncur cepat dan berputar putar seperti gasing yang siap memotong leher suryadipa.


Tidak mau terkena sambaran pedang itu Suryadipa langsung meluncur ke depan untuk menghalaunya.


Traaaaang...... traaaaang.... Suryadipa menangkis pedang itu,tapi pedang itu masih saja terus berputar dengan cepatnya.


Hiaaaaat..... traaaaang...... pedang itu berhasil ia tangkis mundur setelah Suryadipa mengerahkan kekuatannya.


Boma langsung melesat menyambut pedangnya yang meluncur ke arah dirinya.


Pertarungan jarak dekat pun tak terhindarkan dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya kedua orang itu saling serang.


Datuk Perlis dan Nyai Saroja yang melihat kemampuan mereka berdua langsung tertarik untuk merekrut keduanya.


"Nyai kita secepatnya harus bertindak jangan sampai kedua orang itu saling bunuh, karena kemampuan mereka berdua sangat berguna untuk kita"ucap Datuk Perlis.


"Kau benar, aku juga sudah memikirkan hal itu"sahut Nyai Saroja.


"Kalau begitu cepat kau lakukan sesuatu untuk memisahkan mereka berdua nyai"pinta Datuk Perlis.


Nyai Saroja kemudian memejamkan matanya dan tiba-tiba seleret cahaya keluar dari tubuhnya , itulah Sukma Nyai Saroja yang keluar dari tubuhnya.kemudian sukma itu meluncur ke atas panggung dan langsung memukul Boma dan Suryadipa secara bergantian hingga membuat keduanya saling berjatuhan hingga keluar dari panggung gedebuuuk.... braaak.


Kedua orang itu saling mengaduh kesakitan, setelah mendapatkan pukulan dari Nyai Saroja.


Sorak Sorai dari para penonton kembali bergema setelah kedua pendekar saling berjatuhan.


"Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa tadi aku merasakan ada seseorang yang memukul ku"gumam Suryadipa.


Boma juga merasakan apa yang di rasakan oleh Suryadipa, ia tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.


Melihat kedua petarung sudah berjatuhan si brewok langsung naik ke atas panggung dan langsung mengumumkan pertarungan selanjutnya.


"Melihat mereka berdua telah keluar dari panggung saya nyatakan mereka berdua telah gagal dalam mengikuti pertarungan ini dan pertarungan selanjutnya akan mempertemukan pendekar caping bambu dengan....


"Tunggu ki brewok "seru si caping bambu dengan memotong pembicaraan si brewok.


"Ada apa tuan pendekar "tanya sibrewok.


"Saya tidak mau berlama-lama di sini dan saya berniat untuk menantang mereka berlima "ucap si caping bambu.


"Apa....!!! tuan pendekar jangan main-main , mereka bukanlah para pendekar sembarangan yang dapat tuan kalahkan dengan mudah "ucap sibrewok dengan terkejut mendengar perkataan si caping bambu.


"Aku tidak perduli setinggi apa mereka berlima,aku putuskan akan tetap melawan mereka berlima sekaligus dan aku akan mengalahkan mereka dalam satu serangan ku"tegas si caping bambu.


Kelima orang pendekar langsung menoleh ke arah si caping bambu , mereka langsung tersinggung dengan perkataan si caping bambu itu karena dianggap terlalu merendahkannya.


Datuk Perlis dan Nyai Saroja juga merasa terkejut begitu pula dengan para penonton, mereka menganggap bahwa keputusan si caping bambu adalah keputusan gila.


"Ini pasti akan menarik dan luar biasa jika dia dapat menjatuhkan mereka berlima dengan satu serangan "ucap Datuk Perlis.

__ADS_1


"Aku penasaran seperti apa kekuatan si caping bambu itu, apakah sepadan dengan omongannya itu"sahut Nyai Saroja.


"Aku harap si brewok mau menuruti permintaan si caping bambu itu"ucap Datuk Perlis.


