Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Misi balas dendam bagian 3.


__ADS_3

Malam itu di kota Toba suasana sudah terlihat sepi hanya ada beberapa orang prajurit saja yang masih terjaga di dekat perapian.Dan dua orang lagi yang terlihat di dekat pintu gerbang.


"Uaaah..... dinginnya udara malam ini membuat mata ku terasa mengantuk"ucap salah satu prajurit itu.


"Kau benar ,aku pun juga merasa demikian"sahut temannya.


"Sepertinya keadaan di sini aman aman saja bagaimana kalau kita tinggal tidur saja"ucap prajurit tadi.


"Huus.. jangan bicara sembarangan kamu,kalau kita tidur siapa yang akan berjaga nanti kalau ada apa apa, "Sahut teman temannya.


"Tapi bukan kah kau lihat sendiri malam ini baik baik saja"ucap prajurit tadi dengan mulut menguap.


"Kalau kalian mau tidur silahkan saja, biar kan aku yang menggantikan kalian berjaga "ucap seseorang tiba-tiba menyahut perkataan kedua prajurit itu.


Dua orang prajurit itu langsung terkejut setelah melihat kehadiran si caping bambu berada di sampingnya.


"Tuan pendekar ..."ucap kedua prajurit itu.


"Aku dengar kalian berdua sudah mengantuk , tidurlah sebentar lagi hari sudah mulai pagi,jika kalian ingin tidur aku rasa masih ada cukup waktu"ucap si caping bambu.


Kedua orang prajurit itu saling beradu pandang, mendengar perkataan sicaping bambu.


"Apakah tidak apa apa tuan pendekar"tanya salah satu prajurit itu dengan agak ragu ragu.


"Tentu saja, cepat tidurlah kalian berdua"jawab si caping bambu.


"Baiklah kalau begitu "ucap prajurit itu terlihat senang.


Setelah berkata demikian kedua prajurit itu kemudian pergi mencari tempat untuk tidur.


Si caping bambu segera duduk di dekat perapian sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat itu.


Setelah melihat kedua prajurit tadi tertidur sicaping bambu segera berjalan ketempat lain.Ia mendatangi tempat di mana ada prajurit yang masih berjaga dan ia segera menyuruhnya untuk tidur.


Si caping bambu tersenyum penuh arti setelah semua para para prajurit yang berjaga sudah tidur semua.


Ia kemudian mengambil sebuah busur panah yang berada di dekat prajurit yang sedang tidur itu, kemudian ia melangkah menuju ke depan pintu gerbang yang di jaga oleh dua orang prajurit.


Rupanya setelah sampai di kota itu,Liang Pamungkas langsung mengambil alih kendali kota itu untuk menjaga keamanan, dengan menempatkan dua prajuritnya untuk menjaga pintu gerbang.


"Cepat buka pintu gerbang dan jangan di tutup sebelum saya kembali"perintah si caping bambu.


"Baik tuan pendekar "ucap prajurit itu.


Kedua penjaga pun langsung bergegas menuruti perintah sicaping bambu.


Setelah pintu gerbang terbuka si caping bambu kemudian berkelebat menuju ke sebuah hutan.


Namun tanpa ia sadari rupanya ada seseorang yang mengawasi gerak geriknya itu,dia adalah Barakasura yang saat itu mau buang air kecil.


Melihat kepergian si caping bambu yang tiba-tiba itu, Barakasura langsung bergerak mengejarnya karena merasa curiga campur penasaran.


"Kemana dia, bukankah tadi ia kearah sini"ucap Barakasura ketika sudah sampai di sebuah hutan.


"Jadi kamu juga tidak dapat tidur Barakasura"ucap si caping bambu tiba-tiba muncul dari arah belakangnya.


Barakasura sangat terkejut setelah tahu sicaping bambu berada di belakangnya.


"Apa yang kamu lakukan di sini sicaping bambu"tanya Barakasura.


"Seharusnya aku yang bertanya begitu"ucap si caping bambu sambil pergi meninggalkan Barakasura.


"Tunggu.. Caping bambu"teriak Barakasura.


Sicaping bambu segera menghentikan langkahnya begitu mendengar Barakasura memanggilnya.


"Ada apa Barakasura"tanya si caping bambu.


"Aku ingin tahu apa maksud mu pergi ketempat ini"tanya Barakasura penuh selidik.


Si caping bambu kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas, Barakasura langsung tercekat begitu melihat seekor kelinci ada di tangannya.


"Apakah kau sudah puas Barakasura "tanya si caping bambu.


Barakasura yang tadinya merasa curiga langsung terdiam tidak berkata apa-apa lagi setelah melihat seekor kelinci ada di tangannya.


