Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Kemunculan pasukan tengkorak iblis


__ADS_3

Jaka melesat cepat dengan membawa Ki Balung waja di pundaknya.


Rasa panik dan khawatir menyelimuti hati dan pikirannya ,ia takut kalau terjadi apa-apa pada Melati dan yang lainnya kalau yang dikatakan oleh Kumbara terjadi apalagi setelah tahu betapa kuatnya pasukan tengkorak iblis yang menyerang sekte Petir api itu.


Ternyata yang dikhawatirkan Jaka itu benar terjadi,Melati dan Dewi pandan Arum serta para murid sedang bertarung dengan para pasukan yang di pimpin oleh Senopati iblis yang bernama Jaran Lejong.


Pasukan yang di bawa Jaran Lejong ternyata mempunyai kemampuan yang sama seperti yang di bawa Kumbara . Walaupun melati dan Dewi pandan Arum sudah membunuhnya dan menghancurkan seluruh tubuhnya tetap saja pasukan itu kembali ke bentuk semula.


Menghadapi musuh seperti itu sungguh melelahkan bahkan merepotkan karena sangat menguras tenaga.


Rasa kesal dan marah terlihat di wajah mereka setelah melihat para murid yang berjumlah dua ratus orang itu sudah tewas semua.


Semula mereka berfikir untuk kabur dari situ tapi setelah mengingat pesan Jaka untuk menjaga keamanan sekte itu, lalu mereka memilih bertahan dan melanjutkan pertarungan walaupun harus nyawa taruhannya yang penting tidak lari meninggalkan tempat itu.


Meskipun keputusan mereka itu terlihat bodoh tapi tidak mengapa bagi mereka lebih baik mati dalam tugas dari pada kabur sebagai pengecut.


Gerakan Melati dan Dewi pandan Arum yang semula cepat serta ganas sekarang terlihat mulai melambat karena banyaknya tenaga yang terkuras.


Pedang melati menari nari di antara para pasukan iblis itu sreeeet... duuuaaarrr dalam satu gerakan saja belasan orang pun langsung berjatuhan.


Padahal di awal pertarungan itu melati mampu menumbangkan sampai puluhan pasukan sebelum tenaganya terkuras.


Begitu pula dengan Dewi Pandan Arum gerakan pedangnya juga mulai terlihat kendur karena mulai kehabisan tenaga.


Melihat gerakan melati dan Dewi pandan Arum yang semakin lambat itu Jaran Lejong tersenyum menyeringai langsung berkelebat menyerangnya dees..dess... serangan cepat Jaran Lejong tak sanggup mereka hindari.Mereka berdua terpental begitu serangan Jaran Lejong dengan telak mengenainya.


Walaupun terpental tapi Dewi Pandan Arum dan melati masih bisa menguasai dirinya dapat berdiri tegak meski pun merasakan sakit pada bagian punggungnya.


"Huuuuh.... Dewi belum terlambat Jika kau mau merubah keputusan mu, pergilah akan aku tahan mereka untuk mu"ucap Melati dengan nafas naik turun.


Dewi pandan Arum tersenyum kecut mendengar itu, baginya sekte bintang Utara adalah rumahnya kalau orang lain bersedia mati untuk melindunginya kenapa dia tidak.


"Dengar Arini , sejak kecil sampai besar di sinilah tempat ku , jadi kau jangan berfikir aku mau meninggalkan pertarungan ini demi keselamatan ku sendiri"kata Dewi Pandan Arum, sambil menatap para pasukan iblis di sekelilingnya.


"Uhmmm.... ternyata di dunia ini begitu banyak terdapat orang bodoh, baiklah mari kita yang bodoh ini bertarung sampai akhir Dewi "ucap Melati.


"Tentu saja Melati, mati pun aku tidak akan menyesal karena melindungi sekte ini"ujar Dewi Pandan Arum.


"Haaa... haaa...mana sikap galak kalian tadi yang mau membunuh ku"ucap Jaran Lejong tertawa penuh kemenangan.


"Jaran Lejong aku akan mengadu jiwa dengan mu"ucap Melati merasa geram.


"Begitu juga dengan aku"ucap Dewi Pandan Arum tidak mau ketinggalan.


"Haa...haaa.... majulah kalian berdua akan aku kirim kalian ke neraka secepatnya"ucap Jaran Lejong tertawa mengejek.


