Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Pertarungan di depan gerbang


__ADS_3

"Saya peringatkan pada kalian semua , jika ada yang berani macam macam kami juga tidak segan segan untuk mengusir kalian dari sini secara kasar, sebaiknya kalian cepat tinggal tempat ini secara baik baik dan jangan membuat kesabaran kami habis "ucap Narantaka.


"Kurang ajar , beraninya kau berkata lancang di hadapan ku,kau belum tahu siapa aku rupanya "ucap Kalapati langsung tersulut emosinya seketika.


"Dengar kan baik baik oleh kalian semua,dia adalah tetua sekte api angin dari benua Utara yang bernama tetua Kalapati "ucap si tongkat gila.


"Aku tidak perduli siapa kalian,mau dari sekte mana pun aku juga tidak perduli "ucap Ratih.


"Kurang ajar lancang sekali mulut mu nona"ucap Kalawuni langsung marah karena merasa di rendahkan oleh seorang gadis kecil.


"Karena tidak ada cara lain terpaksa kita harus menggunakan kekerasan "ucap Kalapati.


"Bagaimana ayah apakah Kita juga harus ikut menyerang mereka"tanya guruh Sujiwo setengah berbisik.


"Tunggu dulu kita jangan gegabah Sujiwo "ucap ki Lukito.


"Baik ayah "ucap guruh Sujiwo dengan berdiam di tempatnya.


Mendengar Kalapati berkata seperti itu para pasukannya pun langsung siap siaga.


Si tongkat gila langsung melesat kearah pintu gerbang berusaha masuk ke dalam sekte, namun dengan sigap Ratih langsung menghadang di depannya.


"Rupanya kalian memang kumpulan orang orang yang keras kepala "ucap Ratih dengan menatap tajam pada si tongkat gila.


"Cuma seorang gadis kecil ingin banyak tingkah di hadapan ku, jangan salah kan aku kalau aku menghajar mu"ucap si tongkat gila.


"Tongkat gila habisi saja gadis itu,...!! teriak Kalawuni.


"Kau dengar itu nona , kami akan segera meratakan sekte ini "ucap si tongkat gila langsung mengayunkan tongkatnya pada Ratih wess..... mendapatkan serangan yang tiba-tiba itu Ratih langsung memiringkan badannya kesamping kemudian bersalto ke belakang.


"Dasar orang orang tidak tahu malu"ucap Ratih.


Melihat si tongkat gila sudah melakukan penyerangan Kalapati segera memerintahkan para pasukannya untuk menyerang.


Melati dan Narantaka pun juga tidak tinggal diam ,melihat mereka maju menyerang ia segera memerintahkan pasukannya untuk menghadang mereka supaya jangan sampai masuk ke dalam sekte dan pertarungan pun langsung terjadi di depan pintu gerbang.


Kalapati dan Kalawuni langsung berkelebat melewati para pasukannya yang sedang sibuk bertarung dengan para pasukan sekte langit mereka berniat untuk masuk ke dalam sekte dengan mengambil kesempatan itu secara diam-diam, namun ternyata niat mereka itu sudah di amati oleh Melati yang sejak tadi belum bergerak sama sekali.


Baru setelah melihat kedua orang itu mencoba masuk dia langsung melesat dengan melepaskan pukulannya ke arah mereka untuk memberinya peringatan.


Duuuaaarrr........!!!!


"Kurang ajar ....!!! teriak Kalapati seraya menghentikan langkahnya.


"Kakang serahkan saja gadis itu pada ku , sebaiknya Kakang cepat masuk"ucap Kalawuni.


Kalawuni segera bergerak ke arah Melati , tanpa basa-basi lagi ia langsung menyerang melati dengan pukulannya.


Tapi serangan itu dapat melati hindari dengan mudah melati kemudian berganti menyerang balik dengan mengirimkan pukulan wuuuuus.......... Kalawuni segera menjatuhkan dirinya untuk menghindari pukulan itu hingga pukulan tersebut lewat tipis di samping tubuhnya.


"Keparat kau..!!!maki Kalawuni .


Kalapati yang saat itu hampir mau masuk terpaksa harus menghentikan langkahnya ketika tiba tiba muncul seorang gadis dari depannya gadis itu adalah Arini .


"Mau kemana tua"ucap Arini.


"Setan alas , minggir kau "teriak Kalapati pada Arini yang berada di depannya itu.


