
Setelah Melati pergi Jaka segera mengambil kampaknya kemudian pergi ke tempat biasa untuk membelah kayu.
Walau pun sekarang statusnya tetua tertinggi sekte Langit yang merupakan sekte terkuat dari seluruh sekte tapi tidak membuat Jaka jadi orang yang sombong apa lagi pamer.
Jaka sengaja melakukan pekerjaan itu untuk mengelabuhi para musuh musuh sekte Elang Putih yang sekarang sedang mengincar sekte itu, karena seorang tukang kayu biasannya tidak akan mendapat perhatian khusus karena bukan orang penting.
Selama di sekte Elang Putih, Brawijaya dan semua orang dalam sekte itu belum tahu status Jaka yang saat ini kecuali Ratih.Jaka pun melarang Ratih untuk memberi tahu ayahnya tentang rahasia dirinya.
Di saat jaka sedang membelah kayu itu datang Bagus Dento dengan membawa beribu dendam di hatinya, darahnya langsung mendidih setelah melihat keberadaan jaka di tempat itu.
"Haiii... Jaka ,sekarang aku akan buat perhitungan dengan mu, karena kemarin kau sudah buat aku malu di depan orang banyak "ucap Bagus Dento datang dengan tiba-tiba.
"Memang saya berbuat apa kakang "ucap Jaka.
"Jangan pura pura bodoh kamu, bukankah kamu kemarin mengadukan aku pada nona Ratih Jaka " ucap Bagus Dento dengan mata melotot.
"Tidak kakang kemarin aku tidak bilang apa apa"ucap Jaka pura pura ketakutan.
"Berani bohong kau pada ku heeh..."ucap Bagus Dento dengan amarah yang tertahan.
"Lalu sekarang kakang mau apa "tanya Jaka.
"mau apa...kamu bilang , tentu saja aku mau menghajar mu"ucap Bagus Dento sambil memukul mukul kedua tangannya sendiri.
"Ratih.... Ratih..... tolong aku ,aku mau ditindas kakang Bagus Dento"teriak jaka .
Bagus Dento pun seketika berubah panik setelah Jaka berteriak memanggil Ratih.
"Kurang ajar kamu, awas lain kali ku santap kamu hidup hidup"ucap Bagus Dento lalu pergi meninggalkan Jaka karena takut pada Ratih.
"Akhirnya ia pergi juga kalau tidak bisa repot aku di buatnya "ucap Jaka kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Tidak lama kemudian pekerjaan jaka pun selesai membelah kayu kayu itu , setelah itu ia mengambil keranjangnya yang biasa di pakai mencari rumput dan kemudian pergi menuju hutan untuk mencari rumput.
Dengan begitu penyamaran jaka menjadi lebih menyakinkan, bahwa dirinya masih jaka yang dulu.
Tidak berselang berapa lama setelah Jaka pergi datang seseorang dengan naik kuda yang kemudian berhenti di depan sekte.Wajah orang itu kelihatan cemas dan pucat,
lalu orang itu segera masuk ke dalam sekte dan bertemu salah satu murid sekte Elang Putih.
"kamu murid Sekte pedang terbang kan"ucap murid sekte Elang Putih karena melihat pakaian yang orang itu kenakan.
"Iya benar keadaan sangat gawat cepat kau antarkan aku menemui tetua "ucap orang itu lagi.
"Baiklah cepat ikut aku"ucap murid Sekte Elang Putih lalu keduanya pun segera menuju ke tempat biasa Brawijaya berada.
Sesaat kemudian tibalah mereka berdua di tempat Brawijaya, murid sekte Elang Putih segera mengetuk pintu tok...tok...tok.. tetua murid dari sekte pedang terbang Ingin bertemu.
"Baiklah tunggu sebentar", ucap Brawijaya,tak berapa lama kemudian pintu pun terbuka.
"Ada keperluan apa"tanya Brawijaya.
