Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Tetua Sekte bintang timur


__ADS_3

Sesaat kemudian datanglah tiga orang yang langsung memberikan hormat pada ketiga orang yang duduk di depan arena itu.


Mereka adalah pramudita,suprana dan Rangkuti, ketiga orang itu adalah calon tetua sekte yang sebentar lagi akan melakukan pertarungan, siapa yang bisa bertahan sampai akhir itulah yang bakal menjadi tetua.


Sementara itu di barisan penonton Jaka dan yang lainnya terlihat sudah mengambil tempat untuk menonton pertandingan itu.


"Sepertinya itu para calon tetua sekte bintang timur yang baru"ucap Banjar Samudra yang saat ini sudah berada di pinggir arena.


"Kau benar Banjar,sepertinya ketiga orang itulah adalah para calonnya"ucap Rawa Candra.


"Sepertinya pertarungan ini tidak seimbang "celetuk putri Candra Kirana.


"Kau benar putri"ucap Jaka


"Tidak seimbang bagaimana maksud tetua Jaka dan putri Candra Kirana"tanya Banjar Samudra.


"Begini jika salah satu orang itu menang pada pertarungan pertama ,


maka si pemenang tadi akan menjalani pertarungan yang kedua dan itu akan sangat merugikan dirinya dan menguntungkan lawannya,


karena yang menang pada pertarungan pertama tenaganya sudah banyak yang terkuras "ucap Jaka.


"Benar juga apa kata tetua , kenapa calon tetuanya tidak empat saja biar pertarungan itu bisa adil"ucap Rawa Candra setelah mendengar penjelasan dari Jaka


"Sepertinya tidak gampang untuk menjadi calon tetua itu Rawa makanya calonnya cuma tiga orang saja "ucap Banjar Samudra.


"Kalian berdua diam lah sepertinya pertarungan akan di mulai "ucap Jaka, ketika melihat salah satu dari ketiga orang yang duduk itu berdiri.


"Sebelum pertandingan pemilihan tetua sekte di mulai aku izinkan bagi para penonton semua yang mau menjajal kemampuan ketiga calon ini "ucap tetua sekte bintang timur yang bernama Pranaraja itu.


Pranaraja mengedarkan pandangannya ke seluruh para penonton yang hadir di situ ia berharap ada yang mau naik ke arena untuk menantang para calon tetua sekte itu.


Namun setelah menunggu beberapa saat lamanya tidak ada satu pun dari para penonton itu yang berani naik ke atas arena.


Rupanya para penonton merasa takut dan jerih jika harus bertarung dengan para calon tetua itu karena mereka sudah tahu bagaimana kuatnya mereka bertiga itu.


"Berhubung tidak ada yang berani mau naik ke atas arena untuk mencoba kesakitan dari tiga calon tetua sekte,maka pertarungan pemilihan tetua ini akan segera saya mulai "ucap Pranaraja.


"Tunggu.... tetua "teriak Jaka tiba-tiba.


Para penonton pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah jaka dengan diliputi rasa tanda tanya.


"mau apa orang itu,apa dia mau menantang para calon tetua itu punya kesaktian apa dia"ucap seorang penonton.


"mungkin dia mau cari mati kali,atau memang dia belum tahu bagaimana kesakitan dari ketiga calon tetua itu "sahut temannya dengan mencibir.


" Apakah tetua mau mencoba kesakitan dari ketiga calon tetua itu "tanya putri Candra Kirana.


"Tidak bukan aku yang akan naik ke arena"ucap Jaka.


Rawa Candra, Banjar Samudra dan putri Candra Kirana saling berpandangan tidak mengerti dengan maksud Jaka itu.


"Apakah tuan akan naik ke arena untuk menjajal kesakitan mereka "tanya Pranaraja.


"Saya tidak berani tetua, saya bukanlah tandingan dari mereka bertiga ,tapi ada satu teman saya yang akan mencobanya "ucap Jaka dengan tersenyum.


"tetua jangan bicara sembarangan bukan kah teman tetua di sini adalah kami bertiga "ucap Rawa Candra, sambil menoleh ke arah putri Candra Kirana dan Banjar Samudra.