"Apa minggir ini tempat tinggal ku yang minggir sebaiknya tuan sendiri"ucap Arini.


"Kurang ajar terima ini hiiiiaaaat... Kalapati langsung menerjang Arini dengan tinjau apinya,mendapatkan serangan dahsyat seperti itu Arini langsung mengerahkan tenaga dalamnya kemudian menangkis serangan Kalapati itu dengan tendangannya duug... plaaak... terdengar tangan dan kaki beradu antara kedua orang itu hingga sama-sama tersulut dua langkah ke belakang.


Arini merasakan kesemutan pada kakinya setelah benturan itu,ia lalu cepat cepat menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengusir rasa kesemutan di kakinya itu.


"Baru kali aku menjumpai seorang gadis muda mampu mematahkan pukulan api ku"ucap Kalapati dalam hati .


"Haaa.....haaa.... ternyata bukan omong kosong kalau sekte langit merupakan sekte terkuat di benua timur ini, baiklah aku ingin tahu apakah kau mampu bertahan dengan serangan ku selanjutnya"ucap Kalapati,ia langsung menerjang Arini kembali dengan lebih ganas.


Kalapati tidak ingin bermain main lagi pukulan dan serangan cepat dan dahsyat pun langsung ia lancarkan pada Arini.


Jual beli serangan antara kedua orang itu pun tak terelakan , Arini segera mengeluarkan semua jurus yang ia pelajari selama di sekte langit untuk menghadapi ganasnya serangan yang Kalapati lancarkan.

__ADS_1


Duaaarr.... duuuaaarrr...... Kalapati dan Arini saling melemparkan pukulan hingga terjadi ledakan di mana mana.


Jurus pedang seribu bayangan pun langsung Arini mainkan, dengan jurus itu ia mencoba mendesak Kalapati .


Sabetan pedang Arini yang cepat dan mematikan itu memaksa Kalapati berjalan mundur sambil dengan terus menghindar.


Hiaaat.... Arini kemudian mengibaskan pedangnya selarik sinar pun langsung melesat ke arah Kalapati sreet....... mengetahui serangan itu Kalapati langsung melepaskan pukulan wuuuuus....... duuuaaarrr serangan Arini pun langsung terpatahkan.


Kalapati menatap tajam pada Arini , begitu juga dengan Arini yang juga menatap tajam padanya.


Sementara itu pertarungan Ratih melawan si tongkat gila juga berjalan seru, sambaran tongkat mengeluarkan bunyi dengung yang mengganggu telinga.Tidak mau meremehkan lawannya Ratih segera mengeluarkan pedangnya untuk untuk menangkis sambaran tongkat itu.


Traaang...... traaaaang..... Ratih menangkis sambaran sambaran tongkat yang melayang di depan matanya itu dengan pedangnya.


Pergelangan tangan Ratih bergetar seperti menghantam sebuah batu besar ketika benturan dengan tongkat itu.


"Ternyata nama besar si tongkat gila bukan nama asal saja , julukan itu benar sesuai dengan permainan tongkatnya yang sangat mematikan"ucap Ratih.


Si tongkat gila diam diam merasa jengkel karena sudah hampir dua puluh jurus masih saja belum bisa menjatuhkan lawannya yang hanya seorang gadis muda itu.


Ia kemudian melipat gandakan serangan dan juga tenaga dalamnya untuk menekan Ratih , praaak... terdengar bunyi tongkat menghantam tanah setelah tongkat itu gagal menghantam tubuh Ratih.


Si tongkat gila merubah arah serangannya dengan menyerang bagian atas dan bawah secara bergantian .


Dalam pertarungan itu si tongkat gila di untung kan karena memiliki senjata yang berukuran panjang sehingga bisa dengan leluasa menyerang dan bertahan dalam jarak jauh.


"Kalau begini terus sampai kapan aku tidak akan bisa menyerang orang gila ini"ucap melati dalam hati sambil memikirkan cara untuk menyerang balik lawannya itu.


Sambaran tongkat itu benar benar membuat Ratih kerepotan karena dia cuma bisa bertahan tanpa menyerang bali.


Tidak jauh dari Ratih bertarung terlihat Narantaka dengan mudahnya membantai para pasukan Kalapati, sehingga dalam sekali gebrak saja puluhan orang langsung jatuh tanpa bangun lagi.


Rombongan Ki Balung Waja yang dari tadi hanya jadi penonton langsung bergerak ikut menyerang membantu pasukan Kalapati yang terdesak itu.


