
"Pergilah ke neraka"teriak Rawa Candra sambil mengirimkan tendangan kilat petir nya dess.....dess.... Rawa Candra menyerangnya secara bertubi-tubi hiiiiaaaat......deesss..... duuuaaarrr....... meledak lah Kamandaka oleh tendangan kilat petir Rawa Candra itu.
Bau sangit daging terbakar pun tercium menusuk hidung setelah Kamandaka terbakar dan meledak oleh salah satu serangan andalan dari Rawa Candra.
Setelah mengalahkan Kamandaka Rawa Candra pun terjatuh karena kelelahan.
"Rawa Candra"teriak Banjar Samudra ketika melihat Rawa Candra terbaring di tanah.
"tuan Banjar cepat kau tolong tuan Rawa Candra, sepertinya mereka tidak akan melakukan berlawanan setelah melihat pemimpin mereka terbunuh"ucap melati, sambil waspada dengan sisa pasukan pemburu yang ada di depannya.
"Baiklah aku akan melihat keadaan Rawa Candra nona"ucap Banjar Samudra, kemudian melesat cepat meninggalkan melati.
"Kalau kalian ingin melanjutkan pertarungan ini baiklah akan aku layani sampai akhir"ucap melati kepada pasukan pemburu itu.
Melihat tewasnya pemimpin mereka para pasukan pemburu pun menoleh ke arah teman temannya seperti minta pendapat.
"Kita tidak bisa kembali pada tuan Sanca, kembali berarti mati"ucap salah satu orang dari pasukan pemburu itu.
"Kalau begitu baiklah kita bertempur sampai akhir"jawab temannya.
Kemudian mereka mengambil sesuatu dari balik bajunya dan segera menelannya yaitu pil kekuatan (pil pembakar jiwa),pil yang sama yang di makan oleh Kamandaka tadi.
Pasukan pemburu yang tersisa dua ratus orang itu pun langsung menelan pil itu secara bersamaan sama.
"Apa yang mereka lakukan"tanya melati kepada dirinya sendiri.
Hiiiiaaaat...... hiiiiaaaat....para pasukan pemburu itu mengeluarkan aura kekuatan yang sangat kuat setelah memakan pil itu.
"Rupanya mereka memakan pil pembakar jiwa"ucap melati.
"Kalian cepat mundur jauh jauh dari sini "ucap melati kepada pasukan sekte langit yang masih tersisa dua orang itu.
"Baik nona"ucap kedua orang itu.
"Kita hadapi mereka bersama sama nona melati "ucap Banjar Samudra langsung kembali setelah menolong Rawa Candra.
"Sepertinya ini tidak mudah tuan Banjar"ucap melati setelah merasakan kekuatan pasukan pemburu itu.
"Kau benar ,tapi aku yakin kita mampu mengalahkan mereka"ucap Banjar Samudra.
"Benar,mari kita hancurkan mereka tanpa sisa"ucap melati.
"seraaaaang....."teriak salah satu pasukan pemburu itu memberikan aba aba.
Para pasukan pemburu itu langsung melesat cepat menyerang melati dan Banjar Samudra yang ada depannya.
Melati dan Banjar Samudra langsung melesat menyambut kedatangan mereka dengan pedangnya wuuuuus....... dess....des... braaak.....satu....dan...dua pasukan pemburu itu dapat di jatuhkan melati .
Banjar Samudra mengumbar pukulan maut wuuuuus... duuuaaarrr.... duuuaaarrr... mereka pun kembali berjatuhan, namun tanpa sepengetahuannya tiba-tiba sebuah pukulan tepat mengenai dirinya deess........ Banjar Samudra pun terlempar dan jatuh mencium tanah.
"Kurang ajar"ucap melati melihat Banjar Samudra dapat di pukul jatuh.
Melati segera meningkatkan tenaga dalamnya sampai ke puncak batasannya hiiaaaat..... luapan tenaga dalamnya membuat para pasukan pemburu itu langsung terpental wees...wess....
melati langsung melepaskan pukulan dahsyat ke arah mereka wes....wes..... duuuaaarrr... duuuaaarrr...... duuuaaarrr...duuuaaarrr.... bagaikan letusan gunung Merapi pukulan yang Melati lepaskan itu,
hingga membuat mereka semua langsung terkapar berjatuhan dengan nyawa meninggalkan badannya.