Melati dan Dewi pandan Arum langsung menerjang jaran Lejong.


Jaran Lejong menyunggingkan senyumnya melihat mereka berdua datang ke arahnya, Dewi Pandan Arum langsung melepaskan pukulan Guntur seribunya, wuuuuus...........


Begitu pula dengan Melati ia juga melepaskan pukulannya,wuuuuus......dua pukulan mereka meluncur deras ke arah jaran Lejong yang berdiri tepat di depannya itu.


Jaran Lejong kemudian bergerak cepat slaaaap..... slaaaap..... slaaaap...... duuuaaarrr..... pukulan mereka itu hanya mengenai para pasukan di belakang Jaran Lejong.


Jaran Lejong tiba-tiba sudah berdiri di depan mereka Melati dan Dewi pandan Arum terbelalak melihat kemunculan Jaran Lejong yang tiba-tiba itu.


"matilah kalian berdua hiiiiaaaat.......desss..... dess....pukulan itu tepat mengenai perut Melati dan Dewi pandan Arum sehingga tubuh mereka berdua langsung terpental beberapa tombak jauhnya .


"Gedebuuuk......!!! mereka terjatuh cukup keras dan tidak bisa bangun lagi.

__ADS_1


"Haaa..... haaaa..... pergilah kalian ke neraka hiaaaaat..... Jaran Lejong kembali mengirimkan pukulannya wuuuuus.... duuuaaarrr..... meledaklah tempat mereka berdua jatuh tadi ,hingga tubuh mereka pun terpental semakin jauh.


Jaran Lejong sangat puas melihat mereka berdua yang sudah mati itu, kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghancurkan seluruh tempat itu.


Nasib buruk pun kembali menimpa sekte bintang Utara jerih payah yang dilakukan para murid sekte Langit menjadi sia sia setelah para pasukan jaran Lejong menghancurkan tempat itu kembali.


Padahal pembangunan di sekte itu sebentar lagi jadi sepenuhnya .Dewi Pandan Arum dan melati sempat merasa gembira dengan hal itu tapi apa mau di kata kini bangunan itu telah sepenuhnya hancur kembali bahkan lebih parah dari semula.


Setelah puas melihat kehancuran di sekte itu,Jaran Lejong kemudian melesat pergi dengan membawa pasukannya dari tempat itu.


Nasib buruk pun juga di alami oleh Kalapati dan seluruh muridnya,setelah pasukan tengkorak iblis yang di pimpin Senopati iblis Karadurga menyerang dan mengobrak abrik sekte itu.


Karadurga merupakan salah satu Senopati iblis yang terkuat dan tingkatannya dia atas Kumbara dan Jaran Pada musuhnya Karadurga tidak pernah mempunyai belas kasih, apa lagi sampai mengampuninya,bagi dia cara terbaik bagi seorang musuh adalah kematian.Itulah salah satu sifat Karadurga yang kejam dan tidak mengenal kompromi.


Pemandangan di sekitar sekte itu sungguh memilukan tidak beda dengan yang terjadi di sekte Petir api dan sekte bintang Utara ,di sepanjang halaman terlihat mayat mayat bergelimpangan bau anyir darah begitu menusuk hidung.


Di ruangan dalam terlihat tubuh Kalawuni sudah tidak berbentuk lagi selain tubuhnya penuh darah,kaki dan tangannya pun sudah terpisah dari tubuhnya, padahal waktu itu Kalawuni tidak ikut bertarung karena sedang terluka akibat pertarungannya dengan Jaka.


Pastinya itu perbuatan para pasukan Yang di pimpin oleh Karadurga yang melakukan perbuatan kejam padanya.


Sekte yang selama ini di puji dan di banggakan Kalapati itu sekarang sudah hancur dan rata dengan tanah ,bangunan bangunan yang tadinya megah sekarang pun cuma tinggal puing puing yang berserakan.


Dalam waktu sekejap Saja tiga sekte besar sudah hancur secara bersamaan di hari dan waktu yang sama.Ini menandakan bahwa tidak lama lagi akan terjadi sebuah bencana besar yang menimpa benua itu.


Ketika matahari mulai tenggelam Jaka dan Ki Balung Waja akhirnya tiba di sekte bintang Utara .


