
"Mata iblis bagaimana kalau kita keluar jalan jalan sebentar "ucap Barakasura.
"Jalan jalan kemana maksud mu Barakasura"tanya si mata iblis, tidak mengerti maksud ajakan dari Barakasura itu.
"Kita ke kedai untuk minum minum sampai puas di sana,apa kau tidak bosan di sini terus "jawab Barakasura.
"Baiklah sambil menunggu Karadurga selesai bersemedi, tidak ada salahnya kalau aku temani kau ke sana "sahut si mata iblis.
"Guru kami keluar dulu "ucap Barakasura sambil merangkul pundak simata iblis.
Blaraktaji hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Barakasura itu.
Memang sudah menjadi kebiasaan Barakasura jika telah menyelesaikan latihannya ia selalu pergi ke kedai untuk minum minum.
Langit di atas bukit tengkorak siang itu terlihat mendung, awan hitam terlihat menggantung tebal di angkasa.Tidak lama kemudian rintik rintik hujan gerimis pun turun dari langit.Di bawa rintik rintik gerimis itu terlihat dua orang laki-laki yang berjalan setengah berlari, kedua kaki laki itu adalah simata iblis dan Barakasura yang sedang menuju ke sebuah kedai.
Simata iblis dan Barakasura semakin mempercepat langkahnya begitu tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.
Mereka berdua merasa beruntung di saat hujan turun deras itu mereka berdua sudah sampai di dalam kedai.
"Hujan sialan, turun di siang bolong begini"maki Barakasura.
"Sudahlah Barakasura tidak baik menggerutu begitu, lagian tadi kamu kan yang bersikeras mengajak aku kemari"sahut si mata iblis.
"Memang benar tadi aku yang mengajak kemari, karena aku tadi tidak menyangka akan kehujanan begini "ucap Barakasura.
Ternyata di kedai itu tidak hanya mereka berdua yang datang,di sana juga terlihat Damar Wungu,Lasmi ,dan si caping bambu yang juga sedang menikmati makanan dan minuman.
"Aku tidak mengira kalau seorang senopati Barakasura akan takut terkena air hujan"seloroh Damar Wungu sambil tersenyum mengejek.
Panas telinganya Barakasura mendengar kata-kata ejekan dari Damar Wungu itu .
"Diam kau Damar Wungu,aku tidak akan segan segan untuk merobek mulut mu yang tajam itu karena kau sudah berani mengejek ku"ancam Barakasura dengan marah.
"Buktikan omongan mu, kalau kau bisa Barakasura "tantang Damar Wungu sambil terus minum dengan tidak perduli pada Barakasura yang sedang marah sekali.
"Kurang ajar kau Damar Wungu "
Barakasura langsung bangkit dari tempat duduknya ingin menghajar Damar Wungu, namun si mata iblis langsung berdiri mencegahnya.
"Barakasura kita tidak usah meladeni mereka, karena berkat merekalah Karadurga sekarang bisa sembuh "ucap si mata iblis.
Mendengar perkataan dari simata iblis itu kemarahan Barakasura pun menjadi reda dan membatalkan niatnya untuk menyerang Damar Wungu.
"Baiklah kali ini aku ampuni dia, tapi kalau lain kali kejadian ini sampai terulang lagi, tidak ada ampun lagi baginya"ucap Barakasura terpaksa duduk kembali.
Kejadian tadi tidak lepas dari pengawasan si caping bambu yang saat itu sedang duduk di belakang mereka,ia memperlihatkan Damar Wungu dan Barakasura secara bergantian.
"Ternyata di kerajaan tengkorak iblis ini, begitu banyak terdapat orang orang kuat, sayangnya mereka berdua tidak jadi bertarung"gumam sicaping bambu sambil menggelengkan kepalanya.
"Saya ucapkan terima kasih pada kalian berdua karena telah berhasil mendapatkan tumbuhan api ungu, sehingga Karadurga adik ku bisa tertolong"ucap si mata iblis kepada Lasmi dan Damar Wungu.
"Kau tidak perlu merasa sungkan begitu mata iblis, bukan kah itu sudah menjadi tugas kami untuk menjalani perintah dari Gusti prabu "ucap Lasmi.
"Kalau begitu minuman dan makanan kalian biar aku dan Barakasura yang bayar "ucap si mata iblis.
Barakasura langsung tercekat mendengar omongan simata iblis yang asal asalan itu,ia memaki maki dalam hati mendengar perkataan simata iblis itu dirinya sudah diejek di suruh pula membayarkan makanan mereka.
Di malam harinya di kediaman Senopati jalardana terlihat beberapa orang penting sedang berkumpul di sana.Diantara orang penting itu adalah Lamting,Lintar, mawar kencana, Lasmi dan Damar Wungu.
