
"Kenapa pohon ini tiba-tiba roboh begitu saja paman"tanya pembunuh emas dengan terkejut.
"Entahlah padahal tidak ada hujan atau pun angin kenapa pohon ini roboh "ucap sambar nyawa sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu.
"Seraaaaang......"teriak melati,para pasukan pembunuh pun langsung bermunculan dari balik semak semak, yang kemudian menyerang para pasukan dari kerajaan Serigala api.
Wes..... wesss.....sreeeeet........ kressss...para pasukan kerajaan Serigala api pimpinan sambar nyawa seketika itu jatuh bergelimpangan ke tanah dengan keadaan tidak bernyawa.
Pasukan yang berjumlah dua ribu orang itu , bagaikan seekor singa yang haus darah, karena dalam sekejap saja pasukan yang di pimpin oleh Sambar Nyawa itu sudah hampir tinggal separuhnya saja.
Sambar Nyawa sangat terkejut karena tidak menyangka akan mendapatkan serangan dadakan seperti itu .
"Kurang ajar....!!!"teriak pembunuh emas segera meluncur untuk membantu para pasukannya,belum sempat ia sampai membantu pasukannya tiba-tiba Ratih datang dari arah depannya.
"Hiiiiaaaat...... Ratih langsung menyerang pembunuh emas dengan sabetan pedangnya.
"Apa....!!! ucap pembunuh emas tercekat melihat seorang wanita tiba-tiba datang menyerangnya,ia segera melesat mundur menghindari serangan Ratih itu.
"Mau lari kemana kau"teriak Ratih dengan Pedangnya segera mengejar pembunuh emas yang tidak jauh di depannya.
Pembunuh emas langsung mengeluarkan pedangnya untuk menyambut kedatangan Ratih.
Traaang..... pertarungan akhirnya terjadi antara Ratih dan pembunuh emas.
Kalawika dan Sendang Galuh langsung menyerang pasukan Sekte langit begitu melihat para pasukannya banyak yang berjatuhan.
Si muka codet dan Kala Murti juga tidak mau ketinggalan mereka segera terjun ke medan pertempuran dengan membawa kemarahan di dadanya.
Arini, lestari dan Sinta langsung mengamuk dari arah belakang , mereka bertiga merasa marah sekali pada pasukan serigala api yang berniat menyerang sekte Elang Putih dan sekte angin berhembus itu.
Tebasan pedang mereka bertiga laksana malaikat maut yang sedang mencabut nyawa, setiap pasukan kerajaan Serigala api melewati pedang mereka seketika itu lewat pulau Nyawa mereka meninggalkan badannya.
Kalawika dan Kala Murti langsung tercekat menghadapi pasukan itu, bagaimana tidak , sejak dari tadi mereka menyerang tidak ada satu pun dari serangannya yang dapat mengenai mereka satu pun.
Mendapati kenyataan yang mengejutkan itu mereka berdua segera melompat menjauh dari arena pertempuran dan mendekati sambar nyawa yang saat itu masih di atas kudanya sambil mengawasi jalannya pertarungan.
"Sambar Nyawa siapa mereka, kenapa para pasukan itu mempunyai kemampuan di atas rata-rata"tanya Kala Murti penuh dengan keheranan.
"Sepertinya mereka bukanlah pasukan biasa sambar nyawa "tambah Kalawika.
"Aku tidak tahu pasukan dari mana mereka itu, sebaiknya cepat kita serang mereka "ucap Sambar Nyawa.
Kalawika dan kala Murti seakan ragu dengan seruan dari sambar nyawa itu.
"Apa kalian berdua mau jadi pengecut"ucap sambar nyawa, segera melesat namun slaaaap.... tiba tiba melati sudah menghadang di depannya.
"Kita bertemu lagi Sambar Nyawa, mari kita selesaikan pertarungan kita waktu itu"ucap Melati.
"Kau lagi rupanya"ucap sambar nyawa.
"Benar hari ini aku di perintahkan oleh tetua sekte langit untuk mengantarkan kembali kepala mu ke kerajaan Serigala api, jadi bersiaplah"ucap ucap melati.
"Hmmm....kurang ajar pantas saja kala Murti dan kalawika langsung terkejut melihat kemampuan pasukan itu, ternyata mereka pasukan dari sekte langit"gumam Sambar Nyawa.
