Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Kembali memakan korban


__ADS_3

Di sebuah hutan yang rimbun terlihat seseorang berlari dengan cepat, tampaknya orang itu sedang terburu-buru sehingga gerakan sangat sulit untuk di ikuti oleh mata orang biasa.


Orang itu berpakaian serba putih dengan rambut diikat satu ke belakang dengan menyandang pedang di belakang punggungnya.


Dia adalah Melati yang sedang dalam perjalanan menuju ke sekte Langit setelah mendapatkan perintah dari Jaka.


Slaaaap..... slaaaap....ia mempercepat langkahnya agar segera sampai di tempat tujuan.


Di tengah perjalanannya itu melati mengerutkan keningnya setelah merasakan adanya getaran energi besar yang tiba-tiba datang dari arah belakangnya.


Sambil waspada melati terus melanjutkan perjalanannya, namun sebuah cahaya terang tiba meluncur dari arah belakangnya.


Melati yang merasakan hal itu segera berbelok untuk menghindarinya dan duuuaaarrr...... sinar putih tadi rupanya pukulan yang telah di lepaskan oleh seseorang untuk menyerang dirinya.


"Hmmmmm..... rupanya ada seseorang yang mau berurusan dengan mu"desis Melati kemudian ia segera melesat ke pohon untuk mengetahui orang yang membokongnya itu.


Tidak lama kemudian orang yang di tunggu itu pun muncul yang ternyata berjumlah tiga orang yaitu Mawar kencana, Dayang Suci dan Sambar Nyawa.


Sambar Nyawa saat itu di tengah pencarian nya tanpa sengaja melihat orang berkelebat sangat cepat , karena ciri cirinya sama seperti orang yang di carinya kemudian ia segera mengejarnya, setelah dekat ia merasa yakin bahwa itu orang yang di membunuh pembunuh Perak kemudian melepaskan pukulannya untuk menghentikannya.


Dari balik pohon Melati mengamati orang orang yang menyerangnya itu dan ia pun mengenali salah satu dari tiga orang itu yaitu Sambar nyawa.


"Kemana larinya orang itu Paman"tanya Mawar Kencana sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling hutan itu.


"Aku yakin dia masih ada di sini"ucap Sambar Nyawa.


"Keluar kau,aku tahu kau bersembunyi di sekitar sini"teriak Dayang Suci.


Kemudian Melati pun turun dari pohon dan menampakkan dirinya.


"Rupanya kalian orang orang dari sekte mawar merah "ucap Melati dengan tenang.


"Kau harus membayar perbuatan mu yang kemarin "ucap Sambar Nyawa.


"Oh.. jadi ini rupanya orang yang sudah membunuh pembunuh Perak itu Paman "ucap Mawar Kencana.


"Benar Mawar ,ini salah satu orangnya"ucap Sambar Nyawa.


"Nona kita tidak perlu basa basi mari kita tangkap wanita itu kemudian hadapkan pada tetua"ucap Dayang Suci.


"Oh..jadi kalian bermaksud menangkap ku, boleh saja asal kalian mampu "ucap Melati memanas manasi mereka.


"Kurang ajar ...dia telah meremehkan kita nona"ucap Dayang Suci merasa geram.


"Dayang Suci kita bungkam mulutnya "ucap Mawar Kencana.


"Aku sudah tidak sabar untuk menghajarnya nona"ucap Dayang Suci dengan penuh kebencian.


Dayang Suci dan Mawar Kencana bergegas menyerang Melati yang berdiri di depannya itu.


Melati yang dari tadi menyilang kan kedua tangannya kini langsung bersiap menghadapi mawar kencana dan Dayang Suci yang sudah bergerak ke arahnya.


Mawar Kencana dan Dayang Suci bergerak cepat wes.... langsung menyerang Melati menggunakan jurusnya.


Sambaran tangan Mawar Kencana dan Dayang Suci langsung mencecar Melati.


Melati mengelakkan dan menangkis serangan serangan mereka, kemudian ia bersalto ke udara menghindari sapuan kaki Dayang Suci.


Tidak ingin melepaskan Melati begitu saja mawar kencana kemudian melepaskan selendangnya untuk menyerang Melati wes.... selendang mawar kencana yang berwarna merah itu meluncur deras ke arah melati.


Melati memiringkan badannya menghindari serangan selendang itu, hiiiiaaaat.... Dayang Suci langsung datang menyerang dengan pedangnya ketika melati baru saja menghindari serangan mawar kencana itu.


Sepertinya kedua orang itu ingin cepat cepat melumpuhkan Melati.