Sepertinya malam itu ada sesuatu yang penting yang akan mereka bahas.
"Aku mengundang kalian semua ke sini karena aku ada sesuatu hal yang akan aku sampaikan pada kalian, yaitu mengenai rencana Gusti yang akan menyerang ke sekte langit "ucap Jalardana.
"Apakah kita akan segera di berangkat kan ke sana kakang"tanya Lamting.
"Sudah tentu kita akan ikut di berangkat kan ke sana dan Gusti prabu tidak ingin kegagalan dalam penyerangan kali ini, karena kalau sampai gagal hukuman mati sudah siap menanti kita "ucap Jalardana.
Orang orang yang ada di ruangan itu langsung tercekat begitu jalardana mengatakan seperti itu.
"Kapan Gusti prabu mengatakan seperti itu kakang, kenapa aku tidak tahu"tanya Lintar.
"Kemarin malam Gusti prabu mengundang aku ,tuan Liang Pamungkas serta para Senopati utama dan kedua, Gusti prabu mengatakan seperti itu.
"Apakah senopati pertama dan kedua akan ikut serta dalam penyerangan nanti"tanya Mawar kencana.
__ADS_1
"Tidak, gusti prabu hanya akan menurunkan aku sebagai senopati ketiga dan kalian semua serta para pendekar yang telah tuan Liang Pamungkas undang kemari "jawab Jalardana.
"Apakah Gusti prabu begitu mengganggap remeh sekte langit, sehingga tidak mengerahkan semua pasukannya "tanya mawar kencana merasa tidak suka dengan keputusan Gandaroma itu.
"Menurut perhitungan Gusti prabu sekte langit saat ini sudah tidaklah sekuat dulu sejak Paksi Darma tewas dalam penyerangan waktu itu, makanya ia tidak menurunkan pasukan penuh"ucap Jalardana.
"Menurut ku Gusti prabu terlalu bodoh menganggap sekte langit lemah saat ini, bukankah di sana masih ada Jaka, apa dia tidak memikirkan hal itu"ucap mawar kencana dengan kesal.
"Jaka...!!Jaka siapa maksud mu mawar, menurut simata iblis dan Barakasura tidak ada orang orang yang bernama jaka di sana dan cuma ada Paksi Darma yang saat itu bertarung dengan Karadurga, Kumbara dan Jaran Lejong "ucap Jalardana.
"Aku yakin mereka berdua pasti buta semua,Jaka adalah tetua sekte langit sekarang ini,saya tidak percaya kalau saat itu ia tidak ada di sana "ucap mawar kencana dengan marah.
"Aku biasa pasti kita tidak akan menang melawan mereka dengan hanya mengandalkan kita semua, perlu kalian ketahui bahwa Jaka itu sangat sakti mandraguna guna, belum yang lainnya "lanjut mawar menjelaskan.
"Tunggu mawar, kenapa kamu jadi mengunggulkan mereka dan merendahkan kami semua "ucap Lintar merasa tersinggung dan tidak suka dengan ucapan mawar.
"Heh... (mendengus)ternyata kalian semua tidak tahu apa apa tentang sekte langit,saya sarankan pada kalian untuk menyelidiki lebih lanjut lagi tentang kekuatan sekte langit saat ini "ucap mawar.
"Cukup mawar...!!agi lagi kau merendahkan kami jujur saja aku merasa tersinggung"bentak Lamting dengan melotot tajam.
Melihat mawar kencana di bentak seperti itu Damar Wungu dan Lasmi langsung tersinggung.
"Jaga bicaramu Lamting, sekali lagi kau berani membentak mawar aku tidak akan segan segan untuk memotong lidah mu "ucap Damar Wungu sambil mengacungkan jari.
Jalardana dan Lintar tercekat melihat Damar Wungu yang pangkatnya lebih rendah dari Lamting berani main ancam seperti itu padanya.
"Kurang ajar kau Damar Wungu ,apa kau tidak tahu sedang bicara dengan siapa"ucap Lamting dengan amarah yang meluap luap.
"Aku tidak perduli kalau kedudukan dan pangkat mu lebih tinggi dari ku.Jika kau merasa tidak terima dengan kata kata ku tadi mari kita selesaikan di luar"tantang Damar Wungu dengan geram.
Kemarahan Lamting semakin berkobar kobar karena Damar Wungu berani terang terangan menantangnya.
"Baik, mari kita keluar dan buktikan siapa yang terkuat diantara kita"ucap Lamting menerima tantangannya.
