
"Ini benar benar sangat aneh kenapa ada penyusup datang ke istana ini, apakah ini suatu kebetulan atau memang ada hubungannya dengan pangeran Bratadewa"gumam Senopati Dewangga.
" Sebaiknya Gusti prabu fokuskan pada penyembuhan pangeran Bratadewa, biarlah penyusup itu hamba yang tangani"ujar Senopati Dewangga.
"Ya kau benar Dewangga, kita memang harus memikirkan penyembuhan untuk Bratadewa "ucap raja Dewantara.
Disaat mereka sedang berbincang bincang itu datanglah seorang lelaki tua dengan rambutnya yang memutih panjang terurai dan berpakaian layaknya pendeta dia adalah ki Lawu,guru dari Senopati Dewangga, orang itu dinamakan ki Lawu karena tinggal dan bertapa di kaki gunung Lawu sehingga orang orang dunia persilatan menyebutnya Ki Lawu.
Empat puluh tahun yang lalu Ki Lawu pernah membuat geger dunia persilatan karena sepak terjangnya yang urakan serta kejam terhadap para musuh musuhnya.
Siapa pun yang berani menyinggungnya pada masa itu harus mati di tangannya, sehingga orang orang harus berfikir dua kali sebelum berurusan dengannya.
Namun setelah ia dapat di kalahkan oleh Jaya Dipa dalam sebuah pertarungan yang merupakan tetua Sekte langit saat itu ,ia lalu memilih untuk mengasingkan dirinya di gunung Lawu dan hanya sesekali pergi ke dunia luar dan mengubah sikapnya.
Melihat orang yang datang itu Senopati Dewangga langsung berlari menghampirinya seraya memberikan hormat kepada orang tua itu.
"Selamat datang di istana Sangguling guru"ucap Senopati Dewangga.
Ki Lawu menganggukkan kepalanya menerima sembah hormat dari muridnya itu .
"Gusti prabu dan tuan putri ini Ki Lawu guru hamba "ucap Senopati Dewangga memperkenalkan gurunya pada raja Dewantara dan putri Candra Kirana.
"Hormat saya Gusti prabu dan tuan putri"ucap Ki Lawu.
"Selamat datang di istana Sangguling Ki Lawu"ucap raja Dewantara dan putri Candra Kirana
"Terima kasih Gusti prabu dan tuan putri atas sambutannya"ucap Ki Lawu.
"Aku merasa senang atas kehadiran ki Lawu di istana ini, pasti ki lawu sudah tahu kenapa saya mengundang ki Lawu kemari "ucap raja Dewantara.
"Benar Gusti prabu, sekarang juga saya akan memeriksa keadaan pangeran Bratadewa "ucap Ki Lawu.
"Kalau begitu sekarang juga saya antar ki Lawu ke kamar Bratadewa "ucap raja Dewantara.
"Baik Gusti prabu "ucap Ki Lawu.
Raja Dewantara berserta putri Candra Kirana kemudian membawa Ki Lawu menuju ke kamar Bratadewa tidak ketinggalan pula Dewangga juga ikut serta.
Sesaat kemudian mereka berempat pun tiba di kamar pangeran Bratadewa.
"Silahkan Ki Lawu"ucap raja Dewantara .
"Baik Gusti prabu"ucap Ki Lawu, kemudian ia segera memeriksa keadaan pangeran Bratadewa yang tengah berbaring itu.
Melihat luka yang di derita oleh pangeran Bratadewa itu Ki Lawu langsung terperanjat, karena ia tahu betul pangeran Bratadewa terkena pukulan apa.
"Hmmmm.... sepertinya aku pun merasa tidak mampu untuk mengobati luka pangeran Bratadewa ini"gumam Ki Lawu dalam hati
Kemudian ia segera memberikan sebuah bubuk pada luka pangeran Bratadewa,biar pun tidak dapat menyembuhkannya tapi cukup untuk membuat lukanya tidak terlalu membusuk.
"Bagaimana keadaan Bratadewa ki Lawu"tanya raja Dewantara.
Ki Lawu hanya menggelengkan kepalanya, kemudian berdiri dan berjalan menghadap ke arah raja Dewantara.
"Maaf Gusti prabu saya tidak sanggup untuk menyembuhkan luka yang di alami oleh pangeran Bratadewa"ucap Ki Lawu dengan nada berat.