Tidak ingin terus di tekan melati segera mengeluarkan pedangnya, traaaaang... terdengar pedang melati berbenturan dengan pedang Dayang Suci.


Traaaaang..... traaaaang....berdesing bunyi pedang beradu beberapa kali membuat tangan Dayang Suci bergetar , dalam hatinya Dayang Suci tercekat setelah merasakan kekuatan wanita di hadapan itu lewat benturan pedang tadi.


Tidak mau kalah Dayang Suci segera mengerahkan kekuatannya untuk mengimbangi kekuatan melati itu, pedang Dayang Suci berkali kali mengancam tubuh melati tapi tidak sempat mengenainya.


Namun Dayang Suci bukan lah lawan melati dalam bermain pedang sehingga dalam beberapa gebrakan saja ia harus di paksa mundur setelah sebuah tendangan melati melayang ke tubuhnya.


"Akh.... kurang ajar"umpat Dayang Suci.


wes..... selendang mawar Kencana kembali menyerang, melati melompat ke samping dan braaak.... serangan mawar Kencana mengenai pohon di belakang Melati.


Tidak ingin jadi penonton saja Sambar Nyawa langsung terjun ikut menyerang Melati.


Golok besar dan panjang milik Sambar Nyawa meluncur deras menghujam tubuh melati, namun melati segera cepat berkelit menghindarinya.

__ADS_1


Sambar Nyawa kemudian menarik goloknya lalu mengubah serangannya .


Sambaran golok besar Sambar Nyawa berdengung laksana kawanan lebah sedang terbang.


Dayang Suci yang saat itu terjatuh kini sudah kembali berdiri dan ikut menyerang Melati.


Pertarungan tiga banding satu itu makin lama makin sengit, selendang mawar kencana melambai lambai bagaikan seekor ular yang mematuk mangsa serta golok besar Sambar Nyawa dan pedang Dayang Suci juga tampak deras menyerangnya.


Namun serangan gabungan mereka bertiga belum juga bisa untuk menjatuhkannya, padahal sudah melewati jurus yang ketiga puluh ketiga orang itu keluarkan.


Menghadapi pertahanan melati yang kokoh itu mau tidak mau ketiga orang itu harus bekerja ekstra keras untuk melumpuhkannya.


Sambar Nyawa tidak ingin terkena marah dari Nyai Konde Mas,jadi sebisa mungkin kali ini harus bisa membunuhnya atau paling tidak menangkap melati.


Golok besar Sambar Nyawa semakin menjadi menyerang melati, dengan segenap kemampuannya ia terus dengan gencar menyerang perempuan di depannya itu.


Mawar Kencana benar benar di buat kagum oleh wanita yang menjadi lawannya itu, karena sudah mencapai puluhan jurus ,tapi masih juga belum bisa mengalahkannya.


Baru kemudian setelah menginjak jurus ketiga puluh lima pertahanan melati mulai terlihat kendor sehingga salah satu serangan selendang mawar kencana tak sempat ia hindari.


Des..... bruuuk... melati terjatuh ketika selendang mawar kencana tepat mengenai dadanya.


"Akh...."desis melati sambil memegangi dadanya.


"Kita jangan buang buang kesempatan untuk menghabisi wanita liar ini nona"teriak Dayang Suci sangat bernafsu untuk menghabisi Melati.


"Benar apa kata mu Dayang Suci Mawar, dia harus membayar atas kematian pembunuh Perak"ucap Sambar Nyawa.


"Huh .. kalian pikir dapat dengan mudah mengalahkan ku"dengus Melati.


"Heh...ku akui kau memang kuat tapi apakah kau bisa menghadapi kami bertiga terus menerus "ucap Mawar Kencana dengan sinis.


"Majulah kali bertiga "ucap dalam hati.


Melihat gelagat ketiga lawannya ingin menghabisinya kemudian Melati mengambil sesuatu dari balik bajunya yaitu tiga bola berwarna hitam berukuran kecil.


"Mari kita kirim dia ke neraka "ucap mawar Kencana.


Mawar Kencana dan dua orang lainnya kemudian langsung berkelebat maju untuk menghabisi Melati.


Melati tersenyum penuh arti ketika mereka bertiga maju menyerangnya.


Melihat ketiga jarak ketiga orang itu sudah dekat tanpa pikir panjang lagi melati langsung melemparkan tiga bola yang ada di genggamannya itu wes..... ketiga bola yang di lemparkan itu langsung mengeluarkan asap hitam yang makin lama makin tebal.


"Kurang ajar apa ini"umpat Sambar Nyawa.


