
"Akh...dada ku rasanya seperti mau meledak "keluh Rawa Candra setelah benturan tenaga dalam tadi.
"Bagaimana keadaan mu Rawa Candra"tanya Jaka yang saat itu sudah berada di sampingnya.
"Dada ku sesak sekali tetua , rasa rasanya mau meledak dada ku ini"ungkap Rawa Candra, sambil memegangi dadanya.
"Cepat kau telan pil ini Rawa Candra"ucap Jaka seraya memberikan sebutir pil padanya.
"Matilah kalian berdua"ucap Dewi Ganda Arum sambil melepaskan pukulan kepada Jaka dan Rawa Candra.
wuuuuus....... sebuah pukulan pun Dewi Ganda Arum lepaskan ke arah mereka.
"Celaka....!! kita harus cepat menghindar dari sini Rawa Candra"ucap Jaka merasakan sebuah pukulan meluncur ke arah nya
Duuuaaarrr..... pukulan itu tepat mengenai tempat di mana mereka berdua berada.
Namun berkat jurus sepuluh langkah malaikat yang Jaka miliki akhirnya mereka berdua dapat berhasil selamat dari pukulan itu.
"Kurang ajar rupanya kalian berdua mau banyak tingkah di depan ku, baiklah aku ingin lihat apakah kalian bisa menghindar dari serangan ku kali ini"ucap Dewi Ganda Arum sambil bersiap mengeluarkan serangannya pada jaka dan Rawa Candra kembali.
"Tunggu Dewi Ganda Arum, akulah lawan mu!!!"ucap Dewi Pandan Arum.
"Sepertinya aku harus membunuh kalian semua yang berada di tempat ini , supaya di masa depan tidak ada pengganggu lagi seperti kalian, Barata jaya cepat kau ringkus mereka "ucap Dewi Ganda Arum sambil menunjuk ke arah Jaka dan Rawa Candra.
"Baiklah tetua "ucap Barata jaya, kemudian ia pun langsung melesat ke arah Jaka dan Rawa Candra berada.
"Sekarang mari kita buktikan siapa di antara kita yang pantas keluar hidup hidup dari sini"ucap Dewi Ganda Arum.
"Baiklah ,bagaimana pun caranya kau harus di ringkus Ganda Arum "ucap Dewi Pandan Arum, seraya melompat dam langsung menyerangnya.
Kedua orang wanita bersaudara itu langsung terlibat pertarungan sengit, Dewi Pandan Arum langsung menggempur Dewi Ganda Arum dengan jurus jurus nya.
Melihat jurus yang Dewi Pandan Arum gunakan ,Dewi Ganda Arum tampak tersenyum meremehkan, karena jurus yang Dewi Pandan Arum gunakan itu ia juga memilikinya.
Gaun yang mengandung kekuatan tenaga dalam melambai lambai mencecar Dewi Ganda Arum.
Dewi Ganda Arum melompat sambil memutar tubuhnya untuk menghindari sabetan gaun milik Dewi Pandan Arum kakaknya itu.
Duuuaaarrr..... duuuaaarrr..... blaaaar.....!!!
"Apa cuma itu kemampuan mu kakak ku yang tercinta"ucap Dewi Ganda Arum sambil meledeknya.
"Kurang ajar , rasakan ini..!!!"teriak Dewi Pandan Arum langsung mengekspos kekuatannya hiiiiaaaat..... wuuuuus... sebuah pukulan dahsyat pun langsung Dewi Pandan Arum lepaskan wuuuuus.....!!!
Pukulan itu langsung menerjang Dewi Ganda Arum yang berdiri di depannya.
"Keluar kan semua yang kau miliki pandan Arum"tantang Dewi Ganda Arum, sambil menghindari serangan itu.
Dewi Ganda Arum bergerak sangat cepat untuk menghindari serangan serangan itu.
Blaaaar..... blaaaar... blaaaar.... blaaaar...!!!
Tidak mau di tekan begitu saja Dewi Ganda Arum menyentil kan ujung jarinya , sebuah tenaga dalam yang cukup besar pun langsung keluar dari ujung jarinya itu dan langsung menghalau pukulan yang Dewi Pandan Arum lepaskan,
.....dua pukulan itu langsung bertemu dan blaaaar......... blaaaar...........!!!!.
Dewi Pandan Arum melompat tinggi dan berjumpalikan di udara seraya melepaskan pukulannya kembali ,
"Terima ini pukulan menggulung langit hiiiiaaaat..... weesss..... wuuuuus.......!!!
"Apa....!!! Dewi Ganda Arum terkejut melihat jurus yang di pakai oleh kakaknya itu karena dia baru melihatnya.
Pukulan menggulung langit itu meluncur deras ke arah Dewi Ganda Arum bergerak cepat menghindarinya , namun pukulan itu seperti mempunyai mata yang terus bergerak mengejarnya.