Si brewok nampak terdiam sambil memikirkan permintaan sicaping bambu itu apakah dia akan mengabulkan permintaannya atau tidak.


Setelah berfikir sejenak ia pun akhirnya mengabulkan permintaan si caping bambu itu.


"Bagaimana dengan kalian berlima apakah kalian akan menerima tantangan dari pendekar caping bambu itu"tanya si brewok.


"Tentu saja, akan aku buat dia menarik kembali kata katanya karena telah meremehkan kami"ucap salah satu Pendekar itu dengan marah.


"Benar Ki brewok aku terima tantangan dia"ucap peserta yang lain.


"Baiklah ,sekarang aku minta kalian berenam untuk naik ke atas panggung"ucap si brewok.


Keenam orang itu langsung berkelebat naik ke atas panggung setelah di persilahkan oleh si brewok.


"Tidak perlu basa basi kita langsung saja mulai pertarungan ini"ucap si caping bambu dengan sudah tidak sabar.


"Sombong...!!!aku ingin lihat apakah kau mampu membuktikan omongan mu barusan itu, bahwa kau akan menjatuhkan kami berlima hanya dengan satu serangan saja"ucap pendekar itu.


"Tentu saja mudah bagi ku untuk melakukan itu"jawab si caping bambu.


Kelima orang Pendekar itu semakin terbakar amarahnya mendengar jawaban dari si caping bambu.


"Ayo kita cincang cincang dia "seru salah satu Pendekar itu, kemudian mereka segera maju menyerang si caping bambu.


Kelima orang itu langsung bersama sama menerjang si caping bambu,tak mau tanggung tanggung kelima orang itu pun langsung mengeluarkan jurus andalannya masing masing.


Sabetan pedang kelima orang itu langsung berseliweran kesana kemari mengincar bagian bagian vital si caping bambu, namun serangan mereka itu tak ada satu pun yang berhasil mengenainya.


Gerakan cepat yang di tunjukkan si caping bambu benar benar membuat para penonton begitu takjub bagaimana tidak, serangan pedang serapat itu mampu di hindari nya dengan begitu mudah tanpa ada satu pun yang mengenai tubuhnya.


Boma dan Suryadipa yang duduk pinggir arena juga tidak kalah terkejut melihat kecepatan gerakan si caping bambu itu.


Kelima orang itu merasa geram karena dapat dengan begitu mudahnya mereka di permainkan oleh satu orang.


Kelima orang itu langsung meningkatkan tempo serangannya, permainan pedang mereka semakin lama semakin cepat.


Dengan gerakan yang sangat gesit dan lincah sicaping bambu menghindari sabetan sabetan pedang itu dan belum berniat melakukan serangan balik.


"Sungguh luar biasa kecepatan gerak orang itu Nyai,aku berani bertaruh bahwa dia bisa mengalahkan mereka dalam satu serangan"ucap Datuk Perlis dengan yakin.


"Ya aku pun berfikir demikian "sahut Nyai Saroja.


Kepulan asap ledakan itu tiba-tiba semakin menghitam, sicaping bambu tersenyum menyeringai kemudian dia bergegas cepat cepat mencabut pedangnya,kemudian sreet... sreet.... kreees.... kreees... sicaping bambu bergerak dengan sangat cepat memanfaatkan kepulan asap hitam itu.


Para penonton tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam kepulan asap hitam itu, karena begitu pekatnya.


Tidak berapa lama kemudian terdengar sebuah jeritan melengking tinggi dan di susulan dengan jeritan jeritan lain,lalu berkelebat sebuah bayangan keluar dari asap hitam itu dan mendarat di samping si brewok.


Si brewok terkejut melihat kemunculan si caping bambu yang tiba-tiba berada di sampingnya.


"Cepat serahkan hadiah itu pada ku Ki brewok"ucap si caping bambu.


"Apakah kau berhasil mengalahkan mereka semua"tanya si brewok.