Si caping bambu segera berkelebat pergi dari hadapan Barakasura.


Barakasura pun kemudian segera kembali setelah mengetahui tujuan dari si caping bambu itu.


Padahal tujuan kepergian sicaping bambu tadi adalah untuk memberikan tanda panah api kepada Jaka supaya bergerak maju.Sayang rencananya harus gagal karena kehadiran Barakasura.


Untungnya secara kebetulan tadi ia menemukan seekor kelinci yang sudah mati di bawah sebuah pohon, sehingga ia dapat menghilangkan rasa kecurigaan Barakasura.

__ADS_1


Di hutan tempat Jaka dan pasukannya berada, Jaka dan pasukannya sudah mulai merengsek bergerak maju.


Walaupun suasana pagi itu masih gelap, tapi tidak membuat para pasukan sekte langit merasa kesulitan.Mereka dapat bergerak cepat karena sudah terlatih, di tambah lagi setelah tenaga mereka sudah pulih sehingga pergerakan mereka pun semakin bertambah cepat.Dalam waktu yang tidak begitu lama akhirnya mereka pun sudah mendekati gerbang masuk kota Toba.


Narantaka yang memimpin pasukan itu segera menghentikan langkahnya sambil mengamati keadaan di sekitar gerbang itu.


"Tahan dulu, jangan maju sekarang.Kita tunggu tanda dari Melati"ucap Jaka.


"Baik tetua "Sahut Narantaka.


Jaka menajamkan penglihatannya ke arah pintu gerbang, dari depan pintu itu samar samar ia melihat ada seseorang yang bergerak mendekat ke arahnya.


"Persiapkan diri kalian"perintah Jaka.


Tidak lama kemudian orang itu pun tiba di hadapan Jaka, orang itu adalah melati yang selama ini menyamar sebagai pendekar caping bambu.


"Sebaiknya kita cepat maju bergerak tetua,kita manfaatkan kelengahan mereka"ucap Melati.


"Baiklah "ucap Jaka.


"Kalian semua bersiaplah,mari kita maju"perintah Jaka.


Jaka dan seluruh pasukannya pun langsung bergerak maju secara perlahan lahan supaya tidak menimbulkan suara.


Melati yang berjalan paling depan segera melumpuhkan dua prajurit penjaga pintu gerbang dengan satu pukulannya.


Langkah Jaka dan pasukannya dapat berjalan mulus setelah Melati membunuh dua penjaga itu, sesaat kemudian Jaka dan pasukannya pun sudah berada di dalam kota itu.Melihat banyaknya prajurit tengkorak iblis yang sedang tertidur itu tanpa pikir panjang, pasukan sekte langit langsung membunuh mereka tanpa ampun.


Dalam sekejap saja para prajurit tengkorak iblis sudah banyak yang tewas akibat dari serangan dadakan itu.


Jaka dan pasukannya dapat membunuh mereka dengan mudah tanpa adanya perlawanan sedikit pun.


Melati segera membakar gerobak gerobak tempat penyimpanan senjata,api besar pun langsung berkobar kobar.


"Kebakaran... kebakaran..."teriak salah seorang prajurit.


"Kurang ajar, terima ini"ucap melati sambil melempar jarum bercabang dua senjata rahasianya.


Prajurit itu langsung roboh begitu jarum bercabang dua milik melati bersarang di lehernya.


Para senopati langsung terbangun dari tidurnya begitu mendengar teriakkan dari prajurit tadi.


Barakasura sangat terkejut begitu melihat para pasukannya banyak yang tewas,ia tidak percaya dapat kecolongan begitu mudahnya.


Liang Pamungkas, Nyai Saroja, Datuk Perlis dan yang lainnya segera berhamburan keluar dari kamarnya begitu mendengar suara riuh di luar.


"Pasti mereka orang orang dari sekte langit,ayo cepat Kita serang mereka"sahut Nyai Saroja.


Duuuaaarrr.... duuuaaarrr.....para pasukan tengkorak iblis langsung tewas seketika begitu Narantaka menghantam mereka dengan pukulannya.


"Kurang ajar kenapa jadi seperti ini"ucap Liang Pamungkas dengan geram.


"Jangan hanya diam Saja cepat serang mereka"teriak Liang Pamungkas.


Datuk perlis dan Nyai Saroja langsung berkelebat menyerang para pasukan sekte langit.


Wuuuuus.... blaaaar... blaaaar... pukulan mereka berdua langsung menewaskan para puluhan pasukan sekte langit.


Barakasura dan si mata iblis pun juga langsung ikut bergerak menyerang, mereka berdua langsung menerjang hebat kearah pasukan sekte langit, hingga dalam beberapa gebrakan saja puluhan bahkan ratusan orang pun sudah langsung terkapar.