Itulah jurus pamungkas Melati pukulan penghancur gunung, yang hanya di miliki oleh pasukan khusus sekte langit.
Huuuuh.......huuuuh.... terdengar nafas melati tersengal sengal setelah melepaskan tenaga dalam yang begitu besar.
"nona tidak apa apa"tanya salah satu dari pasukan sekte langit itu.
"Aku baik baik saja, bagaimana keadaan tuan Banjar Samudra dan tuan Rawa Candra.
"Kami tidak apa apa nona "ucap Banjar Samudra sambil berjalan ke arah melati dengan memapah Rawa Candra.
"Benar benar pasukan yang merepotkan, untungnya saja para pasukan itu tidak memiliki kekuatan seperti pemimpinnya,
seandainya mereka memiliki kekuatan sama seperti pemimpinnya dan di tambah dengan makan pil pembakar jiwa itu aku tidak yakin dapat mengalahkan mereka "ucap Melati.
"Nona benar , Sekte serigala api memang penuh dengan kejutan "ucap Banjar Samudra.
"Sebaiknya kita cepat tinggalkan tempat ini, tidak mustahil jika akan datang pasukan yang lainnya "ucap melati.
Melati dan yang lainnya pun segera meninggalkan tempat itu menyusul Ratih.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Ratih pun sampai di sebuah kota yang lumayan cukup ramai nama kota itu adalah kota bintang timur.
Kota bintang timur adalah kota yang cukup ramai dan sudah cukup maju di mana para penduduk kota itu bekerja sebagai penempa besi .
Mereka menempa besi khusus untuk membuat senjata mulai dari,keris,tombak, golok pisau dan yang lainnya,maka tidak heran jika kota itu terkenal dengan nama julukan kota segala senjata.
Karena hari sudah mulai malam Ratih pun segera mencari tempat untuk beristirahat sambil menunggu kedatangan melati.
Ratih segera turun dari kudanya dan melangkah menuju orang orang yang sedang berkerumun yang tidak jauh dari dia berhenti , rupanya orang yang sedang berkerumun itu adalah orang yang sedang berjaga malam petugas keamanan
"permisi tuan saya mau bertanya"ucap Ratih.
"Ada apa nona"jawab seorang petugas keamanan itu.
"Di mana saya bisa menemukan penginapan tuan "tanya Ratih.
"Di ujung sana nona,di situ banyak orang yang menyediakan jasa penginapan"jawab petugas keamanan itu.
"Kalau begitu mau kah tuan menunjukannya kepada saya karena saya dan teman teman kemalaman di jalan "ucap Ratih.
"Baiklah nona mari saya antar ke sana"ucap petugas keamanan itu.
Ratih pun kemudian membawa kereta itu mengikuti orang petugas keamanan itu menuju ke tempat penginapan.
Tidak membutuhkan waktu lama Ratih pun sampai di penginapan yang maksud orang petugas keamanan itu.
"Ini tempatnya nona silahkan"ucap petugas keamanan itu.
"Oh ya tuan,jika nanti ada orang yang menanyakan keberadaan saya, tolong katakan saya berada di sini "ucap Ratih.
"Baik nona"jawab orang itu.
__ADS_1
"Saya ucapkan terima kasih atas kebaikan tuan "ucap Ratih.
"Sama sama nona"jawab orang itu kemudian kembali kepada teman temannya.
Ratih pun bergegas masuk ke dalam penginapan menemui untuk kasir dan memesan tiga kamar.
Setelah memesan kamar Ratih kemudian memerintahkan pengemudi kereta yang merupakan murid dari sekte Langit itu untuk menurunkan semua orang yang ada dalam kereta itu dan membawa masuk ke dalam kamar.
Raja Dewantara, pangeran Bratadewa dan putri Candra Kirana di masukan dalam satu kamar, Senopati Dewangga,Ki Lawu dan Patih Lembu Kanigara dalam satu kamar, sedang kan Jaka di tempat kan terpisah dari mereka .
Malam pun semakin lama semakin larut dengan perasaan cemas Ratih masih menunggu kedatangan melati sambil menemani Jaka yang masih berbaring lemah di kamarnya.
"Kasihan sekali kamu bodoh demi menyelamatkan putri Candra Kirana sampai membuat mu luka parah begini"ucap melati sambil memandang jaka dengan rasa iba.
