
Dewi racun langsung menyerang mereka bertiga dengan tongkatnya wesss...... sapuan tongkat Dewi racun menimbulkan angin kencang hingga membuat Ratih, melati dan Arini terpental , namun tidak membuat mereka terjatuh.
"Kurang ajar rupanya dia mau mencari gara gara dengan kita "ucap Arini.
Nona melati dan Ratih biar lah aku yang menghadapi wanita racun itu"ucap Arini.
"Silahkan Arini aku dan Ratih akan mengawasi mu dari sini"ucap melati.
"Kak Arini cepat kau beri pelajaran pada wanita racun itu aku dari tadi merasa muak melihat mukanya itu"ucap Ratih.
Dewi racun benar benar marah mendengar mereka memanggil namanya dengan seenaknya itu.
Dewi racun kembali mengibaskan tongkatnya ke arah Arini weesss.... Arini menangkis sabetan tongkat itu dengan kedua tangannya dess....dess...., Dewi racun lalu memainkan tongkatnya dengan cepat mencoba mendesak Arini,
tapi Arini tidak mau di desak begitu saja ia kemudian menangkap tongkatnya itu dan menggenggamnya kuat kuat lalu memutar badannya dan langsung memberikan sebuah tendangan keras padanya plaaak.... Dewi racun pun terpental ke belakang braaak..... namun tidak sampai membuat nya terjatuh karena dia masih bisa menguasai dirinya, tampaknya pukulan Arini tidak berpengaruh apa apa pada tubuh Dewi racun .
Dewi racun kemudian melemparkan tongkatnya wesss..... tongkat itu meluncur deras ke arah Arini.
Arini segera melompat ke atas kemudian menendang tongkat itu dess..... tongkat itu pun meluncur ke pada Dewi racun.
Dewi racun langsung menangkap tongkatnya itu kemudian mengirimkan pukulan kepada Arini wuuuuus....... Arini sempat tercekat mendapatkan serangan tiba tiba itu.
namun ia masih dapat menghindarinya dan blaaaar.... pukulan Dewi racun itu hanya melesat tipis melewati dirinya.
Setelah berhasil menghindar dari serangan Dewi racun itu ,Arini segera bergerak cepat dengan berbalik menyerangnya wuuuuus..... wuuuuus.... sebuah pukulan ia pun lancarkan padanya.
Dewi racun segera memutar tongkatnya untuk menghalau serangan Arini itu duuuaaarrr... duuuaaarrr.... serangan Arini dapat di patah kan dengan mudah oleh putaran tongkat itu.
Namun itu belum selesai karena Arini langsung bergerak cepat mengirimkan serangan susulan padanya ketika Dewi racun sedang menghalau serangan yang pertama tadi.
"Hiiiiaaaat...... Arini langsung memukul dewi racun tepat di dadanya deesss..... Dewi racun pun terpental cukup braaak...ia pun terjatuh.
"Bagaimana dia bisa menyerang secepat itu"ucap Dewi racun langsung berdiri kembali.
"Kenapa semua serangan ku tampaknya tidak berpengaruh padanya,apa dia mempunyai ilmu kebal"ucap Arini dengan heran melihat Dewi racun tidak apa apa.
Tidak ingin nama baiknya hilang ia segera mempersiapkan senjata rahasianya yaitu sebuah jarum perak beracun dari balik baju untuk menghabisi Arini.
Hiiiiaaaat...... wuuuuus....jarum perak kecil kecil itu pun meluncur ke arah Arini.
Merasakan getaran getaran halus yang datang ke arahnya Arini segera mencabut pedangnya dan menangkis serangan gelap Dewi racun itu traaaaang..... traaaaang...jarum beracun itu dapat di tangkis dengan pedangnya jarum langsung berjatuhan ke tanah.
"Kurang ajar"ucap Dewi racun setelah melihat serangannya gagal.
Dewi racun merasa sangat penasaran melihat kemampuan wanita muda yang menjadi lawannya itu.
Dewi racun melesat dan melompat setinggi lima tombak hiiiiaaaat.....dan melepaskan kembali pukulannya ke arah Ariani wuusss.... Wuuuuus.... wuuuuus.... Arini pun tidak kalah ia pun melepaskan pukulannya untuk menghalau serangan Dewi racun itu wuuuuus.... duuuaaarrr..... ledakkan pun terjadi setelah pukulan mereka saling beradu.
"Siapa sebenarnya wanita itu dan dari mana asalnya kenapa dia mampu mengimbangi semua serangan ku untuk saja aku memakai baju besi di balik pakaian ku kalau tidak pasti tubuh ku sudah terluka terkena serangannya tadi"ucap Dewi racun dengan rasa kesal.