"Kalian berdua ku beri tahu pasukan yang menghadang dan menyerang kita ini adalah pasukan sekte langit"ucap sambar nyawa kepada kala Murti dan kalawika.
"Pantas saja kemampuan mereka begitu tinggi "ucap Kala Murti dengan tercekat.
"Perlu kalian ketahui mereka adalah tim pasukan khusus yang sengaja di tugaskan untuk melenyapkan Kalian semua, jadi jangan harap ada yang bisa keluar hidup hidup dari pertarungan ini "ucap Melati .
"Sialan, tidak ada pilihan lain kalamurti di sini mati kembali pun kita pasti mati, sebaiknya kita serang mereka "ucap Kalawika.
"Aku tidak mengira akan begini jadinya,ayo kita tumpas mereka "ucap kala Murti seperti ada penyesalan pada dirinya.
Mereka berdua pun segera melesat berbaur dengan para pasukannya, namun wuuuuus..... wuuuuus....dua buah pukulan meluncur ke arah mereka.
Hiiiiaaaat...... mereka berdua menghantam pukulan itu duuuaaarrr.... duuuaaarrr....
Dan muncullah Arini dan lestari di hadapan mereka, rupanya tadi itu mereka berdua lah yang melepaskan pukulan itu.
"Jadi rupanya kalian yang mau coba-coba menghancurkan sekte Elang Putih"ucap melati dengan tatapan tajam.
"Tidak perlu basa basi dengan mereka kak Arini mari kita hajar langsung mereka "ucap Lestari.
"Majulah kalian kami tidak takut dengan nama besar sekte langit, kalau pun kita harus mati di sini, tuan Sanca dan para tetua sekte pasti tidak akan membiarkan kalian semua hidup dengan tenang "ucap kalamurti dengan nada penuh ancaman.
"Kau benar kalamurti para tetua pasti akan membalas kan dendam kita, jika kita mati dalam pertarungan itu ,mari kita basmi mereka"ucap Kalawika.
Mereka berempat tidak banyak bicara lagi dan langsung saling menyerang.
Pasukan pembunuh dari dari sekte langit yang berjumlah dua ribu orang itu tampak mendominasi di arena peperangan itu walau pun mereka menghadapi pasukan yang berjumlah lima ribu orang dari pasukan kerajaan Serigala api .
Siang yang semula tenang dan damai itu ,kini menjadi menjadi mimpi siang yang buruk bagi sambar nyawa dan para pasukannya.
Darah segar dan jeritan kematian terdengar dari mulut pasukan kerajaan Serigala api di sepanjang pertempuran itu ketika pedang para pasukan sekte langit menghujam ke tubuh mereka.
Mayat bergelimpangan tanpa arti di sana sini seperti bangkai binatang di alam bebas.
__ADS_1
Sambar Nyawa yang saat itu sedang berhadapan dengan melati merasa gusar setiap kali melihat para pasukan jatuh, melihat tatapan mata sambar nyawa itu Melati dapat mengetahui suasana hati yang sambar nyawa alami saat ini.
"Sebaiknya kau pikirkan sendiri Nyawa mu sambar nyawa tidak ada gunanya kau pikirkan nasib pasukan mu"ucap melati.
Sambar nyawa tidak menghiraukan ucapan melati itu, dengan golok besarnya ia menangkis gempuran gempuran pedang melati yang mengancam dirinya.
"Akan ku tunjukan bagaimana mana kekuatan ku pada mu wanita sialan"ucap Sambar Nyawa.
"Jangan.... jangan dia...
melati merasa tercekat melihat sambar nyawa memasukkan sesuatu ke mulutnya.
Hiiiiaaaat..... tubuh sambar nyawa seketika itu mengeluarkan kekuatan yang begitu besar hingga membuat para pasukan di dekatnya terhempas.
"Pil pembakar jiwa"ucap melati.
"Haaa....haaa......haaa....... sekarang bersiap lah kau menuju pada kematian mu"ucap sambar nyawa .
Melati segera mengambil jarak menghindari hempasan tenaga dalam sambar nyawa yang sangat kuat itu.
Slaaaap.... sambar nyawa bergerak cepat dan tiba-tiba sudah berada di depan melati dengan mengayunkan golok besarnya.
