
Siang itu di Balairung istana Senopati Dewangga segera menceritakan tentang pertemuan dirinya dengan Jaka pada malam kemarin itu,raja Dewantara begitu terkejut mendengar cerita yang di sampaikan oleh Senopati Dewangga itu.
"Ini sungguh suatu kejutan ,aku senang dengan kerja keras mu Dewangga kau memang tidak pernah mengecewakan ku"ucap raja Dewantara.
"Maaf Gusti prabu ini bukanlah hasil kerja keras saya melainkan guru saya Ki Lawu "ucap Senopati Dewangga sambil menoleh ke arah gurunya.
"Baiklah,aku anggap saja ini adalah usaha kalian berdua "ucap raja Dewantara sambil menoleh ke arah Dewangga dan Ki Lawu secara bergantian.
"Oh ya Gusti prabu sebelum tetua Jaka mengobati pangeran Bratadewa dia mengajukan satu syarat pada ku ,mengenai syarat apa itu hamba tidak tahu karena tetua Jaka belum mengatakannya "ucap Senopati Dewangga.
Raja Dewantara menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari Senopati Dewangga itu.
"Syarat apa pun yang dia minta akan ku penuhi asal dia mau mengobati Bratadewa"ucap raja Dewantara.
Senopati Dewangga dan Ki Lawu saling berpandangan kemudian sama sama menganggukkan kepalanya.
"Lalu kapan tetua sekte langit itu akan datang kemari Dewangga"tanya raja Dewantara kemudian.
"Mungkin sebentar lagi Gusti prabu, karena kemarin dia bilang , aku di suruh menunggu di dalam istana ini"ucap Senopati Dewangga.
"Baiklah demi kesembuhan Bratadewa aku akan bersabar menunggunya "ucap raja Dewantara.
Di saat raja Dewantara sedang menunggu kedatangan Jaka itu tiba-tiba datanglah Nyai Konde Mas bersama dengan anaknya Mawar Kencana.
Nyai Konde Mas dan Mawar Kencana langsung memberikan hormat begitu tiba di hadapan raja Dewantara.
"Hormat kami Gusti prabu "ucap kedua wanita itu.
"Ada keperluan apa sehingga Nyai Konde Mas datang menghadap ku "tanya raja Dewantara.
"Saya mau melaporkan bahwa seluruh warga desa Sekaten sudah saya pekerjakan untuk membuat benteng sesuai dengan Gusti prabu perintahkan "ucap Nyai Konde Mas.
"Bagus kalau begitu ,aku senang mendengarnya "ucap raja Dewantara merasa senang.
"Tapi ada sedikit masalah Gusti prabu menyangkut adanya perekrutan penduduk desa itu "ucap Nyai Konde Mas.
"Masalah apa Nyai Konde Mas, cepat katakan "tanya raja Dewantara.
"Ini mengenai sekte langit Gusti prabu "ucap Nyai Konde Mas.
"Sekte Langit..apa maksud mu"tanya raja Dewantara tidak mengerti.
"Orang orang sekte langit berusaha membebaskan para penduduk desa dari kerja paksa itu Gusti prabu"ucap Nyai Konde Mas.
Wajah tegang seketika menyelimuti Senopati Dewangga dan Ki Lawu setelah mendengar perkataan dari Nyai Konde Mas itu.
Raja Dewantara langsung menatap Dewangga dan Ki Lawu seakan akan minta pendapat pada kedua orang itu.
"Apa yang telah mereka lakukan pada Sekte mawar merah Nyai Konde Mas"tanya raja Dewantara.
"Mereka telah membunuh dua orang kepercayaan saya Gusti prabu yaitu pembunuh Perak dan Dayang Suci, saya datang kemari meminta bantuan pada Gusti prabu untuk membalaskan dendam pada mereka "ucap Nyai Konde Mas.
Raja Dewantara terdiam setelah mendengar penjelasan dari Nyai Konde Mas itu,ia tidak mau cepat mengambil keputusan karena nasib anaknya pangeran Bratadewa saat ini berada dalam genggaman tetua sekte itu.
Namun dia juga tidak bisa serta merta mengabaikan permintaan Nyai Konde Mas itu, karena sekte mawar merah adalah sekte yang sejak dari dulu mengabdi pada Kerajaan Sangguling.
Bagi raja Dewantara salah mengambil keputusan akan menjadi bumerang baginya, jika ia langsung mengiyakan permintaan Nyai Konde Mas sudah pasti nasib anaknya tidak akan tertolong,tapi jika ia menolak permintaan Nyai Konde Mas sudah tentu tetua sekte itu akan merasa tersinggung,raja Dewantara benar benar dalam kebimbangan menghadapi masalah ini.
"Dewangga dan Ki Lawu bagaimana menurut pendapat kalian berdua "tanya raja Dewantara.