"Lapor tetua ,sekte pedang terbang telah di serang oleh orang yang tidak dikenal"ucap murid sekte pedang terbang.
"Apa....!!!"ucap Brawijaya tersentak.
"Bagaimana sekarang keadaannya "tanya Brawijaya.
"Hancur luluh tanpa sisa tetua "ucap murid sekte pedang terbang itu.
"Kurang ajar siapa yang melakukan semua ini "ucap Brawijaya tampak marah sekali.
"Baiklah sekarang juga aku ke sana"ucap Brawijaya.
"Kamu cepat panggil Arini dan Bagus Dento, suruh mereka berdua ikut aku "ucap Brawijaya.
"Baik tetua "ucap murid sekte Elang Putih.
"Ini benar benar tidak bisa di biarkan"ucap Brawijaya.
Brawijaya segera berangkat setelah Arini dan Bagus Dento sudah menunggunya.Setelah tiba di sana dan melihat keadaan sekte pedang terbang hati Brawijaya benar benar marah.Bagaimana tidak karena para korban begitu mengenaskan .
Setelah Sekte pedang terbang di musnahkan selang tiga hari kemudian terdengar berita yang cukup mengejutkan karena sekte macan dan sekte awan hitam pun juga di serang oleh orang orang yang tidak di kenal.
Melihat keadaan yang gawat serta genting itu Brawijaya segera memperketat penjagaan dan menyuruh seluruh murid murid sekte untuk siap siaga.
Begitu pula dengan sekte angin berhembus juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh sekte Elang Putih.
Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan Brawijaya dan Sanjaya segera mengadakan pertemuan darurat, karena mereka yakin cepat atau lambat giliran sekte merekalah sasaran selanjutnya.
"ini benar benar gila Sanjaya, dalam waktu empat hari saja tiga sekte hancur luluh tanpa sisa "ucap Brawijaya dengan marah campur panik.
"Apakah menurut mu orang orang itu dari sekte kalajengking hitam yang melakukan penyerangan Brawijaya "tanya Sanjaya.
Huuh... Brawijaya menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Sanjaya.
"Kemungkinan begitu jika di lihat dari kejadian di hutan Sunyi beberapa waktu yang lalu "ucap Brawijaya.
"Apakah sekte itu sekarang sudah begitu kuat , sehingga sudah berani melakukan penyerangan"ucap Sanjaya.
"Entah lah "ucap Brawijaya seraya berdiri sambil memandang ke jendela.
"Sepertinya kita tidak akan mampu untuk menghadapi mereka Brawijaya", ucap Sanjaya.
"Kenapa kamu bilang begitu"tanya Brawijaya.
"Buktinya tiga sekte hancur dalam sekejap"ucap Sanjaya.
"Hmmmm...ya kemungkinan untuk menang sulit jika melihat fakta yang telah terjadi,tapi kita tidak boleh menyerah Sanjaya "ucap Brawijaya.
"Selain memperketat penjagaan kita juga harus melakukan penyelidikan untuk mencari informasi tentang orang orang itu"ucap Sanjaya.
__ADS_1
"Ya...ya...aku setuju itu , yang lebih penting lagi kita harus tetap waspada Sanjaya karena mereka bisa menyerang kapan saja tanpa mengenal waktu"ucap Brawijaya.
"itulah yang saya khawatirkan"ucap Sanjaya.
"Begini Sanjaya jika nanti mereka menyerang sekte angin berhembus lebih dulu kau cepat cepat kirim kabar pada aku biar aku dapat langsung memberi bantuan, begitu dengan sebaliknya, jika mereka menyerang sekte Elang Putih dulu aku cepat cepat kirim kabar ke sini, bagaimana Sanjaya "ucap Brawijaya.
"Baiklah itu pemikiran yang sangat bagus sekali "ucap Sanjaya.
"Baiklah Sanjaya sepertinya kita sudahi dulu perbincangan ini , sekarang juga aku kembali ke sekte Elang Putih "ucap Brawijaya.
