Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Pencarian


__ADS_3

"Kita habisi pemuda ini tuan Sanca,ini adalah kesempatan baik kita untuk membunuh tetua sekte langit yang terkenal itu"ucap nyai Konde Mas.


"Benar kalau dia di biarkan hidup di masa depan dia akan menjadi hambatan bagi kita semua"ucap Sanca Buana.


"Tunggu apa lagi mari kita bereskan dia "ucap Wulung Kuning dengan sudah tidak sabar.


Jaka memperhatikan mereka satu persatu , walau pun tidak yakin bisa menang pantang baginya untuk mundur sebelum tahu hasil pertarungan nanti, namun sasaran utama jaka adalah Nyai Konde Mas, yang lain bisa belakangan.


"Sialan kenapa putri Candra Kirana masih ada di sini"ucap Jaka ketika melihat putri Candra Kirana masih terbaring lemas bersandar pada sebuah dinding istana.


Ia khawatir jika nanti salah satu dari mereka berbuat licik menjadikan putri Candra Kirana sebagai tameng,sebisa mungkin ia harus menghindari hal itu.


"Kalau kalian bisa coba kejar aku "ucap Jaka kemudian bergegas melesat pergi keluar istana.


"Kalian semua cepat kejar dia , jangan sampai dia kabur "perintah Sanca Buana dengan segera langsung berkelebat mengejar Jaka.


Nyai Konde Mas dan yang lainnya pun bergegas menyusul Sanca Buana mengejar Jaka.


"Baguslah kalau mereka semua mengikuti ku dengan demikian putri Candra Kirana akan aman untuk sementara waktu"ucap Jaka kemudian berhenti.


Di tempat Jaka berhenti itu terdapat begitu banyak mayat yang berserakan,di antara mayat mayat itu para prajurit kerajaan Sangguling lah yang paling banyak yang menjadi korban akibat peperangan tadi.


Para pasukan yang di pimpin oleh Sanca Buana segera bergerak maju begitu melihat Jaka berada di tempat itu.


"Kalian jangan ikut campur, mundur kalian semua orang itu bagian kami "ucap Nyai Konde Mas dengan lantang.


Mendengar seruan Nyai Konde Mas itu para pasukan langsung menjauh.


Wulung Kuning yang dari tadi sudah tidak sabar ingin sekali membunuh Jaka ,ia langsung berkelebat maju menyerangnya dengan sebuah tongkat bambunya yang berwarna kuning atau biasanya orang menyebutnya bambu Wulung Kuning.


Tongkat Bambu Wulung Kuning tidak bisa di anggap remeh walau pun terbuat dari bambu kekuatannya tapi tidak kalah dengan senjata pusaka pada umumnya .


Orang orang dunia persilatan menyebut Wulung Kuning dengan sebutan pendekar tongkat bambu Wulung Kuning, karena permainan tongkat Sangat mematikan.


Wulung Kuning langsung mengayunkan tongkat bambunya kepada jaka wes.... jaka segera menghindari serangan itu dengan mundur dua langkah ,walau pun Jaka dapat menghindarinya namun sambaran angin tongkat bambu itu tidak bisa di remehkan, karena jika mengenai kulit orang biasa akan segera terkelupas.


Namun untungnya Jaka sudah melapisi tubuhnya dengan tenaga dalam sehingga tidak berpengaruh padanya.


Wulung Kuning kemudian dengan cepat menarik tongkat dan langsung menyerang jaka kembali, sabetan sebetan tongkat bambu milik Wulung Kuning terus mencecar Jaka,praaak.... tongkat bambu itu menghantam tanah hingga membuatnya berlubang.


Wulung Kuning semakin penasaran melihat semua serangan tak satu pun dapat mengenai Jaka.


Ia segera mengerahkan tenaga dalamnya dan menyalurkan pada tongkat bambunya, tongkat bambu itu menyala kekuning-kuningan.


"Terimalah serangan tongkat petir ku" hiiiiaaaat Wulung Kuning langsung memukul kan tongkat itu kepada jaka wuuuuus... tidak mau terus menghindar Jaka segera menangkis serangan tongkat itu dengan jurus pencakar langit nya braaak..... pukulan tongkat bambu itu pun di tahan oleh Jaka.


Sanca Buana dan yang lainnya masih memperhatikan pertarungan antara Jaka dan Wulung Kuning dalam hati nya mereka sungguh cukup tercekat melihat Jaka mampu menahan serangan tongkat itu.