"Hai wanita racun kenapa berhenti "tanya Arini.
"Aku ingin tahu siapa nama mu dan dari sekte mana kau berasal "tanya Dewi racun kepada Arini.
"Baiklah akan aku beri tahu supaya kau tidak penasaran, nama ku Arini aku berasal dari sekte langit "ucap Arini.
"Pantas saja kemampuannya cukup tinggi "ucap Dewi racun dalam hati.
"Sebaiknya permainan ini kita lanjutkan lain kali saja"ucap Dewi racun,
ia berfikir menangani satu orang saja sudah kerepotan apa lagi di tambah dua temannya lagi yang ilmunya mungkin lebih tinggi .
Setelah berfikir demikian pun segera berkelebat meninggalkan pertarungan itu.
setelah kepergian Dewi racun Arini pun bergegas menghampiri Ratih dan melati yang dari tadi sudah menunggunya.
"Ayo kita kembali ke penginapan"ucap Arini kepada Ratih dan melati.
"Ternyata kemampuan kakak sudah banyak peningkatan sekarang ini "ucap Ratih sambil jalan.
"Ini semua berkat bimbingan sesepuh Paksi Darma dan tuan Narantaka Arini "ucap Arini.
"Bagaimana ceritanya kalian bisa sampai bersama sama ada di sini aku benar benar terkejut dengan kehadiran kalian berdua yang tiba-tiba tadi"tanya Ratih .
"Aku dan nona melati kebetulan bertemu di jalan tadi sewaktu menuju ke tempat ini "ucap Arini.
"Oh jadi begitu ,lalu kakak bersama siapa saja datang kemari "tanya Ratih.
"Nanti kau akan tahu sendiri setelah sampai di penginapan "ucap Arini sedikit kesal dengan kecerewetan adiknya itu.
"Sebaiknya kita bergegas supaya cepat sampai di penginapan"ucap melati.
Mereka bertiga tidak perlu memakan banyak waktu untuk sampai di penginapan karena jarak antara rumah lelang dan penginapan tidak jauh.
__ADS_1
Setibanya di penginapan Ratih langsung terkejut begitu melihat banyaknya pasukan sekte langit yang datang ke tempat itu,apa lagi di sana juga ada lestari, Sinta, Narantaka dan juga sesepuh Paksi Darma yang juga ikut hadir di penginapan itu.
"hormat saya sesepuh Paksi Darma "ucap melati.
"Aku kagum dengan usaha mu untuk menyelamatkan tetua Jaka Ratih "ucap Paksi Darma dengan tersenyum.
"Sesepuh terlalu memuji,melatilah yang sudah bekerja keras mati matian sesepuh, sedangkan saya hanya melakukan hal kecil saja "ucap Ratih.
Sesepuh Darma tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar perkataan Ratih itu.
"Ternyata Kak Sinta dan Lestari juga ikut datang kemari,"ucap Ratih.
"Benar Ratih mendengar tuan Jaka terluka kami berdua bergegas untuk ikut datang kemari"Sinta.
"Ratih cepatlah kau berikan pil itu pada tetua , jangan menunda-nunda lagi "ucap Arini.
"Baiklah "ucap Ratih kemudian mengambil pil itu biar balik pinggangnya.
Ratih pun segera memasukkan pil itu ke dalam mulut Jaka dan menunggu reaksi apa yang bakal terjadi.
"Kenapa tidak terjadi apa-apa melati apa pil ini palsu"ucap Ratih.
"Biar aku periksa Ratih "ucap melati kemudian memegang pergelangan tangan Jaka.
Ia merasakan rasa hangat dan denyut nadi yang berdetak kencang.
"Sepertinya obatnya sedang bereaksi kita tunggu saja sebentar lagi untuk melihat apa yang bakal terjadi "ucap melati.
Tidak lama kemudian tubuh Jaka bergetar hebat dan mengeluarkan hawa panas yang begitu menyengat hingga hawa panas itu mempengaruhi udara di dalam ruangan itu.
Semua orang yang ada di situ segera mengerahkan tenaga dalamnya untuk menahan hawa panas itu.
"Sesepuh Paksi apa yang terjadi dengan Jaka "tanya Ratih dengan cemas.
"Lihatlah ..."ucap Paksi Darma sambil menunjuk ke arah Jaka.
Ratih dan yang lainnya pun terkejut begitu melihat luka di dada Jaka mulai menghilang.
tak lama kemudian luka di dada Jaka itu pun benar benar menghilang tanpa bekas.
Jaka lalu membuka matanya
di dalam tubuhnya ia merasakan kekuatannya seperti meledak ledak mau keluar.
Ia pun lalu membuka matanya setelah tertidur beberapa hari lamanya.