"Silahkan "ucap Sanjaya.
Brawijaya kemudian pun pergi meninggalkan Sekte angin berhembus.
Setelah melakukan pengintaian beberapa hari lamanya Melati pun sekarang sudah kembali ke sekte Elang Putih.
Jaka menyambut gembira atas kepulangan melati yang tanpa kurang suatu apa pun.
"Bagaimana hasil dari penyelidikan mu melati "tanya Jaka.
"Sepertinya ini masalah yang sangat serius tetua,saat ini di sekte kumbang merah sudah berkumpul orang orang sakti dari berbagai sekte"ucap melati.
"Oh...jadi begitu ,lalu apa saja yang mereka perbincangkan "tanya Jaka.
"Mereka akan melakukan penyerangan ke sekte ini tetua "ucap melati.
"Sudah ku duga pasti hal ini akan terjadi, tentang hancurnya tiga sekte kemarin apakah ulah mereka "tanya jaka.
"Benar tetua, sebaiknya kita cepat memberi tahu Brawijaya supaya lebih mensiagakan diri"ucap Melati.
"Sebaiknya Ratih yang memberi tahu kan hal ini pada Brawijaya ayahnya, karena kalau saya yang memberi tahu dia tidak bakalan percaya "ucap Jaka.
"Tetua benar , karena Brawijaya mengenal tuan sebagai tukang kuda bukan tetua Sekte langit "ucap melati.
"Lalu bagaimana dengan sekte Angin berhembus, apakah mereka juga dalam keadaan terancam" tanya Jaka.
"Sepertinya untuk sekte angin berhembus cukup aman untuk saat ini ,karena tujuan utama mereka adalah menghancurkan sekte ini"ucap Melati.
"Kapan kira kira mereka akan menyerang le sini"tanya Jaka.
"Dua hari dari sekarang tetua "ucap melati.
"mmm.....kalau begitu, cepat kau panggil Ratih kemari "ucap Jaka.
"Baik tetua "ucap Melati.
"Kalian berdua sedang membicarakan apa sih kelihatannya serius sekali"ucap Ratih dengan tiba-tiba datang.
"Kebetulan kamu ke sini Ratih ada sesuatu yang penting yang ingin ku sampaikan pada mu"ucap Jaka.
"Sesuatu yang penting apa itu Jaka"ucap Ratih.
"Begini Ratih kau pergilah ke sekte angin berhembus dan katakan padanya tetua Sanjaya supaya secepatnya datang ke sini dengan membawa semua pasukannya"tanya ucap Jaka.
"Benar Ratih tidak lama lagi "ucap melati.
Mendengar perkataan melati itu Ratih terkejut dan menoleh ke arah Jaka di sampingnya.
"Benar Ratih secepatnya kita harus bersiap siap"ucap Jaka.
"Pergilah ke sekte angin berhembus dan hati hati di jalan"ucap Jaka
"Baiklah tetua sekte langit"ucap Ratih ,lalu segera pergi tanpa banyak bertanya lagi.
"Menurut penyelidikan mu apakah cukup pasukan Sekte Elang Putih dan sekte angin berhembus untuk menghadapi kekuatan sekte kumbang merah"tanya Jaka.
"Sepertinya masih kurang tetua, karena sekte kumbang merah mendapatkan dukungan dari sekte Es" ucap Melati.
Jaka terdiam dan sambil berfikir, "bagaimana kalau minta bantuan sekte langit menurut mu melati "tanya.
"tetua yang menentukan,"ucap melati .
"begini saja kau pergi lah ke sekte langit, kata kan pada sesepuh Paksi Darma untuk mempersiapkan pasukan, bagaimana mana pun aku tidak ingin sekte ini hancur "ucap Jaka.
"Baik tetua "ucap melati dan berkelebat pergi.
