Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Dendam masa lalu


__ADS_3

Melihat kedatangan Sambar nyawa dengan membawa pembunuh emas yang terluka dan mengetahui pembunuh Perak telah tewas Nyai Konde Mas langsung mendidih darahnya,ia benar benar marah besar kepada sambar nyawa yang ada di depannya itu.


Nyai Konde Mas tidak bisa terima sambar nyawa dapat di kalahkan oleh seorang pemuda dan seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya dari sekte mana mereka berasal.


Bagi sekte Mawar merah ini jelas jelas penghinaan sekaligus pukulan telak yang harus segera diselesaikan.


Nyai Konde Mas menganggap kematian pembunuh Perak adalah aib yang sebisa mungkin harus ditutup tutupi , karena kalau tuan Sanca Buana atau lebih lebih tetua Agung mengetahuinya ini akan membuat reputasi dirinya turun di matanya sekaligus di hadapan tetua sekte lain .


Sambar nyawa yang saat itu berada di hadapan Nyai Konde Mas tidak bisa apa-apa dia hanya bisa menunduk penuh dengan kepasrahan atas kemarahan tetua sektenya itu.


Ia benar benar merasa bersalah dengan tewasnya pembunuh Perak dan terlukanya pembunuh emas, karena bagi nyai Konde Mas kedua pengawal itu adalah pengawal yang setia yang paling di andalkan ,jadi wajar lah kalau Sambar nyawa merasa bersalah dengan kejadian itu.


"Sambar nyawa secepatnya kamu harus dapat menemukan dua orang itu , kemarahan ku tidak akan reda sebelum aku bisa menguliti dua pembunuh itu"ucap Nyai Konde Mas dengan kemarahan yang meledak-ledak.


"Tetua tenang saja aku yakin cepat atau lambat kita pasti akan segera bertemu dengan mereka lagi"ucap sambar nyawa.


"Kenapa kamu bisa begitu yakin kita akan bertemu dengan mereka sambar nyawa "tanya nyai Konde Mas dengan menatap tajam kepadanya.


"Karena aku mendengar dari sela sela pembicaraan mereka, bahwa kedua orang itu sedang mencari para penduduk desa Sekaten yang kita bawa kemari tetua "ucap sambar nyawa menjelaskan.


"Ibu sepertinya kedua orang itu bukanlah orang sembarangan,kita patut waspada ibu "ucap seorang wanita yang tiba-tiba menyela pembicaraan itu.


"Ibu tahu itu Mawar kencana, dengan tewasnya pembunuh Perak dan terlukanya pembunuh emas sudah dapat di pastikan mereka adalah para pendekar pilih tanding bahkan mungkin pendekar tanpa tanding"ucap nyai Konde Mas.


"Mengenai Darsiman,aku minta maaf tetua karena aku tidak sempat membawanya kemari, karena dalam pikiran saya kemarin menyelamatkan pembunuh emas lebih penting dari pada mengurusi Darsiman"ucap Sambar nyawa.


"Apa....!!!!kamu bilang Darsiman tidak sempat kau bawa kemari"ucap Nyai Konde Mas dengan mata melotot karena saking marahnya.


"Apakah Darsiman begitu penting ibu , sehingga membuat ibu begitu marah pada kegagalan paman sambar nyawa membawa dia kemari"tanya mawar kencana.


Nyai Konde Mas geleng geleng kepala mendengar pertanyaan anaknya itu.


"Kalian berdua dengarkan,selama ini aku memperalat Darsiman adalah untuk mendapatkan pedang naga api yang selama ini di simpan oleh Kelana kakak dari Darsiman itu"ucap Nyai Konde Mas sambil menggebrak meja di depannya.


Mawar kencana dan Sambar nyawa menundukkan kepala melihat nyai Konde Mas dalam keadaan marah besar itu.