"Lihatlah dengan jelas"ucap si caping bambu sambil menunjuk ke arah kepulan asap hitam yang mulai memudar.


Si brewok terkejut ketika melihat kelima pendekar itu yang masih berdiri dengan kepala terpisah dari badannya.


"Kapan dia melakukan itu"ucap Datuk Perlis dengan mulut ternganga.


"Sulit di percaya"ucap Nyai Saroja dengan terkagum kagum.


Para penonton seperti terhipnotis melihat kelima orang yang masih berdiri tanpa kepala itu, mereka masih bengong melihat pemandangan langka seperti itu.


Si brewok langsung mengumumkan bahwa pemenang pertarungan itu adalah si caping bambu, sorak sorai para penonton pun langsung bergemuruh menyambut kemenangan si caping bambu.


Setelah menerima hadiah dari pihak penyelenggara pertarungan itu si caping bambu langsung melesat pergi meninggalkan tempat itu.


"Nyai kau temui kedua orang tadi ,sementara aku akan mengejar si caping bambu"ucap Datuk Perlis segera berkelebat mengejar si caping bambu.


Nyai Saroja segera menemui Boma dan Suryadipa yang saat itu hendak pergi meninggalkan tempat pertarungan itu.


"Tunggu tuan tuan,aku ingin minta waktu kalian berdua sebentar "ucap Nyai Saroja.


Boma dan Suryadipa saling berpandangan melihat kehadiran seorang wanita yang tidak mereka kenal itu.


"Ada keperluan apa Nyai dengan kami "tanya Boma.


"Aku tadi cukup terkesan melihat pertarungan kalian berdua , tujuan ku menemui kalian adalah untuk menawarkan sesuatu yang menarik pada kalian "ucap Nyai Saroja.


"Sesuatu yang menarik apa maksud mu "tanya Suryadipa.


"Aku bisa memberikan kalian seribu keping uang emas jika kalian mau bekerja untuk ku"ucap Nyai Saroja.

__ADS_1


"Kau jangan main main Nyai, seribu keping uang emas bukanlah jumlah yang sedikit ,kau jangan membual di hadapan ku"ucap Boma.


"Ya, seribu keping uang emas adalah jumlah yang begitu banyak,aku tidak percaya kalau kau mempunyai uang sebanyak itu "tambah Suryadipa.


Nyai Saroja menggelengkan kepalanya mendengar kebodohan mereka, kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


"Kalian berdua tahu,benda apa ini"ucap Nyai Saroja sambil memperlihatkan stempel kerajaan pada mereka berdua.


Boma dan Suryadipa langsung terkejut melihat benda yang ada di tangan Nyai Saroja.Mereka tahu bahwa itu adalah stempel Kerajaan tengkorak iblis.


"Jadi Nyai ini berasal dari kerajaan tengkorak iblis"ucap Boma sangat terkejut.


"Saat ini kerajaan tengkorak iblis sedang membutuhkan banyak pendekar yang berilmu tinggi seperti kalian, apakah kalian berdua tertarik"tanya Nyai Saroja.


"Apakah kalau kami ikut dengan Nyai,kami akan mendapatkan kepingan kepingan uang emas seperti yang Nyai katakan tadi"tanya Suryadipa .


"Tentu saja, Gusti prabu sudah mengatakan seperti itu"ucap Nyai Saroja.


"Kalau begitu baiklah aku mau ikut dengan Nyai "ucap Boma.


"Aku juga mau ikut dengan Nyai "ucap Suryadipa.


"Baiklah, kalian berdua cepat ikut dengan ku"ajak Nyai Saroja.


Tanpa banyak bertanya lagi Suryadipa dan Boma pun segera mengikuti Nyai Saroja.


Sementara itu pengejaran Datuk Perlis kepada si caping bambu sudah sampai di kedai tempat ia makan tadi,Datuk perlis mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sicaping bambu di dalam kedai itu.