"Menurut hamba sebaiknya Gusti prabu tentukan pilihan yang lebih menguntungkan bagi Gusti prabu sendiri dan kerajaan ini"ucap Senopati Dewangga.
"Saya juga sependapat dengan Dewangga Gusti prabu"ucap Ki Lawu sependapat dengan Dewangga.
"Hmmm..... Nyai Konde Mas mengenai permintaan mu untuk balas dendam pada sekte langit akan aku putuskan setelah masalah pangeran Bratadewa selesai"ucap raja Dewantara.
"Apakah pangeran Bratadewa masih juga belum sembuh Gusti prabu"tanya Nyai Konde Mas.
"Benar Nyai, untuk itu Nyai bersabarlah sedikit mengenai permasalahan dengan Sekte langit,biar bagaimana pun masalah Sekte mawar merah juga masalah ku Nyai"ucap raja Dewantara.
"Baik Gusti prabu "ucap Nyai Konde Mas.
Tak berselang lama datanglah Putri Candra Kirana bersama dengan seorang yang berpawakan tinggi besar berkumis tipis dia adalah Patih kerajaan Sangguling yang bernama Lembu Kanigara.
"Hormat saya ayahanda "ucap putri Candra Kirana,
"Hormat saya Gusti prabu "ucap patih Lembu Kanigara.
Raja Dewantara mengangguk menerima hormat mereka.
Kemudian putri Candra Kirana dan Patih Lembu Kanigara segera mengambil tempat duduk.
"Saya dan paman Patih siap untuk berangkat ke sekte langit Ayah "ucap putri Candra Kirana.
__ADS_1
"Kau tidak perlu datang ke sana Candra Kirana ""ucap raja Dewantara.
"Memangnya ada apa ayah, bukan ini untuk kesembuhan Kakang Bratadewa"tanya putri Candra Kirana merasa heran dengan keputusan ayahnya yang tiba-tiba berubah itu.
"Ini karena dewangga dan Ki Lawu yang sudah bertemu dengan tetua sekte langit, menurut mereka berdua tetua sekte langit itu akan datang kemari"ucap raja Dewantara.
"Apa tetua sekte langit akan datang kemari "ucap Putri Candra Kirana dengan terkejut.
Rasa keterkejutan juga langsung di rasakan oleh Nyai Konde Mas setelah mendengar ucapan dari raja Dewantara itu.
"Ya begitulah menurut Senopati Dewangga dan Ki Lawu "ucap raja Dewantara.
"Ini sungguh kesempatan baik bagiku ,aku harus minta pertanggung jawaban pada tetua sekte itu setelah salah satu dari muridnya telah membunuh orang orang ku"gumam Nyai Konde Mas dalam hati.
"Ini adalah kabar gembira Gusti prabu, kita tidak perlu susah payah datang ke sana "ucap Patih Lembu Kanigara.
"Benar kakang,tapi saya minta pada kalian semua untuk bersikap tenang jika dia sudah berada di sini aku tidak ingin salah satu dari kalian yang menyinggungnya"ucap raja Dewantara.
"Baik Gusti prabu "ucap mereka serentak.
Setelah di tunggu sekian lamanya akhirnya Jaka pun datang di hadapan raja Dewantara dengan seorang diri.
Semua mata tertuju ke arah Jaka , bagi orang yang belum pernah melihat Jaka tidak akan menyangka kalau pemuda berpenampilan biasa dan sederhana itu adalah seorang tetua sekte yang terkenal.
"Selamat datang tetua Jaka"ucap Senopati Dewangga dengan tersenyum lebar.
"Akhirnya kau datang juga tetua muda"ucap Ki Lawu menyambutnya.
Jaka hanya mengangguk pelan menanggapi sambutan dari Senopati Dewangga dan Ki Lawu itu.
Raja Dewantara dan yang lainnya sangat terkejut setelah mendengar Senopati Dewangga dan Ki Lawu menyebut nama serta jabatan pemuda di hadapannya itu.
Mereka sungguh tidak mengira itulah orang yang di tunggu selama ini.
"Hormat saya Gusti prabu"ucap Jaka.
"Selamat datang di istana Sangguling ini tetua sekte langit"ucap raja Dewantara.
Putri Candra Kirana yang saat itu duduk di samping Patih Lembu Kanigara mengerutkan keningnya setelah memperhatikan Jaka dengan cermat, dalam pikirannya terbesit pernah samar samar melihat pemuda yang berada di depannya itu,ia berfikir keras mengingat ingat di mana ia pernah melihat dia.
Setelah lama berfikir kemudian ia pun segera ingat tentang kejadian kemarin malam.
"Apa jangan jangan dia yang waktu itu masuk ke dalam kamar ku"ucap putri Candra Kirana dalam hati dengan perasaan ragu.