"Sialan asap apa ini" teriak Mawar kencana sambil mengibaskan selendangnya.


"Rasakan bola asap ku itu"ucap Melati.


Kemudian ia langsung bergerak dengan cepat slaaaap..... kreees..... terdengar jeritan melengking tinggi di kepulan asap hitam itu.


Naas nasib bagi Dayang Suci ia tergeletak tak bernyawa setelah tebasan pedang melati menghujam tubuhnya.


Asap hitam itu kemudian reda dan kemudian menghilang setelah beberapa lamanya.


Mawar Kencana dan Sambar Nyawa terkejut setengah mati begitu melihat Dayang Suci tergeletak tak bernyawa.


"Dayang Suci..."teriak Mawar Kencana laku berlari menghampirinya.


"Kurang ajar, sudah dua kali aku di kibuli wanita itu"ucap Sambar Nyawa dengan geram.


"Ke mana wanita sialan itu paman kita harus balaskan dendam untuk Dayang Suci"ucap Mawar Kencana yang saat itu sedang berada di hadapan Dayang Suci.


"Sepertinya dia sudah melarikan diri Mawar "ucap Sambar Nyawa setelah tidak melihat adanya tanda-tanda melati di tempat itu.


"Kita harus kejar dia secepatnya paman, bagaimana pun kita harus temukan wanita itu "ucap Mawar Kencana dengan menahan marah.


"Kalau begitu ayo kita cari dia sebelum dia jauh"ucap Sambar Nyawa.


Kemudian mereka berdua bergegas pergi meninggalkan tubuh Dayang Suci yang sudah menjadi mayat itu.


Sementara itu melati telah pergi jauh dari tempat pertarungan tadi, sehingga tidak bakalan mungkin bagi mereka berdua dapat mengejarnya.


Melati kabur dari pertarungan itu bukanlah takut, tapi ada yang lebih penting dari pada menghadapi kedua orang itu, karena ia ingin secepatnya menyiapkan pasukan sesuai perintah Jaka untuk menyerang sekte mawar merah.


Sambar Nyawa dan Mawar Kencana bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh kemampuannya supaya sesegera mungkin menemukan melati yang di kejar nya itu, namun tetap saja tidak juga menemukan nya.


"Aaaaaa... kemana perginya wanita sialan itu"teriak Mawar kencana dengan sangat kesal setelah begitu lama mencari tapi tak kunjung menemukan jejaknya.

__ADS_1


"Larinya benar benar cepat"ucap Sambar Nyawa.


"Paman kalau kita tidak bisa menemukan wanita itu , kita berdua pasti kena marah ibu , apa lagi dengan tewasnya Dayang Suci "ucap Mawar Kencana mengingatkan.


"Kau benar Mawar kita tidak bisa kembali sebelum mendapatkan wanita itu "ucap Sambar Nyawa , dengan membayangkan kemarahan nyai Konde Mas.


"Apa paman tidak tahu dari Sekte mana wanita itu"tanya Mawar Kencana dengan perasaan masih di selimuti kekesalan.


"Hmmmm..... melihat kemampuan wanita itu yang begitu tinggi saya kira dia bukan dari sekte sembarangan"ucap Sambar Nyawa.


"Kira kira sekte mana menurut paman yang patut kita curigai "tanya Mawar.


"Kalau di lihat dari permainan pedangnya tadi, menurut tebakan ku dia berasal dari sekte......


"Kenapa paman"tanya Mawar dengan heran , karena Sambar nyawa tidak melanjutkan perkataannya.


"Tidak..... tidak... mungkin "ucap Sambar Nyawa tidak percaya dengan pemikiran sendiri.


"Apa maksud paman, cepat jelaskan jangan buat aku penasaran"desak melati.


"menurut pemikiran ku dia berasal dari Sekte Langit Mawar"jawab Sambar Nyawa.


"Apa.....!!!! Sekte langit ,apa paman tidak salah"ucap mawar kencana dengan tercekat.


"Benar ,aku tahu betul dengan jurus pedang yang wanita tadi itu mainkan , sudah dari kemarin aku mengamati jurus pedang wanita itu, tapi baru kali ini aku berani meyakinkan bahwa dia berasal dari sekte langit"ucap Sambar Nyawa.


Mawar Kencana begitu terkejut mendengar penjelasan dari sambar nyawa itu, karena ia tahu benar dari cerita ibunya ketenaran dan kebesaran sekte Langit yang sudah lama mengguncang dunia persilatan , selain terkenal dengan orang orang saktinya ,sekte juga sangat di takuti oleh para perampok bahkan di hindari oleh para tetua sekte golongan hitam lainnya.