"Memangnya dia terkena pukulan apa ki Lawu, kenapa kau sampai tidak sanggup untuk menyembuhkannya"tanya raja Dewantara dengan rasa cemas.
"Pangeran Bratadewa terkena pukulan pencakar langit Gusti prabu "ucap Ki Lawu.
"Apa.... pencakar langit, bukan kah jurus itu telah musnah sejak lama ki Lawu "ucap raja Dewantara dengan terkejut.
"Saya pun juga berfikir demikian, sejak Jaya Dipa meninggal dan Dewi kebahagiaan juga meninggal saya kira jurus itu juga ikut sirna seiring dengan kepergian mereka berdua,tapi nyatanya pangeran Bratadewa terkena pukulan jurus itu"ucap Ki Lawu.
"Apakah Ki Lawu yakin kalau Bratadewa terkena pukulan jurus itu"tanya raja Dewantara seolah kurang yakin.
"Saya berani jamin dengan nyawa saya Gusti prabu, luka pangeran Bratadewa itu benar akibat pukulan jurus pencakar langit Gusti"ucap Ki Lawu.
Senopati Dewangga dan putri Candra Kirana yang mendengar penjelasan dari Ki Lawu itu hanya terdiam tanpa kata.
"Apakah tidak ada seorang pun yang bisa menyembuhkan luka Bratadewa itu ki Lawu"tanya raja Dewantara.
"Ada Gusti tapi...
"Tapi kenapa ki Lawu"tanya raja Dewantara.
__ADS_1
"Orang yang bisa menyembuhkan luka pangeran Bratadewa adalah orang yang mempunyai jurus pencakar langit itu sendiri Gusti prabu"ucap Ki Lawu.
"Apa selain itu tidak ada cara lain Ki Lawu"tanya raja Dewantara.
Ki Lawu menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan raja Dewantara itu.
"Kalau begitu aku akan mengerahkan seluruh pasukan untuk menyerang Sekte Langit Ki Lawu untuk membawa jaka kemari"ucap raja Dewantara.
"Apakah Gusti prabu sudah mempertimbangkan konsekuensinya jika menyerang sekte itu"tanya Ki Lawu.
"Ya..Ki Lawu bagaimana pun juga aku harus membalaskan dendam untuk Bratadewa"ucap raja Dewantara.
"Ampun Gusti prabu, jika kita menyerang sekte langit korban di pihak kita tidak akan sedikit jumlahnya dan ini akan sangat menguntungkan bagi kerajaan Tataran yang selama ini menjadi seteru abadi kita"ucap Senopati Dewangga.
"Paman Dewangga benar ayah, jika orang orang kerajaan Tataran mendengar kita menyerang sekte langit , pasti mereka akan mengambil keuntungan untuk menyerang kerajaan ini"ucap putri Candra Kirana.
"Kurang ajar,lalu bagaimana baiknya menurut mu Dewangga "tanya raja Dewantara dengan kesal.
"Jalan satu satunya adalah kita mendatangi Sekte langit secara baik baik meminta orang yang bernama Jaka itu untuk mengobati pangeran Bratadewa gusti prabu "ucap Dewangga.
"Benar yang dikatakan dewangga Gusti prabu "ucap Ki Lawu.
"Baiklah jika itu yang terbaik menurut kalian, Candra Kirana ,besok kau pergilah ke sekte langit dan meminta baik baik pada tetua sekte untuk membawa orang yang bernama Jaka kemari itu kemari,aku percayakan tugas ini pada mu"ucap raja Dewantara.
"Baiklah ayah,aku akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,tapi jika mereka menolak bagaimana ayah "tanya putri Candra Kirana.
"Jika mereka minta syarat atau menginginkan sesuatu berikan apa pun yang mereka minta asal kau dapat membawa orang yang bernama Jaka itu kemari"ucap raja Dewantara.
"Baik ayah "ucap putri Candra Kirana.
"Dewangga sekarang juga aku ingin kau hukum Sujiwo dan ketiga Senopati lainnya yang waktu itu mengawal Bratadewa jebloskan mereka ke penjara "perintah raja Dewantara.
"Baik Gusti prabu "ucap Dewantara.
"Ki Lawu apakah menurut mu tetua sekte langit akan membiarkan Jaka datang kemari"tanya raja Dewantara, setelah kepergian Senopati Dewangga dari hadapannya.