"matilah kau....."teriak sambar nyawa.
Wes...... golok pun terayun siap membelah tubuh melati.
Tapi melati segera menghindarinya dengan bergerak cepat slaaaap....... sambaran golok besar itu tidak jadi mengenainya.
Tapi sambar nyawa tidak mau membiarkannya begitu saja ia segera menyerang melati kembali.
Traaang.... traaaaang... golok besar milik Sambar nyawa berbenturan dengan pedang melati.
Melati merasakan pergelangan tangannya ngilu setelah benturan tadi, rupanya pil pembakar jiwa itu mempunyai efek yang luar biasa bagi pemakainya.
Namun ia tidak mau di kalahkan begitu saja oleh sambar nyawa, Melati kemudian melepaskan bola hitam ke arah sambar nyawa wes........asap hitam pun langsung menyelimuti seluruh tempat sambar nyawa berada.
melati segera menyerang sambar nyawa dengan melepaskan pukulannya wuuuuus..... wuuuuus... duuuaaarrr..... duuuaaarrr.....
melati memperhatikan kepulauan asap di depannya itu ingin memastikan hasil dari serangannya tadi apakah berhasil atau tidak.
sementara itu pertarungan antara Ratih dan pembunuh emas terus berlanjut namun dalam pertarungan itu tampaknya pembunuh emas harus di buat bapak belur oleh serangan serangan Ratih.
Merasa tidak punya cara lain untuk memenangkan pertarungan itu pembunuh Emas segera memakan pil pembakar jiwa yang di bawanya, seketika itu juga aura kekuatannya pun langsung meningkat secara signifikan.
Ratih dibuat terkejut oleh meningkatnya kekuatan pembunuh emas yang tiba-tiba itu.
"Padahal selangkah lagi aku dapat menghabisi mereka kenapa tiba-tiba keadaan berbalik begini"ucap Sinta sambil terus menghindari gempuran pukulan si muka codet dan Sendang Galuh.
Sinta yang menghadapi si muka codet dsn Sendang Galuh di paksa berjumpalikan saat serangan lawannya itu mampu mendesaknya.
wuuuuus.... wuuuuus.... blaaaar..si muka codet tidak mau memberikan kesempatan pada Sinta untuk membalas serangan.
Hiaaat.... sedang Galuh langsung menyerang Sinta yang saat itu baru saja menghindari serangan dari si muka codet.
Traaang..... kedua pedang mereka saling beradu.
Sinta lalu bergerak cepat memutar badannya dan memberikan tendangan pada Sendang Galuh desss......ia terperanjat mengetahui Sendang Galuh tidak bergeming setelah terkena tendangannya.
Ia segera melompat dan mengambil jarak dari kedua orang itu,tapi baru saja ia mendarat mendadak sebuah serangan datang kepadanya wuuuuus..... Sinta segera menjatuhkan dirinya dan serangan itu melewati tipis dari badannya duuuaaarrr....
"hampir saja "ucap Sinta.
Belum Sinta sempat berdiri tiba tiba... Sendang Galuh datang menyerang dengan pedangnya hiiiiaaaat.....wes....wes.... Sinta berguling guling menghindarinya sabetan sabetan pedang Sendang Galuh itu, kemudian mendorongkan kedua kakinya ke tanah dan ia pun langsung melayang ke atas dengan ilmu ringan tubuhnya.
"Makan ini ... hiiiiaaaat"teriak Sinta seraya melemparkan suriken nya dengan tenaga penuh weees..... suriken berbentuk bintang itu meluncur deras dan cepat ke arah Sendang Galuh creeeb......Akh.... terdengar erangan dari mulutnya setelah suriken itu tepat mengenai dahinya,ia pun ambruk ke ranah dan tidak bergerak lagi.
Si muka codet terperanjat melihat kejadian yang sangat cepat dan tiba-tiba itu.
"Kurang ajar bisa bisanya dia membuat Sendang Galuh mati dengan satu serangan"ucap si muka codet terperangah.
"Sekarang giliran mu muka jelek"ucap Sinta sambil mengacungkan pedangnya.