Sudah puluhan tahun sepak terjang sekte langit yang terkenal tidak pernah memberi ampun pada sekte sekte aliran hitam yang berbuat kejahatan dengan merugikan orang lain.


"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya paman"ucap Mawar Kencana merasa semangatnya kendur setelah mengetahui identitas wanita yang di kejarnya itu.


Huuuuff..... Sambar Nyawa mengambil nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan mawar itu,jika tebakannya benar wanita itu berasal dari Sekte langit maka sama saja dengan bunuh diri jika terus melanjutkan pengajarnnya.


"Saya pikir sebaiknya kita kembali saja ke sekte mawar merah, karena percuma kalau kita tetap mengejar wanita itu sampai ke sekte langit,kita tidak akan bisa berbuat apa-apa di sana"ucap sambar nyawa.


Merasa tidak punya pilihan lain akhirnya mawar kencana pun menyetujui perkataan Sambar Nyawa itu.


"Baiklah Paman kita jelaskan ini pada ibu, biar dia yang mengambil keputusan selanjutnya "ucap Mawar Kencana.


"Baiklah kita tinggalkan tempat itu mawar "ucap Sambar Nyawa.


Setelah berkata seperti itu lalu mawar Kencana bergegas kembali ke sekte mawar merah.


...----------------...


Sementara itu perjalanan Jaka ke kerajaan Sangguling berjalan lancar tanpa menemui satu halangan apa pun hingga dalam waktu yang tidak begitu lama ia pun sudah sampai di ibu kota kerajaan yaitu Jatiwaringin.


Jatiwaringin adalah pusat pemerintahan kerajaan Sangguling yang merupakan pusat keramaian sekaligus jantung perekonomian kerajaan itu, jadi wajar lah kalau di tempat itu banyak orang berlalu lalang dan juga orang berjualan di situ.


Jaka melangkah kaki dengan pelan sambil mengamati sekitar tempat itu, orang orang yang melihat jaka tidak akan menyangka bahwa dia adalah tetua Sekte langit yang termasyur itu, karena dari segi penampilan dia biasa biasa saja tidak seperti tetua sekte lainnya yang berpakaian serba rapi dan kelihatan mewah.


"Minggir.... minggir Senopati Dewangga mau lewat"teriak seorang penunggang kuda dengan garangnya.


Orang orang segera menepi setelah mendengar teriakkan dari penunggang kuda itu yang tidak lain adalah prajurit kerajaan Sangguling.


Sebuah kereta berwarna merah tua melintas dengan di kawal oleh sepuluh orang prajurit berkuda di belakangnya.


Senopati Dewangga adalah Senopati utama kerajaan Sangguling yang merupakan Senopati terkuat dan paling di segani dari Senopati Senopati Sangguling lainnya.


Selain terkenal sakti dia juga terkenal dengan kecerdasannya dalam mengatur taktik sebuah peperangan,jadi tidak heran jika raja Dewantara memberikan hak istimewa padanya.


Orang orang berbisik bisik melihat kedatangan Senopati Dewangga itu, karena tidak biasanya ia datang ke kerajaan kecuali akan ada peperangan atau sesuatu yang darurat.


Mendengar perkataan orang yang berbisik bisik itu Jaka tampak mengerutkan keningnya, sepertinya ada sesuatu yang membuatnya berfikir.


Untuk menghilangkan rasa penasaran di benaknya lalu Jaka mendekati seseorang yang tidak jauh di sampingnya.


"Maaf tuan saya mau bertanya "ucap Jaka kepada seseorang yang berada di dekatnya dengan sopan.


"Silahkan Raden mau tanya apa"jawab orang dengan ramah .


"Apakah di kerajaan Sangguling akan ada peperangan"tanya Jaka.


"Untuk itu saya tidak tahu Raden, saya juga heran dengan kedatangan Senopati Dewangga yang tidak biasa itu, karena jika Senopati Dewangga datang pasti kerajaan Sangguling sedang gawat atau paling tidak akan menyerang kerajaan lain"ucap orang itu.


"Jika memang begitu aku harus mencari tahu , apakah kedatangan Senopati Dewangga itu juga ada hubungannya dengan pangeran Bratadewa yang kemarin akan ke sekte langit itu"gumam Jaka.


"baiklah,saya ucapkan terima kasih atas Jawaban tuan"ucap Jaka,lalu ia menyelinap pergi di kerumunan orang banyak itu.

__ADS_1


.


__ADS_2