"Kalian berdua tahu tidak , dendam ku pada ki manggurat tidak akan padam sebelum aku menghabisi seluruh keturunannya, karena ki manggurat telah membunuh ayah mu dengan pedang itu"ucap nyai Konde Mas menjelaskan.


"Kenapa aku baru tahu kalau ayah di bunuh oleh ki manggurat dan kenapa ibu baru menceritakan hal itu sekarang "tanya mawar kencana dengan kemarahan yang tertahan.


Mendengar pertanyaan anaknya itu nyai Konde Mas mengambil nafas panjang, kemudian ia duduk sambil memandang mawar kencana.


"Sebenarnya aku tidak ingin mengungkit kejadian tiga puluh tahun yang lalu mawar,tapi baiklah hari ini akan aku ceritakan mengapa ayah mu Sawung kencana tewas di tangan ki manggurat,


Waktu itu aku dan ayah mu Sawung kencana baru turun gunung .Aku dan ayah mu waktu itu belum ada ikatan apa apa hubungan kami hanya sebatas saudara seperguruan saja.


"Hingga pada suatu hari di desa Sekaten kami bertemu dengan dua orang seumuran dengan kami laki dan perempuan.


Yang laki laki bernama Kelana dan yang perempuan bernama Sari Ningrum.


Kami berempat kemudian saling berteman dan bersahabat makin lama hubungan kami berempat pun makin akrab.


Melihat kecantikan sari Ningrum ayah mu yang masih muda itu tergoda oleh kecantikan wajahnya ,bahwa kan bisa di katakan dia cinta mati padanya.


"Begitu juga dengan ku yang juga jatuh hati pada Kelana, cinta ku pada Kelana bisa di bilang lumayan baik di banding kan dengan cinta ayah mu pada Sari Ningrum, walaupun pada akhirnya kami berdua harus sama-sama mengalami putus cinta"ucap nyai Konde Mas, menghentikan ceritanya.


"Lalu bagaimana"tanya mawar kencana.


saking cintanya pada Sari Ningrum siang malam Sawung kencana selalu menyebut nyebut namanya,dia benar benar mabuk oleh cintainya pada Sari Ningrum.


Sebagai saudara seperguruan aku tidak tega melihat derita yang di alami oleh Sawung kencana waktu itu.


Aku pun segera pergi ke desa Sekaten untuk menemui Sari Ningrum bertujuan membawa dia untuk bertemu dengan Sawung kencana"ucap nyai Konde Mas.


"Kenapa waktu itu ayah tidak datang sendiri ke desa Sekaten ibu"tanya Mawar kencana.


"Ayah mu sudah beberapa kali datang ke desa Sekaten untuk menemui Sari Ningrum,tapi selalu di tolak oleh ayahnya yaitu ki manggurat dia melarang Sari Ningrum untuk bertemu dengannya, karena ia mengetahui bahwa Sawung Kencana bukanlah orang baik baik, selain itu Sari Ningrum juga tidak perduli dengan perasaan Sawung Kencana padanya.


"Kenapa bisa begitu ibu,apa salah ayah sehingga ki manggurat melarang ayah bertemu dengannya"tanya mawar kencana.


"Sawung Kencana dulu adalah seorang pemuda yang gemar mabuk dan main perempuan , mungkin itulah yang menyebabkan ki manggurat tidak suka padanya.


"Ketika aku sampai di sana , rupanya Sari Ningrum sudah di kawinkan dengan Kelana orang yang aku cintai, tanpa sepengetahuan ku.Mengetahui mereka berdua sudah meningkah dada ku bergetar bagaikan di sambar petir waktu itu,aku benar benar tidak menyangka kalau aku dan ayah mu di khianati oleh orang orang yang kami cintai.


Nyai Konde Mas menghentikan ceritanya kemudian mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan kisah cinta nya itu, dari wajahnya tersirat kesedihan yang mendalam.