Dengan kemarahan yang memuncak si muka codet segera meluncur cepat ke arah Sinta wuusss......., Sinta tidak mau mengindari lagi ia pun langsung melesat maju menyambut kedatangan lawannya itu.
Sinta dan si muka codet sama sama ingin mengadu nyawa, ketika jarak mereka sudah dekat Sinta langsung menjatuhkan dirinya untuk menghindari pedang si muka codet, sabetan pedang itu lewat sejengkal dari badannya , ia segera menebaskan pedangnya wes... namun si muka codet mampu menghindarinya dengan melompat ke atas, namun serangan Sinta belum berhenti sampai di situ, karena kemudian dengan gerakan cepat ia melemparkan kembali surikennya weesss...... suriken itu meluncur deras dan craaab.... suriken itu tepat mengenai punggungnya si muka codet.
"Akh...si muka codet mengerang kesakitan.
Sinta langsung melesat cepat slaaaap.... hiiiiaaaat.. kreees...si muka codet pun langsung terjatuh menyentuh tanah setelah mendapat tusukan pedang dari Sinta itu.
Sinta memandangi tubuh si muka codet dan Sendang Galuh yang sudah menjadi mayat itu dengan tatapan tajam.
"Itulah pelajaran yang pantas untuk kalian, karena berani mengancam sekte angin berhembus"ucap Sinta, kemudian melesat pergi ke arena pertempuran membantu para pasukan pembunuh lainnya.
Arini dan lestari yang bertarung satu tempat keduanya juga mengalami hal yang sama seperti yang di alami oleh Sinta, mereka berdua juga nampaknya dapat didesak oleh lawannya itu.
kala Murti dan kalawika dengan buas menyerang mereka berdua, sabetan pedang mereka berdua memaksa Arini dan lestari harus berjuang keras untuk menghindarinya.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang mereka berdua makan kak Arini mengapa kekuatan mereka langsung bertambah seperti itu, gerakan mereka juga makin sulit di tebak"ucap Lestari tampak gusar.
"Sepertinya itu pil kekuatan lestari awas jangan lengah mereka bisa menyerang secara tiba-tiba tanpa bisa di tebak"ucap Arini.
wuuuuus....... wuuuuus.... pukulan kembali di layangkan pada mereka berdua.
***BLAAAAR...... BLAAAAR..... ledakan pun mengguncang tempat mereka berdua berada.
Tapi serangan itu dapat mereka berdua hindari.
"Larilah kalau kalian bisa haaa...haa....haaa. "ucap Kalawika dengan tertawa terbahak bahak.
"Kita gempur terus mereka dengan serangan serangan kita Kalawika"ucap kalamurti
"iya jangan kasih waktu pada mereka untuk mengambil nafas walau pun cuma sejenak"Kala Murti.
Mereka berdua langsung melancarkan serangannya.
wuuuuus..... wuusss.... wuuuuus***...
Arini dan lestari berkelit menghindarinya duuuaaarrr.... duuuaaarrr pukulan itu dapat membuat Nyawa mereka berdua melayang seandainya terlambat untuk menghindarinya.
Haaa.....haaa.... haaa.... sudah saatnya kami mengirim kalian untuk menemui dewa kematian "ucap Kalawika.
"Benar Kalawika ayo kita selesaikan pertarungan ini"sahut kala Murti.
Mereka berdua langsung menyerang Arini dan lestari kembali yang saat itu sedang terengah-engah karena baru saja menghindari serangan mereka bertubi tubi itu.
wuuuuus.... wuuuuus... blaaaar.. blaaaar..... blaaaar, mereka berdua segera bergerak menghindari serangan dahsyat itu.
"Kita tidak boleh begini terus lestari,kita harus balas serangan mereka "ucap Arini setelah menghindar dari serangan itu.
"Apa kak Arini punya cara tanya Lestari.
"Tentu saja, aku sudah memikirkan caranya"ucap Arini.
"Awas lestari.."teriak Arini begitu merasakan serangan Kalawika dan kala Murti datang.
blaaaar.... blaaaar.........
"Bagaimana cara kak Arini cepat katakan, kalau begini terus kita bisa terpanggang oleh serangan mereka"ucap Lestari.
"Aku ingin kau menyerang mereka berdua dengan pukulan terkuat setelah itu akan akan menebas mereka dengan jurus seribu bayangan ku lestari bagaimana menurut mu"ucap Arini.