Melihat keadaan sekte yang sudah hancur berantakan itu Jaka buru buru menurunkan Ki Balung Waja dari pundaknya.


Jaka berdiri terpaku seperti tidak percaya dengan penglihatan matanya melihat seluruh murid sekte Langit tewas dengan keadaan begitu mengenaskan.


Detak jantung Jaka berdegup kencang menahan kemarahan melihat pemandangan di depan matanya itu. Kebenciannya pada pasukan tengkorak iblis pun semakin memuncak.


"Melati dan Dewi pandan Arum"bisik Jaka teringat pada mereka berdua.


Jaka langsung buru buru mencari mereka di setiap bekas Puing puing reruntuhan.


Jaka mencarinya kesana-kemari sambil mengangkat bekas Puing puing bangunan , ia berfikir melati dan Dewi pandan Arum tertimbun diantara puing-puing itu.


Sementara itu hari sudah semakin gelap tapi Jaka masih terlihat mengacak acak tempat itu untuk mencari mereka berdua.


Rupanya pencarian Jaka itu hanya sia sia belaka, karena tidak menemukan keberadaan mereka.


Jaka kemudian menjatuhkan dirinya dengan berlutut, rasa bersalah dan penyesalan timbul dalam hatinya.ia merasa seperti orang yang tidak berguna melihat sekte bintang Utara di hancurkan dua kali beserta dengan para murid muridnya.


"Tengkorak iblis tunggu pembalasan kuuu....."teriak Jaka sambil mengangkat dua tangannya yang terkepal.


Hati Jaka malam itu sungguh pilu dengan kenyataan yang di hadapinya ,apa lagi jika teringat pada kata-kata Terpasura sebelum dia meninggal, hal itu sungguh menyesakkan dadanya.


"Maafkan aku kakek guru aku tidak bisa melindungi Dewi Pandan Arum dan aku tidak bisa memenuhi janji ku pada mu"ucap Jaka dengan kepala tertunduk dan penuh penyesalan.


Jaka kemudian berdiri dengan langkah gontai berjalan menghampiri Ki Balung Waja yang sedang bersandar di sebuah pohon.


"Ayo Kita kedalam Balung Waja"ucap Jaka sambil menuntun Ki Balung Waja berjalan.


Ki Balung Waja hanya menggelengkan kepalanya melihat kesedihan di wajah Jaka, walau pun dirinya juga sedih dengan keadaan di sektenya sendiri.


Ki Balung Waja merasa sedikit beruntung karena pada saat penyerangan itu Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung sedang pergi ke gunung Kemukus untuk menemui Ranapati pamannya.Ia tidak bisa membayangkan seandainya mereka berdua waktu itu berada di sana.


Jaka kemudian menyandarkan Ki Balung pada kayu bekas dinding, sementara dirinya mengumpulkan potongan kayu untuk membuat api unggun kecil untuk penerangan sekaligus untuk menghangatkan badan.

__ADS_1


Ki Balung Waja memandang ke arah Jaka yang saat itu sedang sibuk mengumpulkan rating ranting kering .


Dalam hatinya ia merasa bersalah dan berhutang budi padanya ,seandainya dia tidak datang sudah dapat di pastikan bahwa dirinya sudah tewas di tangan Kumbara,ia merasa menyesal telah berniat balas dendam padanya dengan mengirimkan guruh Sujiwo dan Arya Lembayung ke gunung Kemukus.


"Bagaimana dengan luka mu Balung Waja"tanya Jaka,


" sudah membaik tetua ,pil yang tadi tetua berikan sangat ampuh sehingga luka ku tidak terasa sakit lagi"ucap Ki Balung Waja.


"Balung Waja aku pernah mendengar sedikit dari paksi Darma tetang tengkorak iblis itu yang katanya sangat kuat dan sukar di kalahkan , sekarang aku ingin kau ceritakan mengenai siapa tengkorak iblis itu sebenarnya"pinta Jaka.


Ki Balung Waja mengambil nafas dalam dalam lalu pandangannya matanya menerawang ke atas langit sambil mengingat kejadian beberapa tahun silam.


"Apa yang di katakan Paksi Darma itu benar adanya kalau tengkorak iblis itu sangat sakti dan sukar untuk di kalahkan, karena ia telah menguasai berbagai macam ilmu aliran hitam .