"Kurang ajar jurus dari mana bisa seperti ini"maki Dewi Ganda Arum melihat pukulan menggulung langit terus mengejarnya.
Kemudian Dewi Pandan Arum melepaskan lagi pukulannya wuuuuus....dua serangan pun langsung berputar putar mengejar kemana pun Dewi Ganda Arum bergerak.
Hingga pada akhirnya duuuaaarrr..... duuuaaarrr..dua pukulan itu berhasil mengenai Dewi Ganda Arum.
Tidak jauh dari Dewi Pandan Arum dan Dewi Ganda Arum bertarung , Jaka terlihat sibuk menghadapi gempuran gempuran Barata jaya yang mencoba untuk menghabisinya.
Jaka berkali kali terlihat menggunakan jurus sepuluh langkah malaikat nya untuk menghindar dari gencarnya pukulan pukulan yang Barata jaya lepaskan.
Melihat pukulannya tidak menemui sasaran Barata Jaya melesat cepat sambil menghunus pedangnya.
Hiiiiaaaat... Barata Jaya menyabetkan pedangnya ke arah Jaka weees...... Jaka segera terbang ke atas untuk menghindari sabetan pedang itu kemudian melepaskan pukulan badai menerjang karangnya ,wuuuuus......... mendapatkan serangan seperti itu ,Barata Jaya langsung menangkis pukulan itu dengan pedangnya dan blaaaar... pukulan itu pun meledak setelah mengenai pedang hitam Barata Jaya.
__ADS_1
"Apa cuma ini kemampuan tetua Sekte langit yang tersohor itu"ucap Barata Jaya sambil tersenyum mengejek, kemudian ia melesat cepat slaaaap.... slaaaap.....!!
"Terima ini...dess....."ucap Barata jaya yang tiba-tiba sudah berada di hadapan Jaka sambil melepaskan pukulannya dengan keras.
Braaak...... Jaka pun langsung terlempar dengan keras.
"Akh....huuuh....dada ku sepertinya mau meledak"ucap Jaka dengan mengaduh kesakitan.
Hiiiiaaaat..... terima ini wuuuuus....... blaaaar..... blaaaar.... Barata jaya langsung melepaskan pukulannya.
Namun tanpa Barata Jaya sadari Jaka sudah ada di atas kepala dan langsung melepaskan tendangan weees.....deess... Barata Jaya pun gantian terpental setelah tendangan Jaka berhasil mengenainya.. braaak.
"Kurang ajar "Maki Barata Jaya langsung berdiri dan melesat cepat ke arah Jaka, pertarungan seru pun langsung terjadi di antara kedua orang itu sehingga jual beli serangan pun tak terhindarkan.
Pertarungan mereka berdua berlangsung dengan gerakan gerakan cepat hingga tidak dapat di ikuti oleh mata orang orang yang ada di situ.
"ini benar benar pertarungan tingkat tinggi, kalau kita mencoba membantu pertarungan mereka kita hanya akan menjadi beban saja"ucap ki Lawu.
"Kau benar Ki Lawu sebaiknya kita sedikit menjauh dari pertarungan ini , karena dampak tidak baik untuk keselamatan kita semua"ucap Patih Lembu Kanigara.
"Kalau begitu ayo cepat kita menjauh dari sini"ucap raja Dewantara.
"Para pasukan cepat kalian jauhi tempat ini..!!!"teriak pangeran Bratadewa.
Para pasukan pun langsung bergerak menjauhi tempat pertarungan itu, begitu mendengar teriakkan dari pangeran Bratadewa.
Braaak...... Barata Jaya terpental ketika sebuah pukulan Jaka mendarat tepat di tubuhnya.
Pukulan badai menerjang karang hiiiiaaaat..... duuuaaarrr... meledaklah tempat dimana Barata Jaya terjatuh itu.
Namun tiba-tiba sebuah pancaran tenaga dalam yang begitu kuat langsung memancar dari tempat Barata Jaya meledak tadi.
"Kenapa tiba-tiba ada kekuatan sebesar ini"guman Jaka sambil menatap kepulan asap yang tidak jauh dari hadapannya.
Ternyata Barata Jaya telah menelan pil pembakar jiwa tidak heran jika sekarang kekuatannya berlipat ganda.
Seleret bayangan melesat cepat ke arah Jaka dengan cepat dan Dess.....dess wuuuuus...... bruuuk...... braaak....Jaka langsung terpental dan terjatuh menabrak pohon begitu terkena serangan cepat Barata jaya mengenainya.
Batara Jaya tidak mau melepaskan Jaka begitu saja, ia langsung menghampirinya dan langsung memberikan pukulannya lagi deess... Dess.... dengan kemarahan yang memuncak Barata Jaya memberikan pukulan bertubi-tubi pada Jaka.