__ADS_1


Mawar kencana yang duduk di samping ibunya juga ikut bersedih setelah mendengar cerita itu.


"Apakah Sari Ningrum juga mencintai ayah ibu"tanya mawar kencana.


"ibu akan ceritakan semuanya pada mu, sebaiknya kamu dengar kan dan jangan banyak tanya dulu"ucap nyai Konde Mas, kemudian melanjutkan ceritanya.


Setelah aku mendengar mereka berdua meningkah lalu aku kembali dari desa Sekaten dan menceritakan semua kejadian itu pada ayah mu.


Sesuai dugaan ku ,ayah mu langsung berteriak histeris seperti orang yang kesurupan,lalu dia bergegas pergi ke desa Sekaten dengan membawa kemarahan pada Kelana dan ki mangguling,.


Tidak ingin terjadi apa-apa pada ayah mu aku pun juga turut serta untuk menemaninya.


Begitu sampai di sana Sawung Kelana langsung mengamuk dan mengajak Kelana untuk bertarung.


Namun sebelum pertarungan itu terjadi ki manggurat muncul sehingga pertarungan ayah mu dan ki manggurat pun terjadi.


Pertarungan mereka berdua berlangsung cukup singkat karena ayah mu bukanlah tandingannya sehingga dalam sekali gebrak saja ayah mu langsung kalah dan terluka parah.


Melihat Sawung Kencana terluka parah Sari Ningrum bergegas mendekatinya.


"Sudah hentikan pertikaian yang tidak berguna ini"ucap Sari Ningrum yang saat itu datang di hadapan ayahnya dan Sawung kencana.


"Kenapa kau tega pada ku Ningrum"tanya Sawung kencana.


"Maaf Kakang Sawung kencana ,jujur saja dari sejak pertama aku berjumpa dengan mu,aku tidak pernah mempunyai rasa apa apa pada mu,cinta ku hanyalah untuk kakang Kelana "jawab Sari Ningrum.


"Tentang sikap baik ku pada mu selama ini kau salah mengartikannya, karena bagi ku kau hanyalah sekedar teman dan itu tidak lebih kakang Sawung kencana"lanjut Sari Ningrum , kemudian pergi dari hadapannya.


Mendengar ucapan Sari Ningrum saat itu ayah mu benar benar sok berat ternyata cinta nya selama ini bertepuk sebelah tangan.


Aku pun langsung cepat cepat membawa pergi ayah mu yang terluka parah itu dari desa Sekaten.


Ketika aku akan pergi meninggalkan tempat itu tiba-tiba Kelana memanggil ku.


"Tunggu Sariti (Nyai Konde Mas)"teriak Kelana.


"Apakah kakang belum cukup membuat luka di hati ku"ucap Sariti tanpa membalikkan badannya.


"Sariti aku minta maaf pada mu demi bakti ku pada guru ku terpaksa aku meninggalkan mu"ucap Kelana.


Beberapa tahun kemudian Aku dan ayah mu pun akhirnya meningkah dan bergabung dengan sekte mawar merah ,kami pun dapat hidup bahagia di sekte itu setelah kamu lahir.


Tapi sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama setelah ki manggurat yang di bantu Sekte bintang timur menyerang Sekte mawar merah.


Melihat ki manggurat ada dalam barisan itu kemarahan ayah mu langsung berkobar kobar dan bermaksud membalas dendam padanya.


Namun ayah mu masih tetap bukan tandingan ki manggurat dalam pertarungan itu ia pun tewas di tangan nya, karena ki manggurat mempunyai pusaka yang sulit di cari tandingnya yaitu pedang naga api.


Dalam waktu sekejap saja Sekte mawar merah pun dapat di kalahkan oleh sekte bintang timur untungnya aku dapat kabur dari pengejaran mereka dengan membawa mu"ucap nyai Konde Mas mengakhiri ceritanya.


"Ternyata nasib ayah begitu tragis"ucap Mawar kencana.