Nama Asli dari tengkorak iblis adalah Gandaroma seorang titisan iblis,pada masa mudanya dia telah banyak membuat keonaran dan teror di mana mana hingga membuat resah dunia persilatan.


Sudah banyak para tokoh tokoh sakti yang bertindak untuk menghentikan sepak terjangnya itu, namun tetap saja tidak berhasil dan mati di tangannya.


Melihat keadaan genting seperti itu kemudian aku , Paksi Darma, Pranaraja, Terpasura, Jaya kusuma(ayah Kalapati) mengadakan pertemuan untuk membahas cara untuk menghentikan tindakan Gandaroma yang sudah kelewat batas itu.


Walaupun aku dengan Paksi Darma tidak pernah akur dan sering berselisih ,akhirnya aku pun menyetujui rencana Paksi Darma itu.


Setelah melakukan pembicaraan yang begitu lama akhirnya kami berempat sepakat untuk bersatu melawan Gandaroma di bukit tengkorak iblis.


Singkat cerita pertarungan pun berlangsung dengan begitu hebatnya,kami berempat mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami miliki untuk dapat mengalahkannya.


Pertarungan itu berlangsung cukup lama sampai menguras begitu banyak tenaga kami.Meskipun begitu pertarungan tetap berlanjut hingga suatu ketika Gandaroma berhasil memukul telak aku, Pranaraja dan Jasa Kusuma sampai membuat kami bertiga tidak berdaya.


Di pihak kami cuma tinggal Paksi Darma yang masih bertahan waktu itu dan kami bertiga sudah pasrah jika harus mati dalam pertarungan itu.


Pada akhirnya pertarungan satu lawan satu pun terjadi antara Paksi Darma dan Gandaroma ,kami bertiga berfikir bahwa Paksi Darma pasti dapat di kalahkan dengan mudah ternyata dugaan kami itu melesat.


Paksi Darma mampu mengimbangi Gandaroma dalam pertarungan itu baik kecepatannya dan kekuatannya.Harapan kami untuk menang pun kembali terbuka lebar melihat itu.


Pertarungan mereka berdua cukup ketat dan menegangkan, saling serang pun mereka sajikan dalam pertarungan itu, membuat tempat di sekitarnya menjadi terguncang dan porak-poranda ketika serangan mereka menyasar.


Dalam pertarungan itu sulit di tebak siapa pemenangnya karena ternyata sama sama kuat keduanya.Setelah bertarung cukup lama dan tidak bisa mengalahkan Paksi Darma akhirnya Gandaroma memilih pergi dari situ meninggalkan Paksi Darma,tapi sebelum pergi dia sempat berkata bahwa suatu hari nanti dia akan kembali lagi dengan kekuatan yang lebih besar.


Karena tidak bisa mengalahkan paksi Darma Gandaroma pun hilang kabarnya selama bertahun tahun dan tidak berani muncul kembali.


"Begitu lah ceritanya tetua"ucap Paksi Darma mengakhiri ceritanya.


"Jadi nama asli tengkorak iblis itu Gandaroma lalu julukan itu...


"Julukan itu berasal dari tempat yang yang dia tinggali yaitu bukit tengkorak iblis "terang ki Balung Waja.


"Kalau begitu kemunculannya saat ini adalah untuk balas dendam kepada orang orang yang dulu mengeroyoknya "ucap Jaka sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


"Tidak salah pasti itu tujuannya"ucap ki Balung Waja.


"Kalau begitu sekte langit berarti....


Ki Balung Waja mengerti apa yang di khawatirkan Jaka itu, tidak menutup kemungkinan kalau para pasukan itu sudah menyerang sekte langit saat ini.


"Tetua jangan khawatir bukan kah di sana ada Paksi Darma,aku yakin dia mampu bertahan menghadapi para pasukan itu jika memang mereka menyerang sekte langit"ucap Ki Balung Waja.


"Entahlah Balung Waja,kalau teringat dengan para pasukan iblis itu rasanya berat bagi sesepuh Paksi Darma dan para murid untuk bertahan "ucap Jaka.


"Lalu apakah yang akan tetua lakukan sekarang ini "tanya Ki Balung Waja.

__ADS_1


"Tentu saja kembali ke sana Balung Waja "jawab Jaka.


__ADS_2