"Tunggu...!!! apa apaan kalian berdua ini,aku minta tenangkan diri kalian masing masing "bentak Jalardana.
"Tidak Kakang,aku harus memberi pelajaran pada dia kakang,supaya di kemudian hari dia bisa menjaga lidah tajamnya itu "ucap Lamting karena sudah terlanjur marah.
Jalardana menggelengkan kepalanya, ia merasa kesal dengan sikap kedua orang itu.
"Benar kata kakang Jalardana mawar jangan sampai terjadi pertarungan di antara kita"sahut Lintar.
"Aku rasa hanya pertarungan yang bisa menyelesaikan masalah ini, jadi saya harap tuan Jalardana bisa mengerti"ucap mawar kencana dengan acuh.
"Kau....!!! baiklah aku ingin lihat sampai di mana kemampuan Damar Wungu itu"ucap Jalardana dengan terpaksa.
"Keluarkan kau Damar Wungu "seru Lamting seraya berkelebat keluar menerobos jendela.
Melihat Lamting sudah keluar,Damar Wungu pun langsung bergegas menyusulnya.
Orang orang yang ada di dalam pun langsung berhamburan keluar untuk menyaksikan pertarungan itu.Para prajurit yang saat itu sedang berjaga-jaga di sekitar rumah Jalardana segera berbondong bondong ikut melihat pertarungan itu.
"Hari ini akan aku buat kau menyesal Damar Wungu"
Lamting langsung melesat menerjang kearah Damar Wungu berniat ingin langsung menghabisinya.Melihat Lamting ingin membunuhnya Damar Wungu tidak mau tinggal diam.
Ia segera maju menyambut kedatangan Lamting, hiiiiaaaat... kedua tinjau yang mengandung tenaga dalam itu pun bertemu duuuaaarrr.... dalam adu kekuatan itu ternyata Lamting langsung terpental beberapa tombak jauhnya hingga menabrak dinding rumah braaak....!!!., sedangkan Damar Wungu masih berdiri tegak di tempatnya menandakan kekuatan Damar Wungu masih jauh di atas Lamting.
Jalardana dan Lintar sangat terkejut melihat kekuatan Damar Wungu itu, mereka tidak tahu kalau ia memiliki kesaktian yang begitu tinggi.
Mawar kencana dan Lasmi hanya tersenyum sinis melihat kejadian itu dan tidak terkejut sama sekali.
"Akh.. kurang ajar kau Damar Wungu uhuk...uhu.."teriak Lamting dengan tatapan penuh kebencian.
"Kalau masih penasaran baiklah "seru Damar Wungu.
Ia langsung melesat cepat weesss.... jleeeb.. pedang Damar Wungu langsung menembus tubuh Lamting hingga ia pun terkapar tidak bernyawa.
"Kakang Lamting... kurang ajar kau Damar Wungu "teriak Lintar, langsung melesat ke arah Damar Wungu.
Melihat Lintar bergerak menyerang Damar Wungu, Lasmi tidak tinggal diam ia langsung melesat menyusul Lintar dan langsung menyerangnya dees.....dees... Lintar pun langsung jatuh gedebuuuk....ke tanah.
"Aku peringatkan pada mu Lintar, hentikan kebodohan mu atau kau akan berurusan dengan pedang ku"ancam Lasmi.
"Mawar aku minta kau hentikan mereka semua "pinta Jalardana dengan khawatir jika Lasmi bertindak seperti Damar Wungu.
__ADS_1
"Damar Wungu dan Lasmi kembali kalian"perintah mawar.
Mendengar seruan dari mawar itu mereka berdua langsung melesat kearah mawar.
"Jalardana dengan kemampuan mereka seperti itu apakah kau masih akan mengharapkan menang melawan sekte langit"tanya mawar kencana.
Jalardana bungkam seribu kata mendengar pertanyaan mawar itu,dia tidak bisa berkata apa-apa melihat kemampuan dua orang bawahannya masih rendah seperti itu.
"Lalu bagaimana menurutmu,apa yang harus aku lakukan sekarang"tanya Jalardana.
"Aku minta pada mu supaya mengatakan pada Gusti prabu untuk menurunkan seluruh kekuatannya dalam menyerang sekte langit,itu semua demi kebaikan mu Jalardana "ucap mawar kencana.
"Tapi apakah Gusti prabu akan mendengarkan kata-kata ku"ucap Jalardana.
"Tentu saja,kau laporkan saja kejadian malam ini dan katakan bahwa Lamting terbunuh saat lawan tanding dengan Damar Wungu "ucap mawar kencana.
"Mmm.... baiklah"aku mengerti maksud ucapan mu"sahut Jalardana.