Dewi racun dan Ratu racun langsung melepaskan pukulan beracun nya ke arah pasukan sekte langit yang sedang bertarung itu,tak ayal lagi para pasukan sekte langit pun langsung tewas seketika beserta pasukan Kalapati sekaligus.


Narantaka langsung murka begitu melihat para pasukannya di serang secara diam-diam itu.


"Kurang ajar"ucap Narantaka begitu melihat serangannya dapat di patahkan dengan mudah.


Ratu racun dan Dewi terkejut mendengar ledakan yang tiba-tiba itu.


"Kalian berdua jangan lengah untung aku cepat bergerak"ucap Sinjung Wanara.


"Maaf kakang kami terlalu asik melihat hasil serangan kami tadi"ucap ratu racun.


Kalian berdua cepat ikut ki Balung Waja dan yang lainnya masuk ke dalam sementara aku akan menghadapi orang itu"ucap Sinjung Wanara sambil menunjuk ke Narantaka yang sejak tadi menatap tajam padanya.


Ratu racun dan Dewi racun segera melesat ikut ki Balung Waja menuju ke dalam sekte,tapi sayang baru saja mereka bergerak tiba-tiba muncul lestari, Sinta dan Bagus Dento yang menghadang mereka.


"tampaknya tuan buru buru sekali mau kemana"ucap Sinta dengan bergaya santai dan tenang.


"sebaiknya kalian minggir jangan halangi kami"ucap guruh Sujiwo.


"Dasar orang tua tidak tahu malu ,kamu pikir kamu siapa pemilik tempat ini, seharusnya kalian lah yang enyah dari tempat ini"ucap Sinta dengan suara lantang.


"Lancang sekali mulut gadis itu ayah,biar aku yang memberinya pelajaran"ucap Arya Lembayung langsung meluncur cepat ke arah Sinta dengan melayangkan pukulannya.


"Lembayung tunggu"teriak ki Balung Waja pada cucunya itu, namun teriak itu tidak ia hiraukan dan terus meluncur ke arah Sinta.


"Ini pelajaran untuk mu gadis sombong"ucap Arya Lembayung .


Ketika pukulan tangan Arya Lembayung tinggal setengah tombak tiba tiba Bagus Dento meluncur secepat kilat menangkis serangan Arya Lembayung itu braaak..... kedua tangan mereka saling beradu,


Bagus Dento langsung memutar tubuhnya lalu dengan cepat mengirimkan tendangan pada Arya Lembayung deees..... dalam sekejap Arya Lembayung langsung terpental sejauh sepuluh tombak gedebuuuk..!!!.


"Lembayung ..!! teriak Guruh Sujiwo dan ki Balung Waja bersamaan.


"Kurang ajar beraninya kau melukai cucu ku, semuanya ayo kita serang mereka "teriak ki Balung Waja pada semua pasukannya.


Akhirnya pecah lah pertarungan di antara mereka .Ki Balung Waja melesat cepat menyerang Bagus Dento dengan penuh kemarahan karena dia telah melukai cucu kesayangannya,

__ADS_1


permainan tombaknya dalam sekejap saja langsung membuat bagus Dento terdesak hebat.


Rupanya tokoh tua dunia persilatan itu tidak mau tanggung tanggung dalam memberikan pelajaran pada Bagus Dento hingga dalam beberapa gebrakan saja bagus Dento dibuatnya jatuh bangun tidak karuan.


Lestari yang berhadapan dengan Dewi racun harus berjuang keras untuk menyerang sekaligus bertahan dari gempuran gempuran ganas wanita itu .


Kedua wanita itu langsung mengeluarkan jurus simpanannya masing-masing , dalam sekejap saja dua puluh jurus telah mereka lewati.


Lestari yang dari awal merasa terdesak kini mula menemukan irama pertarungan itu hingga dapat mendesak balik Dewi racun.


Pertarungan kedua wanita itu terlihat cukup imbang karena keduanya saling bergantian mendesak.


Sementara itu Sinta yang menghadapi dua orang sekaligus terlihat harus berjuang keras dalam menghadapi gempuran Ratu racun dan Guruh Sujiwo yang terlihat ganas dan mematikan itu.


Dalam pertarungan dua lawan satu tersebut Sinta masih terlihat baik baik saja karena pukulan pukulan yang mereka lancarkan masih dapat di hindari dengan mudah, bahkan dapat memberikan serangan balik sehingga membuat kedua musuhnya itu tidak berani merendahkannya.