Ratih mondar mandir tidak bisa tenang menunggu kedatangan melati,ia tidak ingin terjadi sesuatu apa apa pada melati, karena melati lah orang yang dapat di andalkan pada saat ini.
Untuk mengurangi rasa cemas di hatinya Ratih segera pergi ke luar kamarnya lalu menuju ke sebuah kedai yang berdampingan dengan penginapan tempat ia menginap.
"Rupanya kedai ini semakin malam semakin ramai"gumam Ratih, kemudian mengambil tempat duduk dan memesan minuman serta makanan kecil sambil menunggu kedatangan melati.
"Besok di rumah tuan Atmaja akan di adakan pelelangan apakah kamu mau lihat acara pelelangan itu"ucap salah satu orang pengunjung kedai kepada teman sebangkunya.
"Sudah pasti aku ingin mencari senjata yang bagus siapa tahu aku bisa mendapatkannya di sana"ucap temannya itu.
Ratih yang mendengar perkataan dari dua pengunjung kedai itu merasa tertarik kemudian mendekati mereka.
"Bolehkah saya ikut duduk di sini tuan "ucap Ratih.
"Oh silahkan nona "ucap kedua orang itu.
"Saya sedikit tertarik mendengar ucapan tuan tadi mengenai pelelangan itu"ucap Ratih.
"Jika nona tertarik besok nona bisa datang ke tempat pelelangan di rumah tuan Atmaja tidak jauh kok jarak nya dari sini "ucap orang itu.
"Memangnya barang apa saja kira kira yang ada di pelelangan itu "tanya Ratih.
"Oh bermacam macam nona , tapi yang saya dengar ada satu barang yang begitu istimewa di pelelangan itu "ucap salah satu orang pengunjung kedai itu.
"Apa itu tuan"tanya Ratih merasa tertarik.
"Pil seratus tahun"ucap orang tadi itu.
"Pil seratus tahun memangnya apa istimewanya pil itu tuan"tanya Ratih.
"pil seratus tahun adalah pil yang di buat oleh seorang ahli obat dari negeri seberang yang mana pil itu mampu menyembuhkan penyakit apa pun dalam waktu singkat orang negeri seberang biasanya menyebut pil itu dengan sebutan pil dewa"ucap orang itu.
"Apakah benar seampuh itu tuan "tanya Ratih semakin penasaran dan kurang percaya.
"Benar nona , karena rumah lelang tuan Atmaja tidak pernah menawarkan barang yang omong kosong, semua barang yang di tawarkan di sana adalah barang barang yang bermutu tinggi dan berkualitas "ucap orang itu.
"Baiklah besok aku harus mendapatkan barang itu apa pun yang terjadi,ini demi kesembuhan si bodoh itu"ucap Ratih dalam hati.
"Apa kira kira saya bisa mendapatkan barang itu tuan "tanya Ratih.
"Bisa tidaknya nona mendapatkan barang itu,
ya tergantung banyaknya uang yang nona punya,sebab untuk barang utama itu pasti banyak orang yang menginginkannya,
"Oh..jadi begitu "ucap Ratih, maklum lah karena Ratih belum pernah mengikuti acara pelelangan seperti itu.
Karena keasyikan mengobrol tanpa terasa malam pun hampir pagi,
karena mulai mengantuk Ratih kemudian berpamitan kepada dua orang itu untuk kembali ke penginapan.
...----------------...
Pagi harinya orang orang pun sudah mulai ramai berdatangan di rumah lelang Atmaja , kebanyakan orang yang datang itu dari golongan para pendekar dan tetua sekte sedang orang biasa hanya segelintir orang saja.
Tidak mau ketinggalan di acara pelelangan itu Ratih segera buru buru menuju ke tempat itu dengan membawa semua persediaan uangnya.
Sebelum pergi Ratih tidak lupa berpesan kepada murid sekte Langit untuk menjaga Jaka dan yang lainnya.
Ratih langsung melesat cepat menggunakan ilmu ringan tubuhnya hingga dalam waktu singkat saja ia sudah tiba di tempat itu.
"Ternyata ramai juga acara pelelangan ini "ucap Ratih ketika melihat banyak orang yang datang.
Tanpa pikir panjang ia pun bergegas masuk ke dalam rumah pelelangan itu, setelah di dalam ia begitu terkejut melihat tempat itu sudah penuh dengan orang orang.
Tidak ingin kehilangan barang yang di incar nya ia pun terus menerobos orang orang yang berdiri desak desakan dan akhirnya ia pun sampai di barisan paling depan.