"Rupanya itu jago jago mereka , sesepuh Balung Waja dan sesepuh Jaya Kusuma ,ku serahkan mereka pada kalian berdua"ucap Jaka.


"Baik tetua, tangan ku sudah gatal dari tadi "ucap Ki Balung Waja segera melesat ke arah Barakasura dan si mata iblis.


Hiiiiaaaat....Ki Balung Waja dan Jaya Kusuma langsung menerjang mereka berdua dengan mengirimkan pukulan wuuuuus....!!


"Awas Barakasura "teriak simata iblis begitu menyadari adanya serangan yang datang tiba-tiba.


Mendengar peringatan dari simata iblis itu, Barakasura langsung memutar badannya, kemudian melompat kesamping.


Duuuaaarrr.....duuuaaarrr pukulan ki Balung Waja pun dapat hindari nya.


"Aku tidak menyangka kalau sekte langit dapat berbuat licik seperti ini"ucap Barakasura.


"tutup mulut mu, jangan bicara sok suci kamu.Sebaiknya terima kematian mu"ucap Balung Waja merasa tidak suka mendengar perkataan dari Barakasura itu.


"Kurang ajar majulah kamu orang tua"sahut Barakasura.


Mereka berdua pun langsung saling menyerang, begitu juga simata iblis dengan jaya Kusuma mereka berdua juga langsung terlibat perkelahian.


Arini dan Sinta yang melihat Datuk Perlis dan Nyai Saroja membantai para pasukannya langsung terjun menghadapi mereka berdua, untuk mencegah korban lebih banyak lagi.


Pertarungan sengit pun langsung terjadi di antara mereka, dengan amarah yang meluap-luap Arini dan Sinta menggempur kedua senopati itu.

__ADS_1


Sementara itu Jaka dan Ranapati juga yang lain terus mengamuk membantai para prajurit tengkorak iblis yang masih tersisa.


Duuuaaarrr.... duuuaaarrr... duuuaaarrr... pukulan badai menerjang karang milik Jaka langsung meluluhkan lantakkan para prajurit itu.Sehingga korban pun banyak yang berjatuhan.


Ranapati pun juga tidak kalah ganas, ia bersama Arya Lembayung dan Kusumawati juga menyerang para prajurit tengkorak iblis tanpa ampun.


Liang Pamungkas yang dari tadi masih berdiam diri segera bergerak ke arah Ranapati karena sudah merasa geram.


Ranapati yang merasakan kehadiran Liang Pamungkas segera berkelebat menyambutnya.


Hiiiiaaaat.. .dess....dess....adu tendangan tak terelakan oleh mereka berdua, hingga membuat keduanya saling terpental.


Liang Pamungkas merasakan sedikit kesemutan dan ngilu pada pergelangan kakinya setelah benturan itu.Begitu pula dengan Ranapati,ia dapat merasakan kalau orang yang menjadi lawannya itu bukanlah orang sembarangan.


"Aku tidak menyangka kalau akan mendapatkan kejutan seperti ini dari sekte langit"ucap Liang Pamungkas.


"Kau harus bertanggung jawab atas hancurnya sekte Petir api biadab"ucap Ranapati, dengan segudang kemarahan.


"Oh jadi kau adalah orang orang sekte petir api kebetulan hari ini aku bisa bertemu dengan sisa sisa orang dari sekte Petir Api,jadi hari ini juga aku bisa membinasakan tanpa sisa"ucap Liang Pamungkas dengan penuh kesombongan.


"Kurang ajar, terimalah kematian mu"teriak Ranapati langsung bergerak menerjang.


Pertarungan Ranapati dan Liang Pamungkas pun kembali terjadi, kedua orang itu langsung menunjukkan jurus jurus andalannya.Sehingga pertarungan sengit pun tak terhindarkan.


Di belakangnya Ranapati yang berjarak sekitar seratus tombak terdapat dua gadis cantik yang sedang bertarung melawan prajurit tengkorak iblis.Dua gadis itu adalah Dewi pandan Arum dan Kemala Sari.


Para prajurit tengkorak iblis yang jumlahnya sangat banyak sekarang mulai berkurang setelah Jaka , Dewi Pandan Arum dan Kemala Sari menyerang mereka tanpa ampun.


Mayat mayat bergelimpangan dengan tubuh berlumuran darah, jeritan kematian melengking terdengar menembus pagi.


Serangan dadakan yang di rencanakan melati ternyata mempunyai akibat yang begitu besar, karena dalam serangan dadakan itu pasukan sekte langit berhasil menewaskan para prajurit tengkorak iblis dalam jumlah banyak.