Wulung Kuning melipat gandakan tenaga dalamnya untuk menekan Jaka, basah keringat pun membasahi seluruh tubuhnya.


Tidak ingin terus di tekan Jaka segera mengerahkan kekuatannya hiiiiaaaat.... Jaka mendorong tongkat bambu itu ke atas wuuuuus....... tongkat Wulung Kuning pun langsung terpental ke atas bersamaan dengan pemiliknya.


"Jurus badai menerjang karang... hiaaat wuusss.... duuuaaarrr..., dengan cepat Jaka memukul Wulung Kuning sebelum jatuh ke tanah.


Wulung Kuning pun terpental cukup keras plaaak....darah kental pun langsung keluar dari mulutnya.


"Kurang ajar kita jangan hanya menonton saja ayo kita serang dia bersama sama "ucap Nyai Konde Mas.


Mendengar seruan dari nyai Konde Mas Wardana dan yang lainnya pun langsung bergerak maju.


Selendang merah milik Nyai Konde Mas langsung meluncur cepat mengarah ke arah jaka wus...jaka berjumpalikan menghindarinya, Wardana dengan pedangnya melesat cepat menyerang Jaka Wes....wes..... Jaka melompat ke atas dan memberikan sebuah tendangan pada Wardana des.... Wardana pun terhuyung huyung ke depan namun tidak sampai jatuh.


Melihat Jaka baru saja mendarat Petung Gede secepat kilat melepaskan pukulannya "Terima ini" teriaknya wuuuuus.... Jaka langsung menangkis pukulan itu dengan jurus badai menerjang karangnya wuuuuus....dua pukulan pun saling berbenturan hingga duuuaaarrr......... dentuman besar pun terjadi.

__ADS_1


"Kecepatan dan tenaga dalamnya tidak bisa di anggap remeh pemuda itu"ucap Sanca Buana terlihat mengepalkan tangannya.


"Kurang ajar dia mampu menangkis serangan ku padahal aku yakin telah menyerangnya di titik buta dari perhatiannya"ungkap Petung Gede.


"Kau jangan hanya diam saja Petung Gede ,ayo terus gempur dia"ucap nyai Konde Mas.


Nyai Konde Mas kembali melepaskan selendangnya wuuuuus ...wuuuuus ... selendang Nyai Konde Mas berubah menjadi banyak itulah jurus selendang seribu.


Selendang yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan itu dengan deras meluncur ke arah Jaka, serangan selendang Nyai Konde Mas memaksa Jaka harus bergerak cepat untuk menghindarinya salah langkah sedikit saja sangat berbahaya.


"Sialan"desis Jaka.


Jaka segera menerapkan jurus sepuluh langkah malaikat untuk menghindari jurus selendang seribu itu.


Slaaaap..... slaaaap.... Jaka dengan cepat menghindarinya braaak.... braaak... braaak.... terdengar selendang selendang itu mengenai tembok pagar depan istana dan tak ayal lagi dinding itu pun langsung jebol seketika.


"Baru kali ini ada orang yang mampu lepas dari serangan seribu selendang ku "gumam Nyai Konde Mas dengan tidak percaya.


"Kerahkan semua jurus yang kau miliki Nyai"pungkas Jaka.


Nyai Konde Mas langsung tersulut emosinya mendengar perkataan Jaka yang terang terangan merendahkan harga dirinya itu.


Nyai Konde segera melipat gandakan serangan selendangnya wuuuuus.... wuuuuus.... wuuuuus... serangan selendang kali ini lebih banyak dari yang sebelumnya sehingga memenuhi tempat itu.


melihat selendang yang begitu banyak menyerang dirinya Jaka segera mencabut pedangnya.


Kreees..... kressss... kressss...jaka memotong selendang selendang itu menjadi kecil kecil.


"Apa...."ucap nyai Konde Mas tercekat begitu melihat selendangnya rontok begitu saja, padahal selendang itu bukanlah selendang biasa, tapi selendang pusaka warisan gurunya.


"Terima ini.... hiiiiaaaat..."teriak Nyai Konde Mas.,selendang pun terus bermunculan tanpa henti menerjang jaka.


Jaka kembali menggunakan jurus sepuluh langkah malaikat nya dengan terus bergerak cepat sehingga Nyai Konde Mas tak dapat melihat pergerakannya.