"Menurut ku Orang yang bernama Jaka itulah tetua sekte langit Gusti prabu"ucap Ki Lawu.
"Jadi Ki Lawu juga berfikiran kalau Jaka itu ketua sekte langit "tanya raja Dewantara.
"Ternyata tembakkan saya selama memang benar kalau Jaka itu merupakan tetua sekte langit "ucap raja Dewantara.
"Maaf Gusti prabu kalau boleh hamba mau menyarankan sesuatu pada Gusti prabu "ucap Ki Lawu.
"Tidak perlu sungkan katakan saja Ki Lawu "ucap raja Dewantara.
"Sebaiknya Gusti prabu jangan pernah lagi membuat urusan dengan sekte langit, karena akibatnya bisa seperti pangeran Bratadewa "ucap raja Dewantara.
"Jadi menurut Ki Lawu aku harus tunduk pada sekte langit begitu "ucap raja Dewantara merasa tidak senang.
"Maaf Gusti prabu, bukan maksud saya seperti itu"ucap Ki Lawu.
"Lalu apa maksud dari ucapan Ki Lawu tadi "tanya raja Dewantara.
"Begini Gusti prabu, sebaiknya kita menjalin hubungan baik dengan sekte itu, karena akan sangat menguntungkan jika Gusti prabu bisa menjalin persahabatan dengan sekte langit "ucap Ki Lawu.
"Tapi setelah kejadian seperti ini apakah masih perlu menjalin persahabatan dengan sekte itu Ki Lawu "ucap raja Dewantara mempertanyakan ucap ki lawu itu.
"Ku akui memang sulit Gusti setelah kejadian ini, tapi jika nanti orang yang bernama Jaka itu mau mengobati pangeran Bratadewa, saya harap Gusti prabu mau mempertimbangkannya "ucap Ki Lawu.
"Benar Ki Lawu,sikap ku pada sekte langit tergantung pada nasib Bratadewa nanti "ucap raja Dewantara.
"Jika begitu saya mohon diri Gusti prabu "ucap Ki Lawu , terus pergi meninggalkan raja Dewantara.
Setelah pergi dari hadapan prabu Dewantara Ki Lawu kemudian menemui dewangga dan mengatakan padanya bahwa dirinya untuk keluar melihat lihat suasana sekitar kerajaan Sangguling.
Ki Lawu lalu keluar istana menuju ke sebuah kedai di pinggir jalan dan memesan makanan dan minuman sambil menikmati suasana di sekitar tempat itu.
Di saat Ki Lawu tengah duduk menunggu makanan yang di pesannya tiba-tiba datang seseorang menghampirinya.
"Maaf pak tua bolehkah aku duduk di sini "ucap seseorang yang tidak lain adalah Jaka.
Ki Lawu hanya mengangguk mendengar ucapan Jaka itu tanpa memandang kehadirannya.
"Kalau boleh saya tahu siapakah nama pak tua ini"ucap Jaka sambil meneguk minumannya.
__ADS_1
"Apalah arti sebuah nama anak muda,kau cukup memanggil ku pak tua saja"ucap Ki Lawu.
"Jika begitu baiklah ,pak tua juga cukup memanggil ku dengan anak muda saja"ucap Jaka seraya membetulkan posisi duduknya.
"Jika saya lihat raut muka pak tua ini, sepertinya pak tua sedang memikirkan sesuatu yang berat"ucap Jaka.
"Kurang ajar pemuda ini siapa dia sebenarnya, kenapa dia bisa menebak isi pikiran ku"batin Ki Lawu.
"Haaa.....haaa....haa...aku sungguh kagum dengan kemampuan mu yang mampu menebak pikiran ku anak muda,tapi apakah kau tahu sedang berbicara dengan siapa hah"ucap Ki Lawu dengan kesal.
"Bagi ku berbicara dengan siapa pun sama saja pak tua"ucap Jaka sambil menyangga dagu dengan kedua tangannya.
"Sepertinya anak muda seperti mu harus di ajari sopan santun untuk bisa menghargai orang yang lebih tua"ucap Ki Lawu tersulut emosinya dengan perkataan Jaka itu.
Ki Lawu kemudian melayangkan tinjunya ke arah Jaka yang di sampingnya itu untuk memberikan pelajaran padanya.
Hiiiiaaaat... dess... pukulan tangan ki Lawu melayang ke arah Jaka, namun dengan sigap Jaka langsung menangkap tangan Ki Lawu.