"Jangan jangan tetua Jaka akan memilih satu diantara kita"ucap Banjar Samudra kepada Rawa Candra dan putri Candra Kirana.


"Memangnya siapa lagi teman ku di sini kalau bukan kalian bertiga ,jadi kalian bertiga bersiaplah"ucap Jaka dengan santai dan tanpa dosa.


ketiga orang itu pun langsung terkejut mendengar ucapan Jaka itu, mereka tidak mengira akan di jadikan lawan tarung bagi salah satu dari tiga orang itu..


"Siapa teman tuan itu , kalau dia berniat menjajal para calon tetua itu segeralah naik ke atas arena "ucap Pranaraja.


"Baiklah tetua aku akan suruh dia untuk segera naik "ucap Jaka.


Jaka kemudian mengedarkan pandangannya ke arah Rawa Candra Banjar Samudra dan putri Candra Kirana secara bergantian.


Tapi pandangan Jaka itu kemudian berhenti pada Rawa Candra yang berada di samping Banjar Samudra.


Melihat Jaka memandangnya Rawa Candra merasakan firasat yang tidak baik pada dirinya.


"Rawa Candra cepat kau naik ke atas arena"ucap Jaka tiba-tiba.


"Maksud tetua Jaka aku harus menantang salah satu dari tiga orang itu"tanya Rawa Candra.


"tentu saja begitu Rawa Candra"ucap Jaka.


"Tapi...aku tidak berminat tetua, lagian aku bukan tandingan mereka "ucap Rawa Candra menolaknya.


"Apakah kau merasa takut Rawa Candra ,ingat di sini ada putri Candra Kirana apa kamu tidak malu"ucap Jaka dengan setengah menggodanya.


Rawa Candra tidak mengira kalau Jaka akan berkata seperti itu, sebagai lelaki sejati tentu dia tidak mau kehilangan harga dirinya.

__ADS_1


"Maaf tetua dalam hidup ku tidak kenal dengan yang namanya kata takut "ucap Rawa Candra merasa tidak terima dengan kata-kata jaka itu.


"Bagus kalau begitu buktikan perkataan mu itu silahkan naik ke arena "ucap Jaka sambil mempersilahkan Rawa Candra untuk naik ke arena.


"Baiklah ,apa boleh buat jika itu perintah tetua jaka"ucap Rawa Candra dengan sedikit rasa malas.


Rawa Candra pun langsung melompat ke atas arena dengan ilmu ringan tubuhnya.


Huup... Rawa Candra pun mendarat di atas arena.


"maafkan atas kelancangan ku tetua"ucap Rawa Candra.


"Siapa di antara tiga calon tetua sekte itu yang akan kau tantang anak muda"tanya Pranaraja.


"Kalau tetua mengizinkan saya mau menantang ketiga orang itu sekaligus tetua"jawab Rawa Candra sambil menunjuk ke arah ketiga calon itu.


"Apa.....!!!kau jangan main main anak muda ini pertarungan serius dan bukan main main"ucap tetua Pranaraja dengan terkejut.


"Maaf tetua aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku ini"ucap Rawa Candra.


"kurang ajar siapa pemuda itu ingin menantang kita bertiga sekaligus, sombong sekali dia"ucap Rahakuti.


"Kau benar, pemuda itu tampaknya begitu merendahkan kita "ucap Suparna merasa tidak terima.


"Kalau tetua mengizinkan dia untuk melayani kita bertiga akan ku remukan seluruh tulang belulangnya "ucap Pramudita dengan mengepalkan tangannya.


Ketiga calon tetua itu merasa tidak terima dengan ucapan Rawa Candra itu karena terlalu menganggap remeh dirinya.


"Siapa nama mu anak muda"tanya Pranaraja.


"Nama ku Rawa Candra tetua"ucap Rawa Candra memperkenalkan dirinya.


Pranaraja memperhatikan pemuda yang bernama Rawa Candra itu, secara dalam dalam, dari sorot matanya ia menemukan sebuah ketenangan dan ketegasan yang jarang orang lain miliki, dengan sedikit rasa berat akhirnya ia pun mengizinkannya.