Setelah lama mencari,akhirnya ia pun mendapati keberadaan sicaping bambu yang tengah duduk sambil menyantap makanan.


"Kita bertemu lagi tuan "sapa Datuk Perlis ketika sudah sampai di dekatnya.


"Ada apa Datuk , sepertinya pertemuan kali ini tidak kebetulan seperti tadi siang"ucap si caping bambu.


"Kau benar ,aku sengaja menemui mu karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada mu"ucap Datuk Perlis.


"Kalau begitu katakan saja ada keperluan apa Datuk dengan ku"tanya sicaping bambu.


"Aku ingin mengajak tuan untuk ikut bergabung dengan ku"ucap Datuk Perlis.


"Bergabung,apa maksud tuan "tanya si caping bambu tidak mengerti maksud Datuk Perlis.


"Begini ,aku ingin mengajak tuan untuk bergabung menjadi pasukan kerajaan tengkorak iblis "ucap Datuk Perlis.


Sicaping bambu terbelalak mendengar ucapan Datuk Perlis itu,ia tidak menyangka kalau orang itu dari kerajaan tengkorak iblis.


"Keuntungan apa yang aku dapatkan jika aku bergabung dengan tuan "tanya si caping bambu sambil melanjutkan menikmati makanannya.


" tuan akan mendapatkan lebih banyak uang emas dari pada yang tuan dapatkan sekarang ini "ucap Datuk Perlis.


"Oh jadi tuan tadi melihat pertarungan ku"ucap si caping bambu.


"Benar,aku sangat terkesan dengan pertarungan tuan tadi, bagaimana apakah tuan tertarik dengan tawaran ku tadi"tanya Datuk Perlis dengan penuh harap.


"Baiklah tidak ada salahnya kalau aku ikut bergabung dengan tuan, tapi aku minta satu syarat pada tuan"ucap si caping bambu.


"Katakan syarat apa itu"tanya Datuk perlis.


"Aku minta lima ratus keping uang emas pada tuan sebagai tinggalan untuk orang tua ku di rumah"ucap sicaping bambu.


Datuk Perlis langsung tersentak mendengar syarat yang di ajukan oleh sicaping bambu itu.


"Kurang ajar belum apa sudah minta bayaran"gerutu Datuk Perlis dalam hati.


"Kalau Datuk tidak mau memenuhi permintaan ku yang kecil ini, bagaimana aku percaya kalau aku ikut dengan Datuk bisa mendapatkan kepingan uang emas lebih banyak lagi seperti yang Datuk katakan tadi"ucap Si caping bambu.


"Baiklah ini lima ratus keping uang emas,ambillah "ucap Datuk sambil menyerahkan sebuah kantong kepada si caping bambu.


Si caping bambu langsung menyambar kantong uang yang ada di atas meja itu, lalu memasukkan ke dalam kantong bajunya.


"Sial benar aku hari ini, tapi sudahlah melihat kemampuan orang ini yang begitu tinggi tuan Liang Pamungkas pasti akan senang dan mengganti uang ku yang tadi itu"gumam Datuk Perlis dalam hati.


"Kapan kita akan berangkat ke kerajaan tengkorak iblis Datuk"tanya si caping bambu.


"Hari ini juga kita akan langsung berangkat ke sana"jawab Datuk Perlis.


Tidak lama kemudian Nyai Saroja pun tiba-tiba di kedai itu bersama dengan Boma dan Suryadipa di belakangnya.


"Bagaimana Datuk apakah dia bersedia untuk ikut dengan kita "tanya Nyai Saroja.


"Ya ,dia setuju untuk bergabung dengan kita "jawab Datuk Perlis.


"Kalau begitu ayo kita berangkat, supaya kita tidak keburu malam di jalan "ucap Nyai Saroja.


"Baiklah "ucap Datuk Perlis.


Kemudian kelima orang itu pun meninggalkan kota Makarsari dan langsung pergi menuju ke kerajaan tengkorak iblis.

__ADS_1


__ADS_2