"Benar yang kau katakan itu mawar,maka dari itu api dendam ibu kepada keturunan ki manggurat belum padam jika belum bisa menghabisi seluruh keturunannya "ucap Nyai Konde Mas.


"Berarti target ibu sekarang adalah Sari Ningrum, bukan begitu ibu"tanya mawar kencana.


"Benar setelah Kelana Mati di tangan ku sekarang gantian Sari Ningrum lah berikutnya ,baru rasa dendam ku dapat terobati"nyai Konde Mas.


"Ibu tentang saja akan ku lacak di mana keberadaan sari Ningrum lalu akan ku bunuh dia dengan tangan ku"ucap mawar kencana dengan berapi api.


"Sambar nyawa sekarang juga aku ingin kau temukan dua orang itu "perintah nyai Konde Mas.


"Baik tetua "ucap Sambar nyawa.


"Izinkan aku dan Dayang suci untuk menemani paman ibu"ucap Mawar kencana.


"Baiklah ibu izinkan kamu pergi "ucap nyai Konde Mas.


Setelah mendengar perintah dari Nyai Konde Mas Sambar Nyawa, Sambar nyawa dan Mawar Kencana pun pergi dari hadapannya.


...----------------...


Kerajaan Sangguling


Sebuah bangunan besar nan megah yang di pagari dinding berbata merah setinggi lima tombak dengan berpintu besar yang kokoh itulah istana Sangguling.

__ADS_1


Di depan istana itu tampak bendera umbul umbul berwarna merah dan bergaris tengah biru dengan bergambar matahari terbit menghiasi halaman depannya.


Di sepanjang halaman yang luas terdapat para prajurit yang berdiri tegak dengan bersenjata tombak dan perisai di tangannya nampak berjaga jaga di sepanjang tempat itu.


Sore itu angin bertiup sepoi-sepoi mengiringi kedatangan sebuah kereta kudanya yang di kawal oleh beberapa para Senopati dan prajurit istana Sangguling.


Tidak lama kemudian kereta itu berhenti di pintu gerbang yang tertutup itu, prajurit yang menjaga pintu segera buru buru membuka kan pintu setelah tahu siapa yang datang itu , setelah pintu gerbang terbuka kereta tersebut melanjutkan perjalanannya.


Begitu sampai di halaman para prajurit penjaga langsung menunduk memberikan hormat begitu orang yang dalam kereta itu turun.


Dengan langkah penuh wibawa dan tatapan mata lurus ke depan orang yang tadi turun itu tanpa banyak bicara langsung masuk ke dalam istana dia adalah putri **Candra Kirana,anak kedua dari prabu Dewantara raja kerajaan Sangguling.


Begitu sampai di dalam istana raja Dewantara mengembangkan senyum melihat putri kesayangannya telah tiba di istana tanpa kekurangan satu apa pun**.


Di dekat raja Dewantara ada seorang pemuda yang bertubuh kekar serta berwajah tampan juga tersenyum melihat kedatangan putri Candra Kirana dia tidak lain adalah kakaknya yang bernama pangeran Bratadewa.


"Hormat saya ayahanda "ucap putri Candra Kirana begitu sampai di hadapan ayahnya.


"Hormat mu aku terima anak ku ,duduklah"ucap Dewantara ayahnya.


"Bagaimana perjalanan mu dari sekte Api apakah ada halangan"tanya Dewantara pada putrinya itu.


" Perjalanan saya lancar lancar saja ayah,dan tidak bara halangan apa pun yang saya temui "ucap Candra Kirana.


Dewantara mengangguk sambil mengelus jenggotnya mendengar perkataan putri nya itu.


"Lalu bagaimana hasilnya atas kunjungan kamu ke sekte itu"tanya Dewantara.


"Sesuai harapan ayahanda bahwa tetua sekte bersedia untuk bergabung dengan kerajaan ini ayah"ucap putri Candra Kirana.