Dalam peperangan itu Jaka dan pasukannya dapat lebih unggul dari pada pasukan tengkorak iblis.Para pasukan tengkorak iblis terlihat kocar kacir karena dalam keadaan tidak siap.


Duuuaaarrr..... tiba-tiba terdengar ledakkan dahsyat mengguncang arena peperangan itu.


Rupanya itu adalah kekuatan raja Gandaroma, ia marah sekali melihat para prajuritnya luluh lantak tidak karuan.


Dengan rasa geram dan kemarahan yang memuncak ia melepaskan pukulannya untuk yang kedua kali kearah para pasukan sekte langit.


Duuuaaarrr... duuuaaarrr.... pasukan sekte langit kembali menjadi korban dari pukulan yang Gandaroma lepaskan.


Gandaroma mengedarkan pandangannya,ia begitu marah setelah melihat para pasukannya banyak yang telah tewas dalam waktu singkat.


"Pasukan iblis keluarlah kalian"teriak Gandaroma.


Sesaat kemudian para pasukan iblis yang di panggilnya pun bermunculan di tempat itu, para pasukan iblis itu langsung menyerang para pasukan sekte langit.


"Celaka itu adalah pasukan biadab yang menghancurkan sekte bintang Utara"desis Dewi Pandan Arum.


Para pasukan sekte langit langsung tercekat melihat kemunculan pasukan itu, bagaimana mana tidak, karena mereka tahu selain susah di bunuh mahluk itu juga sangat mematikan.


Haaa.....haaa. .haaa.... Gandaroma tertawa terbahak bahak melihat para pasukan sekte langit bertarung melawan pasukan iblis nya.


Matahari hari pagi mulai naik tinggi menyinari tempat peperangan itu, dalam tempat itu terlihat jelas bangkai bangkai berserakan.


Di bawah sinar matahari pagi itu pertarungan terus berlanjut,bunyi pedang dan suara teriakkan kematian terdengar di sana sini.


Para pasukan sekte langit yang berjumlah banyak mulai terkikis habis sedikit demi sedikit oleh kebuasan para pasukan iblis.


Sementara itu pertarungan Liang Pamungkas dan Ranapati terlihat berjalan cukup ketat.Jual beli serangan pun tak terhindarkan di antara mereka berdua.


Traaaap...weess.... dess berkali kali tangan mereka berdua saling berbenturan, hingga membuat keduanya saling terpental.


"Aku tidak menduga kalau akan menemui lawan tangguh di tempat ini"ujar Liang Pamungkas sambil mengatur nafasnya yang mulai naik turun.


"Rupanya tidak sia sia aku turun gunung,aku dapat bertemu dengan lawan tangguh seperti orang ini"ucap Ranapati dengan bersemangat.


"Kau bersiaplah"teriak Ranapati, kepada Liang Pamungkas.


Liang Pamungkas segera maju menyambut kedatangan ranapati.Dengan jurus Cakar iblis membelah malam andalannya, Liang Pamungkas tidak gentar menghadapi Ranapati.


Ranapati langsung mencium ada bau bangkai setelah menghindari sambaran tangan lawannya itu.Ia langsung tahu bahwa lawannya itu menggunakan jurus iblis dan beracun.


Hiaaaaat...cabikan cabikan maut pun Liang Pamungkas lancarkan , Ranapati meliuk-liuk menghindari serangan serangan itu.Ia tidak berani bertarung secara asal-asalan, setelah merasakan jurus yang Liang Pamungkas mainkan.


Brett..... terdengar jari jari tangan Liang Pamungkas mengenai pakaian yang Ranapati kenakan.Hingga membuat pakaian yang itu robek.


Melihat begitu ganasnya jurus yang Liang Pamungkas gunakan Ranapati segera meningkatkan jurusnya untuk mengimbangi serangan serangan dari Liang pamungkas.


Sementara itu Jaka merasa sangat marah melihat sepak terjang pasukan iblis yang begitu buas,ia segera mengirimkan pukulan badai menerjang karangnya wuuuuus..... blaaaar..... blaaaar.....para pasukan iblis yang bergerombol itu pun langsung hancur lebur menjadi berkeping-keping.


Namun tidak lama setelah itu para pasukan itu pun kembali untuk seperti bentuk semula, seolah olah tidak pernah terjadi apa apa.

__ADS_1


Haaa... haaaa.... Gandaroma tertawa terbahak bahak melihat usaha Jaka yang sia sia itu.


"Pasti pemuda itu yang bernama Jaka, aku tidak menyangka kalau tetua sekte langit semuda itu"ucap Gandaroma.


__ADS_2