"apa yang terjadi Ratih kenapa banyak orang di ruangan ini"ucap Jaka.
"Mereka datang karena ke kebodohan mu jaka"ucap Ratih.
Kemudian Ratih pun menjelaskan pada jaka tentang kejadian yang kemarin waktu di istana Sangguling , mendengar penjelasan Ratih itu Jaka akhirnya segera teringat tentang kejadian yang kemarin itu.
"Hormat pada tetua "ucap Paksi Darma dan yang lainnya dengan berlutut.
"Bangunlah kalian semua "ucap Perintah Jaka.
Paksi Darma dan yang lainnya pun lalu berdiri kembali.
"Saya merasa gagal dalam melindungi tetua sehingga tetua terluka parah seperti tadi, harap tetua menjatuhkan hukuman pada saya "ucap melati.
"Apa yang kau lakukan Ratih, bukan kah kau sudah berusaha keras dalam melindungi Jaka selama ini"ucap Ratih merasa heran dengan sikap yang di lakukan melati itu.
"tidak Ratih tetua lah yang selama ini melindungi kita,andai saja kemarin tetua tidak menyuruh kita pergi mungkin kita juga akan mengalami nasib yang sama seperti tetua "ucap Melati.
"Benar juga kata melati, seandainya saja waktu itu Jaka tidak memerintahkan dirinya dan melati untuk pergi mungkin dirinya dan melati belum tentu bisa keluar hidup hidup dari istana Sangguling itu "ucap Ratih dalam hati , yang akhirnya mengerti maksud Jaka yang kemarin itu.
"Bangunlah melati tidak perlu merasa salah begitu, anggap saja kemarin karena kecerobohan ku"ucap Jaka.
"Tapi tetua..."ucap melati.
"Bangunlah melati..."ucap Jaka.
"Baik tetua "ucap melati.
"Melati bagaimana dengan keadaan raja Dewantara dan yang lainnya"tanya Jaka.
"Mereka ada di kamar sebelah tetua luka mereka juga sudah baikkan "ucap melati.
"Baguslah kalau begitu,Paksi Darma bagaimana keadaan sekte selama saya tinggal kan"tanya Jaka.
"Tetua jangan khawatir sekte dalam keadaan baik baik saja "ucap Paksi Darma.
"Sebaiknya Paksi Darma besok segera kembali ke sekte langit aku merasa tidak tenang jika sekte ditinggal kan oleh mu sesepuh dan perintahkan pada pasukan pengintai untuk mencari informasi sekaligus mengamati semua gerak gerik Sanca Buana di kerajaan Sangguling "ucap Jaka.
__ADS_1
"Maaf tetua kerajaan itu sekarang sudah berganti nama menjadi kerajaan Serigala api semenjak Sanca Buana menguasainya"ucap Melati.
"Jadi begitu, rupanya setelah kerajaan itu mereka kuasai mereka juga mengganti namanya " ucap Jaka dalam hati.
"Oh ya sesepuh ,aku minta siapkan pasukan khusus tim pembunuh karena tidak lama lagi aku akan membutuhkan mereka "ucap Jaka.
"Semua perintah tetua akan saya lakukan dengan sebaik baiknya " ucap Paksi Darma.
Keesokan harinya Paksi Darma dan seluruh pasukan yang di bawanya pun kembali ke sekte langit, sementara lestari, Arini dan Sinta masih tetap tinggal di situ.
Setelah sembuh dari lukanya Jaka segera menggantikan melati untuk memeriksa dan mengobati raja Dewantara dan seluruh pengawalnya.
Beberapa hari kemudian luka yang di derita raja Dewantara, pangeran Bratadewa dan putri Candra Kirana serta yang lainnya pun sembuh berkat obat mujarab yang di racik oleh Jaka.
Kemampuan Jaka dalam bidang pengobatan itu ia dapat kan dari kita pemberian Dewi kebahagiaan beberapa waktu silam itu.
"Saya sangat berterima kasih atas pertolongan tetua jaka selama ini pada kami semua"ucap raja Dewantara.
"Gusti prabu jangan salah,mereka berempat lah yang telah berusaha keras untuk menyelamatkan Gusti prabu dari kejaran pasukan kerajaan Serigala api selama ini"ucap Jaka sambil menunjuk ke arah melati, Ratih, Rawa Candra dan Banjar Samudra.
"Saya merasa berhutang budi pada tuan tuan dan nona berdua "ucap raja Dewantara.
"Maaf Gusti prabu kami hanya menjalankan semua perintah dari tetua, jadi Gusti prabu tidak perlu merasa berhutang budi pada kami"ucap melati.