"Rupanya pemuda ini punya sedikit kemampuan maka berani bertingkah di hadapan ku,aku ingin tahu berapa lama kau mampu menahan tangan ku ini"batin Ki Lawu,lalu ia mengerahkan kekuatannya untuk menekan Jaka, merasakan kekuatan pak tua di depannya makin lama makin kuat Jaka segera meningkatkan tenaga dalamnya.
Mereka berdua diam diam saling beradu kekuatan tanpa di ketahui oleh orang orang di sekitarnya.
Ki Lawu terkejut mendapatkan perlawanan dari jaka itu,ia benar benar tidak menyangka kalau pemuda yang tampak biasa-biasa itu ternyata mampu mengimbangi kekuatannya.
Ki Lawu kemudian melipat gandakan kekuatannya sampai ke puncak , rasa tegang pun nampak menghiasi wajah tuanya itu.
"Rupanya pak tua ini ingin menguji ku , baiklah aku tidak akan mengecewakannya"gumam Jaka sembari menambah kekuatannya.
Udara panas menyelimuti tempat mereka berdua berada yang makin lama makin menjadi sangat panas.
"Sial aku benar benar dapat di tekan olehnya "batin Ki Lawu.
Kursi yang menjadi tempat duduk mereka berdua tampak bergoyang goyang akibat tenaga dalam yang mereka kerahkan rasanya seperti di landa lindu di sekitar tempat itu.
Wajah tegang dan keringat dingin semakin terlihat mengucur di kedua orang itu asap tipis pun mulai terlihat mengebul akibat benturan tenaga dalam yang mereka keluarkan.
Duuuaaarrr...... tempat yang mereka berdua tiba-tiba meledak seketika, Jaka dan Ki Lawu sama sana terpental dua tombak , namun ki Lawu terjatuh akibat tidak bisa menguasai dirinya sedangkan Jaka yang juga terpental itu masih sanggup menguasai dirinya hingga tidak sampai terjatuh.
Ki Lawu segera berdiri dengan merasakan sesak di dadanya.
"Kau tidak apa apa pak tua"tanya Jaka sambil menghampiri Ki Lawu.
"Aku sungguh terkesan dengan kemampuan mu anak muda, setelah lama meninggalkan dunia persilatan aku tidak menyangka jika aku langsung di buat terkejut oleh mu"ucap Ki Lawu.
"Pak tua tidak perlu berlebihan seperti itu,saya kira pak tua tadi belum mengerahkan seluruh kekuatannya , karena mau memberikan muka pada saya yang masih muda ini"ucap Jaka dengan merendahkan dirinya.
"Tidak anak muda justru aku yang tidak bisa memberi muka pada diri ku sendiri, karena tidak tahu tingginya gunung di hadapan ku"ucap Ki Lawu.
"Sudahlah pak tua tidak perlu bersikap seperti itu,mari kita duduk di sana "ucap Jaka.
Ki Lawu diam diam merasa kagum dengan sikap pemuda di depannya itu,ia pun lalu menurut dengan ajakan jaka itu.
Kemudian mereka berdua pun duduk di kursi yang kain karena kursi yang mereka duduki tadi sudah hancur.
"Pelayan cepat sajikan makanan untuk aku dan pak tua ini"ucap Jaka.
"Baik ruan mohon tunggu sebentar "ucap pelayan itu.
"Aku sungguh terkesan dengan mu anak mudah , kau masih sangat muda tapi kemampuan mu sungguh jauh di atas ku "ucap Ki Lawu.
"Sudahlah pak tua jangan bahas soal itu lagi sebaiknya mari kita nikmati makanan yang sebentar lagi akan datang "ucap Jaka.
"Haaa.....haaaa.....baru kali ini aku bertemu dengan orang seperti mu anak muda "ucap Ki Lawu.
Tak lama kemudian makanan yang Jaka pesan pun tiba-tiba.
"ini makannya tuan "ucap pelayan itu.
"Pak tua silahkan "ucap Jaka sambil menyodorkan makanan itu padanya.
"Baiklah, terima kasih anak muda mari kita makan"ucap Ki Lawu.
Mereka berdua pun akhirnya menikmati makanan itu bersama dengan lahapnya.
Di tengah asyik mereka berdua menikmati makanan secara tiba-tiba datanglah Senopati Dewangga di hadapan mereka.
__ADS_1