"Siapa itu....!!! teriak mawar tiba tiba,seraya melepaskan pukulannya ke arah atap rumah.
blaaaar..... namun serangan Mawar itu hanya mengenai angin saja.
Lasmi dan Damar Wungu langsung meluncur ke atas rumah untuk melihat siapa orang yang telah berani menguping itu.
Tapi mereka berdua tidak menemukan apa-apa di sana, selain beberapa genting yang pecah karena terinjak-injak.
"Rupanya ada yang menguping pembicaraan kita dari tadi Jalardana"ucap mawar kencana.
"Apa kamu bilang, kenapa aku tadi tidak merasakan apa-apa"ucap Jalardana.
"Aku yakin orang itu berilmu tinggi, sehingga bisa mengelabui kita semua"ucap mawar.
"Bagaimana apakah kalian menemukan si penyusup itu"tanya Mawar ketika Lasmi dan Damar Wungu tiba di hadapannya.
"Kami berdua tidak menemukan apa-apa,kami cuma menemukan ada beberapa genteng yang patah, itu menandakan bahwa tadi memang ada orang yang ikut mendengarkan pembicaraan kita "ucap Lasmi.
"Siapa orang itu dan apa tujuannya "gumam Mawar kencana.
"Kurang ajar siapa yang telah berani bertindak lancang di tempat ku"ucap Jalardana dengan geram.
"Kalian berdua, mari kita kembali "ucap mawar kepada Damar Wungu dam Lasmi.
"Bagaimana dengan keadaan mu Lintar"tanya Jalardana setelah mereka bertiga pergi.
"Aku tidak apa-apa kakang,aku heran kenapa mereka bertiga jadi begitu berani sama kita"tanya Lintar.
"Aku merasakan mereka bertiga sudah jauh berbeda dari yang kemarin dan kau perlu tahu Lintar , seandainya tadi aku sampai ikut campur pasti nasib kita berdua tidak beda dengan Lamting "ucap Jalardana.
"Jadi kakang merasa bukan tandingan mereka "ucap Lintar dengan tercekat.
"Sudahlah mari kita masuk"ajak Jalardana.
Kejadian malam itu sangat mengundang hati Lintar bagaimana mungkin ia dapat di pecundangi oleh Damar Wungu dan Lasmi.Ia merasa tidak percaya dengan kenyataan itu.
Pada pagi harinya Jalardana dan Lintar langsung menghadap raja Gandaroma dengan membawa tubuh Lamting yang sudah tidak bernyawa itu.Jalardana menceritakan semua kejadian malam itu kepada raja Gandaroma sesuai dengan yang Mawar Kencana perintahkan.
Raja Gandaroma merasa terkejut mendengar cerita dari Jalardana itu,ia tidak menyangka kalau Lamting dapat di kalahkan dengan mudah oleh Damar Wungu yang statusnya hanya prajurit bawahan itu.
"Sepertinya aku harus mempertimbangkan lagi keputusan ku yang kemarin malam itu,supaya tidak ada kegagalan lagi dalam penyerangan kali ini"ucap Gandaroma.
Gandaroma segera memerintahkan beberapa prajurit untuk memanggil seluruh Para Senopati dan semua pendekar yang telah diundang untuk segera menghadapnya.
Mengetahui raja Gandaroma memanggilnya mereka pun langsung berbondong-bondong menuju ke istana untuk memenuhi panggilan itu.
Sejurus kemudian Liang Pamungkas dan yang lainnya pun sudah tiba di istana,Liang Pamungkas dan seluruh yang hadir di situ sangat terkejut begitu melihat Lamting terbujur kaku tidak bernyawa.
"Liang Pamungkas bagaimana persiapan mu untuk menyerang sekte langit apakah sudah siap"tanya Gandaroma.
"Sudah Gusti prabu,para pendekar sudah saya kumpulkan sesuai dengan yang Gusti prabu perintah kan"jawab Liang Pamungkas.
Gandaroma mengangguk sambil mengusap usap janggutnya kemudian menatap ke arah semua orang yang hadir di situ.
"Dengar Pamungkas aku tidak mau jika ada pasukan ku yang berkemampuan lemah seperti dia,aku ingin kau memilih pasukan yang kuat sebelum berangkat ke benua timur "ucap Gandaroma sambil menunjuk ke arah Lamting yang sudah tidak bernyawa itu.
"Aku setuju dengan perkataan Gusti prabu, memang tidak pantas jika saat ini kita menyerang ke sana cuma mengandalkan para pendekar dan senopati yang belum teruji kekuatannya "ucap mawar kencana yang datang tiba-tiba bersama dengan Lasmi dan Damar Wungu.
__ADS_1