
Liang Pamungkas langsung merasa tersinggung mendengar perkataan Mawar Kencana itu.Karena terdengar sangat meremehkan dirinya dan juga para senopati kerajaan tengkorak iblis.Ia merasa kalau saat ini mawar kencana sedang mempermalukan dirinya di hadapan raja Gandaroma.
"Apakah kau bermaksud merendahkan ku dalam menilai dan memilih para pendekar dan senopati Mawar, sehingga kau berani berkata seperti itu"tanya Liang Pamungkas.
"Maaf Liang Pamungkas,aku tidak bermaksud begitu,tapi jika melihat kemampuan Lamting yang masih kalah dengan Damar Wungu sepertinya Gusti prabu perlu menata ulang para senopatinya di istana ini"ucap Mawar Kencana, yang halus merendahkan Liang Pamungkas.
"Kurang ajar, tajam sekali mulut gadis ini"ucap Liang Pamungkas dalam hati.
Raja Gandaroma terdiam mendengar perkataan Mawar Kencana,ia berfikir memang benar apa yang di katakan oleh Mawar Kencana itu dan tiba-tiba gelang berbandul taring harimau di tangan kanannya bergetar sangat cepat berkali-kali setelah kehadiran mawar.
"Apa yang terjadi dengan dia, kenapa dalam waktu yang begitu cepat tiba-tiba kekuatannya begitu tinggi"batin raja Gandaroma sambil memegangi dagunya.
"Liang Pamungkas besok aku ingin kau mengadakan pertandingan untuk memilih tiga orang senopati yang tangguh untuk memimpin keberangkatan pasukan ke benua timur,aku tidak ingin ada seorang senopati macam Lamting di dalam pasukan ku"perintah Gandaroma dengan tegas.
"Baik Gusti prabu "Jawab Liang Pamungkas.
"Oh ya Gusti prabu, malam tadi ada seorang penyusup yang menguping pembicaraan kami di rumah kediaman Jalardana dan aku rasa ada mata mata di antara kita ini"ucap Mawar Kencana.
Semua orang yang ada di ruangan itu langsung terkejut mendengar perkataan Mawar Kencana yang di rasa tidak mungkin itu, karena penjagaan dan pemeriksaan begitu ketat di dalam lingkungan istana itu.
"Kau jangan bicara ngawur mawar, mana ada penyusup yang berani datang ke sini karena penjagaan di sekitar lingkungan istana begitu sangat ketat "ucap Liang Pamungkas.
"Kau diam dulu Liang Pamungkas , kapan melihat penyusup itu mawar "tanya Raja Gandaroma.
"Tadi malam Gusti prabu sewaktu saya dan tuan Jalardana sedang membahas rencana penyerangan ke sekte langit "jawab Mawar Kencana.
"Apa benar begitu Jalardana "tanya raja Gandaroma.
"Memang benar begitu Gusti,dan penyusup itu berhasil lolos dari pengejaran Lasmi dan Damar Wungu "jawab Jalardana.
"Liang Pamungkas aku minta pada mu untuk menyelidiki siapa penyusup itu,aku ingin tahu apa tujuannya memata matai kita"ucap raja Gandaroma.
"Baik Gusti prabu,saya akan membentuk tim untuk menangkap penyusup itu "ucap Liang Pamungkas.
"Mawar, menurut perkataan mu tadi penyusup itu ada di antara kita siapa kira kira orang itu tanya raja Gandaroma.
"Aku mencurigai bahwa orang itu adalah para pendekar yang baru baru ini datang ke sini Gusti prabu"ucap Mawar Kencana.
"Jaga mulut mu nona, jujur saja aku tersinggung dengan perkataan mu "ucap Datuk Perlis.
"Benar ini adalah suatu penghinaan bagi kami , para pendekar yang hadir di sini"tambah Boma.
"Aku tidak perduli kalian mau terima atau tidak, karena memang itu kenyataanya "sahut Mawar Kencana dengan tidak perduli dengan kemarahan para pendekar.
__ADS_1
"Ampun Gusti prabu, jika mawar asal menuduh tanpa bukti,ini bisa mengacaukan rencana kita yang telah kita susun selama ini"ucap Liang Pamungkas.
"Benar yang tuan Liang Pamungkas katakan Gusti prabu, sebaiknya kita melakukan penyelidikan dan jangan asal main tuduh "ucap sicaping bambu.
"Mawar sebaiknya , masalah ini jangan kita besar besaran kan, biarlah Liang Pamungkas yang akan mengurusnya "ucap Raja Gandaroma.
" Kalau begitu saya mohon undur diri "ucap mawar kencana kemudian pergi meninggalkan ruangan istana itu.
"Baiklah, kalian semua boleh meninggalkan ruangan ini"ucap Raja Gandaroma.
"Baik Gusti prabu "ucap mereka serentak.
Keesokan harinya Liang Pamungkas pun segera mengadakan pertandingan untuk memilih para calon .Dalam pemilihan senopati itu tidak di wajibkan harus orang dalam ,para pendekar pun juga boleh mengikutinya.
Datuk Perlis, Nyai Saroja dan simata iblis pun langsung mendaftarkan dirinya, karena mereka bertiga tidak mau membuang kesempatan emas ini.
Sedangkan sicaping bambu dan yang lainnya tampak tidak berminat, mereka lebih suka menjadi pendekar bebas yang tanpa adanya aturan yang mengikat.
Di siang hari yang terik itu, pertandingan pemilihan senopati segera di langsungkan tidak perduli walaupun panas matahari terasa membakar kulit. Semangat dari para peserta terlihat begitu menggebu demi memperebutkan jabatan itu.
Sementara itu di sekte langit.
