Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Sekte Langit


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan akhirnya Jaka dan Ratih pun tiba di depan Sekte Langit.


Mereka berdua sangat kagum melihat keindahan dan kemegahan bangunan sekte itu apa lagi setelah melihat menara sekte yang menjulang tinggi ke langit rasa kagum mereka pun makin bertambah.


Tampak juga di atas depan bangunan itu dua bendera umbul sebagai lambang sekte sedang berkibar tertiup angin.


"Sekte ini jauh lebih besar dari sekte Elang Putih Jaka"ucap Ratih.


"Kau benar Ratih sepertinya,empat kali lebih besar dari sekte Elang Putih"ucap Jaka.


"Pantas saja semua murid dari berbagai sekte ingin berlatih dan menjadi murid di sini"ucap Ratih.


"Menurut ku bukan karena kemegahan sekte ini yang membuat orang orang ingin ke sini tapi karena nama sekte ini yang sudah terkenal di mana mana"ucap Jaka.


"Tujuan utama ku ke sini tidak lain adalah untuk mencari bagian kitab yang hilang,menjadi murid sekte ini bukanlah tujuan utama ku"ucap Jaka dalam hati.


"Ratih ayo cepat masuk jangan sampai kita terlambat"ucap Jaka.


"Oh iya, sampai lupa aku "ucap Ratih.


Ratih dan Jaka akhirnya masuk ke dalam sekte itu, mereka berdua sudah tidak sabar ingin tahu pelajaran apa yang di ajarkan di sekte langit ini .


Di dalam sekte itu Jaka dan Ratih merasa heran ketika mereka melihat para calon murid dengan muka tampak lesu dan sedih.


"Jaka kau lihat orang orang itu, kenapa muka mereka kelihatan sedih semua"tanya Ratih.


"Teringat ayah dan ibunya kali Ratih, makanya mereka bersedih "jawab Jaka asal asalan.


"Oh, begitu "ucap Ratih.


"Berhenti kalian berdua"ucap seseorang menghentikan langkah mereka secara tiba-tiba.


"Ada apa tuan"tanya Ratih


"Apa tujuan kalian ke sini"ucap orang itu.


"Kami ingin berlatih dan menjadi murid di sini tuan"ucap Ratih.


"Apakah kalian berdua sudah tahu syarat dan peraturan untuk menjadi murid di sekte ini"ucap orang itu.


"Kami tidak tahu tuan, mohon tuan jelaskan pada kami "ucap Jaka.


"Saya tidak yakin dua anak ini bakal di terima di sekte ini "batin orang itu sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Mohon tuan katakan syarat apa saja yang harus kami penuhi"tanya Ratih.


"Dengar kan saya akan beritahu kalian berdua apa saja syaratnya untuk menjadi murid di Sekte ini"ucap orang itu.


"Baik tuan , semua perkataan tuan akan kami dengar kan "ucap Ratih.


"Pertama kalian harus membawa tumbuhan api ungu.


Kedua kalian berasal dari sekte yang jelas dan yang ketiga kalian harus menunjukkan kekuatan kalian untuk memukul lonceng itu"ucap orang itu mengakhiri penjelasannya.


"Cuma itu saja tuan"tanya Jaka dengan polosnya.


"Sombong sekali anak ini, dia anggap enteng syarat untuk masuk sekte ini"ucap orang itu dalam hati.


Kemudian Jaka dan Ratih mengeluarkan tumbuhan api ungu dari balik bajunya dan langsung memperlihatkan pada orang itu.


"Bagaimana dengan syarat yang pertama tuan"ucap Ratih kemudian memasukkan kembali tumbuhan api ungu ke dalam bajunya.


"Baiklah kalian sudah memenuhi syarat yang pertama sekarang kalian berdua ikut aku"ucap orang itu.


"Baik tuan"ucap Jaka dan Ratih. Lalu berjalan mengikuti orang itu.


"Kalian berdua tunggu di sini ,aku akan melaporkan kedatangan kalian pada tetua sekte "ucap orang itu, kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Apa benar ini sekte terkuat di seluruh benua ini"ucap Ratih masih ragu.


"Kenapa kau berkata begitu Ratih"tanya Jaka.


"Karena orang tadi itu sepertinya biasa biasa saja tidak kelihatan kuat "ucap Ratih.


"Dengar Ratih,kita tidak boleh menilai orang dari luarnya saja, menurut ku orang tadi cukup kuat aku bisa merasakan pancaran tenaganya "ucap Jaka.


"Jadi orang itu sengaja menyembunyikan kekuatannya begitu "ucap Ratih.


"Ya seperti itulah orang yang berilmu tidak suka memperhatikan kelebihan dirinya "ucap Jaka.


Ratih pun mencoba memahami perkataan Jaka tadi.