Sementara itu perjalanan Ratih ke sekte angin berhembus rupanya mendapatkan sedikit rintangan.
Dalam perjalanannya itu Ratih di ikuti oleh dua orang namun ia pura pura tidak menyadarinya .
"Siapa mereka dan mau apa mengikuti ku,akan ku cari tahu siapa mereka ucap Ratih dalam hati.
Kemudian ia mempercepat langkah wes....wes.... slaaaap... slaaaap.... membuat dua orang yang membuntutinya terkejut karena orang yang di buru seketika hilang di depan matanya.
"kemana dia , larinya cepat sekali"ucap salah seorang penguntit itu.
"Apakah kalian kehilangan sesuatu"ucap Ratih tiba tiba berada di belakangnya.
"Apa...!!!kenapa tiba-tiba dia muncul"ucap dua orang tadi dengan tercekat.
"Siapa kalian mengapa mengikut ku ,apa kalian kurang kerjaan"ucap Ratih sambil melipat tangannya.
"Kau tidak perlu tahu siapa kami ,asal nona tahu inilah pekerjaan kami , mencari apa tujuan nona "ucap salah satu orang itu.
"Oh....jadi begitu, dengar baik baik tujuan ku adalah menghajar kalian berdua "ucap Ratih.
"Kurang ajar kita serang dia "ucap salah satu orang itu.
"Kau benar kita tangkap wanita itu" ucap orang yang satunya lagi.
Kedua orang tersebut lalu menyerang Ratih,
__ADS_1
Ratih tampak menyunggingkan bibirnya melihat kedua orang itu maju menyerangnya,
, hiaaat.... kedua orang itu menebaskan pedangnya ke pada Ratih, slaaaap.... Ratih menghilang dari hadapan mereka.
"Kemana..dia..."ucap salah satu orang .
tiba-tiba des...dess.. Ratih muncul seraya memberikan pukulan pada mereka .
Akh...kedua orang itu mengerang kesakitan, setelah terkena tendangan yang begitu keras.
Kedua orang itu pun sudah bangun kembali, namun tiba-tiba wuuuuus..cress...salah satu dari dua orang itu roboh tanpa kepala.
melihat temannya mati begitu mudah orang yang satunya lagi langsung pucat pasih dan gemetaran.
"cepat katakan siapa kamu kalau tidak nasib akan seperti teman mu itu, bahkan lebih buruk lagi"ucap Ratih dengan ancaman.
"Ba....ik..nona kami berdua adalah mata mata yang di utus oleh sekte kumbang merah untuk mengawasi sekte angin berhembus"jawab orang itu.
"lalu untuk apa sekte kumbang merah mengawasi sekte angin berhembus"tanya Ratih.
"supaya mengetahui gerak gerik mereka, apakah mereka bergabung dengan Sekte Elang Putih atau tidak"ucap orang itu.
"Kebetulan kalau begitu ,aku punya dua pilihan untuk mu "ucap Ratih.
" Apa itu,apakah nona akan membunuh saya"ucap orang itu dalam keadaan ketakutan.
"kamu mau ikut aku atau kembali ke teman teman mu"ucap Ratih.
"Apa maksud nona berkata seperti itu"ucap orang itu.
"Kalau kau ikut dengan ku ,kau mungkin bisa hidup tapi jika kau kembali ke sekte kumbang merah aku tidak tahu kau akan di bunuh atau tidak"ucap Ratih dengan acuh tak acuh.
Mendengar tawaran Ratih itu ,orang itu nampak berfikir jika ia pulang ke sekte untuk melaporkan kejadian ini pasti dirinya akan di bunuh karena gagal menjalankan tugas.
"Apakah nona bisa menjamin keselamatan saya"ucap orang itu.
"itu mudah bagi ku,asal.....
"asal apa nona"ucap orang itu.
"asal kau mau bekerjasama dengan sekte angin berhembus,tapi kalau kau coba coba mengkhianatinya mmmm.... pedang ku ini tidak bermata dan haus darah"ucap Ratih.