"Baiklah patut di coba kak Arini siapa tahu akan berhasil "ucap Lestari.
Lestari kemudian mengerahkan tenaga dalamnya sampai ke titik puncak hiiiiaaaat... hiiiiaaaat..... terima serangan ku"teriak Lestari,ia pun segera melepaskan pukulannya itu wuuuuus........, Kalawika dan kalamurti segera mengirim pukulannya untuk menangkis serangan lestari itu wuuuuus.... seketika itu juga pukulan mereka langsung bertemu..... duuuaaarrr.... arena pertarungan itu kembali berguncang hebat akibat benturan itu,asap hitam pekat pun memenuhi area pertarungan itu.
Slaaaap..... sebuah bayangan berkelebat cepat meluncur deras menuju ke arah Kalawika dan kalamurti yang saat itu masih bergelut dengan asa yang mengepul.
"Saatnya kalian pergi ke neraka , jurus pedang seribu bayangan hiaaat...wees... wesss kreees...kress... pedang Arini terdengar mengenai sesuatu ..huup... Arini menghentikan langkahnya sambil menancapkan pedangnya ke tanah lalu menoleh ke arah kepulan asap tadi .
Bruuuk...... Kalawika dan kalamurti roboh ke tanah.
"Kau berhasil kak Arini"teriak Lestari dengan girang.
"iya berkat kau Lestari pedang ku ini bisa tepat mengenai mereka"Arini.
Di sisi lain di arena peperangan itu.
Blaaaar.... blaaaar.... pembunuh emas dan Ratih saling serang dengan menunjukkan kekuatannya masing masing.
Walau pun tadinya Ratih sempat terkejut oleh kekuatan dan serangan yang di miliki oleh pembunuh emas tapi sekarang ia mulai mengerti bahwa kekuatan pembunuh emas itu hanya bertahan sementara, dengan cerdiknya kemudian Ratih mengulur waktu menunggu efek samping pil itu hilang.
Waktu yang dinanti Ratih pun tiba lama kelamaan gerakan pembunuh emas pun terlihat lambat dan lemah.
"Saat ku akhiri pertarungan weees..... slaaaap..... slaaaap Pedang seribu bayangan hiiiiaaaat....wesss.... kreees... pembunuh emas pun roboh dengan kepala terpisah dari badannya setelah pedang Ratih menyentuh lehernya.
Tidak jauh dari Ratih berada Melati masih terlihat beradu kesaktian dengan Sambar nyawa.
Mengetahui teman temannya banyak yang tewas Sambar Nyawa tidak bisa berfikir jernih lagi ,ia membabi buta menyerang Arini.
Hiiiiaaaat.... hiiiiaaaat..... sambar nyawa kembali mengerahkan tenaga dalamnya
Slaaaap.... slaaaap.... dengan gerakan seperti kilat ia menyerang melati, sambar nyawa mendadak muncul di depan melati dengan sabetan pedangnya wesss.... namun melati masih dapat menghindarinya .
Melati bersalto melewati kepala sambar nyawa sambil melepaskan sebuah senjata rahasia yaitu jarum emasnya wes.... sreeeeet....creeeb... creeeb....jarum jarum itu pun berhasil mendarat di tubuhnya.
Sambar Nyawa lalu membalikkan badannya mencoba menyerang melati kembali , namun ia langsung terjatuh dalam dua langkah akibat tusukan dari jarum melati itu.
Selain bola hitam melati juga memiliki senjata rahasia lainnya yaitu sebuah jarum beracun, racun itu akan bereaksi sangat cepat ketika orang yang terkena jarum itu bergerak, seperti yang terjadi pada sambar nyawa tadi.
Akhirnya dalam waktu tidak kurang setengah hari para pasukan pembunuh dari sekte langit dapat menumpas tuntas semua pasukan kerajaan Serigala api itu.
Melati segera langsung membawa seluruh pasukannya untuk kembali lagi ke sekte langit.
Sesuai dengan perintah dari jaka melati kemudian memerintahkan pasukannya untuk mengemas kepala , Sambar Nyawa,kala Murti, Kalawika, Sendang Galuh dan pembunuh emas untuk di antar kan ke kerajaan Serigala api.
__ADS_1