"Baiklah aku izinkan kamu untuk bertarung dengan mereka bertiga sekaligus,tapi jika terjadi apa apa pada mu aku tidak mau tahu dan kau tidak boleh menyalahkan aku"ucap Pranaraja mengingatkan.


"Terima kasih tetua"ucap Rawa Candra.


"Rahakuti, Pramudita dan Suparna silahkan kalian bertiga naik ke atas arena"ucap Pranaraja.


"Baiklah tetua"ucap ketiga orang,lalu meluncur ke arena dengan ilmu ringan tubuhnya masing masing.


"Kau akan menyesali keputusan mu ini rawa Candra "ucap Rahakuti.


"Kita akan tahu mengetahuinya setelah pertarungan ini berakhir siapa yang akan menyesal nanti, jadi aku minta pada kalian bertiga untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang kalian miliki "ucap Rawa Candra.


"Mari kita mulai pertarungan ini sekarang dan buktikan omongan kalian itu"ucap Rawa Candra dengan sengaja membuat mereka marah.


Rahakuti yang sudah terbakar emosinya itu langsung menyerang Rawa Candra wesss... tendangan pun ia layangkan ke arahnya , Rawa Candra menekuk setengah badan kebelakang menghindari tendangan Rahakuti itu.


lalu Rahakuti kemudian mengirimkan tinjau nya wes.... Rawa Candra memiringkan badannya, pukulan Rahakuti hanya melewati tubuh Rawa Candra.


Kemudian Rawa Candra menggeser badannya sambil mengirimkan tendangan ke arah dess.... tendangan itu berhasil mengenai punggungnya.


Pramudita dan Suparna tercekat melihat Rahakuti dapat di pukul oleh Rawa Candra.


Rahakuti langsung mendidih darahnya setelah pukulan Rawa Candra dapat mengenai dirinya.


Pramudita dan Suparna yang dari tadi masih diam saja kedua langsung bergerak menyerang menyerang melihat Rahakuti kesulitan menghadapinya.


Sementara itu Jaka dan dua orang temannya Banjar Samudra dan putri Candra Kirana tampak fokus memperhatikan pertarungan itu.


"Apakah Rawa Candra dapat mengatasi mereka bertiga tetua"tanya putri Candra Kirana.


"Sepertinya bisa dan aku yakin dia akan memenangkan pertarungan ini "ucap Jaka dengan singkat karena masih fokus pada pertarungan itu.


Serangan Suparna dan Pramudita mengancam bagian bagian vital tubuh Rawa Candra,tapi masih bisa dia hindari.


Rahakuti meluncur cepat mengirimkan tendangan nya sambil melompat dari belakang nya,mengetahui hal itu Rawa Candra yang sedang menghadapi pramudita dan Suparna,segera melompat ke atas sambil memutar badannya .


"tendangan kilat petir hiiiiaaaat.......desss..... wes... braaak Rahakuti pun terlempar sampai keluar Arena.


Pranaraja dan dua sesepuh sekte bintang timur sangat terkejut melihat jurus yang di peragakan oleh Rawa Candra itu.


Suparna dan Pramudita terkejut melihat Rahakuti dapat di jatuhkan oleh Rawa Candra dengan mudah,tapi yang lebih mengejutkan lagi jurus yang di peragakan oleh Rawa Candra tadi.


"Ini pasti mimpi"ucap Suparna tidak percaya dengan penglihatannya itu.


Pramudita segera mengerahkan seluruh kekuatannya sampai ke puncak melihat lawannya bukan orang sembarangan.


Pramudita langsung bergerak cepat menyerang Rawa Candra weees tendangan dan pukulan pramudita langsung mendesak


Rawa Candra, sambaran pukulan dan tendangan pramudita memaksa Rawa Candra melangkah mundur.


"Rasakan ini manusia sombong"ucap pramudita hiiiiaaaat.....ia mengirim pukulan maut pada Rawa Candra wesss..... melihat pukulan pramudita semakin dekat Rawa Candra langsung menggunakan jurus simpanannya,

__ADS_1


"langkah seribu petir"teriak Rawa Candra slaaaap.... pukulan pramudita pun dapat di hindari nya , tidak mau membuang kesempatan Rawa Candra segera menyerang pramudita dengan jurus tendangan kilat petir hiiiiaaaat....wess....desss.. pramudita pun terlempar cukup keras menyusul Rahakuti keluar Arena.