"Kurang ajar..... hiiiiaaaat...., Jaka mengerahkan tenaga dalamnya sampai ke titik puncaknya.
Jaka kemudian melompat memutar sambil memberikan tendangannya dengan keras kepada Barata dess.....desss.....!!
Akhh..... Barata Jaya berteriak kesakitan akibat dari tendangan Jaka yang mengandung tenaga dalam itu.
"Jurus Pembelah Langit hiiiiaaaat Jaka melesat cepat wuuuuus....... matilah kau deess ....craaab........ tembus lah dada Barata jaya setelah pukulan tangan Jaka mengenai tubuhnya.
Huuuuff..... haaaaah.... terdengar Jaka menghirup nafas panjang setelah melihat Barata Jaya tergeletak.
Kemudian ia menoleh ke arah pertarungan Dewi Pandan Arum yang sedang berjalan dengan sengit itu.
Ternyata pukulan jurus menggulung langit yang Dewi pandan Arum gunakan tidak dapat menundukkan Dewi Ganda Arum,malah kini Dewi Pandan Arum yang terlihat di desak oleh adiknya itu.
Dess....dess..... pukulan bertubi-tubi yang Dewi Ganda Arum lepaskan berhasil mengenai Dewi Pandan Arum dengan telak sehingga tak ayal ia pun terjatuh dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Jadi selama ini kau telah mempelajari ilmu iblis "ucap Dewi Pandan Arum sambil menyeka darah dari mulutnya.
"Apa pun akan aku lakukan demi bisa menguasai seluruh benua ini, tapi sayang nya kau dan pemuda itu menghancurkan semua rencana ku, terimalah kematian mu kakak ku sayang"ucap Dewi Ganda Arum, kemudian melepaskan pukulannya wuuuuus...... duuuaaarrr.......!!!
"Aku tidak percaya di dunia ini ada seorang adik yang begitu kejam pada kakaknya sendiri "ucap Jaka terlihat sambil menggendong Dewi Pandan Arum.
"Kurang ajar kau,tajam sekali mulut mu "ucap Dewi Ganda Arum.
"Dewi beristirahat lah, biarkan aku yang menghadapi gadis berhati iblis itu"ucap Jaka seraya meletakkan Dewi Pandan Arum di bawah pohon.
"Sekarang giliran mu akan ku kirim ke neraka menyusul teman mu itu "ucap Jaka sambil menunjuk ke arah Barata Jaya yang sudah tergeletak tak bernyawa.
"Apa kau sudah menghabisi pengawal ku yang setia, padahal dia sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri,kau harus membayar semua ini dengan Nyawa mu Jaka "ucap Dewi Ganda Arum dengan terkejut campur marah .
Dewi Ganda Arum langsung menerjang Jaka yang berada di depannya itu, Jaka merasakan tekanan tenaga dalam yang begitu kuat pada dirinya.
hiiiiaaaat..... Dewi Ganda Arum lenyap dari hadapan Jaka kemudian langsung muncul di sampingnya kemudian memberikan pukulan yang kerasa padanya tanpa bisa Jaka hindari deess.... Jaka terpental beberapa tombak kesamping.
"rasakan ini.!!"ucap Dewi Ganda sambil menyentil kan ujung jarinya sebuah tenaga dalam yang cukup kuat pun langsung menerjang ke arah wuuuuus duuuaaarrr..... Jaka kembali di buatnya terpental braaak...!!.
"Jaka....!!!!"teriak Dewi Pandan Arum dengan penuh kecemasan.
__ADS_1
"Uhuuk.... uhuuk.... untuk tubuh ku sudah ku lindungi dengan jurus Pembelah Langit kalau tidak mungkin aku sudah menjadi ayam bakar"ucap Jaka.
"Ternyata kau cukup kuat juga mampu bertahan dari sentilan maut ku"ucap Dewi Ganda Arum tiba-tiba sudah ada di depannya.
"Sialan..!!"kapan wanita ini bergerak tiba-tiba sudah ada di sini"gumam Jaka sambil memandangi wajah Dewi Ganda Arum yang penuh dengan kemarahan itu.
Hiiiiaaaat...duugh...desss .. weesss Jaka pun kembali terlempar setelah Dewi Ganda Arum memberikan sebuah tendangan keras padanya.
Jaka merasakan sekujur tubuhnya bagaikan di timpa palu besar setelah terkena tendangan dari Dewi Ganda Arum itu.
Ia berusaha berdiri dengan tubuh sempoyongan sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Masih bisa bertahan rupanya , baiklah terima ini hiiiiaaaat... Dewi Ganda Arum melepaskan kembali sentilannya ke arah Jaka wuuuuus........ melihat pukulan yang dahsyat itu Jaka segera merentangkan tangannya.