Bola mata nyai Konde Mas melirik ke sana kemari sambil waspada namun tetap ia tidak melihat pergerakan Jaka.


"Awas... Nyai"seru Paronwaja ketika melihat sebuah sinar kuning meluncur ke arah Nyai Konde Mas.


ia pun segera bertindak slaaaap... slaaaap..dan langsung membopong tubuh Nyai Konde Mas untuk menghindari serangan itu duuuaaarrr..... serangan Jaka pun dapat di hindari oleh Nyai Konde Mas.


"Kau rupanya masih beruntung nyai bisa lolos dari pukulan ku, tapi untuk selanjutnya jangan harap kau dapat keberuntungan seperti tadi "ucap Jaka.


"Tutup mulut mu ,aku benar benar tidak terima dengan kenyataan ini"teriak Nyai Konde Mas.


"Ini benar benar memalukan jika kita tidak bisa menaklukkan pemuda yang hanya seorang diri itu"ucap Paronwaja.


"Ayo kita kerahkan seluruh kekuatan kita untuk menyerangnya ,kita tidak bisa membiarkan harga diri kita hilang begitu saja di hadapan pemuda ingusan itu "ucap Wardana.


Kemudian kelima orang itu langsung menyerang jaka kembali, pertarungan ketat dan sengit pun tidak bisa di hindari lagi.


Selendang Nyai Konde Mas melambai lambai mengincar nyawa jaka, begitu juga golok serta pedang milik mereka terus mencoba membabat Jaka.


Keringat mengucur deras di badan kelima orang yang sedang bertarung itu rasa kelelahan pun nampak di seluruh tubuh mereka , hiiiiaaaat deess... dess..Jaka berhasil memukul Wardana dan Paronwaja braak... mereka pun langsung terjatuh.


Namun tanpa di sadari sebuah pukulan nyai Konde besar hasil mengenai Jaka yang saat itu sedang menghindari serangan Petung Gede,Dess....satu selendang Nyai Konde Mas tepat mendarat mengenai Jaka, namun ia masih sempat memberikan pukulan yang cukup keras kepada Petung Gede sebelum ia terjatuh.


Braaak...jaka dan Petung Gede pun terjatuh ,kemudian jaka segera bangkit sambil memegangi dadanya yang terasa sakit, karena ia tahu bahwa para musuhnya tidak akan membiarkannya begitu saja.


Tidak tidak ingin membiarkan Jaka mengambil nafas barang sejenak,selendang Nyai Konde Mas kembali meluncur ke deras ke arah nya.


Ternyata tepat dugaan Jaka itu ketika baru saja ia mau berdiri sebuah serangan langsung datang padanya


Jaka berguling guling menghindarinya dan langsung melepaskan pukulannya wuuuuus..... kepada nyai Konde Mas.

__ADS_1


"Celaka"desis Nyai Konde Mas langsung membuang dirinya kesamping untuk menghindari serangan itu dan duuuaaarrr... serangan itu menghantam tempat kosong.


Hiiiiaaaat slaaaap... slaaaap.... slaaaap.... sebuah bayangan berkelebat sangat cepat menghampiri Jaka.


"Apa...!!"desis Jaka ketika melihat Sanca Buana sudah menempelkan tangannya di tubuhnya.


"Mampuslah kau jaka"ucap Sanca Buana langsung memukul Jaka dengan tenaga dalamnya.


Duuuaaarrr...... Jaka pun terpental cukup keras akibat hantaman Sanca Buana itu.


Sanca Buana menatap lurus kepada Jaka yang terjatuh itu , wajahnya pun tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Akh.....Keterlaluan...kau Sanca Buana"bisik Jaka sambil berdiri sempoyongan dengan bantuan pedangnya.Ia tidak menyangka kalau Sanca Buana akan menyerangnya secara tiba-tiba.


pakaian Jaka tampak compang-camping setelah terkena pukulan Sanca Buana itu tubuhnya pun terlihat memar dan penuh luka.


"Sungguh sulit di percaya bagaimana dia bisa bertahan setelah terkena pukulan ku tadi"ucap Sanca Buana dengan tidak percaya.


"Aku benar benar salut dengan melihat kau mampu bertahan dengan pukulan ku tadi jaka, tapi aku tidak mau kepalang tanggung untuk menghabisi mu"ucap Sanca Buana.