Semua penonton di buat tercengang oleh kesakitan Rawa Candra itu, mereka sulit mempercayai nya melihat dua calon tetua sekte dapat di kalahkan dalam waktu singkat.


Hati Suparna langsung kecut melihat jurus jurus yang di peragakan oleh Rawa Candra itu .


"Sekarang giliran mu yang akan ku kirim keluar arena bersiaplah "ucap Rawa Candra.


"Berhenti...."teriak tetua Pranaraja kemudian berkelebat naik ke atas arena dengan di ikuti oleh dua sesepuh sekte bintang timur.


"Ada yang ingin saya tanyakan pada mu Rawa Candra dari mana kau dapat kan jurus tendangan kilat petir dan jurus seribu langkah petir itu"tanya Pranaraja.


"Apa tujuan kalian menanya kan tentang kedua jurus ku itu"Rawa Candra.


"Dengar Rawa Candra jurus yang kau peragakan tadi sangat erat hubungannya dengan sekte ini, karena jurus itu hanya di miliki oleh tetua sekte ini yang bernama Kumbakarna "ucap Pranaraja.


"Maaf tetua,aku tidak tahu dengan orang yang bernama Kumbakarna itu, mengenai jurus ku tadi aku memperolehnya dari seseorang yang tidak aku ketahui namanya "ucap Rawa Candra.


"Kalau begitu coba kau ceritakan bagaimana awalnya sampai kau bisa mendapatkan jurus itu"ucap Pranaraja.


"Baiklah akan aku ceritakan pada mu supaya kau tidak penasaran "Rawa Candra,


ia kemudian menceritakan ketika dirinya yang baru pulang dari sekte es dan bertemu dengan orang tua yang tidak di kenalnya .((seperti yang sudah di ceritakan pada episode 11 tentang Rawa Candra bertemu dengan orang tua yang tidak di kenalnya)


"Begitu lah ceritanya tetua,"ucap Rawa Candra mengakhiri ceritanya.


"Jadi orang tua itu mengatakan bahwa dia berasal dari sekte bintang timur"ucap Pranaraja setelah mendengar cerita dari Rawa Candra itu.


"Ya dalam gulungan ini ia mengatakan seperti itu"ucap Rawa Candra kemudian menyerahkan gulungan itu pada Pranaraja.


Tangan Pranaraja tampak gemetar menerima gulungan dari tangan Rawa Candra, Pranaraja lalu mencium gulungan itu sebelum membukanya karena ia merasa yakin bahwa gulungan itu dari tetua Kumbakarna.


Pranaraja kemudian membuka gulungan itu pelan pelan, tangannya tampak gemetaran waktu membaca tulisan dalam gulungan itu, karena ia kenal betul dengan tulisan itu.


"tetuaaaaaaaa"teriak Pranaraja dengan histeris.


Dua sesepuh sekte yang tadi ikut naik ke arena bersama Pranaraja segera melihat isi gulungan di tangan Pranaraja , wajah dua sesepuh itu seketika berubah setelah melihat tulisan dalam gulungan itu.


"Pranaraja ternyata tetua Kumbakarna telah memilih sendiri orang yang akan menjadi tetua sekte ini"ucap sesepuh satu.


"Sebaiknya cepat kau umumkan pada semua murid di sekte ini bahwa tetua sekte bintang timur telah hadir di sini"ucap sesepuh dua.


"Baiklah kedua sesepuh aku akan umumkan pada seluruh murid untuk menyambut tetua baru sekte ini "ucap Pranaraja.


Sementara itu di barisan penonton Banjar Samudra dan putri Candra Kirana terheran heran melihat tetua sekte itu naik ke Arena.


"Apakah Rawa Candra akan menghadapi tetua itu kira kira tetua Jaka "tanya putri Candra Kirana.


"Sepertinya tidak , kalian tenang saja jika mereka berani menyakiti Rawa Candra hari ini juga akan ku hancurkan sekte ini sampai rata dengan tanah"ucap Jaka tidak pernah main-main dengan kata-katanya.