"Haaa ...haaa .. bagus.... bagus kau memang tidak pernah mengecewakan ayah Kirana dengan begitu kekuatan kerajaan Sangguling ini semakin kuat dan di segani"ucap Dewantara, dengan tertawa senang karena dapat menundukkan sekte api.


"Maaf ayah,lalu bagaimana dengan sekte langit apakah kita akan membiarkan begitu saja, setelah mereka membantu sekte Elang Putih"tanya pangeran Bratadewa.


"Tentang masalah sekte Langit,aku sudah perintahkan tetua agung untuk mengurusnya,jadi kita tidak perlu memikirkan hal itu "ucap Dewantara.


"Tapi, bukan kah sekte langit itu belum jelas ada di pihak mana ayah,saya harap tetua Agung tidak bertindak gegabah dalam menangani ini"ucap putri Candra Kirana.


"Maksud adik belum jelas bagaimana, bukan kah dia sudah jelas membela sekte Elang Putih "ucap Bratadewa menjelaskan.


"Benar yang kakak katakan,tapi belum tentu sekte itu ada di pihak kerajaan Tataran,itu yang saya maksud kakak"ucap putri Candra Kirana.


Mendengar perkataan kedua anaknya itu prabu Dewantara mengangguk pelan, tapi ia lebih sependapat dengan Candra Kirana, bahwa memang benar kalau sekte langit belum memihak kerajaan manapun,jadi masih bisa untuk membujuknya.


"Begini saja ,aku perintahkan pada mu Bratadewa untuk menyambangi sekte langit , katakan pada tetua sekte itu untuk tunduk terhadap kerajaan Sangguling "ucap raja Dewantara.


"Bukankah ayah sudah memerintahkan pada tetua Agung untuk mengurus sekte itu"ucap Bratadewa.


"Pangeran laksanakan saja perintah Gusti prabu,jika nanti pangeran menemui kesulitan baru aku akan bertindak"ucap seseorang yang tiba-tiba datang .


"Oh tuan Sanca Buana silahkan duduk "ucap raja Dewantara.


"Hormat saya Gusti prabu, tetua Agung juga mengirimkan salam untuk Gusti prabu "ucap Sanca Buana.


"Baiklah..aku terima salam tetua Agung "ucap raja Dewantara.


"Bratadewa , kamu dengar sendiri bukan perkataan dari tuan Sanca tadi "ucap raja Dewantara.


"Baiklah kalau begitu "ucap Bratadewa.


"Ada kabar apa tuan Sanca Buana tiba tiba datang menghadap"tanya raja Dewantara.


"kedatangan saya kemari untuk menyarankan pada Gusti prabu sebaiknya kita mempercepat penyerangan terhadap kerajaan Tataran Gusti prabu,saya rasa kekuatan kita sudah lebih dari cukup untuk meratakan kerajaan itu"ucap Sanca Buana.


"Hmmm....aku juga bermaksud begitu Sanca , yang menjadi pertimbangan ku saat ini adalah Sekte Langit "ucap raja Dewantara.


"Lalu bagaimana keputusan Gusti prabu, apakah kita harus menunggu sekte Langit tunduk pada Gusti prabu baru kita bertindak "tanya Sanca Buana.


"Benar Sanca,jika Sekte itu tidak mau ikut bergabung dengan kita ,aku perintahkan kau dan tetua agung menghancurkan sekte itu"ucap raja Dewantara.


"Baiklah Gusti prabu"ucap Sanca Buana.


"Bratadewa cepat lah kau berangkat ,aku tunggu kabar baik dari mu"perintah raja Dewantara.


"Baiklah ayahanda"ucap Bratadewa,l.

__ADS_1


Setelah menerima perintah dari ayahnya itu Bratadewa pun segera pergi dari hadapannya begitu juga dengan Sanca Buana .


__ADS_2