"Baik...baiklah nona , asal aku bisa hidup apa pun akan saya lakukan"ucap orang itu.
"Kalau begitu cepat kita berangkat ke sekte angin berhembus"ucap Ratih.
"Baik nona"ucap orang itu.
Dengan kepintaran Ratih akhirnya orang itu pun tunduk padanya,jiwa seorang pengecut sangat mudah untuk di permainkan hal itulah yang Ratih lakukan pada orang itu.
Tidak lama kemudian sampailah Ratih di Sekte Angin berhembus.. Ratih memperhatikan suasana sekte yang penuh dengan penjagaan ketat oleh murid murid.
orang orang lalu lalang bak dalam medan peperangan, dari sorot mata dan wajah mereka nampak ketegangan yang begitu mendalam,
tapi bagi Ratih bisa mengerti mengapa mereka sampai begitu waspada, tidak lain untuk menghadapi serangan dadakan yang bisa datang secara tiba-tiba.
Sinta yang saat itu kebetulan ada di luar, langsung menyambut kedatangan Ratih dengan senyuman lebar dan segera menghampirinya.
"Selamat datang Ratih"ucap Sinta.
"Iya terima kasih kak Sinta "ucap Ratih.
"Itu siapa Ratih "tanya Sinta sambil menunjuk orang yang berada di belakang Ratih.
"Oh itu,kau akan segera tahu setelah aku bertemu dengan ayah mu tetua Sanjaya"ucap Ratih.
"Lalu Jaka di mana ,apa dia tidak ikut bersama mu ke sini"tanya Sinta.
"Dia tidak ikut, mungkin sibuk kali cari rumput"ucap Ratih.
Dalam hatinya Sinta merasa sangat kecewa , setelah mendengar perkataan Ratih itu, padahal ia sangat berharap akan kedatangannya.
"Kalau begitu ayo cepat masuk"ucap Ratih.
"Ayo kau ikut masuk"ucap Ratih kepada orang tadi.
"Baik nona "ucap orang itu.
"Selain merawat kuda,apa lagi kegiatan Jaka "tanya Sinta.
"Banyak sekali,membelah kayu, mencari rumput ,menyapu, mengambil air dan masih banyak lagi yang lainnya "ucap Ratih.
"Berat juga ya jadi Jaka,coba kalau di sini pasti dia tidak akan menderita begitu "ucap Sinta.
"Kenapa kak Sinta berkata begitu , jangan jangan kak Sinta suka pada Jaka"ucap Ratih, sedikit cemas.
"Mmmm gimana ya... kalau aku suka boleh tidak Ratih "tanya Sinta.
"kok bertanya sama saya,kak Sinta bisa kok tanya langsung ke orang nya"ucap Ratih.
"Tapi apa kak Sinta tidak malu suka sama tukang kuda"ucap Ratih.
"Dengar Ratih semenjak aku di sembuhkan oleh Jaka,aku berjanji pada diriku sendiri untuk mengabdi hidupku untuk jaka apa pun keadaan dia aku tidak perduli ucap Sinta penuh dengan keseriusan.
"Celaka kalau begitu"ucap Ratih dalam hati seperti ada perasaan tidak rela.
Karena keasikan mengobrol tidak sadar mereka sudah di hadapan tetua Sanjaya.
Ratih pun langsung mengatakan maksud dan tujuannya itu, mendengar penjelasan Ratih itu tetua Sanjaya langsung terkejut karena kedatangan Ratih di perintah oleh tetua sekte langit.
Sanjaya merasa beruntung dapat perhatian dari tetua sekte langit, yang merupakan sekte terkuat dan paling disegani di seluruh penjuru benua.
__ADS_1
kemudian Sanjaya pun mengumumkan pada seluruh para muridnya untuk bersiap-siap berangkat ke sekte Elang Putih.