"Dengarkanlah seluruh murid sekte bintang timur, hari ini pemilihan tetua sekte saya anggap sudah selesai, karena tetua yang sebenarnya sudah ada di sini "ucap Pranaraja.


Kedua sesepuh terlihat menganggukkan kepalanya mendengar perkataan dari Pranaraja itu.


Para murid sekte bintang timur merasa heran dan bertanya tanya mendengar perkataan dari tetua Pranaraja yang mengatakan pemilihan tetua telah selesai, mereka semua penasaran siapakah diantara tiga calon yang akan di pilihnya itu.


"Padahal tiga calon kan belum saling bertarung kenapa tetua mengatakan kalau pemilihan tetua sudah selesai"tanya salah seorang murid sekte itu pada teman di sampingnya.


"Kamu lihat sendiri tadi bukan tuan Rahakuti dan tuan pramudita telah di kalahkan oleh pemuda yang bernama Rawa Candra itu hingga luka parah, sekarang ini cuma tuan Suparna yang masih berdiri di atas arena, kemungkinan dia yang akan di pilih menjadi tetua sekte ini"jawab temannya menjelaskan.


"Benar juga, karena tuan Rahakuti dan tuan pramudita terluka jadi dia tidak bisa bertarung lagi makanya tetua bilang kalau pemilihan tetua telah selesai, jadi sekarang Suparna lah tetua sekte ini "ucap murid yang bertanya tadi.


Lalu kedua orang murid itu menyimak pengumuman penting dari Pranaraja.


"Kepada seluruh murid dan sesepuh sekte bintang timur saya minta pada kalian untuk memberikan hormat pada tetua sekte bintang timur yang baru yaitu tetua Rawa Candra "ucap Pranaraja , kemudian berlutut memberikan hormat pada Rawa Candra dengan di ikuti sesepuh dan para murid lainnya.


Rawa Candra terkejut mendengar dirinya disebut sebagai tetua sekte bintang timur, ia semakin terkejut lagi ketika melihat tetua Pranaraja langsung memberikan hormat padanya.


"Tetua dan sesepuh apa yang kalian bertiga lakukan cepat bangun , jangan buat malu di hadapan orang banyak seperti ini"ucap Rawa Candra.


"Aku tahu tetua Rawa Candra terkejut dengan peristiwa ini,saya harap tetua Rawa Candra mau mengemban tugas ini sebagai tetua sekte bintang timur ini "ucap, Pranaraja.


"Apa tetua tidak salah orang ,jika menjadikan aku sebagai tetua sekte "tanya Rawa Candra.


"Aku yakin tidak, karena tetua Kumbakarna sendiri yang telah memilih langsung dengan mewariskan jurus itu pada mu ,jadi terimlah takdir mu ini"ucap Pranaraja.


"Benar ini sudah takdir dari langit kalau tuan muda Rawa Candra menjadi tetua di sekte bintang timur ini"ucap sesepuh sekte.


Setelah mendapatkan desakan dari Pranaraja dan sesepuh sekte akhirnya Rawa Candra pun menerima jabatan itu, walau pun sebenarnya dirinya lebih memilih bebas berkelana tanpa ada beban pikiran apa pun.


Jaka, putri Candra Kirana dan Banjar Samudra terkejut mendengar pengumuman dari tetua Pranaraja itu, yang mengangkat Rawa Candra sebagai tetua sekte.


"Apakah tetua Jaka sudah tahu kejadiannya akan berakhir seperti ini sehingga tadi menyuruh Rawa Candra naik ke arena"batin Banjar Samudra merasa kagum campur heran dengan Jaka.


"Apakah tetua Jaka bisa melihat masa depan, sehingga tadi menyuruh Rawa Candra naik ke area dan kemudian di angkat menjadi tetua sekte ,ini benar benar sangat mengerikan jika tetua jaka bisa melihat masa depan "ucap putri Candra Kirana dalam hati.

__ADS_1


Padahal tujuan dari Jaka tadi menyuruh Rawa Candra naik ke atas arena adalah untuk menantang salah satu calon tetua itu untuk membuatnya babak belur sehingga menyisakan dua orang calon saja dengan demikian pertarungan akan menjadi adil, namun tanpa di duga kejadiannya di luar rencananya.


__ADS_2