"Jika di lihat dari potongan tubuhnya serta penampilannya sangat mirip, baiklah akan saya tanyakan padanya setelah urusan dengan ayah selesai "batin putri Candra Kirana.
"Terima kasih atas keramahan Gusti prabu menyambut kedatangan saya"ucap Jaka.
"Saya ingin mengucapkan maaf pada tetua sekte langit atas tindakan Bratadewa anak ku yang telah berani menyinggungnya tetua Jaka"ucap raja Dewantara.
Mendengar raja Dewantara minta maaf pada Jaka timbul rasa tidak senang di hati Nyai Konde Mas, bagaimana biasa ia minta maaf pada orang yang telah membuat anaknya sendiri terluka parah, nyai Konde Mas tidak mengerti dengan sikap raja Dewantara itu.
"Aku sudah melupakan kejadian itu Gusti prabu, mengenai luka pangeran Bratadewa aku bersedia mengobatinya asal Gusti prabu mau memenuhi syarat yang akan saya ajukan"ucap Jaka.
"Tetua Jaka langsung katakan saja apa syarat yang harus saya penuhi"ucap raja Dewantara.
"Raja Dewantara pasti sudah tahu kan mengenai penduduk desa Sekaten yang di tangkap dan di perbudak oleh sekte mawar merah untuk membuat benteng "ucap Jaka.
"Benar tetua sekte mawar merah adalah sekte di bawah naungan kerajaan Sangguling "ucap raja Dewantara.
"Syarat yang ku minta adalah aku ingin sesegera mungkin Gusti prabu membebaskan orang orang itu"ucap Jaka.
Semua orang langsung terperanjat mendengar syarat yang Jaka utarakan itu, lebih lebih Nyai Konde Mas dan Mawar Kencana.
"Kenapa tetua Jaka ingin aku membebaskan para penduduk desa itu apakah tetua Jaka ada hubungannya dengan mereka"tanya raja Dewantara.
"Benar aku masih ada ikatan dengan desa itu, karena ayah dan ibu adalah penduduk desa Sekaten"ucap Jaka.
Nyai Konde Mas diam diam memperhatikan Jaka dalam dalam mulai dari ujung kaki sampai ke ujung rambut.
Mata terbelalak ketika melihat ada kemiripan dengan orang yang telah menghancurkan hati beberapa tahun silam.
"Apakah ini anak dari kakang Kelana dan Sari Ningrum"tanya Nyai Konde Mas pada dirinya sendiri.
"Apakah tetua Jaka punya hubungan dengan orang dari desa Sekaten yang bernama Kelana dan Sari Ningrum "tanya Nyai Konde Mas.
"Benar Nyai mereka berdua adalah orang tua saya, namun sayangnya mereka berdua telah lama meninggal "ucap Jaka.
Nyai Konde Mas di buat terkejut untuk yang kesekian kalinya, ternyata Sari Ningrum orang yang di carinya sudah meninggal dunia sejak lama.
Wajah Nyai Konde Mas (Sariti) tampak kecewa setelah tahu kalau sari Ningrum sudah meninggal karena niat untuk membunuhnya tidak tercapai tapi rasa kecewa itu segera berkurang setelah tahu Jaka adalah anaknya dan api dendamnya pun kini beralih kepada Jaka.
"Apakah syarat yang tetua Jaka minta tidak bisa di ganti dengan syarat yang lain"tanya raja Dewantara merasa keberatan.
__ADS_1
"Tidak Gusti prabu, jika Gusti tidak memenuhi syarat yang ku minta Gusti prabu tahu apa yang akan terjadi dengan pangeran Bratadewa "ucap Jaka dengan acuh.
Mendengar ucapan Jaka yang mengandung ancaman itu mau tidak mau akhirnya ia pun menyetujuinya.
"Baiklah demi kesembuhan Bratadewa akan aku penuhi syarat yang tetua Jaka minta "ucap raja Dewantara dengan suara berat.
Rasa keberatan tampak di wajah Nyai Konde Mas dan Mawar Kencana, karena menurutnya sekte mawar merah lah yang paling di rugikan jika raja Dewantara benar benar mau memenuhi syarat yang jaka minta.
"Hari ini juga aku minta Gusti prabu segera membebaskan mereka dan aku ingin Gusti prabu menjamin keamanan semua penduduk desa Sekaten dari ancaman apa pun "ucap Jaka dengan tegas tanpa bisa di ganggu gugat lagi.
"Nyai Konde Mas cepat kau bebaskan seluruh penduduk desa Sekaten yang telah kau tangkap dan ingat perlakuan mereka dengan baik"perintah raja Dewantara.
"Tapi Gusti prabu bukan kah ini akan sangat merugikan kita "ucap Nyai Konde Mas.
"Aku tidak mau tahu ,apa pun alasannya bebaskan mereka semua ,ini demi keselamatan Bratadewa penerus kerajaan ini Nyai Konde Mas "ucap raja Dewantara dengan nada tinggi.