"Sebelum acara lelang di mulai aku ingin mengucapkan selamat datang atas kehadiran tuan tuan dan nyonya nyonya, seperti biasa setiap sebulan sekali rumah lelang Atmaja selalu mengadakan pelelangan barang barang istimewa yang sudah tentu tuan dan nyonya tahu bahwa barang yang di jual di pelelangan ini ada barang yang bermutu tinggi dan terbukti keasliannya"ucap Atmaja pemilik rumah lelang itu.
"Tidak perlu berlama-lama lagi saya akan mulai acara pelelangan ini"ucap Atmaja.
Semua orang yang hadir di situ sudah tidak sabar ingin tahu barang apa saja yang akan di tampilkan dalam acara pelelangan itu.
"Barang pertama yang akan di lelang adalah baju besi,baju besi ini tidak akan tembus atau pun sobek oleh senjata apa pun, harganya mulai dari dua puluh keping emas "ucap Atmaja.
"Dua puluh dua keping emas "ucap salah satu pengunjung itu,
"Dua puluh lima keping emas "ucap pengunjung yang lain.
"tiga puluh keping emas"ucap seorang wanita yang berdiri di depan paling ujung .
"Ada yang ingin menawar lagi "ucap Atmaja.
semua Orang orang pun tampak diam tidak ada yang berani menawar lagi.
"Baiklah jika tidak ada yang berani menawar lagi berarti baju besi ini jatuh ke tangan Dewi racun"ucap Atmaja.
"Baiklah kita lanjutkan untuk barang yang kedua yaitu pedang halilintar, pedang ini adalah pedang langka yang merupakan pedang ampuh yang bisa menebas apa pun karena pedang ini dibuat oleh seorang empu kenamaan yang bernama empu Kresna, harganya di mulai dari dua puluh lima keping uang emas "ucap Atmaja.
para pengunjung pun segera saling menawar sesuai kemampuan kantong mereka hingga akhirnya pedang halilintar itu jatuh ke tangan seorang paruh baya yang bernama Pranaraja.
"Saya ucapkan selamat kepada tetua sekte bintang timur tetua Pranaraja"ucap Atmaja.
Acara pelelangan pun terus berlanjut dan akhirnya sampai juga di barang yang berakhir yaitu pil seratus tahun atau pil dewa.
Ratih pun begitu bersemangat setelah pelelangan itu memasuki babak akhir karena inilah saat yang ia tunggu tunggu.
__ADS_1
Semua orang memandang tanpa berkedip ketika melihat pil seratus tahun itu di keluarkan.
"Sungguh pil yang begitu sempurna dan ajaib"ucap tetua Pranaraja, setelah melihat pil yang memancarkan cahaya keemasan itu.
"Harga untuk pil ini di mulai dari lima puluh keping uang emas , silahkan penawaran di mulai"ucap Atmaja.
Orang orang yang tidak mempunyai banyak uang hanya terdiam dan tidak berai membuka mulut mereka untuk menawar.
"Gila langsung lima puluh keping emas"ucap seseorang pengunjung dengan rasa tidak percaya.
"Lima puluh lima keping uang emas"ucap Dewi racun,
enam puluh uang emas "ucap Ratih.
"Siapa gadis kecil itu berani menyela tawaran ku"ucap Dewi racun sambil menatap ke arah Ratih.
"Enam puluh lima uang emas,"ucap tetua Pranaraja.
"Sialan tetua Pranaraja tampaknya juga tertarik dengan pil itu "ucap Dewi racun merasa tidak senang.
"Tujuh puluh uang emas "ucap Dewi racun.
"Tujuh puluh lima uang emas "ucap Ratih,
"kurang ajar rupanya dia belum tahu siapa aku"ucap Dewi racun merasa tersinggung oleh tawaran Ratih.
"Saya harap tetua Sekte bintang timur itu tidak ikut ikutan menawar lagi "ucap Ratih.
Pranaraja yang saat itu berdiri tidak jauh dari Rati tersenyum mendengar ucapan Ratih itu .
"delapan puluh uang emas "ucap Dewi racun, sambil menoleh kepada Ratih ingin tahu apakah dia berani menawar lagi.
"Seratus uang emas "ucap Ratih merasa tertantang oleh wanita yang bernama Dewi racun itu.