Tidak lama kemudian orang yang tadi pun kembali di depan Jaka dan Ratih dengan di dampingi seorang pria berumur enam puluh tahunan.


Ku perkenalkan pada kalian inilah tetua Paksi Darma tetua Sekte langit ini dan nama ku sendiri Narantaka"ucap orang itu seraya memperkenalkan dirinya.


Hormat kami tetua Paksi Darma "ucap Ratih dan Jaka.


Tetua Paksi Darma mengangguk menerima hormat mereka berdua.


"Sebutkan nama kalian dan dari sekte mana kalian berasal"tanya tetua Paksi Darma.


"Aku jaka dan ini teman ku Ratih,kami berdua berasal dari sekte Elang Putih tetua"ucap Jaka.


Orang tua itu mengangguk angguk mendengar penjelasan dari Jaka itu.

__ADS_1


"Baiklah, apa kalian berdua bisa membuktikan bahwa kalian berdua dari sekte Elang Putih,"tanya tetua Paksi Darma.


"Tentu tetua kami bisa buktikan semua perkataan kami "ucap Ratih dengan mantap.


"Kalau begitu silahkan buktikan "perintah tetua Paksi Darma.


Ratih segera mengeluarkan pedangnya, kemudian memainkan jurus pedang seribu bayangan yang pernah ia pelajari dari ayahnya, orang tua itu tersenyum sambil mengelus jenggotnya begitu mengenali jurus yang di mainkan oleh Ratih itu.


"Cukup, baiklah aku percaya kalau kalian dari sekte Elang putih , karena jurus itu aku yang ciptakan "ucap tetua Paksi Darma.


Ratih dan Jaka pun terkejut bukan main , mengetahui hal itu.


"Jadi tetua Brawijaya pernah menjadi murid di sekte ini tetua "tanya Jaka.


"Benar tapi tidak lama , karena jatuh cinta pada Sumirah akhirnya dia memilih keluar dari Sekte ini dan membina rumah tangga dan mendirikan sekte sendiri , yaitu sekte kalian berdua berasal."ucap tetua Paksi Darma.


"oh ternyata ayah dan ibu bertemu di sini"ucap Ratih dalam hati.


"Hai...bodoh kau harus berteri makasih pada ku berkat jurus yang ku mainkan tadi kita bisa memenuhi syarat yang kedua"ucap Ratih dengan berbisik,ia berkata seperti itu karena mengira Jaka tidak menguasai jurus itu.


"begitu kah,lalu untuk syarat yang pertama aku harus berterima kasih pada siapa Ratih"ucap Jaka.


Mendengar ucapan Jaka itu Ratih langsung terdiam, kemudian ia sadar bahwa tumbuhan api ungu yang dia miliki adalah pemberian dari Jaka.


"Sudah....sudah tidak perlu berdebat"bisik Ratih.


"Sekarang untuk syarat yang ketiga kalian bunyikan lonceng itu sekali saja"ucap orang tua itu sambil menunjuk ke sebuah lonceng besar yang tergantung di sebelah kirinya bangunan.


"maaf tetua, bagaimana jika kami berdua tidak bisa membunyikan lonceng itu "tanya Jaka.


"Apakah kalian lihat para calon murid itu, kenapa muka mereka semuanya tertunduk lesu"ucap tetua Paksi Darma.


"itu yang menjadi pertanyaan kami berdua tetua kenapa wajah mereka kelihatan sedih dan tidak bersemangat "ucap Jaka.


"Karena mereka tidak memenuhi syarat yang ketiga jadi mereka tidak di terima di Sekte ini "ucap tetua Paksi Darma.


"Jadi seperti itu "ucap Jaka.


"Maaf tetua apakah ,aku bisa mewakili Ratih untuk memukul lonceng itu"tanya Jaka,


"Boleh.. boleh saja asal lonceng itu berbunyi dua kali "ucap tetua Paksi Darma.


Narantaka menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Jaka itu ,


"bisa berbunyi satu kali saja sudah beruntung mau berbunyi dua kali, benar benar sombong anak ini"batin Narantaka dengan meremehkan.


"Kalau berbunyi lebih dari dua kali bagaimana tetua "ucap Jaka dengan entengnya.


"Haaa... haaa....haaa....kau jangan mimpi jaka sudah ratusan lebih para calon murid tapi tak satu pun yang bisa membuat lonceng itu berbunyi , bahkan aku sendiri cuma bisa membuat lonceng itu berbunyi satu kali sampai hari ini, jika kau bisa membuat lonceng itu berbunyi lebih dari satu kau boleh minta apa saja dari ku "ucap tetua Paksi Darma.


"Kau tenang saja Ratih, aku mengajak kamu ke sini bukan untuk meraih kegagalan "ucap Jaka , kemudian mendekati lonceng itu.