"Pedang awan naga petir keluarlah"teriak Jaka.
Sebuah pedang dengan cahaya yang sangat menyilaukan mata langsung muncul tiba-tiba di tangan kanannya.
Dengan pedang itu Jaka langsung menangkis serangan Dewi Ganda Arum itu dan duuuaaarrr.... duuuaaarrr.
"Sekarang terima serangan ku Dewi Ganda Arum"ucap Jaka , kemudian ia menyalurkan tenaga dalamnya ke pada pedang itu.
"Pedang macam apa itu kenapa tekanan kekuatannya begitu kuat "ucap Dewi Ganda Arum dengan terkejut.
Jaka segera berkelebat ke arah Dewi Ganda Arum dengan mengayunkan pedangnya.
hiaaat.... Jaka langsung menyabetkan pedangnya ke arah Dewi Ganda Arum, merasakan kekuatan pedang yang begitu kuat Dewi Ganda Arum langsung mengeluarkan pedangnya.
Traaaaang........ terdengar pedang Dewi Ganda Arum berbenturan dengan pedang Jaka.
traaaaang.... traaaaang.... traaaaang.... percikan percikan api pun langsung keluar bersamaan dengan benturan pedang itu.
Dewi Ganda Arum langsung di buat terkejut ketika merasakan tangannya seperti membentur batu besar.
"Kurang ajar pedang macam apa sebenarnya itu, kenapa aku merasakan seperti mengenali hawa pedang itu"ucap Dewi Ganda Arum sambil melompat menjauhi Jaka.
Melihat Dewi Ganda Arum menjauh Jaka langsung berkelebat cepat mengejarnya.
"Tidak akan ku biarkan kau kabur wanita iblis"teriak Jaka.
Jaka langsung mencecar Dewi Ganda Arum dengan pedangnya , Dewi Ganda Arum terpaksa menghindari gempuran gempuran pedang Jaka itu, karena ia tidak berani mengambil resiko jika harus berbenturan langsung dengannya.
Namun dengan jurus sepuluh langkah malaikat nya Jaka dapat dengan mudah mengejarnya.
Merasa tidak punya pilihan Dewi Ganda Arum langsung menelan pil pembakar jiwa yang sudah di siapkan nya.
Hiiiiaaaat..... Jaka kembali mengayunkan pedangnya traaaaang..... ternyata sabetan pedang Jaka di tangkis oleh pedang Dewi Ganda Arum.
"Terima ini hiiiiaaaat deess..... sebuah pukulan Dewi Ganda Arum tepat mengenai Jaka.
"Apa..... kenapa tangan seakan tersedut oleh nya !!!"teriak Dewi Ganda Arum dengan terkejut melihat Jaka tidak terpengaruh oleh pukulannya itu.
Tubuh Jaka terlihat memancarkan cahaya putih yang sangat menyilaukan mata, rupanya mutiara dalam tubuhnya bereaksi akibat pukulan dari Dewi Ganda Arum itu.
"Kurang ajar kenapa tangan ku tidak bisa di lepaskan"ucap Dewi Ganda Arum dengan terperanjat.
Hiiiiaaaat.... Jaka mengerahkan seluruh kekuatannya duuuaaarrr.... duuuaaarrr....!!
"Kita akhiri pertarungan ini"ucap Jaka langsung mencengkram erat tangan Dewi Ganda Arum kemudian ia langsung melemparkannya.
Braaak..... Dewi Ganda Arum pun terjatuh dengan keras.
"Akh... terdengar keluhan dari mulut Dewi Ganda Arum, kemudian ia segera berdiri dan mengerahkan tenaga dalamnya sampai ketingkat tertingginya.
"Terima pembalasan ku hiiiiaaaat...."teriak Dewi Ganda Arum langsung melesat cepat ke arah Jaka dengan menghunus pedangnya.
"Pedang awan naga petir kita selesaikan ini hiiiiaaaat,Jaka langsung melemparkan pedangnya wuuuuus......!!!
pedang itu pun meluncur deras ke arah Dewi Ganda Arum.
"Jurus tiga pedang"teriak Jaka.
Pedang awan naga petir seketika itu pun berubah menjadi tiga dan meluncur semakin cepat.
"Apa....!!"Dewi Ganda Arum terkejut melihat pedang yang meluncur itu menjadi tiga, ia menangkis tiga pedang itu dengan pedangnya, traaaaang..... traaaaang... traaaaang... namun semua usahanya itu tidak berguna karena pedang itu tak berpengaruh.
"Pukulan pembelah langit hiiiiaaaat..... duuuaaarrr.......!!!!!!
__ADS_1
"Aaaaaakh.......!!! terdengar teriakan kematian dari mulut Dewi Ganda Arum.
Braaak..... terdengar tubuh Jaka ambruk dengan nafas tersengal sengal.