"Seratus lima puluh uang emas "ucap Dewi racun tidak mau kalah.
"Celaka kalau wanita racun itu sampai menawar terus, "ucap Ratih.
pertarungan penawaran Ratih dan Dewi racun pun terus berlanjut hingga menginjak angka yang ke lima ratus keping uang emas tawaran yang di layangkan oleh Dewi racun.
Ratih pun tidak bisa berbuat banyak karena uangnya sudah tidak cukup lagi untuk melakukan penawaran rasa kesal dan kecewa pun nampak di wajah nya.
"Maafkan aku bodoh,aku tidak bisa mendapatkan pil itu"ucap Ratih dengan putus asa.
"Enam ratus keping uang emas"ucap seseorang dengan tiba-tiba.
Orang orang yang ada di pelelangan itu pun terbelalak mendengar tawaran orang yang baru datang itu, karena berani menaikkan tawaran langsung seratus.
Ratih yang mengenali suara orang itu segera membalikkan badannya,
"Kak Arini dan Melati"ucap Ratih dengan perasaan lega setelah melihat kedatangan mereka berdua.
.
"enam ratus lima puluh keping uang emas " ucap Dewi racun.
"Aku ingin tahu apakah dia mampu menawar lagi "ucap Dewi racun.
"Seribu keping uang emas "ucap Melati.
"ini benar benar gila , orang kaya dari mana yang mempunyai uang sebanyak itu" celetuk seorang pengunjung.
"Apakah Dewi racun mau menaikkan tawarannya lagi"tanya Atmaja
Dewi racun menggelengkan kepala ia sudah tidak mampu lagi untuk melakukan penawaran.
"Aku mundur tuan Atmaja"ucap Dewi racun dengan geram .
"Kalau begitu pil seratus tahun ini jatuh ke nona itu"ucap Atmaja menunjuk ke arah melati dan Arini.
Kemudian Ratih pun menghampiri Arini dan Melati yang berada di belakangnya.
"Untuk saja kalian berdua datang kemari kalau tidak aku tidak akan bisa mendapatkan barang itu"ucap Ratih.
"Makanya lain kali kalau kamu datang ke tempat seperti ini kamu bawalah uang yang banyak jangan hanya mengharapkan keberuntungan"ucap Arini sambil melipat kedua tangannya dengan acuh.
"Akh... kakak ini dari mana aku punya uang banyak , uang itu saja uang pemberian dari sesepuh Paksi untuk perbekalan"ucap Ratih.
"Apa...jadi semua uang perbekalan untuk keperluan tetua selama perjalanan kau habiskan di sini"ucap Arini dengan terkejut.
"terpaksa kakak "ucap Ratih sambil mencubit perut Arini dengan keras.
Aaaaauuu....... Arini pun menjerit kesakitan oleh perbuatan adiknya itu.
"Awas nanti akan aku hajar kamu"ucap Arini.
"Sudah sudah sebaiknya kita bayarkan uang itu untuk menebus pil itu"ucap melati.
Mereka bertiga kemudian menemui tuan Atmaja untuk menyelesaikan pembayaran.
Setelah selesai membayar pil itu kemudian mereka bertiga pun bergegas kembali ke penginapan.
"Tunggu dulu adik kecil aku punya urusan dengan mu"ucap seseorang dari arah belakang mereka.
Mereka bertiga pun segera menoleh ke sumber suara itu berasal.
"Kau orang yang tadi di rumah pelelangan kan"ucap Ratih ketika mengenali orang itu yang tidak lain adalah Dewi racun.
"Benar aku adalah orang yang tadi ada di rumah pelelangan itu"ucap Dewi racun.
"Lalu ada apa kamu menghentikan perjalanan kami bertiga "tanya Ratih.
"Tentu saja aku menginginkan pil itu, cepat kau berikan pil itu secara baik baik pada ku biar masalah ini cepat selesai"ucap Dewi racun.
"Dasar orang tidak tahu malu sudah jelas barang ini milik kami, kenapa kami harus memberikannya kepada mu"ucap Arini tampak kesal.
"Kurang ajar beraninya kau menolak permintaan ku rupanya kau belum tahu siapa aku"ucap Dewi racun.
"Siapa pun kamu aku tidak takut "ucap Arini dengan melotot tajam pada Dewi racun.
__ADS_1
"Ternyata tidak ada cara lain, selain menggunakan kekerasan pada kalian "ucap Dewi racun.