"Matilah kau sekarang , Sanca Buana langsung meluncur cepat menyerang jaka hiiiiaaaat Sanca Buana mengirimkan pukulannya wuuuuus..... duuuaaarrr..... ledakan hebat pun menggema di pagi itu.


Kelima orang itu menatap kepulan asap di depan mereka dengan rasa puas setelah yakin pukulan Sanca Buana tadi tepat mengenainya, tetapi setelah asap menghilang rasa keterkejutan segera hinggap di mata mereka begitu tidak mendapati Jaka di tempat itu.


Rasa marah dan geram pun terlihat di wajah Sanca Buana karena Jaka berhasil lolos dari kematian.


"Haaaaah..... bedebah dia berhasil kabur, kalian semua cepat cari orang tadi"perintah Sanca Buana kepada para pasukannya dengan rasa marah yang meluap luap.


Para pasukan itu langsung bergegas menyebar menyisir ke seluruh istana.


Sanca Buana yang teringat tentang keberadaan putri Candra Kirana segera melesat masuk ke dalam istana untuk melihat.


Sanca Buana di buat kecewa untuk kedua kalinya setelah lolosnya Jaka kini putri Candra Kirana pun juga telah raib tidak ada di tempatnya.


"Sial ,ini benar benar sial tidak ada satu pun keluarga kerajaan yang dapat aku tangkap"umpat Sanca Buana dengan memaki maki, kemudian ia pun bergegas menemui nyai Konde Mas dan yang lainnya.


"Nyai Konde Mas aku minta kau kerahkan seluruh pasukan untuk mencari putri Candra Kirana dan Jaka, mereka tidak akan pergi jauh karena keduanya sama sama telah terluka parah"ucap Sanca Buana.


"Baik tuan Sanca "ucap nyai Konde Mas kemudian mengajak Wardana dan yang lainnya untuk ikut bersamanya kecuali Wulung Kuning karena saat itu ia sedang terluka parah.


Para pasukan yang di pimpin nyai Konde Mas kemudian mengelilingi istana dan yang lain menyebar ke luar istana, karena hari sudah terang jadi dapat mudah mereka bergerak.


Dalam pencarian itu Paronwaja tampak menggerutu karena mereka dapat di pecundangi oleh Jaka yang hanya seorang diri itu,hal ini membuat Paronwaja tidak dapat menerimanya.


"jika aku sampai menemukannya akan ku kuliti pemuda jaka itu hidup hidup "ucap Paronwaja dengan rasa geram.


"Kau benar Paronwaja aku juga merasa tidak terima dapat di kibuli pemuda kemarin sore itu,aku sudah malang melintang di dunia persilatan tapi baru kali ini menghadapi lawan yang sangat kuat seperti itu"ucap Petung Gede.


"Hentikan ocehan Kalian yang tidak berguna itu , sebaiknya setelah ini kita semua memperdalam ilmu kalian, bukan mustahil jika suatu saat dia kembali lagi menuntut balas"ucap nyai Konde Mas memperingatkan.


"Jika nanti kita bertemu lagi aku berjanji pada kalian akan ku ***** dia dengan senjata ku ini"ucap Wardana yang juga menyimpan rasa kesal serta dendam pada Jaka.


Tanpa terasa pencarian mereka telah cukup jauh meninggalkan istana Sangguling, tetapi tidak menemukan adanya jejak Jaka yang di tinggalkan nya,hal ini membuat mereka segera menghentikan pencarian itu.


"Huuuuff..... sepertinya dia sudah lari jauh nyai,akan sia sia jika kita tetap melanjutkan pencarian ini"ucap Paronwaja dengan mengambil nafas panjang.


"Benar apa kata Paronwaja nyai sebaiknya kita tarik pasukan untuk kembali ke istana dan memberi tahu hal ini pada tuan Sanca "ucap Wardana.


Mendengar perkataan mereka nyai Konde Mas pun menyetujuinya, dari pada mencari terus dan tidak menemukan apa-apa lebih baik kembali saja.


"Dengarkan semua, sebagian pasukan ada yang terus melakukan pencarian dan sebagainya lagi kembali ke istana "ucap nyai Konde Mas memberikan perintah.


Nyai Konde Mas dan tiga tetua lainnya segera kembali ke istana.

__ADS_1


__ADS_2