"Baiklah Gusti prabu sekarang juga aku akan bebaskan orang orang desa itu"ucap Nyai Konde Mas dengan penuh kekecewaan.
"Senopati Dewangga dan Kakang Patih aku minta kalian berdua ikut bersama dengan Nyai Konde Mas untuk mengawal pembebasan para penduduk desa Sekaten "ucap raja Dewantara.
"Baik Gusti prabu "ucap Senopati Dewangga dan Patih Lembu Kanigara, mereka berdua lalu pergi dari hadapan raja Dewantara ikut dengan Nyai Konde Mas dan Mawar Kencana ke sekte mawar merah.
"Syarat yang tetua Jaka minta sudah saya penuhi "ucap raja Dewantara.
"Kalau begitu antarkan saya ke tempat pangeran Bratadewa "ucap Jaka.
"Candra Kirana cepat kau antarkan tetua Jaka ke kamar Bratadewa "perintah raja Dewantara.
"Baik ayah, tetua Jaka mari ikut dengan ku"ucap putri Candra Kirana.
Jaka pun segera ikut dengan putri Candra Kirana meninggalkan Balairung istana menuju ke kamar Bratadewa.
Sepanjang jalan putri Candra Kirana melirik ke arah Jaka ,dalam hatinya ia merasa ragu kalau orang semuda itu adalah tetua Sekte langit.
Sesaat kemudian mereka berdua pun sampai di depan pintu kamar pangeran Bratadewa.
Prajurit penjaga segera membukakan pintu kamar untuk putri Candra Kirana dan Jaka.
"Silahkan tetua Jaka,aku akan menunggu tetua di luar"ucap putri Candra Kirana.
Jaka segera masuk ke dalam kamar dan langsung menghampiri pangeran Bratadewa yang sedang berbaring lemah di atas tempat tidurnya.
Melihat keadaan pangeran Bratadewa yang memperihatinkan itu ia segera menempel tangannya pada dada pangeran Bratadewa asap tipis pun terlihat mengebul dari telapak tangan Jaka.
",Aaaaaaaakhh......... terdengar jeritan melengking dari mulut pangeran Bratadewa karena kesaktian.
Putri Candra Kirana buru buru masuk ke dalam kamar karena khawatir dengan keadaan kakaknya itu.
"Kau apakan kakang Bratadewa"tanya putri Candra Kirana.
"Putri jangan khawatir dia tidak apa apa, dalam dua tiga hari dia sudah baikan" ucap Jaka.
"Kamu tidak bohong kan pada ku"ucap putri Candra Kirana dengan perasaan curiga .
Jaka kemudian mengambil sebuah botol kecil yang terbuat dari tanah liat dari balik bajunya kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam botol itu yaitu sebuah obat berbentuk pil.
Jaka laku memasukkan obat itu kedalam mulut pangeran Bratadewa.
"Putri berikan pil ini pada pangeran Bratadewa pagi dan malam"ucap Jaka sambil menyerahkan botol obat tadi kemudian beranjak pergi meninggalkan putri Candra Kirana dan pangeran Bratadewa.
"Tunggu..." teriak putri Candra Kirana.
"Aku ingin tanya sesuatu pada mu tetua Jaka"ucap putri Candra Kirana.
"Silahkan putri mau tanya apa "ucap Jaka.
"Kemarin malam ada seseorang yang masuk ke dalam kamar ku dan orang itu ciri cirinya mirip sekali dengan mu..
"Apakah putri mencurigai saya"tanya Jaka.
"Benar aku mencurigai orang itu adalah kamu"jawab putri Candra Kirana blak blakan.
"Putri benar, orang kemarin malam itu adalah aku"jawab Jaka dengan jujur.
"Apa maksud mu masuk ke dalam kamar ku"tanya putri Candra sambil menodongkan pedangnya ke leher Jaka.
"Jika saatnya tiba aku akan menjelaskannya pada putri "jawab Jaka,lalu slaaaap...jaka pun lenyap dari hadapan putri Candra Kirana.
"Apa....!!!"ucap putri Candra Kirana terkejut melihat Jaka lenyap dari hadapannya.
"Hilang kemana orang itu"tanya putri Candra Kirana.
Putri Candra Kirana segera keluar dari kamar dan menuju ke Balairung istana untuk melaporkan pada ayahnya bahwa orang yang datang malam itu adalah Jaka.
__ADS_1
Ketika putri Candra Kirana tiba di Balairung istana ia melihat Jaka sedang berpamitan dengan ayahnya dan Ki Lawu.
"Kecepatan orang itu seperti hantu pantas saja aku tidak bisa mengejarnya malam itu "gumam putri Candra Kirana,ia segera membatalkan niatnya untuk melaporkan Jaka pada ayahnya.