Jaka terlihat sedang berkumpul dengan para muridnya dan juga para sesepuh di sebuah aula.Di aula itu Jaka menceritakan kepada semua yang hadir di situ mengenai kenapa Ratih dan Melati tidak ikut serta kembali ke sekte langit.
Setelah mendengar cerita tentang hilangnya Ratih dan Melati, Arini dan Narantaka terlihat begitu sedih bercampur marah.Kesedihan itu tidak hanya mereka berdua yang merasakan,tapi seluruh jajaran murid murid yang lainnya juga ikut merasakan hal seperti itu.
"Benar tetua, kemungkinan Ratih juga di tangkap oleh orang orang itu"tambah Ratih.
"Tanpa kalian berkata seperti itu, aku juga sudah berniat untuk menyerang mereka, namun untuk saat ini aku rasa belum saatnya"ucap Jaka.
"Apa yang menjadi pertimbangan tetua, sehingga menunda untuk menyerang mereka"tanya Narantaka dengan tidak mengerti.
"Dengarkan kalian berdua,bukit tengkorak saat ini bukanlah bukit tengkorak yang dulu, yang hanya sebuah perkampungan, sekarang ini tempat itu sudah berdiri sebuah kerajaan yang tangguh yang bernama kerajaan tengkorak iblis dengan Gandaroma sebagai rajanya"ucap Jaka menerangkan.
Arini dan Narantaka langsung terdiam mendengar perkataan dari jaka itu, mereka baru tahu jika selama ini mereka berurusan dengan sebuah kerajaan yang mempunyai pasukan Sanga banyak.
"Kalian berdua bisa mengerti jika para pasukan kita kalah jumlah dengan pasukan tengkorak iblis"ucap Jaka.
"Untuk mengimbangi pasukan mereka, bukan kah tetua bisa meminta bantuan dari ayah ku "ucap putri Candra Kirana memberikan saran.
"Aku juga sudah memikirkan hal itu Kirana, tapi dalam masalah ini aku tidak ingin melibatkan kerajaan Sangguling, karena ini adalah urusan antar sekte "ucap Jaka.
"Bukan kah tetua tadi mengatakan kalau sekarang lawan kita ini adalah sebuah kerajaan "tanya Narantaka.
__ADS_1
"memang benar Narantaka, tapi aku ingin mencari solusi lain untuk menghadapi mereka selain minta bantuan Gusti prabu Dewantara "Ucap Jaka.
"Maaf tetua, mengenai pasukan bukan kah tetua bisa mengandalkan Ranapati "ucap Ki Balung Waja dengan hormat.
"Ranapati, benar juga kenapa aku tidak kepikiran dari tadi"batin Jaka.
"Ranapati berapa pasukan yang bisa kau keluarkan untuk membantu penyerangan ini"tanya Jaka.
"Maksimal dua puluh ribu tetua"jawab Ranapati.
"Baiklah ,kurasa sudah cukup dengan jumlah sebanyak itu"ucap Jaka.
"Lalu kapan kita kita akan bergerak tetua "tanya Arini.
"Besok kita akan berangkat menuju ke sana, Narantaka mulai sekarang kau persiapkan seluruh pasukan kita "perintah Jaka.
"Baik tetua "jawab Narantaka.
Semua orang yang berada di ruangan itu terlihat bersemangat, karena dendam yang mereka tahan selama ini akan segera terbalaskan.
Keesokan harinya para pasukan sekte langit pun sudah terlihat bersiap siap di halaman depan.Wajah para pasukan terlihat sangat bersemangat dalam peperangan kali ini.
Dalam penyerangan ke bukit tengkorak iblis ini Narantaka membagi pasukan menjadi tiga bagian, yang mana dari pasukan yang pertama akan di pimpin Narantaka sendiri yang di bantu oleh Sinta, Lestari,Kusumawati dan Jaya Kusuma.Sedangkan untuk pasukan yang kedua akan di pimpin oleh Arini yang akan di bantu oleh, Kemala Sari (Dewi Racun), putri Candra Kirana, Dewi Pandan Arum dan Ki Balung Waja.
Sementara para pendekar lainnya, seperti Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung, bergabung dengan pasukan Ranapati yang akan menjadi pasukan terdepan.
Jaka yang melihat para pasukannya sudah siap , segera menyuruh Narantaka untuk segera memberangkatkan mereka.
Tidak menunggu lama kemudian Narantaka pun memberangkatkan mereka semua, hingga dalam waktu singkat saja sekte langit pun sudah kosong, hanya ada beberapa orang saja dan Jaka yang masih tinggal di sana.
Melihat semua para pasukannya telah pergi Jaka pun segera berangkat menyusul mereka.Namun di saat ia akan melesat pergi tiba-tiba datanglah Rawa Candra , Pranaraja dan Banjar Samudra yang hadapannya.
Ketiga orang itu merasa heran melihat keadaan sekte langit yang terasa sepi dan senyap itu.
"Kebetulan kalian bertiga datang ke sini"ucap Jaka langsung berjalan ke arah mereka.
"Memangnya ada dengan keadaan di sini , kenapa terasa sepi sekali"tanya Rawa Candra.
"Hari ini seluruh pasukan sekte langit saya berangkat ke benua Utara untuk menyerang tengkorak iblis Rawa Candra, kami akan menuntut balas atas kematian sesepuh Paksi Darma "ucap Jaka.
"Kalau begitu kami bertiga juga akan ikut, karena kami juga akan balas dendam atas kematian murid murid sekte kami"ucap Pranaraja.
"Baiklah sekarang juga mari kita berangkat "ucap Jaka.
__ADS_1
Tanpa banyak cakap lagi kemudian mereka berempat pun segera meninggalkan sekte langit.
...----------------...