"Bisakah aku memulai tetua "tanya Jaka.


"mulailah "ucap tetua Paksi Darma.


Jaka langsung mengerahkan kekuatannya sampai ke puncak maksimal, kemudian hiiiiaaaat....... hiiaaaat.. wuuuuus.... traaaaang ...Jaka pun memukul lonceng itu .


Ratih yang berdiri di belakangnya menanti dengan hati was was apakah usaha Jaka berhasil atau tidak,lalu akhirnya terdengar lonceng berbunyi teng.....teng....teng....teng....teng....lima kali berturut turut.


Paksi Darma dan Narantaka melotot tidak percaya melihat kenyataan di depannya itu karena seolah olah mereka sedang bermimpi di tengah siang bolong.


"Tidak ku sangka ternyata anak itu begitu mengerikan "ucap Paksi Darma.


"Apakah aku bermimpi "ucap Narantaka sambil menampar mukanya sendiri.


"Bagaimana tetua apakah kami berdua memenuhi syarat yang ketiga"tanya Jaka.


"Baiklah , sekarang kalian berdua telah resmi menjadi murid di Sekte ini "ucap tetua Paksi Darma dengan perasaan masih tidak percaya dengan kekuatan Jaka.


"Jaka saya ucapkan selamat kepada mu dan Ratih selamat datang di sekte langit ini "ucap Narantaka.


Terima kasih tuan Narantaka"ucap Ratih.


"Jangan panggil aku tuan ratih panggil saja kakang Narantaka karena sekarang kita saudara seperguruan"ucap Narantaka.


"Baik kakang Narantaka"ucap Ratih.


"Tetua sepertinya ada yang tetua lupakan "ucap Jaka.


"Maksud mu"ucap tetua Paksi Darma.


"Bagaimana dengan janji tetua tadi"ucap Jaka.


"Oh ya..ya...maaf sampai lupa , silahkan sebut kan apa permintaan mu jaka"ucap tetua Paksi Darma.


"Apakah tetua akan memenuhinya "tanya Jaka memastikan.


"Baiklah cepat katakan "ucap Paksi Darma.


Jaka segera melesat ke arah Paksi Darma lalu berbisik bisik padanya.


Paksi Darma terkejut bukan main ia tidak menyangka Jaka mengetahui hal itu.


"Baiklah nanti kau temui aku "ucap Paksi Darma.

__ADS_1


Setelah tiga syarat terpenuhi Ratih dan jaka akhirnya resmi menjadi murid sekte Langit dan mulai hari itu juga Jaka dan Ratih berlatih dengan di bimbing langsung oleh tetua Paksi Darma.


Paksi Darma benar benar kagum dengan bakat yang di miliki oleh jaka dan Ratih itu, karena mereka berdua cepat menguasai semua pelajaran pelajaran yang ia berikan.


"Narantaka kau harus perlakukan Jaka dan Ratih dengan baik kau penuhi semua yang mereka perlukan"ucap tetua Paksi Darma.


"Apakah ada sesuatu yang istimewa dari anak itu tetua "tanya Narantaka dengan heran.


"Nanti kau akan tahu jika waktunya tiba dan cepat kau panggil Jaka kemari ada sesuatu yang akan ku berikan padanya"ucap tetua Paksi Darma.


"Baik tetua "ucap Narantaka kemudian pergi meninggalkan tetua Paksi Darma.


Di luar sekte Jaka dan Ratih terlihat sedang berlatih dengan semangatnya, Ratih memainkan jurus pedang seribunya untuk menyerang Jaka wes.....wes..wes... Jaka meliuk-liuk menghindarinya , tidak ingin kalah dengan Jaka Ratih mempercepat gerakannya untuk menjatuhkan jaka namun Jaka dapat mematahkan semua serangan Ratih.


Ratih pun merasa kesal kemudian mengerahkan tenaga dalamnya lalu mengirimkan pukulan kepada Jaka wuuuuus..... tidak mau meremehkan serangan Ratih, Jaka segera mengeluarkan pukulan bidadari kesunyian hiiaaaat... wuuuuus.....adu tenaga dalam pun tidak terhindarkan duuuaaarrr...... Ratih langsung terpental dan melayang di udara,


"Ratih..."teriak Jaka, melihat keadaan Ratih itu Jaka segera melesat wuuuuus..... kemudian menangkapnya.


"Kau tidak apa-apa Ratih"tanya Jaka dengan perasaan khawatir.


Uhuk... uhuk.. Ratih batuk dan sesak nafas, melihat kondisi Ratih itu Jaka segera menyalurkan tenaga dalamnya kepada tubuhnya .


Sesaat kemudian Ratih pun membaik seperti semula.


"Maaf Ratih ,aku terlalu bersemangat "ucap Jaka.