"Aku benar benar kagum pada kalian,jujur saja aku tidak pernah menjumpai orang seperti kalian ini yang tidak mau mengakui perbuatan baik yang telah kalian lakukan "ucap Ki Lawu.
"Kau benar Ki Lawu,sepertinya kita yang tua-tua ini merasa malu pada yang muda-muda karena kita tidak bisa bersifat seperti mereka"ucap raja Dewantara.
"Tetua jaka aku secara pribadi ingin minta maaf pada tetua tentang permasalahan tempo hari itu "ucap pangeran Bratadewa secara tiba-tiba.
"Pangeran Bratadewa tidak perlu lagi mengungkit masalah yang telah lalu aku sudah lama melupakan kejadian kemarin itu "ucap Jaka.
"baiklah tetua ,saya ucapkan terima kasih atas kebaikan tetua jaka "ucap pangeran Bratadewa.
"Lalu apa rencana raja Dewantara sekarang setelah mengetahui kerajaan Sangguling di kuasa oleh Sanca Buana"tanya Jaka.
"Aku akan berusaha menyusun kekuatan kembali dan mencari orang orang yang masih setia pada kerajaan Sangguling tetua"ucap raja Dewantara.
"Baiklah aku akan mendukung rencana dari Gusti prabu itu, untuk sementara sebaiknya Gusti prabu tinggal lah di sini dulu demi keamanan Gusti prabu "ucap Jaka.
"Ya tetua Jaka benar,aku yakin para prajurit serigala api masih terus mencari keberadaan kami "ucap raja Dewantara.
"Kalau begitu Gusti prabu saya tinggal dulu,aku mau keluar sebentar untuk melihat lihat keadaan di sekitar sini dan mencari informasi "ucap Jaka.
"Bolehkah saya ikut tetua Jaka"ucap putri Candra Kirana tiba-tiba.
Jaka segera menoleh ke arah raja Dewantara seperti minta persetujuan ,raja Dewantara yang mengerti maksud Jaka itu hanya mengangguk kan kepalanya.
"Baiklah, kalau putri Candra Kirana mau iku,ayo Rawa Candra dan Banjar Samudra kita berangkat"ucap Jaka.
"Aku juga ikut tetua"ucap Sinta, Ratih , lestari dan melati.
"Tidak... tidak... sebaiknya kalian berempat tetap tinggal di sini untuk berjaga jaga siapa tahu ada apa apa di sini karena mereka baru saja pulih jadi masih butuh perlindungan kita"ucap Jaka.
Keempat orang itu pun akhirnya menuruti kata kata Jaka walau pun dengan rasa kecewa.
"Sepertinya semua gadis itu menyukai tetua Jaka"ucap putri Candra Kirana dalam hati.
Jaka dan ketiga orang itu lalu pergi meninggalkan penginapan untuk melihat keadaan di kota bintang timur itu sekaligus mencari informasi.
Di saat mereka berempat sedang melihat lihat keadaan kota bintang timur mereka heran mendapati banyak orang yang memadati jalanan
"Sepertinya ada sesuatu yang menarik tetua"ucap Rawa Candra,
"Kau benar kira kira ada apa di sana"ucap Jaka.
"Tunggu ki sanak ,ada apa dengan orang orang ini kenapa mereka seperti terburu buru "tanya Banjar Samudra kepada salah seorang yang lewat di dekatnya.
"Apa tuan tidak tahu, hari sekte bintang timur akan mengadakan pertarungan untuk pemilihan tetua baru"ucap orang itu kemudian langsung pergi karena tidak mau ketinggalan.
"Jadi begitu ,apakah kalian tertarik untuk melihat pertarungan itu "tanya Jaka.
"Benar, ayo kita segera ke sana "Rawa Candra tampak bersemangat.
"Apakah putri juga tertarik "tanya Jaka.
"Tidak ada salahnya kalau kita melihat pertandingan itu tetua "ucap putri Candra Kirana.
"Baiklah mari kita ke sana "ucap Jaka,
karena tidak mau ketinggalan pertarungan itu akhirnya Jaka dan ketiga orang itu segera buru buru pergi menuju ke sekte bintang timur.
Suasana di Sekte bintang timur terlihat padat di penuhi banyaknya orang orang yang menonton pertandingan itu.
__ADS_1
Arena pertarungan yang berbentuk persegi itu sudah penuh sesak kelilingi oleh para penonton ,di setiap sudut arena itu tampak bendera umbul umbul berwarna merah yang berlambangkan bintang dengan garis putih lurus di pinggirnya,itu lah lambang kebesaran sekte bintang timur.
Di depan sekte tampak tiga orang duduk menghadap ke arah arena, jika dilihat dari penampilannya sudah pasti ketiga orang itu tentu tetua dan para sesepuh sekte bintang timur.