Ratu racun dan Guruh Sujiwo diam diam mengakui tentang kehebatan para murid sekte Langit, walau tergolong masih muda-muda tapi kekuatan dan ketrampilan tidak bisa dianggap enteng.


Kehebatan para murid sekte Langit tidak lepas dari peran Jaka, karena berkat izin darinya lah para murid murid itu bisa berlatih di tempat khusus miliknya sehingga kemampuan mereka menjadi meningkat pesat.


Duuuaaarrr.......... duuuaaarrr..... terdengar ledakan ketika guruh Sujiwo melepaskan satu pukulannya ke arah Sinta,tapi pukulan itu tidak membuahkan hasil apa apa.


Guruh Sujiwo merasa sangat penasaran dengan gadis mudah yang menjadi lawannya itu, karena dari tadi tak satu pun dari serangannya dapat mengenainya.


Di samping sebelah kanan Sinta yang berjarak Lima puluh tombak terlihat melati dan Kalawuni sedang sedang saling serang.


Tebasan pedang Kalawuni berkali kali mengancam tubuh melati, namun masih saja belum bisa mengenainya.


Kekesalan di raut muka Kalawuni mulai terlihat karena sudah begitu lama ia bertarung namu belum juga bisa menjatuhkan lawannya.


"Tidak menyangka aku wanita yang masih muda ini mampu mengimbangi ku sejauh ini"ucap penuh dengan kekesalan.


"Sekarang terima serangan ku "ucay Melati.


Ia langsung menerjang Kalawuni dengan ganas,dalam serangnya kali ini melati tidak tanggung tanggung jurus andalannya pun langsung ia kerahkan hingga dalam sekejap saja dua pukulan langsung mendarat di tubuh Kalawuni deeess....dess.... Kalawuni pun terjatuh dengan cukup keras bruuuk...


Rasa sakit akibat pukulan melati itu pun merayap.di seluruh tubuhnya.


"Kurang ajar.... perempuan sialan"maki Kalawuni dengan segera berdiri.


blaaaar... blaaaar.... terdengar ledakan demi ledakan di tidak jauh dari melati dan Kalawuni bertarung.


Melati menoleh kearah ledakan itu dan melihat Arini terdesak hebat oleh lawannya itu.


Melihat hal itu melati langsung mengambil langkah cepat untuk membantu Arini ia langsung melesat meninggalkan Kalawuni di tempat itu.


"Jangan harap kau bisa lari dari ku"ucap Kalawuni langsung mengejar melati.


Hiiiiaaaat.... melati langsung melepaskan pukulan begitu melihat Kalapati mau menyerang Arini yang dalam keadaan terdesak, wuuuuus...... duuuaaarrr.... Kalapati namun Kalapati berhasil menghindarinya.


"Kau tidak apa-apa Arini"ucap melati begitu berada di sampingnya.


"Aku baik baik saja nona, tidak ku sangka orang itu begitu sangat kuat"ucap Arini.


"Kita bertukar lawan Arini biar aku yang menghadapi orang yang bernama Kalapati itu kau hadapi orang itu saja"ucap melati.


"baiklah nona"ucap Arini.


Haaa.... haaaa....aku salut dengan kemampuan mu nona dapat bertahan sampai puluhan jurus menghadapi ku"ucap Kalapati kepada Arini.


"Kalapati sekarang aku akan mencoba menghadapi mu bersiaplah"ucap melati langsung berkelebat menyerangnya.


Pertarungan seru langsung terjadi pedang melati langsung menari nari dengan cepat mencoba menebas Kalapati.


Kalapati langsung di buat terkejut oleh serangan melati yang sangat cepat itu, hingga deesss..... tendangan melati berhasil tepat mengenainya hingga membuat Kalapati terhuyung huyung ke belakang.


"kurang ajar, beraninya kau mengotori pakaian ku "ucap Kalapati dengan geram.


Ia langsung melesat cepat menyerang balik melati ,pukulan api langsung menerjang melati tanpa ampun sambaran pukulan itu terasa sangat panas walau pun tidak sampai mengenai tubuhnya, Kalapati mempercepat serangannya hingga akhirnya pukulan itu pun berhasil mengenainya dees.... melati langsung terpental dan terjatuh braaak...!!


.

__ADS_1


__ADS_2