"Kamu sih ,memukul aku terlalu keras "ucap Ratih dengan pura pura cemberut.


"Aku tidak mengira akan seperti ini Ratih, padahal aku tadi cuma sedikit mengerahkan kekuatan ku"ucap Jaka.


"Ya sudah aku tidak apa-apa "ucap Ratih , sebenarnya dia sangat terkejut pada Jaka ia tidak menyangka dengan sedikit kekuatannya dapat membuat dirinya terpental begitu jauh.


Narantaka tercekat melihat kekuatan Jaka tadi , walaupun dua tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya tapi sudah begitu mengerikan.


"Jaka tetua memanggil mu dia menunggu di dalam "ucap Narantaka.


"Baik kakang aku segera ke sana "jawab Jaka.


"Kau benar sudah tidak apa apa kan ratih"tanya jaka masih khawatir.


"Aku baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir,sana pergi tetua memanggil mu"ucap Ratih.


"Baiklah aku pergi dulu"ucap Jaka lalu bergegas pergi menemui tetua Paksi Darma.


"si bodoh itu memang selalu penuh kejutan, berkali-kali aku selalu di buat terkejut olehnya"ucap Ratih dalam hati.


Sesaat kemudian jaka pun tiba di hadapan tetua Paksi Darma.


"Ada apa tetua memanggil saya"tanya Jaka.


"Aku ingin memberikan apa yang kau minta kemarin"ucap tetua Paksi Darma sambil menyerahkan sebuah gulungan kepada Jaka.


"Jadi ini adalah lanjutan kitab itu tetua "tanya Jaka.


"Benar Jaka,,ini adalah lanjutan jurus Pencakar langit yang kau tanyakan waktu itu "ucap tetua Paksi.


Jaka segera membuka gulungan itu dan memperhatikan baik baik isi dalam gulungan tersebut.


Jaka pun terkejut ternyata dalam gulungan itu juga terdapat satu jurus lagi yaitu jurus Pembelah Langit.


"Apakah tetua sudah menguasai jurus ini"tanya Jaka.


"Aku tidak berani mempelajari jurus itu jaka , tubuh ku bisa hancur jika mempelajari jurus itu sembarangan"ucap tetua Paksi Darma.


"Apa....!!!!, kenapa bisa begitu tetua"tanya Jaka dengan heran.


" Akan aku ceritakan asal usul kitab itu pada mu dan alasan ku tidak bisa mempelajari kitab itu"ucap tetua Paksi Darma.


"Kitab itu dulunya adalah milik leluhur atau tetua sekte ini terdahulu,dan akan di wariskan kepada penerusnya yang berjodoh, hingga pada suatu hari ketika tetua jatuh sakit dia memanggilku dan memberikan kitab itu pada ku , namun tanpa sepengetahuan ku tiba-tiba muncul Jalatunda merebut kitab itu dari tangan ku hingga terjadilah tarik menarik antara aku dan Jalatunda dan sobek lah kitab itu "ucap tetua Paksi Darma.


"Lalu apa hubungannya dengan Dewi kebahagiaan tetua"tanya Jaka .


"Jadi kamu pernah bertemu dengan Dewi kebahagiaan "tanya Paksi Darma.


"Benar tetua dialah yang memberikan kitab ini pada ku "ucap Jaka.


"Ini benar benar suatu berkah buat sekte ini "ucap tetua Paksi Darma.


"Maksud tetua berkah bagaimana "tanya Jaka.


"Saya mengira kitab itu jatuh ke tangan Jalatunda, ternyata bisa di rebut kembali oleh Dewi, ini sungguh keberuntungan "ucap Paksi Darma.


"Dengar Jaka ,Dewi kebahagiaan adalah istri dari tetua Sekte ini , waktu Jalatunda membawa kitab itu dia lah yang merebut dan bertarung habis habisan dengan Jalatunda.


Dan dalam pertarungan itu akhirnya Dewi kebahagiaan berhasil memotong satu tangan Jalatunda dengan pedang awan miliknya,


namun sayangnya dia tidak bisa menang dan tewas dalam pertarungan itu karena Jalatunda di bantu oleh teman temannya. "ucap tetua Paksi Darma mengakhiri ceritanya.


"Maksud tetua pedang awan ini"ucap Jaka seraya mengeluarkan pedangnya.


Paksi Darma terbelalak melihat pedang itu di tangan Jaka ia benar benar tidak menduga bahwa barang barang milik sekte langit telah memilih pewarisnya.


"Jaka sebaiknya cepat kau pelajari jurus yang ada di gulungan itu, setelah kau menguasai cepat beri tahu aku"ucap Paksi Darma, kemudian meninggalkan Jaka.


Setelah tetua Paksi Darma berlalu Jaka segera keluar dari ruangan itu menghampiri Ratih .

__ADS_1


__ADS_2